Rabu, 10 Juni 2026

HAMBA ALLAH SANGAT DIANJURKAN MEMAAFKAN KESALAHAN SAUDARANYA

 

HAMBA ALLAH SANGAT DIANJURKAN MEMAAFKAN KESALAHAN SAUDARANYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketika kita  bergaul dengan  sesama saudara orang orang beriman terkadang ada saatnya mereka, sengaja atau tidak, memperlakukan kita dengan perbuatan yang tidak menyenangkan bahkan bisa jadi menzhalimi kita. Dalam hal ini, kita boleh membalas dengan yang setimpal sebagaimana firman-Nya :


وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat buruk) maka pahalanya dari Allah. Sungguh Dia tidak menyukai orang orang yang zhalim. (Q.S asy Syura 40).

Ketahilah bahwa diantara makna memaafkan adalah engkau mempunyai hak untuk membalas terhadap orang lain yang menzhalimi dirimu tetapi engkau melepaskan (hakmu itu), tidak menuntut qishash atau denda kepadamya (Minhajul Qashidin, Imam Ibnu Qudamah).

Syaikh as Sa'di berkata : Dan pada pahalanya dari Allah, mengandung himbauan untuk memberikan maaf. Dan hendaknya seorang hamba memperlakukan manusia dengan perlakuan yang dicintai oleh Allah Ta'ala.

Sebagaimana seseorang senang dimaafkan oleh Allah Ta'ala maka hendaknya dia memaafkan mereka. Sebagaimana dia senang kalau diampuni Allah Ta'ala maka hendaklah dia mengampuni mereka karena ganjaran itu sejenis dengan perbuatan. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Ketahuilah bahwa diantara makna memaafkan adalah engkau mempunyai hak untuk membalas terhadap orang lain yang menzhalimi dirimu tetapi engkau melepaskan (hakmu itu), tidak menuntut qishash atau denda kepadamya (Minhajul Qashidin, Imam Ibnu Qudamah).

Dan  juga, sungguh Allah Ta'ala telah menjelaskan bahwa ketika kita memaafkan maka dosa kita diampuni-Nya :

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak menginginkan ALLAH MENGAMPUNIMU dan Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. (Q.S an Nur 22)

Imam Ibnul Qayyim berkata : Wahai anak Adam, sesungguhnya antara engkau dan Allah Ta'ala terdapat kesalahan yang tidak ada mengetahuinya selain Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Jika engkau ingin agar Allah Ta'ala  mengampuni dosamu maka hendaknya engkau BERLAPANG DADA  kepada hamba hamba-Nya. Dan jika engkau ingin agar Allah mengampuni kesalahan atau dosa dosamu maka maafkalah kesalahan hamba hamba-Nya. Karena sesungguhnya balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan. (Bada'iul Fawaid).

Selain itu, ketahuilah bahwa suka memaafkan adalah salah satu sikap atau tanda  orang bertakwa, yaitu sebagaimana Allah Ta'ala berfirman :


الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(Orang yang bertakwa adalah) orang yang menafkahkan hartanya dalam keadaan lapang dan dalam keadaan sempit, menahan amarahnya dan SUKA MEMAAFKAN kesalahan manusia. Dan Allah menyukai orang orang yang berbuat baik. (Q.S Ali Imran 134).

Wallahu A'lam. (3.729).

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar