Rabu, 11 September 2024

DZIKIR SETELAH SHALAT FARDHU SEBAGAI PENGHAPUS DOSA

 

DZIKIR SETELAH SHALAT FARDHU SEBAGAI PENGHAPUS DOSA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, setiap hamba  banyak berbuat dosa. Hal ini dijelaskan Allah Ta’ala dalam satu hadits qudsi, :   

يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِى أَغْفِرْ لَكُمْ

Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di malam dan siang hari, dan Aku akan mengampuni seluruh dosa, maka minta ampunlah kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni dosa-dosa kalian. (H.R Imam Muslim).

Sungguh Allah Ta’ala Maha Pengampun, sebagaimana firman-Nya :

إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Sesungguhnya Allah mengampuni dosa dosa semuanya. Sungguh Dia-lah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Q.S az Zumar 53).

Oleh karena itu, kewajiban utama setiap hamba adalah senantiasa memohon ampun dan MELAKUKAN IBADAH yang disyariat sebagai salah satu jalan untuk penghapus dosa.

Ketahuilah bahwa ada banyak amalan yang disebutkan oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam sebagai PENGHAPUS DOSA MESKIPUN DOSA ITU SEBANYAK BUIH DI LAUTAN. Satu diantaranya adalah membaca dzikir setelah shalat fardhu. Beliau  bersabda :

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barangsiapa bertasbih (mengucapkan Subhanallah) di setiap akhir shalat sebanyak 33 kali, bertahmid (mengucapan Alhamdulillah) sebanyak 33 kali, bertakbir (mengucapkan Allahu Akbar) sebanyak 33 kali lalu sebagai penyempurna (bilangan) 100 ia mengucapkan : ‘Laa ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir (tiada yang berhak disembah dengan haq selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Bagi-Nya segala puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka Aku akan mengampuni dosa-dosanya sekalipun SEBANYAK BUIH DILAUTAN. (H.R Imam Muslim).

Oleh karena itu hamba hamba Allah janganlah terburu buru meninggalkan tempat shalat setelah salam.  Hendaklah tetap tinggal di tempat shalat paling tidak untuk membaca dzikir setelah shalat fardhu sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Muslim tersebut diatas.

Sungguh,   dzikir setelah shalat fardhu adalah termasuk sunnah Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam. Ketahuilah saudaraku, ketika seorang hamba menghidupkan sunnah Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam  maka  dia sangat beruntung. Bahwa salah satu cara mencintai beliau dan AKAN BERSAMA BELIAU DI SURGA adalah dengan menghidupkan sunnah, sebagaimana sabda beliau :

 من أحيا سنتي فقد أحبني ومن أحبني كان معي في الجنة .

Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku maka dia telah mencintaiku. Barangsiapa mencintaiku maka dia akan bersamaku di surga. (H.R at Tirmidzi).

Wallahu A'lam. (3.360).

 

 

 

Senin, 09 September 2024

KESEMPATAN MEMOHON AMPUN DAN BERDOA DI 1/3 MALAM TERAKHIR

KESEMPATAN MEMOHON AMPUN DAN BERDOA DI 1/3 MALAM TERAKHIR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Salah satu waktu yang selalu ditunggu tunggu oleh orang orang shalih adalah sepertiga malam terakhir. Ini termasuk waktu untuk beribadah bagi mereka  terutama melakukan shalat malam. Dan memang shalat malam adalah kebiasaan orang orang shalih dari dahulu.

Diantaranya adalah kebiasaan  Abu Hurairah dengan shalat malamnya. Abu Utsman an Nahdi, dia berkata : Aku pernah bertamu pada Abu Hurairah beberapa hari. Aku lihat Abu Hurairah, istrinya dan pembantunya senantiasa membagi malam menjadi tiga untuk shalat. Apabila yang satu telah shalat lalu membangunkan yang lain. (Kitab Hilyatul Auliyaa’).

Sungguh, shalat malam adalah SHALAT PALING UTAMA SETELAH SHALAT FARDHU. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan perkara ini dalam sabda beliau :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم: أي الصلاة أفضل بعد المكتوبة؟ قال: (الصلاة في جوف الليل

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya, shalat apakah yang paling utama setelah shalat fardhu  ?. Beliau  menjawab : Shalat yang paling utama  setelah shalat fardhu adalah shalat (sunnah) di tengah malam. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Selain itu, ketahuilah bahwa hamba hamba Allah SANGAT DIANJURKAN untuk banyak memohon ampun dan berdoa di sepertiga malam terakhir. Inilah kesempatan yang sangat baik, sebagaimana Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah Ta'ala berfirman : Barangsiapa YANG BERDOA kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa YANG MEMOHON AMPUN kepada-Ku, niscaya Aku ampuni. (H.R Imam  Bukhari dan Imam Muslim).

Tentang hadits ini, Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin menjelaskan : Demikianlah Allah 'Azza Wajalla turun ke langit dunia dengan cara yang layak bagi-Nya tanpa bisa dimisalkan juga digambarkan tentang turun-Nya itu. Karena Allah 'Azza Wajalla lebih tahu tentang diri-Nya dan Allah tidak pernah memberi tahukan hakikat sifat-Nya dan melarang kita untuk membuat permisalan tentangnya. (Al amal ash Shalihat La Tanqathi' Binqitha'i Ramadhan).

Selain itu ada satu hadits tentang dikabulkan doa pada waktu tertentu di malam hari yaitu  dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَـةً، لاَ يُوَافِقُهَا رَجُـلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ.

Sesungguhnya di malam hari terdapat waktu tertentu, yang bila seorang muslim memohon kepada Allah dari kebaikan dunia dan akhirat pada waktu itu, maka Allah pasti akan memberikan kepadanya, dan hal tersebut ada di setiap malam. (H.R Imam Muslim).

Wallahu A'lam. (3.359)

 

 

  


HAMBA ALLAH BERLINDUNG DARI API NERAKA DENGAN SEDEKAH

 

HAMBA ALLAH BERLINDUNG DARI API NERAKA DENGAN SEDEKAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Bersedekah adalah suatu perbuatan atau amalan yang sangat sangat dianjurkan dalam Islam meskipun tidak diwajibkan.  Allah Ta'ala memerintahkan hamba hamba-Nya untuk berinfak atau sedekah sebagaimana  firman-Nya : 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَٰعَةٌ ۗ وَٱلْكَٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Wahai orang orang yang beriman !. Infakkanlah sebagian dari rizki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang orang kafir itulah orang yang zhalim. (Q.S al Baqarah 254).

Imam al Jurjani dalam at Ta’riifaat berkata : Makna sedekah secara istilah adalah : Pemberian yang diniatkan  untuk mencari ganjaran pahala di sisi Allah Ta’ala. Imam an Nawawi berkata : Disebut sebagai sedekah karena ia merupakan kepercayaan pelakunya dan kebenaran (shidq) keimanannya, baik lahir maupun bathin maka sedekah itu adalah (menunjukkan) keyakinan kebenaran imannya. (Syarah Shahih Muslim). 

Ketahuilah bahwa sungguh sangatlah banyak keutamaan berinfak atau bersedekah. Diantaranya adalah untuk membentengi diri dari api  neraka, Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :  

عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ ذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ ثُمَّ ذَكَرَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ قَالَ شُعْبَةُ أَمَّا مَرَّتَيْنِ فَلَا أَشُكُّ ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Dari Adi bin Hatim radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah menyebutkan tentang neraka, kemudian berlindung diri darinya dan mengekspresikan dengan wajahnya. Kemudian menyebutkan neraka lalu berlindung diri darinya dan mengekspresikan dengan wajahnya.

Kemudian menyebutkan neraka dan berlindung diri darinya dan mengekspresikan dengan wajahnya. Syu’bah berkata: kemungkinan dua kali, lalu saya tidak ragu. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: Hindarkan dirimu dari neraka walaupun hanya dengan separoh butir kurma, jika tidak ada maka dengan tutur kata yang baik.  (Muttafaq 'alaih)

Dalam redaksi dari Imam Muslim, disebutkan : 

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَتِرَ مِنَ النَّارِ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَلْيَفْعَلْ

Siapa di antara kalian yang mampu membentengi diri dari neraka walau dengan separoh butir kurma hendaknya ia lakukan.

Dan juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma. Apabila tidak mendapatinya maka ucapkanlah kalimat yang baik. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Selain itu ketahuilah bahwa bersedekah HARUSLAH DENGAN HARTA DARI HASIL USAHA YANG BAIK. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam  bersabda : 

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلاَ يَقْبَلُ اللهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهَا كَمَا يُرَبِّيْ أَحَدُكُمْ فُلُوَّهُ حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

Barangsiapa yang bersedekah dengan sebutir kurma hasil dari usahanya sendiri yang baik, sedangkan Allah tidak menerima kecuali yang baik saja, maka sungguh Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya lalu mengembangkannya untuk pemiliknya sebagaimana seseorang merawat anak kudanya hingga ia menjadi seperti gunung yang besar. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Wallahu A'lam. (3.358)

Kamis, 05 September 2024

BANYAK ISTIGHFAR SALAH SATU JALAN PEMBUKA PINTU RIZKI

 

BANYAK ISTIGHFAR SALAH SATU JALAN PEMBUKA PINTU RIZKI

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, semua nikmat dari Allah datangnya termasuk nikmat rizki. Bahkan tentang rizki  semua makhluk-Nya Allah Ta'ala yang  menjamin.   Allah Ta'ala berfirman : 

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا

Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rizkinya. (Q.S Huud 6). 

Syaikh as Sa’di antara lain menafsirkan ayat ini bahwa semua (makhluk)  yang merayap dimuka bumi baik manusia, binatang didaratan atau dilautan maka Allah telah menjamin rizki dan makan mereka. Rizki mereka menjadi kewajiban Allah. Semuanya diliputi oleh ilmu Allah dicatat oleh pena-Nya. Berlaku padanya kehendak Allah dan manusia tetap harus yakin kepada Allah yang menjamin rizkinya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

 

Hakikat dan tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah, mengabdi dan menyembah kepada-Nya. Untuk menopang ibadah maka manusia perlu berusaha mencari rizki yang halal dan tentu dengan tidak melalaikan ibadah.  Sungguh, hamba hamba Allah  disuruh untuk berusaha mencari rizki untuk menjaga kehormatan diri, tidak bergantung kepada belas kasihan orang lain. 

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengingatkan kita semua untuk berusaha atau bekerja mencari rizki walaupun dengan usaha yang mungkin dianggap rendah oleh sebagian manusia. Beliau bersabda : 

لأَن يأخذ أحدكم أُحبُلَهُ ثم يأتي الجبل، فيأتي بِحُزْمَة من حطب على ظهره فيبيعها، فَيَكُفَّ الله بها وجهه، خيرٌ له من أن يسأل الناس، أعْطَوه أو مَنَعُوه

Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mengambil beberapa utas tali, lalu ia pergi ke gunung, kemudian ia kembali dengan memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, sehingga dengan hasil itu Allah mencukupkan kebutuhan hidupnya. Itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada sesama manusia, baik mereka memberinya ataupun tidak. (H.R Imam Bukhari).

Ketahuilah bahwa ketika suatu waktu seorang hamba merasa rizkinya melambat atau seret datangnya hendaklah tetap   berusaha mencari rizki yang halal. SELAIN ITU PERBANYAK BERISTIGHFAR ATAU MEMOHON AMPUN KEPADA ALLAH TA'ALA.  

Ketahuilah bahwa tujuan utama memohon ampun adalah agar dosa dosa kita dihapuskan atau diampuni. Dan juga ber-istighfar akan mendatangkan (tambahan) nikmat dari Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman : 

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Maka aku katakan kepada mereka : Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat dan MEMPERBANYAK HARTA dan anak anakmu, dan mengadakan untukmu kebun kebun dan mengadakan (pula di dalamnya)  untukmu sungai sungai. (Q.S Nuh 10-12).

Imam Ibnu Katsir berkata : Jika kalian meminta ampun (beristighfar) kepada Allah Ta’ala dan mentaati-Nya niscaya kalian akan mendapatkan banyak nikmat (rizki). Akan diberi keberkahan hujan dari langit. Juga dari tanah dengan tumbuhnya berbagai tanaman, dilimpahkan air susu, dilapangkan harta serta dikaruniakan keturunan. 

Disamping itu Allah juga akan memberikan pada kalian kebun kebun dengan berbagai buah yang ditengah tengahnya akan dialirkan sungai sungai. (Tafsir al Qur an al ‘Azhim).

Tentang ayat ini pula, Syaikh as Sa’di berkata : Tinggalkanlah dosa, beristighfarlah kepada Allah atas dosa dosa yang kalian perbuat. Sungguh Allah itu Maha Pengampun. Dosa yang begitu banyak akan diampuni oleh Allah Ta’ala. Maka hendaklah mereka segera memohon ampun kepada Allah (untuk) meraih pahala dan hilanglah musibah.

Allah pun akan memberikan karunia  yang disegerakan di dunia dengan istighfar tersebut. Yaitu akan diturunkan hujan dengan deras dari langit, juga akan dikaruniai harta dan anak anak yang diharapkan. Begitu pula akan diberi karunia kebun dan sungai di antara kelezatan dunia. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)

Wallahu A'lam. (3.357)

 

 

Minggu, 01 September 2024

SHALAT MALAM PALING AFDHAL SETELAH SHALAT FARDHU

 

SHALAT MALAM PALING AFDHAL SETELAH SHALAT FARDHU

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh  Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah menjelaskan bahwa  shalat lail atau shalat malam    adalah shalat PALING AFDHAL ATAU PALING UTAMA setelah shalat fardhu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ صَلاَةِ الْمَفْرُوْضَةِ، صَلاَةُ اللَّيْلِ.

Shalat yang paling  setelah shalat wajib adalah shalat yang dilakukan di malam hari. (H.R Imam Muslim)

Selain itu, ketahuilah bahwa shalat malam adalah kebiasaan orang orang shalih yang selalu ingin mendekatkan diri kepada Alla Ta’ala. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : 

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنْ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ

Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, karena itu merupakan kebiasaan orang shalih sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus keburukan, dan mencegah penyakit dari badan. (H.R. Imam Ahmad, at Tirmidzi dan al Hakim).

Kita dapat kabar bahwa  sungguh sangatlah  banyak diantara saudara saudara yang ingin melakukan shalat malam. Amat banyak pula diantaranya yang sudah istiqamah atau kontinyu melakukannya. Ada yang baru sekedar ingin tapi belum bisa melaksanakan karena sulit bangun sebelum fajar atau di sepertiga malam terakhir.

Ketika seseorang selalu merasa sulit atau  berat untuk melaksanakan shalat malam maka lakukan evaluasi atau introspeksi diri. Bisa jadi terhalang karena dosa. Ketahuilah bahwa ketika seorang hamba ingin melaksanakan   shalat lail maka haruslah dia menjaga diri dari perbuatan maksiat dan dosa, termasuk dosa dosa kecil.  

Imam Ibnul Qayyim berkata : Maksiat menyebabkan kehampaan hati dari (beribadah) mengingat Allah Ta’ala. Banyak sekali KETAATAN TERPUTUS KARENA DOSA. Padahal satu ketaatan lebih baik daripada dunia beserta isinya. (Ad Daa’ wad Dawaa’).

Seorang lelaki bertanya kepada Ibrahim bin Adham  : Sungguh, aku tidak mampu melakukan shalat malam, maka berilah aku resep obatnya ?. Ibrahim bin Adham, semoga Allah merahmatinya, berkata : Janganlah kamu bermaksiat kepada-Nya di siang hari. Hal itu (yakni, tidak bermaksiat kepada-Nya di siang hari) akan membangunkan kamu untuk berdiri di hadapan-Nya di malam hari.

Karena sesungguhnya berdirinya kamu di hadapan-Nya di malam hari termasuk kemuliaan yang paling agung. Sedangkan pelaku maksiat tidak berhak mendapatkan kemuliaan tersebut. (Muhammad bin Shalih al-Munajjid, Fatawa al Islam Su-al wa Jawab).

Selain itu sangat dianjurkan untuk mengamalkan adab adab tidur. Syaikh Abdul Aziz as Syayyid  Nada dalam Kitab Ensiklopedi Adab Islam menjelaskan 37 macam adab tidur. Diantaranya adalah tidur dalam keadaan suci atau berwudhu, mengibas tempat tidur tiga kali, memulai tidur dengan miring ke kanan, membaca doa dan dzikir sebelum tidur, membaca beberapa ayat al Qur an seperti al Ikhlas, al Falaq dan an Naas. Juga ayat Kursi dan yang lainnya sebagaimana  yang disyariatkan.

Ketika seseorang memulai tidur dengan mengamalkan adab tidur maka dia bisa tidur dengan nyaman, tak diganggu syaithan. Dengan demikian ringan baginya untuk bangun lebih awal sehingga ada waktu untuk melakukan shalat lail.

Ketahuilah bahwa ketika suatu waktu seseorang terlambat tidur karena ada halangan, maka dengan mengamalkan adab tidur yang disyariatkan maka tidurnya bisa menjadi berkualitas. Meskipun jam atau lama tidurnya sedikit berkurang dari biasa, dia akan tetap bisa bangun lebih awal. Ketahuilah bahwa hakikat tidur bukan terkait langsung dengan LAMANYA TIDUR tetapi lebih ditentukan oleh KUALITAS TIDUR.

Wallahu Alam. (3.356)

 

 

 

 

 

 

ENGKAU RUGI JIKA TIDAK BERDZIKIR SETELAH SHALAT FARDHU

 

ENGKAU RUGI JIKA TIDAK BERDZIKIR SETELAH SHALAT FARDHU

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, Allah Ta'ala telah memerintahkan hamba hamba-Nya untuk banyak mengingat-Nya terutama sekali dengan banyak berdzikir. Allah Ta'ala menjelaskan dalam firman-Nya : 

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Maka ingatlah kepada-Ku, Akupun ingat kepadamu. BERSYUKURLAH KEPADA-KU dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (Q.S al Baqarah 152).

Syaikh as Sa’di berkata : (Ayat ini menjelaskan tentang) : Allah Ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk mengingat-Nya dan menjanjikan baginya sebaik baik balasan yaitu bahwa Allah akan mengingatnya pula yaitu bagi orang yang mengingat-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman). 

Dan juga Allah Ta'ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Wahai orang orang yang beriman !. Berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah, dzikir yang sebanyak banyaknya. (Q.S al Ahdzab 41).

Ketahuilah bahwa salah satu kesempatan berdzikir yang SANGAT SANGAT dianjurkan adalah BERDZIKIR SETELAH SELESAI SHALAT FARDHU. Dimulai dengan membaca astaghfirullah tiga kali lalu dilanjutkan dengan bacaan yang disyariatkan  sampai kepada membaca tasbih, tahmid dan takbir masing masing 33 kali dan seterusnya sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam. Selengkapnya dzikir ini dapatlah kita lihat dari kitab kitab fikih yang telah ditulis oleh orang orang yang berilmu.

Sungguh sangatlah banyak kesempatan bagi orang orang beriman untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala. Diantaranya adalah sangat dianjurkan  berdzikir setelah shalat fardhu. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam memberi kabar gembira yakni diampuni dosanya  meskipun  SEBANYAK BUIH DILAUTAN. Beliau bersabda : 

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barangsiapa yang bertasbih sebanyak 33 kali, bertahmid sebanyak 33 kali, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qadiir, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan. (H.R Imam Muslim).

Tetapi agak sering kita melihat sebagian saudara saudara kita setelah salam dalam shalatnya lalu langsung  meninggalkan tempat shalat. Kita tidak tahu urusan seseorang sehingga tidak sempat berdzikir setelah shalat fardhu. Barangkali mereka ingin mengejar urusan dunianya. Sungguh merugi orang orang yang melalaikan dzikir setelah shalat.  

Sungguh, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam, para sahabat  dan juga orang orang shalih dari dahulu sampai sekarang biasa mengamalkannya. Ketahuilah bahwa dzikir setelah shalat adalah salah satu sunnah yang SANGAT DIANJURKAN. 

Ketahuilah saudaraku, ketika seorang hamba menghidupkan sunnah Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam  maka  dia sangat beruntung. Ketahuilah bahwa sungguh  salah satu cara mencintai beliau dan AKAN BERSAMA BELIAU DI SURGA adalah dengan menghidupkan sunnah, sebagaimana sabda :

 من أحيا سنتي فقد أحبني ومن أحبني كان معي في الجنة .

Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku maka dia telah mencintaiku. Barangsiapa mencintaiku maka dia akan bersamaku di surga. (H.R at Tirmidzi). 

 Wallahu A'lam. (3.355).

 

 

 

 

Sabtu, 31 Agustus 2024

HAMBA HAMBA ALLAH JANGAN PERNAH BOSAN BERDOA

 

HAMBA HAMBA ALLAH JANGAN PERNAH BOSAN BERDOA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Hamba hamba Allah janganlah pernah bosan berdoa yaitu memohon kepada Allah Ta'ala. Sungguh, doa adalah salah satu jalan untuk mendapatkan kebaikan dan salah satu jalan pula untuk terhindar dari keburukan. Ketahuilah bahwa Allah Ta'ala telah menyuruh hamba hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabb-mu berfirman : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (Q.S al Ghafir 60).

Syakh as Sa'di berkata : Ini adalah bagian dari kelembutan Allah terhadap hamba-hambaNya dan nikmat-Nya yang sangat besar, di mana Dia menyeru mereka kepada apa yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi agama dan dunia mereka, dan Dia perintahkan mereka untuk berdoa dengan doa ibadah dan doa permohonan, dan Dia berjanji kepada mereka akan mengabulkannya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Imam Ibnul Qayyim menyebutkan : Salah satu kesalahan yang dapat menghalangi terkabulnya doa adalah ketergesa gesaan seorang hamba. Ia menganggap doanya lambat dikabulkan, lantas dia merasa jenuh dan letih (lalu berhenti berdoa).  

Ibarat seorang petani yang menanam tanaman, kemudian ia menjaga dan menyiraminya. Namun karena terlalu lama menunggu hasilnya, orang itu pun membiarkan dan mengabaikan tanaman tersebut. (Kitab Ad Daa’ wa ad Dawaa’)

Ketahuilah bahwa terkadang ada orang yang berdoa diberi cobaan yaitu tidak atau belum dikabulkan doanya. Dalam perkara ini Dr. Sulaiman an Najran memberi nasehat : Diantara bentuk cobaan adalah tidak atau belum dikabulkan doa seseorang.

Tujuan cobaan tersebut adalah untuk mengetahui seberapa tulus dan tunduknya hamba tersebut dalam berdoa. Jika dia tetap berdoa maka Allah Ta'ala akan berikan kepadanya sesuatu yang lebih baik dari permintaan dalam doanya. Jika dia berpaling rugilah ia dalam doanya. (@twitulama).

Selain itu, ketahuilah bahwa dalam satu hadits tentang pengabulan doa, disebutkan : 

 ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُقَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal : (1) Allah akan segera mengabulkan do’anya, (2) Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3)  Allah akan menghindarkan darinya keburukan yang semisal.

Para sahabat lalu mengatakan : Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda : Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa doa kalian.” (H.R Imam Ahmad dari Abu Sa’id, Hadits Hasan)

Oleh karena itu hamba hamba Allah jangan pernah merasa bosan berdoa. Teruslah berdoa. Mohonlah kebaikan dari Allah Ta'ala dan mohon agar dijauhkan dari berbagai keburukan, di dunia dan di akhirat.

Wallahu A'lam. (3.354).