Selasa, 16 Juni 2026

SUATU KAUM BANYAK BERMAKSIAT AKAN MENDAPAT PEMIMPIN ZHALIM

 

SUATU KAUM BANYAK BERMAKSIAT AKAN MENDAPAT PEMIMPIN ZHALIM

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Semua orang yang dipimpin sangat berharap mendapat pemimpin yang baik, adil dan TIDAK ZHALIM. Dengan demikian mereka bisa menjalani kehidupan bermasyarakat dan  bernegera dengan nyaman dan lebih mudah mencapai kemakmuran bersama.

Tetapi ketahuilah bahwa  ketika pemimpin  zhalim bahkan sangat zhalim adalah  tersebab kezhaliman mereka yang dipimpin. Allah Ta'ala berfirman :


وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ 

Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan. (Q.S al An`am 129).

Syaikh as Sa'di berkata :  Termasuk dalam hal ini adalah jika kezhaliman manusia, kerusakan dan penolakan manusia untuk menunaikan hak hak yang wajib telah memuncak  maka ALLAH TA'ALA AKAN MEMUNCULKAN ORANG ZHALIM YANG MENGUASAI MEREKA. Orang zhalim ini akan memerintah mereka dengan KEZHALIMAN DAN KESEWENANG WENANGAN yang jauh lebih besar daripada hak hak Allah dan hamba hamba-Nya yang tidak mereka tunaikan.

Jika manusia baik dan lurus maka Allah Ta'ala memperbaiki pemimpin mereka, menjadikan mereka sebagai pemimpin pemimpin yang adil. Bukan pemimpin yang zhalim lagi lalim. (Tafsir Taisir Karimir Rahman, dengan diringkas).

Imam Ibnul Qayyim berkata : Sesungguhnya diantara hikmah Allah Ta’ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seperti  cerminan  pemimpin dan penguasa mereka.

Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zhalim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zhalim. Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka. Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya. (Miftah Daaris Sa'adah).

Oleh karena itu maka hamba hamba Allah hendaklah terus menerus menjaga ketaatannya kepada perintah perintah Allah Ta'ala. Jangan berbuat.  Menjaga diri dan menjauhi dosa dan maksiat yang dilarang. Dengan demikian akan memperoleh pemimpin yang adil. Bukan pemimpin zhalim.

Sebagai penutup tulisan ini dinukil satu firman Allah Ta'ala yang harus menjadi peringatan bagi hamba hamba-Nya :


هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. (Q. S ar Rahman 60).

Wallahu A'lam. (3.733).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar