Minggu, 07 Juni 2026

GOLONGAN MANUSIA YANG MENYESAL DI AKHIRAT KELAK

 

GOLONGAN MANUSIA YANG MENYESAL DI AKHIRAT KELAK

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, Allah Ta'ala telah mengingatkan bahwa tujuan manusia diciptakan-Nya adalah untuk mengabdi, menyembah dan beribadah kepada Allah Ta'ala yaitu sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya :


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menjadikan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S adz Dzariyat 56).

Tentang makna ibadah antara lain disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu , beiau berkata : Ibadah adalah satu istilah yang menghimpun seluruh apa yang DICINTAI DAN DIRIDHAI oleh Allah Ta'ala berupa perkataan dan perbuatan yang lahir dan yang bathin. (Al 'Ubudiyah).

Ketahuilah bahwa pada hari Kiamat sangat banyak golongan manusia yang MENYESAL TERUTAMA TERKAIT DENGAN MELALAIKAN IBADAH dan melakukan perbuatan baik, diantaranya :

Pertama : Meninggalkan perbuatan baik yang disyariatkan. Allah Ta'ala berfirman :

حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ . لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

(Demikianlah keadaan orang orang kafir itu) Hingga apabila datang kmatian kepada seseorang dari mereka, dia berkata : Ya Rabb-ku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan. (Q.S al Mukminun 99-100).

Kedua : Mendustakan ayat ayat Allah. Allah Ta'ala berfirman : 

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ فَقَالُوا۟ يَٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata : Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Rabb kami, serta menjadi orang yang beriman. (Q.S al An'am 27).

Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili berkata : Dan jika kamu melihat keadaan orang-orang musyrik ketika mereka dipenjarakan di dekat nereka sembari diperlihatkan gambaran neraka, sungguh kamu akan melihat suatu keadaan yang mengejutkan dan menakutkan. 

Mereka berkata, andai saja kami bisa kembali ke dunia, sungguh kami akan bertaubat di sana dan tidak akan mendustakan ayat-ayat Rabb kami. Kami akan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. (Tetapi) semua itu hanyalah kebohongan dan alasan untuk menghindar. (Tafsir Al Wajiz)

Ketiga : Lalai berinfak dan besedekah. Allah Ta'ala berfirman : 

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu SEBELUM KEMATIAN DATANG kepada salah seorang diantara kamu, lalu dia berkata (menyesali) : Ya Rabb-ku sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang orang yang shalih.  (Q.S al Munafiqun 10)

Keempat : Salah memilihi teman akrab. Tentang Allah Ta'ala berfirman : 

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

Wahai, celaka aku !. Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si Fulan itu teman karib (ku). Sungguh dia telah menyesatkan aku dari peringatan (al Qur an) ketika (al Qur an) itu telah datang kepadaku. Dan syaithan memang pengkhianat manusia. (Q.S al Furqan 28-29)

Wallahu A'lam. (3.726).

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar