Minggu, 10 Mei 2026

RASULULLAH MENGENAL UMAT BELIAU DARI BEKAS TANDA WUDHU

 

RASULULLAH MENGENAL UMAT BELIAU DARI BEKAS TANDA WUDHU

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa di akhirat kelak Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam akan dianugerahi oleh Allah Ta'ala satu telaga yang disebut telaga al Kautsar dan semua umat beliau boleh meminum airnya.  

Tentang telaga al Kautsar antara lain dijelaskan dalam  hadits dari Abu Dzar al-Ghifari radhiallahu ‘anhu :

يا رسول الله ما آنِيَةُ الحَوْضِ؟ قال: “وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لآنِيَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ نُجُومِ السَّمَاءِ وَكَوَاكِبِهَا فِي لَيْلَةٍ مُظْلِمَةٍ مُصْحِيَةٍ مِنْ آنِيَةِ الجَنَّةِ، مَنْ شَرِبَ مِنْهَا شَرْبَةً لَمْ يَظْمَأْ، آخِرَ مَا عَلَيْهِ عَرْضُهُ مِثْلُ طُولِهِ مَا بَيْنَ عُمَانَ إِلَى أَيْلَةَ مَاؤُهُ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنَ العَسَلِ

Aku pernah bertanya : Ya Rasulullah, apakah ada gelas-gelas di dalam telaga surga ?. Beliau menjawab : Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh gelas-gelasnya sebanyak bilangan bintang-bintang di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga.

Barangsiapa yang minum air telaga tersebut, ia tidak akan merasa haus selamanya. Lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Oman dan Ailah. Airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu. (H.R at Tirmidzi  dan Imam Ahmad).

Diantara manusia yang begitu banyak Padang Mahsyar, Nabi shalallahu alaihi wasallam akan mengenal umat beliau yaitu ketika datang ke telaga al Kautsar dengan tanda tanda khusus sebagaimana disebutkan dalam satu hadits :

وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا. قَالُوا : أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ : أَنْتُمْ أَصْحَابِي ، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ . فَقَالُوا 
كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ فَقَالَ : أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ؟ قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ : فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ

Saya berharap bahwa kami sudah bisa melihat saudara-saudara kami”. Mereka (para sahabat) berkata : Bukankah kami adalah saudara-saudaramu, wahai Rasulullah ?. Beliau menjawab : Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kami adalah mereka yang belum datang (lahir) saat ini.

Mereka (sahabat) berkata : Bagaimana engkau mengetahui orang yang belum ada saat ini dari umatmu, wahai Rasulullah ?. Beliau menjawab : Tidakkah engkau melihat, jika seseorang memiliki kuda bertanda putih pada muka dan kaki-kakinya berada diantara kuda-kuda hitam pekat, tidakkah ia bisa mengenal kudanya ?, Mereka menjawab : Ya, wahai Rasulullah.

Beliau bersabda : Mereka akan datang dengan wajah putih bersinar dan kaki tangan bercahaya PADA BAGIAN AIR WUDHU, dan saya menunggu mereka di Telaga. (H.R Imam Muslim).

Oleh karena itu, orang orang beriman selalu berwudhu dengan sempurna yaitu sebagai syarat untuk melaksanakan shalat. Dan juga sebagai salah satu tanda atau identitas umat Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam di akhirat kelak.

Wallahu A'lam. (3.705). 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar