SANGAT PENTING MEMPERBAIKI
CARA HIDUP DI SISA UMUR
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Ada diantara kita yang
menjalani masa lalunya dengan cara yang kurang terpuji. Lalai belajar
ilmu syariat, lalai beribadah, lalai membantu orang lain baik dengan harta maupun
dengan fisik ataupun nasehat.
Dengan kasih
sayang-Nya, Allah Ta'ala masih memberi umur kepada kita sampai saat ini dan
atas izinnya untuk beberapa waktu ke depan yang bisa kita sebut sebagai SISA
UMUR. Ketahuilah bahwa SUNGGUH SANGAT TIDAK PANTAS kalau sisa umur ini disia
siakan.
Bukankah kematian
akan mendatangi kita sewaktu waktu. Ketahuilah
bahwa ketika ajal seseorang telah sampai maka tak ada yang bisa memajukan atau
memundurkan barang sesaat. Allah Ta'ala berfirman :
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ
لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Dan
setiap umat mempunyai ajal. Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta
penundaan atau percepatan sesaat pun. (Q.S al A'raf 34)
Oleh karena itu,
orang orang beriman SEMESTINYA DAN SUNGGUH SUNGGUH memanfaatkan sisa umur ini
dengan sebaik mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari
ridha-Nya.
Saudaraku,
mari kita simak apa yang disebutkan Imam Ibnul Rajab al Hambali
yang menceritakan bahwa pada suatu kali Imam Fudhail bin Iyadh seorang
Tabi'in, pernah bertanya kepada seorang laki laki
: Berapa usiamu ?. Orang itu menjawab : 60 tahun.
Lalu
Imam Fudhail berkata : Berarti selama 60 tahun engkau telah berjalan menuju
Rabb-mu dan saat ini engkau hampir sampai kepada-Nya.
Maka
laki laki itu berkata : Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun (sesungguhnya
kami milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). Kemudian
Imam Fudhail bertanya kepadanya : Tahukah engkau tafsir dari apa yang engkau ucapkan
itu ?. Laki laki itu berkata : Tafsirkanlah ucapan itu untukku, wahai Abu
Ali. Fudhail bin Iyadh menjelaskan :
Pertama :
Barangsiapa yang mengetahui bahwa ia adalah hamba Allah dan akan kembali
kepada-Nya maka hendaklah ia mengetahui bahwa kelak ia akan disuruh
berdiri dihadapan Rabb-nya.
Kedua :
Barangsiapa yang mengetahui bahwa ia akan disuruh berdiri
dihadapan Rabb-nya maka harus dia mengetahui bahwa dia pasti akan
ditanya.
Ketiga :
Barangsiapa yang mengetahui bahwa ia akan ditanya maka hendaklah ia
mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan itu.
Selanjutnya
laki laki itu berkata : Lalu bagaimana jalan keluarnya ?. Jalan keluarnya mudah
kata Fudhail bin Iyadh. Orang itu bertanya lagi : Apakah itu wahai Abu Ali ?
Imam
Fudhail bin Iyadh menjawab : Hendaklah engkau BERBUAT KEBAIKAN DI SISA
UMURMU. Niscaya Allah akan mengampuni (dosa) apa yang telah lalu
atas dirimu. Sesungguhnya jika engkau tetap berbuat keburukan pada sisa umurmu
niscaya engkau akan dihisab atas semua perbuatan (buruk) mu yang telah lalu dan
yang akan datang (Jami’ul Ulum wal Hikam)
Imam Ibnu Katsir memberi nasehat, beliau berkata :
Termasuk GHANIMAH TERBAIK adalah engkau memperbaiki sisa sisa umurmu. Niscaya
Allah Ta'ala akan mengampunimu akan mengampunimu dari apa yang telah berlalu
dari umurmu itu. (Al Bidayah wa Nihayah).
Wallahu A'lam. (3.707)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar