Kamis, 18 Juni 2026

PAHALA YANG MASIH MENGALIR SETELAH WAFAT

 

PAHALA YANG MASIH MENGALIR SETELAH WAFAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketika masih berada di dunia, orang orang beriman haruslah tetap bersemangat melakukan amal shalih sebagai bekal menuju alam kubur atau alam barzakh serta alam akhirat. Sungguh Allah Ta'ala mengingatkan agar orang orang beriman hendaklah berbekal dengan amal shalih, sebagaimana firman-Nya :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang orang yang beriman. Bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (Q.S  al Hasyr 18).

Berbekal untuk hari esok yaitu dengan melakukan amal shalih yang dilandasi iman KETIKA MASIH HIDUP DI DUNIA. Tetapi ketahuilah bahwa meskipun seseorang sudah wafat ternyata masih ada kesempatan untuk memperoleh pahala yang mengalir.

Pertama : Riwayat Imam Muslim. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Apabila manusia meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara : sedekah jariah dan IMU YANG BERMANFAAT (YANG IA AJARKAN)  dan anak shalih yang mendoakannya.

Kedua : Riwayat Ibnu Majah dan Baihaqi. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati  : (1)  ILMU YANG IA AJARKAN DAN IA SEBARKAN. (2) Anak shalih yang ia tinggalkan. (3) Mushaf al Qur’an yang ia wariskan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu Ta'ala berkata : Setiap ilmu (yang engkau ajarkan) dan orang lain memperoleh manfaat dengannya, maka sesungguhnya itu akan memberikan manfaat kepadamu setelah kematianmu,

Sampaipun engkau mengajari manusia satu shalat sunnah dari sunnah-sunnah rawatib, atau satu sunnah yang dilakukan atau dibaca di dalam shalat, dan manusia memperoleh manfaat dengan apa yang telah engkau ajarkan setelah kematianmu, maka engkau memperoleh pahala yang terus mengalir.

Maka setiap ilmu yang dimanfaatkan, meskipun sedikit sungguh akan tercatat sebagai pahala bagi orang yang mengajarkannya setelah kematiannya. (Fathu Dzil Jalaali Wal-Ikram).

Wallahu A'lam. (3.734). 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar