Sabtu, 03 Maret 2018

MEMAHAMI DAN MENERIMA KEKURANGAN PASANGAN



MEMAHAMI DAN MENERIMA KEKURANGAN 
PASANGAN HIDUP

Oleh : Azwir B. Chaniago

Salah satu tanda kekuasaan Allah Ta’ala adalah dia menciptakan bagi laki laki yaitu istri dari jenisnya sendiri. Allah berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Q.S ar Ruum 21)

Semakna dengan ayat diatas adalah firman Allah Ta’ala : 

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا

Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. (Q.S al A’raf 189).

Nah, setelah pasangan  diperoleh melalui pernikahan yang sah maka berlayarlah bahtera rumah tangga dan dengan selalu  berharap kepada Allah Ta’ala untuk mendapat keberkahan dan kebahagian.

Perjalanan bahtera rumah tangga tak selalu mulus. Seseorang mulai melihat kekurangan dari pasangannya masing masing. Ada kekurangan yang serius dan ada pula yang tidak terlalu berat. Tapi bagaimanapun kekurangan kekurangan itu bisa diperbaiki menjadi lebih baik. Bahkan bisa jadi kekurangan itu merupakan ladang pahala  jika  disikapi dengan sabar dan syukur.

Seseorang yang hanya melihat kekurangan pasangannya bahkan tak mau pula melihat kekurangan dirinya, egois,  maka ini bisa menjadi landasan kericuhan rumah tangga. Ketahuilah bahwa hakikatnya manusia berada pada kelebihan dan kekurangannya masing masing.

Allah Ta’ala berfirman :

وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرٗا كَثِيرٗا ١٩

Dan bergaullah kalian dengan mereka (para istri) secara patut. Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan pada dirinya kebaikan yang banyak. (Q.S an Nisa’ 19)

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini : Yakni mudah-mudahan kesabaran kalian dengan tetap menahan mereka (para istri dalam ikatan pernikahan), sementara kalian tidak menyukai mereka, akan menjadi kebaikan yang banyak bagi kalian di dunia dan di akhirat sebagaimana perkataan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma tentang ayat ini, “Si suami mengasihani (menaruh iba) istri (yang tidak disukainya) hingga Allah subhanahu wa ta’ala berikan rezeki padanya berupa anak dari istri tersebut dan pada anak itu ada kebaikan yang banyak. (Tafsir Ibnu Katsir).

Sungguh Rasulullah juga telah mengajarkan bagaimana sikap seseorang dalam menghadapi kekurangan pasangannya. Beliau bersabda :  

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia tidak suka satu tabiat/perangainya maka (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan tabiat/perangainya yang lain. (H.R Imam Muslim)

Imam an Nawawi berkata : Hendaknya seorang laki laki jangan membenci wanita, Jika dia mendapati pada wanita ada perangai yang tidak disukai maka pasti dia akan mendapati perangai lain yang dia sukai, seperti misalnya parasnya kurang cantik tetapi dia taat dalam beragama. Atau  bagus akhlaknya, penyayang, selalu menjaga diri dan sebagainya. (Syarh Shahih Muslim).

Demikianlah nasehat yang sangat berharga dari Rasulullah dalam menyikapi kekurangan yang ada pada diri pasangan kita. Jika seseorang sungguh sungguh memahami makna yang dalam dari hadits ini maka selamatlah rumah tangganya.

Misalnya seorang istri melihat suami suka marah, maka si istri akan ridha dengan dengan akhlaknya yang lain seperti dia rajin beribadah, rajin mengikuti taklim, selalu semangat mencari rizki yang halal dan yang lainnya.

Demikian pula ketika seorang suami melihat kekurangan istrinya yang tidak pintar memasak, tidak hafal al Qur an, tetapi dia punya kelebihan atau kebaikan yang lain seperti pandai mengatur belanja rumah tangga, sayang, santun dan pandai mendidik anak anak, selalu berlaku baik kepada orang tua dan mertua dan yang lainnya.

Semuanya itu bisa mencegah keretakan dan kekisruhan bahtera rumah tangga. Ujung ujungnya akan terbentuklah rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Insya Allah ada manfaatnya untuk kita semua.      
Wallahu A’lam. (1.241).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar