Selasa, 26 Mei 2026

JEJAK LANGKAH KAKI SEORANG HAMBA BERJALAN KE MASJID TIDAK SIA SIA

 

JEJAK LANGKAH KAKI SEORANG HAMBA BERJALAN KE MASJID TIDAK SIA SIA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Hamba hamba Allah  yang hatinya terkait dengan masjid pasti akan selalu melakukan ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala, termasuk berjalan ke masjid setiap waktu shalat fardhu tiba. Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

 

Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat. (H.R Imam Bukhari)

Dan ketahuilah bahwa Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dan para sahabat senantiasa berjalan ke masjid untuk melaksanakan shalat fardhu.

Selain itu,  ketahuilah bahwa bekas telapak kaki seseorang yang berjalan ke masjid untuk beribadah tak akan sia-sia. Imam As-Suyuthi dalam kitab Asbabun Nuzul menceritakan tentang hadits yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dengan sanad hasan, dan Al-Hakim dengan sanad yang sahih, yakni dari Abu Sa’id Al-Khudri. 

إن بني سلمة شكوا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد منازلهم من المسجد ، فنزلت : ( ونكتب ما قدموا وآثارهم ) ، فأقاموا في مكانهم  

Dia berkata : Bahwa Bani Salamah yang bertempat tinggal di pinggiran Kota Madinah ingin berpindah ke dekat Masjid Nabawi. Peristiwa ini kemudian menjadi sebab turunnya surat Yasin ayat 12, Allah Ta'ala berfirman : 

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan BEKAS BEKAS yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (lauh mahfuzh).

Sejak saat itu, mereka tidak jadi pindah dekat Masjid Nabawi. Kemudian, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam juga bersabda dalam hadits riwayat Abu Hurairah :

  كلُّ خطوةٍ يخطوها أحدُكم إلى الصلاةِ يُكْتَبُ لَهُ [ بها ] حسنةٌ ويُمْحَى عنه بِها سَيِّئَةٌ  

Setiap langkah menuju tempat shalat (masjid) akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus keburukan. (H.R  Imam Ahmad).

Dan juga keutamaan orang yang berjalan kaki menuju masjid juga disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Usman bin Affan, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :    

مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ فَصَلَّاهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ مَعَ الْجَمَاعَةِ أَوْ فِي الْمَسْجِدِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَه

Barangsiapa yang berwudhu’ untuk shalat, kemudian MENYEMPURNAKAN WUDHU’NYA  kemudian berjalan menuju shalat wajib, shalat bersama manusia atau bersama jamaah atau di masjid, Allah ampuni dosanya.  (H.R Imam Muslim).

Dan juga ada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda :

 كُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ 

Setiap langah berjalan untuk menunaikan sholat (di masjid) adalah sedekah.

Oleh karena itu hamba hamba Allah tetap bersemangat untuk shalat di masjid sebagaimana diajarkan Rasulullah Salallahu 'alai Wasallam dan diamalkan oleh para sahabat dan orang orang shalih.

Wallahu A'lam. (3.719)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar