UJIAN BERUPA MUSIBAH
AKAN SENANTIASA MENDATANGI ORANG BERIMAN
Disusun
oleh : Azwir B. Chaniago
Sungguh, ujian
berupa musibah untuk orang orang beriman adalah satu keniscayaan yang
mendatanginya sesuai kehendak Allah Ta'ala. Sungguh apapun yang terjadi dan meimpa
diri seseorang, keluarganya ataupun hartanya adalah
kehendak Allah Ta’ala yaitu sebagaimana firman-Nya :
قُل لَّن يُصِيبَنَآ
إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ
Katakanlah (Muhammad). Tidak akan
menimpa kami melainkan APA YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH BAGI KAMI. (Q.S at
Taubah 51)
Ujian berupa musibah itu antara lain adalah untuk diketahui kokohnya iman seseorang. Allah Ta’ala berfirman :
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ
يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ
مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ
الْكَاذِبِينَ
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan
hanya dengan mengatakan, KAMI TELAH BERIMAN DAN MEREKA TIDAK DIUJI ?. Dan
sungguh Kami telah menguji orang orang sebelum mereka maka Allah pasti
mengetahui orang orang yang benar dan pasti mengetahui orang orang yang berdusta.
(Q.S al Ankabut 2-3).
Semakin kokoh iman seseorang semakin berat ujian
berupa musibah yang akan ditanggungnya. Sungguh, para Nabi dan Rasul adalah
orang orang pilihan Allah dan juga orang shalih juga diberi ujian berupa
musibah yang berat.
Lhatlah bagaimana Nabi Ya'qub diuji dengan kehilangan
putra yang disayanginya, Nabi Ayub diuji dengan sakit berahun tahun, Aisyah
diuji dengan tidak dikaruniai anak, Fatimah putri Rasulullah Salallahu 'alaihi
Wasallam diuji dengan hidup miskin harta.
Ketahuilah bahwa ketika Allah Ta’ala menghendaki kebaikan
bagi seorang hamba maka diberi ujian berupa musibah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من يرد الله به خيرا يصب منه
Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan
memberinya musibah. (H.R Imam
Bukhari).
Ketahuilah bahwa sikap yang harus dkedepankan ketika
didatangi ujian berupa musibah adalah BERSABAR, Allah Ta'ala berfirman :
إِنَّمَا يُوَفَّى
الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang
bersabarlah yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas (Q.S
az Zumar 10)
Syaikh Muhammad bin Shalih
al Utsaimin berkata : Adapun kesabaran, pahalanya berlipat ganda
tidak terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa ganjarannya sangat besar sekali
hingga tak mungkin bagi seorang insan untuk membayangkan pahalanya karena tidak
bisa dihitung dengan bilangan.
Bahkan juga, pahala sabar termasuk
pahala yang maklum diisi Allah tanpa bisa dibatasi. Tidak pula dapat disamakan
dengan mengatakan satu kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali sampai tujuh
ratus kali lipat. Kesabaran itu pahalanya tanpa batas. (Syarah Riyadush
Shalihin)
Wallahu A'lam. (3.717).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar