Sabtu, 23 Mei 2026

UJIAN BERUPA MUSIBAH AKAN SENANTIASA MENDATANGI ORANG BERIMAN

 

UJIAN BERUPA MUSIBAH AKAN SENANTIASA MENDATANGI ORANG BERIMAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, ujian berupa musibah untuk orang orang beriman adalah satu keniscayaan yang mendatanginya sesuai kehendak Allah Ta'ala. Sungguh apapun yang terjadi dan meimpa diri seseorang, keluarganya ataupun hartanya   adalah kehendak Allah Ta’ala yaitu sebagaimana firman-Nya :

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah (Muhammad). Tidak akan menimpa kami melainkan APA YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH BAGI KAMI. (Q.S at Taubah 51)

Ujian berupa musibah itu antara lain adalah untuk diketahui  kokohnya iman seseorang.  Allah Ta’ala berfirman :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, KAMI TELAH BERIMAN DAN MEREKA TIDAK DIUJI ?. Dan sungguh Kami telah menguji orang orang sebelum mereka maka Allah pasti mengetahui orang orang yang benar dan pasti mengetahui orang orang yang berdusta. (Q.S al Ankabut 2-3).

Semakin kokoh iman seseorang semakin berat ujian berupa musibah yang akan ditanggungnya. Sungguh, para Nabi dan Rasul adalah orang orang pilihan Allah dan juga orang shalih juga diberi ujian berupa musibah yang berat.

Lhatlah bagaimana Nabi Ya'qub diuji dengan kehilangan putra yang disayanginya, Nabi Ayub diuji dengan sakit berahun tahun, Aisyah diuji dengan tidak dikaruniai anak, Fatimah putri Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam diuji dengan hidup miskin harta.

Ketahuilah bahwa ketika Allah Ta’ala menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka diberi ujian berupa musibah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من يرد الله به خيرا يصب منه

Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah. (H.R Imam Bukhari).

Ketahuilah bahwa sikap yang harus dkedepankan ketika didatangi ujian berupa musibah adalah BERSABAR, Allah Ta'ala berfirman :

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah  yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas (Q.S az  Zumar 10)

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Adapun kesabaran, pahalanya berlipat ganda tidak terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa ganjarannya sangat besar sekali hingga tak mungkin bagi seorang insan untuk membayangkan pahalanya karena tidak bisa dihitung dengan bilangan. 

Bahkan juga, pahala sabar termasuk pahala yang maklum diisi Allah tanpa bisa dibatasi. Tidak pula dapat disamakan dengan mengatakan satu kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Kesabaran itu pahalanya tanpa batas. (Syarah Riyadush Shalihin)

Wallahu A'lam. (3.717).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar