Kamis, 29 Maret 2018

ORANG BERIMAN DILARANG MENYEMBUNYIKAN ILMU


ORANG BERIMAN DILARANG MENYEMBUNYIKAN ILMU

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sangatlah banyak orang yang diberi hidayah oleh Allah Ta’ala untuk belajar  ilmu syar’i serta ilmu ilmu yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Nah, ketika ilmu telah menjadi miliknya maka  tidaklah boleh baginya untuk menyembunyikannya apalagi ketika ada yang minta diajarkan.

Dia berkewajiban untuk menyebarkan ilmunya sehingga bermanfaat bagi orang lain karena ilmu yang ada pada dirinya adalah merupakan anugerah Allah Ta’ala kepadanya. Ketahuilah diantara makna ilmu yang bermanfaat adalah diamalkan dan didakwahkan.

Sungguh merugi  orang orang yang  mengetahui sesuatu tentang hukum hukum agama, mengetahui tentang halal dan haram  tapi dia sengaja menyembunyikannya, tidak mau mengajarkan dan menjelaskannya kepada orang lain yang membutuhkan. Pada hal jika dia mau mengajarkan maka akan memperoleh nilai yang amat besar disisi Allah Ta’ala.  

Allah memuji orang yang berdakwah atau mengajarkan ilmu. Allah   berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang-orang yang menyeru (orang lain) kepada (mentaati) Allah dan mengerjakan amal shalih dan berkata, sungguh aku termasuk orang orang yang berserah diri. (Q.S Fussilat 33).

Syaikh Abdul Aziz as Sayyid Nada berkata : Menyebarkan ilmu merupakan zakat ilmu syar’i. Yang demikian itu adalah hak Allah atas orang ‘alim dan penuntut ilmu. Dia harus  mengajarkan manusia sebagaimana Allah telah mengajarkannya, menyebarkan ilmu syar’i ditengah tengah mereka. Mengajak mereka kepada kebaikan dan menyebarkan sunnah kepada mereka. Jika itu dilakukan niscaya dia akan mendapatkan pahala yang besar. 
 
Rasulullah telah memberi kabar gembira kepada orang orang yang mengajarkan ilmunya, sebagaimana sabda beliau :

Dari Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya. (H.R Imam  Bukhari dan Imam Muslim)

Jadi, sungguh beruntunglah orang yang berilmu yang senantiasa mengajarkan dan mendakwahkan ilmunya. Sebaliknya sangatlah merugi orang yang tak mau mengajarkan ilmunya. Ketahuilah bahwa Allah melaknat orang yang menyembunyikan ilmunya.

Allah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاعِنُونَ * إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keteranganng yang  (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati.

Kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), Maka terhadap mereka itulah aku menerima taubatnya dan Akulah yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S al Baqarah 159-160).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من سئل عن علم فكتمه ألجم يوم القيامة بلجام من نار

Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu, kemudian ia meyembunyikannya, maka kelak ia akan dibungkam mulutnya dengan api neraka. (H.R Abu Dawud, at Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi dan Al-Hakim)

Imam al Munawi berkata : Hadits ini berisi sangsi hukum atas sebuah dosa, karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah mengambil perjanjian dari Ahli Kitab agar mengajarkannya kepada manusia dan jangan menyembunyikannya. Hal itu merupakan anjuran mengajarkan ilmu, sebab menimba ilmu itu tujuannya adalah menyebarkannya dan mengajak manusia kepada kebenaran.

Orang yang menyembunyikan ilmu pada hakikatnya telah membatalkan tujuan ini. Ia amat jauh dari sifat orang yang bijaksana dan mutqin (kokoh ilmunya). Oleh karena itu balasannya adalah diikat atau dikekang. Seperti hewan yang dikendalikan dengan tali kekang, dikekang dari apa yang dikehendakinya. Salah satu karakter seorang yang berilmu adalah mengajak manusia kepada kebenaran dan membimbing mereka kepada jalan yang lurus. (Faidhul Qadir)

Oleh karena itu, orang beriman seharusnya bersemangat menuntut ilmu. Setelah berilmu dia tak memiliki sedikit pun niat menyembunyikan tetapi ingin mengajarkannya  sehingga ilmunya bermanfaat bagi orang lain. 

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.256)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar