Rabu, 13 Mei 2026

ORANG ORANG BERIMAN HANYA MENGADU KEPADA ALLAH

 

ORANG ORANG BERIMAN HANYA MENGADU KEPADA ALLAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, ketika menjalani kehidupan di dunia, orang orang beriman akan menemukan keadaan sulit dan mudah, keadaan susah dan senang. Memang demikian adanya, orang beriman selalu akan diuji dengan berbagai  keadaan.

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengingatkan bahwa orang orang beriman itu akan selalu diuji. Yaitu sebagaimana sabda beliau :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الزَّرْعِ لَا تَزَالُ الرِّيحُ تُفِيئُهُ، وَلَا يَزَالُ الْمُؤْمِنُ يُصِيبُهُ الْبَلَاء

Perumpamaan seorang beriman tak ubahnya seperti tanaman, angin akan selalu menerpanya, ia akan selalu mendapat cobaan (H.R Imam Muslim).

Semestinya, ketika orang beriman didatangi ujian yang terasa berat, tidak menyenangkan hatinya merasa hati gundah, tidak nyaman   maka jangan sekali kali mengadu kepada manusia apalagi MENGELUHKAN kesulitan atau kesusahaan yang menimpa diri.

Ketahuilah bahwa manusia itu lemah sehingga bisa jadi mendatangkan kekecewaan. Bahkan bisa jadi juga dianggap memberi beban kepada orang lain. Dan juga ketika sering mengadukan keaaan diri kepada manusia mereka bisa bosan bahkan bisa oula salah paham.

Selain itu mengadukan keadaan diri kepada orang bisa bermakna tidak ridha atas apa yang telah ditetapkan Allah Ta;ala. Sungguh Allah Ta'ala telah mengingatkan dalam firman-Nya :


قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah (Muhammad). Tidak akan menimpa kami melainkan APA YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH BAGI KAMI. (Q.S at Taubah 51)

Syaikh as Sa'di berkata : Allah adalah Rabb yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, yakni yang dituju dalam seluruh kebutuhan. Kepada-Nya mereka meminta apa yang mereka perlukan.

Dan keadaan-Nya mereka bergantung pada apa yang mereka inginkan, karena Dia Maha Sempurna dalam sifat-sifat-Nya, Maha Mengetahui Yang sempurna ilmu-Nya, Maha Penyantun yang sempurna Santun-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Sungguh, wajib diketahui dan dipahami pula bahwa tempat mengadukan keadaan diri HANYALAH ALLAH TA'ALA Yang Mahakuasa dan Mahabijaksana. Dalam hal ini kita perlu belajar dari kisah  Nabi Ya'qub bahwa Allah Ta'ala adalah sebaik-baik tempat mengadu :

قَالَ إِنَّمَآ أَشْكُوا۟ بَثِّى وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ya'qub berkata : Sesungguhnya HANYALAH KEPADA ALLAH aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya. (Q.S Yusuf 86).

Wallahu A'lam. (3.706). 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar