Kamis, 14 Mei 2026

BERUSAHALAH MEMPERMUDAH URUSAN ORANG LAIN

 

BERUSAHALAH MEMPERMUDAH URUSAN ORANG LAIN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Berusaha mempermudah urusan orang lain adalah satu sikap tolong menolong terhadap sesama. Sungguh  Allah Ta'ala memerintahkan orang orang beriman untuk SALING TOLONG MENOLONG DALAM KEBAIKAN yaitu sebagaimana firman-Nya :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa. Dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksa-Nya. (Q.S al Maidah 2).

Imam Ibnu Katsir berkata : Maknanya adalah bahwa Allah Ta'ala memerintahkan hamba hamba-Nya yang beriman untuk senantiasa tolong menolong DALAM BERBUAT KEBAIKAN. Itulah yang disebut dengan al birru atau kebaikan. (Tafsir Ibnu Katsir).

Syaikh as Sa’di berkata : “Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa”, maksudnya hendaknya sebagian dari kamu membantu sebagian yang lain dalam kebaikan. Dan kebaikan adalah nama yang mengumpulkan segala perbuatan, baik lahir ataupun bathin, baik hak Allah maupun hak manusia, YANG DICINTAI DAN DIRIDHAI OLEH ALLAH.

Dan takwa di sini adalah nama yang  mengumpulkan sikap meninggalkan segala perbuatan (buruk)  lahir dan bathin YANG DIBENCI OLEH ALLAH DAN RASUL-NYA.

“Dan janganlah kamu saling tolong menolong dalam perbuatan dosa”, yaitu saling mendorong melakukan kemaksiatan dimana pelakunya memikul beban dosa yang berat. “Dan pelanggaran”, yaitu pelanggaran terhadap manusia pada darah, harta dan kehormatan mereka. Seorang hamba wajib menghentikan diri dari segala kemaksiatan dan kezhaliman dan juga menolong orang lain untuk meninggalkannya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Ketahuilah bahwa mempermudah urusan orang adalah bagian penting dari tolong menolong dan merupakan  salah sikap terpuji dalam syariat Islam. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda : 

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan memudahkan baginya (urusan) di dunia dan akhirat. (H.R Imam Muslim).

Ketahuilah bahwa sungguh, mempermudah urusan orang lain adalah amalan yang sangat dianjurkan. Sikap ini termasuk bentuk kasih sayang, tolong-menolong, dan akhlak mulia yang dicintai Allah.

Bahwa kebaikan sekecil apa pun bisa menjadi jalan datangnya pertolongan Allah Ta'ala. Sungguh, ada banyak jalan untuk mempermudah urusan orang lain  bisa dengan harta, dengan tenaga, dengan ilmu termasuk pula memberi perhatian dan ucapan yang menyenangkan dan yang lainnya. Namun demikian ingatlah bahwa semuanya mestilah dilakukan dengan ikhlas mencari ridha Allah.

Wallahu A'lam. (3.708). 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar