Jumat, 08 Mei 2026

CARA MATI SESEORANG AKAN SELARAS DENGAN CARA HIDUPNYA

 CARA MATI SESEORANG AKAN SELARAS DENGAN CARA HIDUPNYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, setiap hamba menginginkan bahkan sangat berharap diwafatkan Allah Ta'ala dalam keadaan baik yaitu husnul khatimah, akhir hidup yang baik. Ketahuilah bahwa tidak semua orang mendapatkan akhir hidup yang baik kecuali yang menjalani hidup dengan baik pula. Sungguh cara mati seseorang selaras atau bersesuaian dengan cara hidupnya.

Allah Ta'ala telah mengingatkan dalam firman-Nya, yaitu : 

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. (Q. S ar Rahman 60).

Oleh karena itu, jalan paling utama untuk mendapatkan akhir hidup atau cara mati yang baik adalah  menjalani hidup dengan PENUH KETAATAN sesuai petunjuk syariat. Hamba hamba Allah haruslah berusaha sungguh sungguh MENJAGA IBADAH FARDHU atau yang diwajibkan.

Kemudian berusaha pula mengamalkan ibadah ibadah sunnah yang disyariatkan sesuai kemampuan.   Perbanyak shalat sunnah, perbanyak puasa sunnah, perbanyak berdzikir, membaca al Qur an, berbuat baik dengan membantu orang lain seperti berinfak dan bersedekah.

Tentang cara hidup dan cara mati yang bersesuian, Imam Ibnul Qayyim berkata bahwa : 

(1) Saya pernah diberitahu oleh orang yang pernah menyaksikan sakaratul maut seorang pengemis. Menjelang ajalnya, pengemis tersebut terus berkata : Recehannya, demi Allah, recehannya … , hingga akhirnya meninggal.

(2) Saya diberi tahu oleh sebagian pedagang bahwasanya ketika ada kerabatnya mengalami sakaratul maut dan ditalqin atau dituntun dengan kalimat Laa ilaha illa Allah, dia malah berkata : Barang ini murah, barang ini bagus, barang ini begini dan begitu …, hingga akhirnya dia meninggal.

Beliau juga berkata : Bagaimana mungkin taufik untuk husnul khatimah akan didapat seseorang yang : (1) Hatinya lalai dari dzikir kepada Allah Ta’ala. (2) Selalu mengikuti hawa nafsunya. (3) Dan keadaannya yang melampaui batas.

Sungguh, orang yang hatinya lalai dari mengingat Allah Ta’ala sangat jauh dari husnul khatimah, tertawan oleh syahwatnya, lisannya kering dari dzikir kepada-Nya. Anggota tubuhnya tidak mentaati perintah Allah Ta’ala bahkan dia selalu sibuk dengan maksiat.

Imam Ibnul Qayyim juga memberi nasehat tentang penghambat mendapat husnul khatimah, beliau berkata : Bagaimana mungkin taufik untuk husnul khatimah akan didapat seseorang yang : (1) Hatinya lalai dari dzikir kepada Allah Ta’ala. (2) Selalu mengikuti hawa nafsunya. (3) Dan keadaannya yang melampaui batas.

Sungguh, orang yang hatinya lalai dari mengingat Allah Ta’ala sangat jauh dari husnul khatimah, tertawan oleh syahwatnya, lisannya kering dari dzikir kepada-Nya. Anggota tubuhnya tidak mentaati perintah Allah Ta’ala bahkan dia selalu sibuk dengan maksiat. (Ad Daa’ wad Dawaa’)

Selain itu, agar diwafatkan dalam husnul khatimah  maka hamba hamba Allah juga sangat dianjurkan untuk berdoa. Diantara doa yang diajakan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam adalah : 

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِيمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ فِيهِ

Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah umur yang terakhirnya, sebaik-baik amalku adalah amal-amal penutupannya dan sebaik-baik hariku adalah hari saat aku menghadap-Mu. (H.R ath Thabrani)

Wallahu A'lam. (3.704).   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar