Minggu, 16 Februari 2025

HAMBA ALLAH HENDAKLAH MENJAGA UCAPAN LIDAH DAN KEADAAN HATINYA

 

HAMBA ALLAH HENDAKLAH MENJAGA UCAPAN LIDAH DAN KEADAAN HATINYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa sungguh, ada dua perkara yang perlu dijaga oleh hamba hamba Allah. Kedua perkara ini dijelaskan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dalam sabda beliau :

Pertama : Menjaga ucapan lidah.

Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam mengigatkan kita semua kan tentang perintah menjaga lisan dalam sabda beliau :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam. (Mutafaq ‘alaihi).

Dan juga Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam memberi kabar gembira kepada orang orang yang menjaga lisannya yatu sebagaimana sabda beliau :

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَا

Surga merindukan empat golongan yaitu orang yang membaca Al Quran, MENJAGA LISAN, memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadhan. (H.R Abu Daud dan at Tirmidzi).

Selain itu, ketahuilah bahwa ada seseorang yang dilemparkan ke neraka karena lisannya yang mendatangkan murka Allah Ta'ala. Dalam satu  hadits dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :  

إن العبد ليتكلم بالكلمة من رضوان الله , لا يلقي لها بالا , يرفعه الله بها درجات , و إن العبد ليتكلم بالكلمة من سخط الله , لا يلقي لها بالا يهوي بها في جهنم

Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan keridhaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan derajatnya. 

Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, dan TERSEBAB PERKATAAN TERSEBUT DIA DILEMPARKAN KE DALAM API NERAKA.  (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Kedua : Menjaga keadaan hati.

Tentang keadaan hati manusia, sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan dalam sabda beliau :

َلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati. (H.R Imam  Bukhari no. 52 dan Imam Muslim no. 1599).

Imam Ibnu Taimiyah berkata : Hati adalah  raja sedangkan anggota badan ibarat pasukannya. Apabila buruk rajanya maka buruk pula pasukannya. (Majmu’ Fatawa, Ibnu Taimiyah).

Imam Ibnul Qayyim menyebutkan tiga keadaan hati manusia diantaranya adalah  hati yang sehat. Beliau menjelaskan bahwa hati yang sehat adalah hati yang selamat dari setiap syahwat yang menyelisihi perintah Allah dan larangan-Nya. Mawaaridul Amman).

Sebagai penutup tulisan ini, dinukil perkataan Imam ath Thabari dalam kitab  tafsirnya yang  mengisahkan tentang Luqmanul Hakim : Pada suatu ketika Luqman diperintahkan menyembelih seekor kambing. Lalu ia diminta mengeluarkan bagian  mana yang paling baik dari tubuh kambing.  Tanpa berpikir panjang ia segera mengambil hati dan lidah kambing itu.

Kemudian dalam kesempatan berikutnya ia diminta menyebelih lagi  seekor kambing. Setelah itu kepadanya diperintahkan menunjukkan bagian mana yang paling buruk. Tanpa berpikir panjang ia mengeluarkan hati dan lidah kambing tersebut.

Tentang kedua pilihannya itu ia menjelaskan bahwa dalam diri makhluk, terutama manusia, ada dua bagian yang paling menentukan. Yaitu hati dan lidahnya. Kalau keduanya baik berarti baik pula manusianya. Demikian pula sebaliknya. (Jami’ Al Bayan Fii Tafsir al-Quran).

 

Sungguh, kisah ini sebagai kiasan atau majaz terhadap ucapan dari lisan manusia dan keadaan hatinya.

 

Wallahu A'lam. (3.489).

 

Jumat, 14 Februari 2025

TIDAK ADA ANJURAN BERPUASA SECARA KHUSUS PADA NISYFU SYA'BAN

 

TIDAK ADA ANJURAN BERPUASA SECARA KHUSUS PADA NISYFU SYA'BAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Mengkhususkan puasa di pertengahan bulan Sya’ban tidak dianjurkan. Bahkan sebagian ulama menghukumi hal tersebut sebagai sesuatu yang baru dalam ibadah. Adapun hadits yang berbunyi:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا.

Apabila malam pertengahan bulan Sya’ban, maka hidupkanlah malamnya dan berpuasalah di siang harinya.

Syaikh al Albani dalam As Silsilah Adh Dha'ifah menyebutkan bahwa hadis ini daif atau lemah. Ini disebabkan oleh salah satu perawinya bernama Ibnu Abi Sabrah. Ia merupakan perawi yang ditinggalkan dan bahkan pernah memalsukan hadis.

Akan tetapi, jika  ingin berpuasa pada hari itu (pertengahan bulan Sya'ban) karena keumuman hadits tentang sunnah-nya memperbanyak berpuasa di bulan Sya’ban atau karena dia termasuk puasa di hari-hari bidh (ayyaamul-biidh/puasa tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan hijriyah), maka hal tersebut tidak mengapa. Yang diingkari adalah pengkhususannya dengan niat puasa nisyfu Sya'ban.

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam memang banyak berpuasa di bulan Sya'ban tetapi tidak mengkhususkan puasa nisyfu Sya'ban. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata : 

يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Terkadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan beliau tidak melakukan puasa (sunnah) . Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. Aku juga tidak melihat beliau berpuasa yang LEBIH SERING ketika di bulan Sya’ban. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Selain itu, ada pula sebagian orang yang merayakan nisyfu atau hari pertengahan bulan Sya'ban dengan berdzikir dan membaca surat Yasin bersama sama sebanyak tiga kali. Lalu ada pula yang menjelaskan :

Bacaan surah Yasin ke 1. Dibaca untuk memohon panjang umur dan ketaatan serta ketaqwaan dan dapat istiqamah kepada Allah Ta'ala. Surah Yasin ke 2. Dibaca untuk memohon diluaskan rizki yang halal dan menolak bala. Surah Yasin ke 3. Dibaca untuk memohon ditetapkannya Iman Islam hingga akhir hayat.

Dan juga, katanya,  dianjurkan pula membaca : Astaghfirullahal 'Adzim. Tahmid dan Takbir serta Shalawat Nabi dibaca masing masing 100 kali. Tetapi saudara saudara kita yang menganjurkan membaca surat Yasin tiga kali serta dzikir dzikir  ini tak bisa menyebutkan sumber, sandaran atau dalilnya yang shahih. Oleh karena itu  dianjurkan untuk TIDAK DIAMALKAN.

Wallahu A'lam. (3.488).

 

NILAI SEDEKAH BERTAMBAH JIKA DIBERIKAN KEPADA YANG SANGAT BUTUH

 

NILAI SEDEKAH BERTAMBAH JIKA DIBERIKAN KEPADA YANG SANGAT BUTUH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Di zaman ini, dinegeri kita terasa semakin banyak orang orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya. Untuk senantiasa kita mendoakan agar Allah Ta'ala membuka pintu rizki baginya.

Sementara itu bagi orang yang mendapat kelebihan rizki inilah saatnya untuk bersedekah yang mendatangkan nilai pahala lebih besar. Sungguh, nilai pahala sedekah menjadi bertambah ketika diberikan kepada orang orang yang berada dalam situasi yang  sangat membutuhkan SEHINGGA BETUL BETUL MENDATANGKAN KEGEMBIRAAN DAN KEBAHAGIAN BAGINYA. Ini adalah amalan yang DICINTAI ALLAH TA'ALA.

Dari Ibnu Umar, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda : 

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling (banyak) memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang dicintai oleh Allah adalah MEMBUAT MUSLIM YANG LAIN BAHAGIA, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan hutangnya atau menghilangkan RASA LAPARNYA.

Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk suatu keperluannya lebih aku cintai dari pada beri'tikaf di masjid ini – masjid Nabawi – selama sebulan penuh. (H.R ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh al Albani).

Dalam kitab al ‘Athiyyatul Haniyyah disebutkan : Barangsiapa yang membahagiakan orang mukmin lain, Allah Ta’ala menciptakan 70.000 malaikat yang ditugaskan memintakan ampunan baginya sampai hari Kiamat sebab ia telah membahagiakan orang lain.

Selain itu, ketahuilah bahwa ketika seseorang memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan orang lain DALAM BENTUK SEDEKAH maka banyak kebaikan akan mendatanginya, diantaranya adalah :

Pertama : Memadamkan api siksaan di kubur. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

‏إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور

Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur. (H.R ath Thabrani, dishahihkan oleh Syaikh  al Albani dalam Shahih at Targhib).

Kedua : Mendapat naungan di akhirat. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menceritakan tentang tujuh  kelompok manusia yang mendapat naungan di hari kiamat yang tidak ada naungan lain selain dari Allah pada  hari itu. Salah satunya adalah:

رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه

Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. (H.R Imam Bukhari)

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

كل امرء في ظل صدقته حتى يقضى بين الناس

Setiap orang dibawah naungan sedekahnya hingga diputuskan hukum diantara manusia. (H.R ImamAhmad dan al Hakim dan dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Wallahu A'lam. (3.487)

 

 

  

 

 

 

Rabu, 12 Februari 2025

TAK BAIK MEMELIHARA KEBIASAAN SUKA BEGADANG

 

TAK BAIK MEMELIHARA KEBIASAAN SUKA BEGADANG

Disusun oleh : Azwir B. Chanago

Menurut KBBI, begadang adalah TIDAK TIDUR SAMPAI LARUT MALAM. Ketahuilah bahwa jika begadang sering dilakukan bahkan menjadi kebiasaan maka akan mendatangkan banyak akibat buruk. Diantaranya adalah mengganggu kepada kesehatan tubuh dan keseimbangan diri.

Para ahli kesehatan ada yang menjelaskan beberapa diantara akibat buruk begadang bagi kesehatan tubuh adalah :

(1) Sulit berkosentrasi bahkan proses berfikir dan daya ingat bisa menurun.

(2) Bisa memicu penyakit serius seperti stroke, hipertensi, gagal ginjal dan beberapa yang lainnya.

(3) Berisiko memacu obesitas.

(4) Menahan produksi hormon. (Dinukil dari www.halodoc.com dengan diringkas).

Ketahuilah bahwa dalam syariat Islam malam hari adalah untuk tidur. Dan Allah Ta'ala mendatangkan karunia kepada manusia untuk bisa beristirahat dengan tidur. Allah Ta'ala berfirman :

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

Dan kami menjadikan tidurmu untuk beristirahat. (Q.S an Naba’ 9).

Sungguh, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengingatkan dalam sabda beliau yaitu satu hadits  dari Abu Barzah menyebutkan :  

أنَّ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – كان يكرهُ النَّومَ قَبْلَ العِشَاءِ والحَديثَ بَعْدَهَا

Bahwasanya Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam tidak suka tidur sebelum shalat Isya dan berbincang bincang sesudahnya (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Qadhi Iyadh berkata : Begadang pada malam hari menyebabkan kemalasan pada siang harinya untuk melaksanakan berbagai hak yang wajib ditunaikan pada waktu tersebut, baik yang berupa amalan amalan ketaatan ataupun berbagai maslahat dunia serta agama. (Ikmalul Mu'lim)

Syaikh bin Baz menjelaskan : Begadang karena untuk melakukan ketaatan dan ibadah, maka ini baik dan dianjurkan, karena menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan dzikir, doa, tilawah Al-Quran, shalat dan ibadah-ibadah lainnya merupakan perkara yang sunnah, khususnya pada malam 10 hari terakhir Ramadhan. Sebagaimana dalam hadits Aisyah radhiyallahu’anha:

كان النبيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْلِطُ العِشْرين بصلاةٍ ونومٍ فإذا كان العشرُ شمَّر وشدَّ المِئزرَ

Adalah Nabi shalalloahu ‘alaihi wasallam biasa menggabungkan antara shalat (malam) dan tidur. Lalu, bila telah tiba 10 ( malam terakhir), beliau bergadang dan mengencangkan ikat pinggang. (H.R Imam Ahmad, hadis ini sanadnya dhaif namun maknanya shahih).

Tetapi begadang ini adalah dengan syarat tidak boleh membuat seseorang meninggalkan shalat subuh atau shalat zuhur karena tidur atau mengantuk pada keesokan harinya. (Min Fataawa ash Shiyaam).   

Wallahu A'lam. (3.486)

JIKA DOA TERASA BELUM DIKABULKAN TETAP ADA MANFAATNYA

 

JIKA DOA TERASA BELUM DIKABULKAN TETAP ADA MANFAATNYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, Allah Ta'ala menyuruh hamba hamba-Nya untuk meminta tambahan nikmat kepada-Nya melalui doa. Allah Ta'ala berfirman :  

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

Dan Rabbmu berfirman  : Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan bagimu. (Q.S al Mu’min 60).

Ketahuilah bahwa terkadang memang  ada orang yang berdoa diberi cobaan yaitu tidak atau belum dikabulkan doanya. Dalam perkara ini Dr. Sulaiman an Najran memberi nasehat : Diantara bentuk cobaan adalah tidak atau belum dikabulkan doa seseorang.

Tujuan cobaan tersebut adalah untuk mengetahui seberapa tulus dan tunduknya hamba tersebut dalam berdoa. Jika dia tetap berdoa maka Allah Ta'ala akan berikan kepadanya sesuatu yang lebih baik dari permintaan dalam doanya. Jika dia berpaling rugilah ia dalam doanya. (@twitulama).

Selain itu, ketahuilah bahwa dalam satu hadits tentang pengabulan doa, disebutkan : 

 ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا 

Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal : (1) Allah akan segera mengabulkan do’anya, (2) Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3)  Allah akan menghindarkan darinya keburukan yang semisal.

Ingatlah bahwa ketika doa seorang hamba  belum dikabulkan sangat besar  kemungkinan adanya  kebaikan atau mashlahat disitu. Tentang perkara ini Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata : Janganlah engkau bosan berdoa, karena mungkin ada maslahat dalam penundaan dikabulkannya doamu. Bahkan bisa jadi maslahatnya ada dalam doa yang  tidak dikabulkannya itu.

Tetapi engkau tetap mendapatkan pahala, dan doamu dikabulkan dalam bentuk yang bermanfaat bagimu. Dan di antara manfaatnya adalah engkau tidak diberi apa yang engkau minta, tetapi diganti dengan sesuatu yang lain (yang lebih baik).

Apabila Iblis datang lalu berkata : Sudah berapa lama engkau berdoa tetapi engkau tidak juga melihat jawaban (Allah untuk doamu). Maka katakanlah : Aku beribadah dengan doa itu, dan aku yakin (pada saatnya nanti) jawaban Allah pasti datang. (Shaidul Khatir).

Oleh karena itu hamba hamba Allah tidak akan pernah bosan berdoa meskipun terkadang terasa belum dikabulkan Ketahuilah bahwa ketika seorang hamba berdoa maka dia menunjukkan bukti kelemahannya dan ketergantungannya kepada Allah Ta'ala yaitu untuk meraih apa apa yang bermanfaat dan menolak apa apa yang mendatangkan mudharat.

Sebagai penutup tulisan ini dinukil dua hadits terkait dengan keutamaan doa.

Pertama : Orang yang berdoa adalah beribadah kepada Allah Ta'ala. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

 إِنَّ الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ

Sesungguhnya doa adalah ibadah. (H.R Imam Ahmad dan yang selainnya).

Kedua : Doa termasuk perkara yang mulia di sisi Allah. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

ليس شيءٌ أكرمَ على الله من الدعاء

Tidak ada yang paling mulia di sisi Allah Ta'ala daripada doa. (H.R Imam Ahmad dan at Tirmidzi dan al  Hakim).

Wallahu A'lam. (3.485).

 

 

 

 

BEBERAPA TANDA MANUSIA TERBAIK MENURUT SYARIAT

 

BEBERAPA TANDA MANUSIA TERBAIK MENURUT SYARIAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sangatlah banyak manusia yang ingin menjadi manusia terbaik. Lalu berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkannya. Barangkali (?) ada yang ingin menjadi manusia terbaik dengan mengejar pangkat, jabatan, popularitas, harta dan yang lainnya.

Tetapi ketahuilah bahwa untuk menjadi manusia terbaik, sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah memberikan banyak penjelasan tentang tandanya atau indikatornya  dalam  sabda beliau. Lima diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama : Yang belajar dan mengajarkan al Qur an. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

   خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ 

Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. (H.R Imam Bukhari).

Kedua : Yang panjang umurnya dan baik amalnya. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam  bersabda :

 عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang terbaik ?. Beliau menjawab : Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.

Dia bertanya lagi, lalu siapakah orang yang terburuk ?. Beliau menjawab : Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya. (H.R Imam  Ahmad, at Tirmidzi dan al Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Ketiga : Yang bisa diharapkan kebaikannya dan sedikit keburukannya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ

Sebaik-baik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan (orang lain) merasa aman dari (kelakuan) buruknya. (H.R at Tirmidzi)

Keempat : Yang paling baik dalam membayar hutang. Rasulullah Salallahu 'alaih Wasallam bersabda :

  خَيْرُكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً    

Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Kelima : Yang paling baik kepada keluarganya. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :  

   خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى   

Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku. (H.R at Tirmidzi).

Itulah  Sebagian tanda atau indikator   manusia terbaik manurut Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam. Sungguh kita berusaha dan memohon kepada Allah Ta'ala agar digolongkan sebagai manusia terbaik sehingga bisa selamat di dunia dan selamat di akhirat kelak.

Wallahu A'lam. (3.484)

Senin, 10 Februari 2025

TAKUTLAH KEPADA ALLAH DENGAN SEBENAR BENAR TAKUT

 

 

TAKUTLAH KEPADA ALLAH DENGAN SEBENAR BENAR TAKUT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, di zaman ini kita menyaksikan banyak manusia yang bermudah mudah melakukan maksiat dan dosa. Diantaranya melakukan KESYIRIKAN, KEMUNAFIKAN DAN KEZHALIMAN. Banyak orang yang suka berbohong, menipu mengambil harta orang lain tanpa hak dan yang lainnya.

Penyebab paling utama adalah karena TIDAK BERILMU sehingga tidak ada rasa takutnya kepada Allah Ta'ala.  Imam Ibnul Qayyim berkata : Kurangnya rasa takut seseorang kepada Allah Ta'ala dikarenakan KURANGNYA PENGETAHUANNYA TENTANG ALLAH TA'ALA. Jadi orang yang paling takut kepada Allah adalah yang paling tahu atau paling mengenal tentang Allah Ta'ala. Perhatikanlah perkara berikut ini :

(1) Ketahuilah malaikat adalah makhluk yang TAKUT KEPADA ALLAH, karena mereka sangat mengenal tentang Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfrman :

يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Mereka takut kepada Rabb yang (berkuasa) di atas mereka dan (mereka) melaksanakan apa yang diperintahkan.  (Q.S an Nahl 50).

(2) Sungguh, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam adalah hamba Allah yang PALING TAKUT KEPADA ALLAH karena beliau PALING MENGETAHUI TENTANG ALLAH. Beliau bersabda :

إني أعلمكم بالله وأشدكم له خشية

Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan paling takut kepada-Nya. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

(3) Dan juga ketahuilah bahwa orang orang yang berilmu adalah orang yang memiliki rasa takut yang sebenarnya kepada Allah Ta'ala, yaitu sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya :

 إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Diantara hamba hamba Allah yang takut kepada-Nya HANYALAH PARA ULAMA. Sungguh Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun. (Q.S Fathir 28).

Beliau, Imam Ibnul Qayyim juga menjelaskan beberapa perkara yang membuat manusia takut kepada Allah Ta'ala :

(1) Pengetahuan seorang hamba tentang dosa dan perbuatan maksiat.

(2) Percaya kepada ancaman bahwa Allah Ta'ala menimpakan siksa karena perbuatan maksiat.

(3) Ketidaktahuan seseorang, mungkin (membuat) ia tidak sempat bertaubat atau dijauhkan dari taubat, jika ia mengerjakan dosa.

Kuat lemahnya ketiga sebab tersebut sangat menentukan kuat lemahnya rasa takut seseorang kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. (Dinukil dari Kumpulan Tulisan Ibnul Qayyim).

Tentang surat Fathir 28 tersebut diatas, Syaikh as Sa'di berkata : Maka setiap orang yang lebih mengenal Allah, ia akan menjadi lebih takut kepada-Nya, dan takutnya kepada Allah menjadikannya menahan diri dari perbuatan maksiat dan selalu bersiap untuk perjumpaan dengan Allah yang ditakutinya.

Ini merupakan satu dalil yang menunjukkan tingginya keutamaan ilmu, sebab ilmu mengajak takut kepada Allah, dan orang-orang yang takut kepada-Nya adalah orang-orang yang dianugerahi karamah, sebagaimana Firman-Nya : Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabb-nya. (Q.S al Bayyinah 8). Tafsir Taisir Karimir Rahman.

Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah berusaha keras belajar ilmu tentang syariat Islam terutama aqidah, ibadah, akhlak dan muamalah. Sungguh, ketika seseorang memiliki ilmu yang lurus tentang syariat maka akan mendatangkan rasa takutnya kepada Allah Ta'ala dengan sebenar benar takut.

Wallahu A'lam. (3.483).