HAMBA ALLAH MENGAMBIL
BERKAH DARI AL QUR AN
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Berkah secara sederhana bisa disebut sebagai
kebaikan. Imam Ibnu Sa'ud menyebutkan : Kata al-barakah juga mengandung makna
kebaikan yang “berkembang”, “bertambah”, “melimpah” dan “terus-menerus”.
Mencakup kebaikan yang bisa dirasakan dengan indera maupun akal. (Tafsir
Irsyadul 'Aqlis Salim).
Dalam satu hadits, Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam menjelaskan bahwa sungguh berkah itu hanya dari Allah Ta’ala. Beliau bersabda :
الْبَرَكَةُ مِنَ اللهِ
Berkah (kebaikan yang banyak dan terus menerus) itu HANYA DARI ALLAH. (H.R Imam Bukhari).
Jadi dengan penjelasan yang tegas dari al Qur an dan as Sunnah maka diketahui bahwa PEMILIK SEMUA BERKAH ADALAH Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Adalah suatu kekeliruan yang besar jika ada orang orang mencari berkah ketempat yang sudah pasti tidak ada keberkahan disitu. Diantaranya ada yang mencari berkah ke gunung ini dan itu, ke lembah ini dan itu, ke pantai ini dan itu. Bahkan ada pula mencari berkah dengan mendatangi kuburan si Fulan ini dan si Fulan itu.
Sungguh Allah Ta'ala sebagai pemilik semua berkah telah menurunkan al Qur an yang berkah. Allah Ta'ala berfirman :
Pertama : Allah Ta'ala berfirman :
وَهَٰذَا
كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ مُبَارَكٌ
Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi. (Q.S al An'am 92).
Syaikh as Sa'di berkata : “Dan ini,” al-Qur'an yang kami turunkan kepadamu. “Yang diberkahi,” maksudnya, Allah memberi sifat keberkahan. Hal itu karena kebaikannya yang banyak dan luas. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
Kedua : Allah Ta'ala berfirman :
وَهَٰذَا
كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ مُبَارَكٌ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُوا۟ لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُونَ
Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan YANG DIBERKATI, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. (Q.S al An'am 155)
Syaikh as Sa'di berkata : “Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang kami turunkan yang diberkati,” maksudnya, di dalamnya terdapat kebaikan yang banyak dan ilmu yang melimpah. darinya seluruh ilmu bersumber dan darinyalah seluruh keberkahan dikeluarkan.
Tidak ada kebaikan kecuali Al-Qur’an telah menyerukan dan mendorong kepadanya. Ia menyebutkan hikmah-hikmah dan kemaslahatan yang mendorong kepadanya. Tidak ada keburukan kecuali ia telah melarangnya, memperingatkannya dan menjelaskan sebab-sebab yang menghindarkannya dari melakukannya dan akibat buruknya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
Ketiga : Allah Ta'ala berfirman :
كِتابٌ أَنْزَلْناهُ إِلَيْكَ مُبارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آياتِهِ
وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُوا الْأَلْبابِ
(Al-Qur’an ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu
(Muhammad) yang penuh berkah supaya
mereka menghayati ayat ayatnya dan
orang-orang yang berakal sehat mengambil pelajaran. (Q.S ash Shad 29).
Oleh karena itu maka hamba hamba Allah mencari atau mengambil
keberkahan dari al Qur an. Ketahuilah bahwa sebagian ulama menyebutkan ada
tujuh bentuk keberkahan al Qur’an :
(1) Keberkahan dengan sebab membacanya. (2) Keberkahan dengan sebab menyimaknya. (3) Keberkahan dengan sebab mempelajarinya. (4) Keberkahan dengan sebab mengamalkan ajarannya. (5) Keberkahan dengan sebab mengambil pelajaran darinya. (6) Keberkahan dengan sebab berobat dengannya. (7) Keberkahan dengan sebab memutuskan hukum dengannya. (Kitab Al Fallahi, al Qur an wa Shina'atu ad Dahsyah).
|
Selain itu, ketahuilah bahwa Imam
Ibnul Qayyim mengingatkan, beliau berkata : Kemaksiatan bisa menghilangkan
keberkahan usia, rizki, ilmu, amal dan ketaatan. Atau dikatakan bahwa
keberkahan urusan dunia dan urusan agama bisa hilang dengan sebab kemaksiatan. (Ad Daa' wa ad Dawaa')
Wallahu A'lam. (3.519).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar