ENGKAU DISEBUT ORANG
CERDAS JIKA BANYAK MENGINGAT MATI
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Semua orang pasti akan mengalami mati. Inilah kenyatan
yang sangat kita pahami dan juga Allah Ta'ala menjelaskan perkara ini dengan
tegas dalam beberapa firman-Nya :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ
Tiap
tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (Q.S al Anbiya’ 35).
Dan juga Allah
Ta’ala berfirman :
أَيۡنَمَا
تَكُونُواْ يُدۡرِككُّمُ ٱلۡمَوۡتُ وَلَوۡ كُنتُمۡ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍۗ
Di
mana saja kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, walaupun kalian
berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. (Q.S an Nisa’ 78).
Ketahuilah bahwa hakikatnya, masalah besar
kita bukan mati atau kapan mati atau ditempat mana akan mati tetapi sudah cukupkah
persiapan kita untuk menghadapi mati.
Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi
Wasallam mengingatkan orang yang cerdas diantaranya adalah selalu mengingat
mati dan memiliki persiapan yang baik
untuk menghadapi mati. Perhatikanlah sabda beliau dalam
satu hadits dari Ibnu Umar :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّهُ
قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ
الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ: يَا
رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا»
قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا
وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ»
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia
bercerita : Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu
datang seorang lelaki dari kaum Anshar mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya : Wahai Rasulullah, orang
beriman manakah yang paling baik ?. Beliau menjawab : Yang paling baik
akhlaknya.
Orang ini bertanya lagi : Lalu orang
beriman manakah yang paling berakal (cerdas) ?. Beliau menjawab : Yang paling
banyak MENGINGAT KEMATIAN dan paling baik persiapannya (untuk
hidup) setelah kematian, merekalah yang berakal. (H.R Ibnu Majah).
أكثروا ذكر هَاذِمِ
اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه
عليه
Perbanyaklah banyak mengingat pemutus
kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya
sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat
kehidupannya lapang, maka IA TIDAK TERTIPU DENGAN DUNIA. (H.R Ibnu
Hibban dan Al Baihaqi, dihasan oleh Syaikh Al Albani).
Hakikatnya, mengingat mati harus dilakukan setiap detik dari umur kita supaya tak lalai darinya dan termasuk kelompok orang yang cerdas.
Wallahu A'lam. (3.703).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar