HAMBA HAMBA ALLAH
HARAP CEMAS SETELAH MELAKUKAN IBADAH
Disusun
oleh : Azwir B. Chaniago
Para ulama terdahulu dan orang-orang shaleh, jika selesai beribadah, senantiasa merasa harap dan cemas. Harap ibadahnya diterima dan cemas dan khawatir kalau ditolak. Ketahuilah, bahwa bisa jadi tidak semua ibadah kita diterima Allah karena keikhlasan kita tidak penuh atau ittiba’ kita yang belum sempurna.
Sungguh,
sikap harap dan cemas ini akan menumbuhkan dorongan bagi
setiap mukmin untuk terus berusaha
memperbaiki amalnya agar
bernilai disisi Allah. Allah
Ta’ala berfirman :
وَٱلَّذِينَ
يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ
رَٰجِعُونَ
Dan mereka yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. (Q.S. Al Mu’minun 60).
Syaikh as Sa’di dalam kitab Tafsirnya antara lain menjelaskan makna “dengan hati yang takut” adalah mereka merasa takut saat amalan-amalannya ditampilkan kepada Allah dan berdiri dihadapanNya, sekiranya amalan mereka tidak bisa menyelamatkan mereka dari siksa Allah.
Ketahuilah bahwa Rasulullah salallahi wasallam selesai shalat subuh selalu berdzikir pagi, antara lain dengan membaca doa :
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Ya Allah aku bermohon ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amalan yang diterima. (H.R. Imam Ahmad).
Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam selalu berdoa antara lain meminta agar amalan diterima. Ini suatu indikasi bahwa ada kemungkinan amal seseorang ditolak.
Nabi Ibrahim alaihissalam, setelah melakukan amal yang besar, yang diperintahkan Allah, meninggikan fondasi bangunan Ka’bah atau ada yang menyebut membangun Ka’bah bersama anaknya Ismail, beliau berdoa :
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Beliau berdoa seperti itu karena berharap amalnya diterima dan cemas kalau ditolak.
Oleh karena itu, amal shalih yang telah kita lakukan haruslah dijaga dan dipelihara agar bermanfaat untuk akhirat kita karena ini bekal kita pada saat kembali ke kampung akhirat. Sungguh yang akan ditimbang dan dihisab nanti adalah amal shalih, tidak yang lain.
Wallahu A'lam. (3.699).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar