HAMBA ALLAH SANGAT
DIANJURKAN MEMAAFKAN KESALAHAN SAUDARANYA
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Ketika kita
bergaul dengan sesama saudara
orang orang beriman terkadang ada saatnya mereka, sengaja atau tidak,
memperlakukan kita dengan perbuatan yang tidak menyenangkan bahkan bisa jadi
menzhalimi kita. Dalam hal ini, kita boleh membalas dengan yang setimpal
sebagaimana firman-Nya :
وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ
عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Dan
balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal tetapi barangsiapa
memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat buruk) maka pahalanya
dari Allah. Sungguh Dia tidak menyukai orang orang yang zhalim. (Q.S asy Syura
40).
Ketahilah
bahwa diantara makna memaafkan adalah engkau
mempunyai hak untuk membalas terhadap orang lain yang menzhalimi dirimu tetapi
engkau melepaskan (hakmu itu), tidak menuntut qishash atau denda kepadamya
(Minhajul Qashidin, Imam Ibnu Qudamah).
Syaikh
as Sa'di berkata : Dan pada pahalanya dari Allah, mengandung himbauan untuk
memberikan maaf. Dan hendaknya seorang hamba memperlakukan manusia dengan
perlakuan yang dicintai oleh Allah Ta'ala.
Sebagaimana
seseorang senang dimaafkan oleh Allah Ta'ala maka hendaknya dia memaafkan
mereka. Sebagaimana dia senang kalau diampuni Allah Ta'ala maka hendaklah dia
mengampuni mereka karena ganjaran itu sejenis dengan perbuatan. (Tafsir Taisir
Karimir Rahman).
Ketahuilah bahwa diantara makna memaafkan adalah engkau mempunyai hak untuk membalas terhadap orang lain yang menzhalimi dirimu tetapi engkau melepaskan (hakmu itu), tidak menuntut qishash atau denda kepadamya (Minhajul Qashidin, Imam Ibnu Qudamah).
Dan juga, sungguh Allah Ta'ala telah menjelaskan bahwa ketika kita memaafkan maka dosa kita diampuni-Nya :
وَلْيَعْفُوا
وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ
غَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak menginginkan ALLAH MENGAMPUNIMU dan Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. (Q.S an Nur 22)
Imam Ibnul Qayyim berkata : Wahai anak Adam, sesungguhnya antara engkau dan Allah Ta'ala terdapat kesalahan yang tidak ada mengetahuinya selain Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Jika engkau ingin agar Allah Ta'ala mengampuni dosamu maka hendaknya engkau BERLAPANG DADA kepada hamba hamba-Nya. Dan jika engkau ingin agar Allah mengampuni kesalahan atau dosa dosamu maka maafkalah kesalahan hamba hamba-Nya. Karena sesungguhnya balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan. (Bada'iul Fawaid).
Selain
itu, ketahuilah bahwa suka memaafkan adalah salah satu sikap atau tanda orang bertakwa, yaitu sebagaimana Allah
Ta'ala berfirman :
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ
وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(Orang yang bertakwa
adalah) orang yang menafkahkan hartanya dalam keadaan lapang dan dalam
keadaan sempit, menahan amarahnya dan SUKA MEMAAFKAN kesalahan manusia. Dan
Allah menyukai orang orang yang berbuat baik. (Q.S Ali Imran 134).
Wallahu
A'lam. (3.729).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar