IMAN SESEORANG
BISA BERKURANG SAMPAI SEBESAR BIJI SAWI
Disusun oleh : Azwir
B. Chaniago
Sungguh nikmat utama
bahkan paling utama yang dianugerahkan Allah Ta'ala kepada hamba hamba-Nya
adalah NIKMAT IMAN yaitu iman yang mendatangkan rasa takut dan berharap kebaikan
kepada-Nya. Dan juga IMAN YANG MELAHIRKAN AMAL SHALIH.
Ketahuilah bahwa tentang
iman ada dijelaskan oleh Dr. Shalih Fauzan al Fauzan, sebagaimana beliau katakan : Imam adalah ucapan dengan lisan, i'tikad atau
pembenaran dengan hati dan amal dengan anggota badan yang BERTAMBAH DENGAN
KETAATAN DAN BERKURANG DENGAN KEMAKSIATAN. Inilah definisi yang shahih yang
bersumber dari al Qur an dan as Sunnah. (Syarah Matan al Aqidah ath Thahawiyah).
Ada beberapa dalil
yang menjelaskan bahwa iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang, diantaranya
:
Pertama : Dalam surat
al Anfal 2. Allah Ta'ala berfirman :
وَإِذَا
تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ
يَتَوَكَّلُونَ
Dan apabila dibacakan
kepada mereka ayat ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada
Rabb-lah mereka bertakwa.
Kedua : Dalam surat at
Taubah 124. Allah Ta'ala berfirman :
فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا
Adapun orang orang beriman
maka surat ini menambah imannya.
Ketiga : Dalam surat
al Muddatstsir 31). Allah Ta'ala berfirman :
وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا
ۙ
… supaya orang beriman bertambah imannya.
Sungguh, bahwa iman
yang dan amal shalih akan menyelamatkan hamba hamba Allah di dunia dan di
akhirat kelak. Allah Ta'ala berfirman :
مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن
ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang beramal
saleh, laki laki atau perempuan sedangkan dia beriman, akan Kami berikan
kepadanya kehidupan yang baik. Dan sesungguhnya akan Kami beri
balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan. (Q.S an Nahal 97).
Imam Ibnu Katsir berkata :
Inilah janji dari Allah Ta’ala bagi orang yang mengerjakan amal shalih, yaitu
amal yang mengikuti al Qur an dan as Sunnah, baik laki laki maupun wanita yang
hatinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Amal yang diperintahkan itu
telah disyariatkan dari sisi Allah, yaitu Dia akan memberinya kehidupan yang
baik di dunia dan memberikan balasan di akhirat kelak dengan balasan
yang lebih baik dari pada apa yang telah dikerjakannya. (Tafsir Ibnu Katsir).
Allah Ta’ala juga
mengingatkan dalam firman-Nya :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا
وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ
ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ
Sungguh orang orang yang beriman dan mengerjakan amal
shalih mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai sungai.
Itulah kemenangan yang agung. (Q.S al Buruj 11).
Oleh karena itu, hamba
hamba Allah hendaklah MENJAGA DENGAN SUNGGUH AGAR IMAN YANG KOKOH TETAP BERADA
DALAM DIRI. Sungguh sangat berbahaya bagi kehidupan seseorang di dunia dan di
akhirat kelak jika imannya berkurang karena banyak melakukan maksiat.
Memang semua orang
beriman, dengan kasih sayang Allah akan masuk surga. Tetapi ketika imannya
berkurang sampai sebesar biji sawi maka seseorang akan masuk surga setelah dosa
dosanya dihapus yaitu DIBAKAR DENGAN API NERAKA. Rasulullah Salalallahu 'alaihi
Wasallam bersabda :
أُخْرِجُوا مِنَ
النَّارِ مَن كانَ في قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إيمَانٍ
Keluarkanlah dari neraka siapa saja yang dalam hatinya masih ada iman seberat biji sawi. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Abu Said al Khudri).
Wallahu A'lam. (2.754).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar