Rabu, 13 Mei 2026

SANGAT PENTING MEMPERBAIKI CARA HIDUP DI SISA UMUR

 

SANGAT PENTING MEMPERBAIKI CARA HIDUP DI SISA UMUR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ada diantara kita yang  menjalani masa lalunya dengan cara yang kurang terpuji. Lalai belajar ilmu syariat, lalai beribadah, lalai membantu orang lain baik dengan harta maupun dengan fisik ataupun nasehat.

Dengan kasih sayang-Nya, Allah Ta'ala masih memberi umur kepada kita sampai saat ini dan atas izinnya untuk beberapa waktu ke depan yang bisa kita sebut sebagai SISA UMUR. Ketahuilah bahwa SUNGGUH SANGAT TIDAK PANTAS kalau sisa umur ini disia siakan.

Bukankah kematian akan mendatangi kita sewaktu waktu. Ketahuilah bahwa ketika ajal seseorang telah sampai maka tak ada yang bisa memajukan atau memundurkan barang sesaat. Allah Ta'ala berfirman :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Dan setiap umat mempunyai ajal. Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (Q.S al A'raf 34)

Oleh karena itu, orang orang beriman SEMESTINYA DAN SUNGGUH SUNGGUH memanfaatkan sisa umur ini dengan sebaik mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari ridha-Nya.

Saudaraku, mari kita simak apa yang disebutkan  Imam Ibnul Rajab al Hambali yang menceritakan bahwa pada suatu kali Imam Fudhail bin Iyadh seorang Tabi'in, pernah bertanya kepada seorang laki laki :  Berapa usiamu ?. Orang itu menjawab : 60 tahun.

Lalu Imam Fudhail berkata : Berarti selama 60 tahun engkau telah berjalan menuju Rabb-mu dan saat ini engkau hampir sampai kepada-Nya.

Maka laki laki itu berkata : Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). Kemudian Imam Fudhail bertanya kepadanya : Tahukah engkau tafsir dari apa yang engkau ucapkan itu ?. Laki laki itu berkata : Tafsirkanlah ucapan itu untukku, wahai Abu Ali. Fudhail bin Iyadh menjelaskan : 

Pertama : Barangsiapa yang mengetahui bahwa ia adalah hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya  maka hendaklah ia mengetahui bahwa kelak ia akan disuruh berdiri dihadapan Rabb-nya. 

Kedua : Barangsiapa yang mengetahui bahwa ia akan disuruh berdiri dihadapan  Rabb-nya maka harus dia mengetahui bahwa dia pasti akan ditanya.

Ketiga : Barangsiapa yang mengetahui bahwa ia akan ditanya maka hendaklah ia mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan itu.

Selanjutnya laki laki itu berkata : Lalu bagaimana jalan keluarnya ?. Jalan keluarnya mudah kata Fudhail bin Iyadh. Orang itu bertanya lagi : Apakah itu wahai Abu Ali ?

Imam Fudhail bin Iyadh menjawab : Hendaklah engkau BERBUAT KEBAIKAN DI SISA UMURMU.  Niscaya Allah akan mengampuni (dosa) apa yang telah lalu atas dirimu. Sesungguhnya jika engkau tetap berbuat keburukan pada sisa umurmu niscaya engkau akan dihisab atas semua perbuatan (buruk) mu yang telah lalu dan yang akan datang (Jami’ul Ulum wal Hikam)

Imam Ibnu Katsir memberi nasehat, beliau berkata : Termasuk GHANIMAH TERBAIK adalah engkau memperbaiki sisa sisa umurmu. Niscaya Allah Ta'ala akan mengampunimu akan mengampunimu dari apa yang telah berlalu dari umurmu itu. (Al Bidayah wa Nihayah).    

Wallahu A'lam. (3.707) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar