Selasa, 13 Mei 2025

BANYAK BERDZIKIR UNTUK MENGHAPUS DOSA

 

BANYAK BERDZIKIR UNTUK MENGHAPUS DOSA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa  hamba hamba Allah  sering berbuat dosa bahkan berbuat dosa pada malam dan siang hari. Allah Ta'ala menjelaskan :

يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ 

Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di malam dan siang hari. (H.R Imam Muslim).

Tetapi hamba hamba Allah yang tergelincir kepada dosa dan maksiat hakikatnya SANGAT INGIN untuk menghapus dosanya ketika berada di dunia.

Sungguh banyak berdzikir adalah salah satu jalan untuk menghapus dosa hamba hamba Allah, meskipun dosanya SEBANYAK BUIH DI LAUTAN. Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang hal ini, diantaranya : 

Pertama : Membaca Subhanallahi wa bihamdihi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barang siapa membaca : Subhanallahi wabihamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun SEBANYAK BUIH DILAUTAN. (H.R Imam Muslim).

Kalimat dzikir ini adalah rangkaian dari dzikir pagi dan petang yang dianjurkan untuk dibaca masing masing seratus kali. Oleh karena itu bagi saudara saudara kita yang terbiasa mengamalkan dzikir pagi dan petang secara lengkap maka ada kesempatan membaca kalimat dzikir SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI ini dua ratus kali sehari.   

Kedua : Membaca dzikir setelah shalat fardhu. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

Abu Hurairah, dimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barangsiapa bertasbih (mengucapkan Subhanallah) di setiap akhir shalat sebanyak 33 kali, bertahmid (mengucapan Alhamdulillah) sebanyak 33 kali, bertakbir (mengucapkan Allahu Akbar) sebanyak 33 kali lalu sebagai penyempurna (bilangan) 100 ia mengucapkan : ‘Laa ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir (tiada yang berhak disembah dengan haq selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Bagi-Nya segala puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka Aku akan mengampuni dosa-dosanya sekalipun sebanyak BUIH DILAUTAN. (H.R Imam Muslim)

Ketiga : Membaca dzikir ketika hendak tidur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ قَالَ حِينَ يَأْوِيْ إِلىَ فِرَاشِهِ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَه ُلَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، سُبْحَانَ اللهِ، وَالحَمْدُ للهِ ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ. غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوْبُهُ – أَوْ قَالَ: خَطَايَاه، شكَّ مِسْعَرٌ – وَإِن ْكَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْر)

Apabila seorang dari kalian menuju kasurnya, dan mengucapkan : Laa ilaha illallah wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qadir, subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaha illallah wallahu akbar, maka Allah ampuni dosa-dosanya meski sebanyak BUIH DILAUTAN di dunia ini. (H.R Ibnu Hibban dan Ibnu Sunni, dishahihkan al-Albani, dari Abu Hurairah).

Sungguh Allah Ta’la Maha Pengampun. Namun demikian ketahuilah bahwa yang dihapus dalam hal ini adalah :

(1) DOSA DOSA KECIL. Jika seseorang melakukan dosa besar  maka  wajib baginya bertaubat dengan sebenar benar taubat yaitu dengan memenuhi syarat syarat TAUBAT NASUHA.

(2) Adapun dosa atau keburukan yang DILAKUKAN KEPADA MANUSIA maka haruslah dengan meminta dimaafkan  dan jika berkaitan dengan harta maka harus dikembalikan atau meminta ridhanya.

Wallahu A'lam. (3.559)

 

 

 

Minggu, 11 Mei 2025

SANGAT DIANJURKAN BANYAK DOA MEMOHON AMPUN UNTUK ORANG TUA

 

SANGAT DIANJURKAN BANYAK DOA MEMOHON AMPUN UNTUK KEDUA ORANG TUA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta'ala telah mewajibkan dan memerintahkan orang orang beriman berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Allah Ta'ala berfirman :

Pertama : Dalam surat al Ankabut ayat 8. Allah Ta'ala berfirman :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۖ 

Dan KAMI WAJIBKAN kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya.

Kedua : Dalam surat Luqman ayat 14. Allah Ta'ala berfirman :

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ

Dan KAMI PERINTAHKAN kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya.

Ketahuilah bahwa sangat banyak jalan untuk BERBUAT BAIK kepada kedua orang tua. Diantara cara berbuat baik kepada kedua orang tua adalah selalu mendoakan kebaikan bagi keduanya. KETIKA BELIAU MASIH HIDUP ATAU SUDAH WAFAT.

Diantara doa yang dianjurkan untuk kedua orang tua KETIKA BELIAU MASIH HIDUP ATAU SUDAH WAFAT adalah :

Pertama : Doa memohon ampun bagi diri dan orang tua.

   رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.

Wahai Rabb-ku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.

Kedua : Doa dari al Qur an surat al Isra' 24.

رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ 

Wahai Rabb-ku, sayangilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.

Selain itu, juga boleh mendoakan kedua orang tua dengan doa doa kebaikan yang lainnya baik dalam bahasa Arab atau dalam bahasa kita. Mendoakan kedua orang tua sangat dianjurkan setiap saat terutama sekali pada saat atau waktu waktu doa mudah diijabah, diantaranya :

(1) PADA SEPERTIGA MALAM TERAKHIR. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan hal ini dalam sabda beliau :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah Ta’ala berfirman : Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)

(2) Pada saat sujud dalam shalat. Rasulullah memberikan tuntunan pula kepada kita untuk memperbanyak doa pada saat sujud.Rasulullah Salallahun 'alaihi Wasalam  bersabda : 

أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدُ فَأَكْثِرُوْا الدُّعَاءَ

Sedekat-dekatnya seorang hamba dari Rabb-nya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa (pada waktu itu)H.R Imam Muslim.

(3) Setelah tasyahud akhir sebelum salam ketika shalat wajib.

Ini adalah termasuk dalam waktu doa didengar dan diijabah. Rasulullah pernah ditanya kapankan doa seseorang itu didengar (diijabah) oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka beliau bersabda : 

 

جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

Pada akhir malam dan di akhir shalat wajib. (H.R at Tirmidzi).

Lalu ada yang bertanya, berapa kali seseorang mendoakan kedua orang tuanya dalam sehari semalam ?.

Iya sebanyak mungkin, karena doa untuk orang tua adalah doa kebaikan maka hakikatnya semakin banyak kita memohon kepada Allah maka semakin banyak pula kebaikan mendatangi kedua orang tua. Sungguh, inilah yang kita harapkan yaitu sebagai balas budi atau bakti  kita kepada kedua orang tua.

Bukankah waktu kita masih bayi kita dijaga orang tua 24 jam hampir tanpa jeda. Oleh karena itu tidaklah pas jika kita hanya mendoakan orang tua hanya 5 atau 10 kali saja sehari semalam.  

Oleh karena itu banyak banyaklah berdoa terutama memohonkan ampun bagi kedua orang tua baik ketika beliau masih hidup ataupun sudah wafat. 

Wallahu A'lam. (3.558)   

 

 

 

Jumat, 09 Mei 2025

BANYAK KEUTAMAAN MENDATANGI ORANG BERTAKWA

 

BANYAK KEUTAMAAN MENDATANGI ORANG BERTAKWA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Tentang makna takwa dijelaskan oleh Syaikh Abdul Muhsin al ‘Abbad, beliau berkata : Makna takwa dalam syariat adalah seseorang melindungi dirinya dari murka Allah. Yaitu dengan : (1) Menjalankan perintah dan menjauhi larangan. (2) Membenarkan semua berita dari Allah. (3) Beribadah kepada Allah sesuai dengan yang disyariatkan-Nya, bukan dengan cara yang mengada ada dan muhdats. (Syarah Hadits Arba’in an Nawawiyah).

Sungguh, bertakwa haruslah menjadi pegangan atau sifat paling utama yang harus dipelihara dengan sungguh sungguh oleh hamba hamba Allah. Ketahuilah bahwa  sangatlah banyak kebaikan dan keutamaan yang akan mendatangi orang orang yang bertakwa.  Diantaranya adalah :

Pertama : Alah Ta'ala mencintai orang bertakwa. Allah Ta'ala berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. (Q.S at Taubah 7).

Sungguh, cinta Allah pada seorang hamba itu adalah imbalan pada hamba yang tekun, ikhlas, dan kontinyu beribadah atau beramal shalih yang dilandasi iman. Bila seseorang telah berada pada tingkat dicintai oleh Allah, Allah menyebut nama orang itu seperti dalam hadis berikut :

إِذَا أَحَبَّ اللهُ تَعَالَى العَبْدَ، نَادَى جِبْريلَ: إنَّ الله تَعَالَى يُحِبُّ فُلانًا، فَأَحْبِبْهُ، فَيُحِبُّهُ جِبريلُ، فَيُنَادِي في أَهْلِ السَّمَاءِ: إنَّ اللهَ يُحِبُّ فُلانًا، فَأحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أهْلُ السَّمَاءِ، ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ القَبُولُ في الأرْضِ)). متفق عليه

Apabila Allah mencintai seorang hamba, Ia menyuruh Jibril. Sesungguhnya Allah mencintai Fulan maka cintailah ia, maka Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril menyeru penduduk langit, ”Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan maka cintailah ia. Penduduk langit pun mencintainya, kemudian menjadi orang yang diterima di muka bumi. (H.R Imam Bukhari).

Kedua : Orang bertakwa mulia di sisi Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman :

Sungguh, kemuliaan yang harus sungguh sungguh dicari oleh seorang hamba adalah kemuliaan di sisi Allah. Dan kemuliaan itu HANYA AKAN MENDATANGI ORANG ORANG BERTAKWA. Allah Ta'ala berfirman  :

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sungguh, yang paling mulia diantara kamu DI SISI ALLAH ialah orang YANG PALING BERTAKWA. Sungguh Allah Maha Mengetahui Mahateliti. (Q.S al Hujurat 13).

Ketiga : Allah Ta’ala akan memberi jalan keluar dan membukakan pintu rizki.  Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا  وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberi rizki dari arah yang tidak disangkanya. (Q.S ath Thalaq 2-3).

Keempat : Allah Ta’ala akan menghapus dosa dan melipatgandakan pahala. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menghapus kesalahan kesalahannya dan melipatgandakan pahala baginya. (Q.S ath Thalaq 5).

Dan ketahuilah bahwa sungguh, PUNCAK KENIKMATAN BAGI ORANG BERTAWA adalah mendapat  surga yang seluas langit dan bumi. Allah Ta’ala berfirman :

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabb-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi YANG DISEDIAKAN BAGI ORANG ORANG YANG BERTAKWA. (Q.S Ali Imran 133).

Wallahu A'lam. (3.557).

 

 

Rabu, 07 Mei 2025

TENTARA ALLAH DATANG MENGHANCURKAN MANUSIA DURHAKA DAN ZHALIM

 

TENTARA ALLAH DATANG MENGHANCURKAN MANUSIA DURHAKA DAN ZHALIM

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Di zaman ini kita mengetahui dan melihat masih banyak manusia yang durhaka kepada Allah serta berbuat zalim. Mungkin mereka lupa  bahwa adzab Allah akan mendatangi mereka, menghancurkan dan mengadzab mereka di dunia dan di akhirat akan mendapat adzab yang lebih berat.

Lihatlah bagaimana tantara Allah telah menghacurkan dan mengadzab orang orang atau kaum terdahulu yang durhaka kepada Allah serta berbuat zhalim, diantaranya adalah :

Pertama : Dihancurkan tentara Allah  berupa suara menggelegar dari langit serta gempa yang dahsyat.

Tersebab keangkuhan kaum Tsamud yang  menantang Nabi Shalih maka Allah Ta’ala menurunkan adzab yang besar, yaitu sebagaimana firman-Nya : 

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Lalu datanglah gempa menimpa mereka dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka. (Q.S al A’raf 78).

Imam Ibnu Katsir berkata : Setelah matahari terbit dari timur yaitu pada hari Ahad pagi, muncullah suara keras dari langit dan gempa yang dahsyat dari bawah mereka, sehingga nyawa mereka melayang dalam satu waktu, semua gerakan terhenti dan semua suara pun diam, dan seluruh hakikat pun menjadi kenyataan. (Qashashul Anbiyaa)

Kedua : Dihancurkan oleh tentara Allah yaitu hujan batu, suara menggelegar dan dibenamkan ke dalam bumi.

Telah datang hukuman berat  berupa adzab yang bertubi-tubi pada pelaku homoseksual dari kaum Nabi Luth. Mereka dibinasakan dengan : (1) Suara yang keras. (2)  Dibenamkan ke dalam bumi. (3) Dan  dihujani dengan batu. Allah Ta’ala menjelaskan dalam firman-Nya : 

لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ ، فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ ، فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ

Sungguh mereka terombang-ambing dalam kemabukan mereka (kesesatan). Maka mereka dibinasakan oleh suara keras ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari sijjil. (QS. Al-Hijir 72-74

Ketiga : Dihancurkan oleh tentara Allah yaitu burung.

Pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah dari Yamangajah dengan pasukan  hendak menghancurkan Ka'bah. Tetapi  usaha mereka digagalkan oleh Allah SWT yang mengirimkan burung ababil untuk menghancurkan pasukan tersebut dengan melempari mereka batu panas dari neraka. 

Perkara ini dijelaskan Allah Ta'ala dalam firman-Nya :

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍۭ

Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). Q.S al Fiil 3-5).

Keempat : Dihancurkan oleh tentara Allah yaitu seribu Malaikat.

Dalam perang Badr kaum pasukan kaum muslimin berjumlah 313 orang harus menghadapi pasukan kafir Quraisy sekitar 1000 orang. Lalu  Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam memohon pertolongan Allah Ta'ala.

Lalu Allah Ta'ala mengirim tentara-Nya yaitu 1000 malaikat  untuk membantu kaum Muslimin sehingga kafir Quraisy bisa dikalahkan. Allah Ta'ala berfirman : 

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabb-mu lalu diperkenankannya bagimu : Sunguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan SERIBU MALAIKAT  yang datang berturut turut. (Q.S al Anfal 9)

Itulah kisah sebagian kaum yang pernah  dihancurkan oleh tentara Allah karena kedurhakaan dan perbuatan zhalim mereka. Lalu bagaimana dengan manusia di zaman ini yang durhaka dan berbuat zhalim ?.

Hakikatnya Allah Ta'ala memberi mereka kesempatan bertaubat sebelum datang waktunya mereka dihancurkan oleh tentara Allah yang berbagai bentuknya.

Syaikh Abdurrazaq bin Muhsin al Badr,   antara lain menjelaskan bahwa (salah satu nama Allah Yang Mahaindah)   Al Halim yakni Maha Penyantun bermakna : Yang tidak menyegerakan hukuman bagi hamba hamba-Nya karena dosa dosa dan maksiat mereka. Allah melihat hamba hamba-Nya kufur dan durhaka kepada-Nya. Tetapi Dia bersifat santun terhadap mereka dan menangguhkan (hukuman). Dia mengamati dan menunda serta tidak menyegerakan.

Bahkan Dia masih terus saja melimpahkan berbagai kenikmatan kepada mereka walaupun mereka sering durhaka serta banyak melakukan dosa dan kesalahan. Dia bersikap santun dan tidak langsung membalas orang orang yang bermaksiat lantaran perbuatan maksiat mereka. Dia memberikan tenggang waktu hingga mereka bertaubat dan Allah tidak menyegerakan hukuman agar mereka mau kembali kepada Allah. (Kitab Fiqih Asma'ul Husna)

Wallahu A'lam. (3.556)

 

 

 

 

 

 

 

 

Selasa, 06 Mei 2025

KERUGIAN SANGAT BESAR BAGI PARA PELAKU MAKSIAT

 

KERUGIAN SANGAT BESAR BAGI PARA PELAKU MAKSIAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa para pelaku maksiat dan selalu berbuat dosa pasti akan mendapat balasan bukan hanya di alam kubur dan di negeri akhirat tetapi juga di dunia. Ingatlah bahwa Allah Ta’ala tak lengah sedikit pun terhadap perbuatan yang dilakukan hamba hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman :  

وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Dan Allah tidak lengah dengan apa yang kamu kerjakan. (Q.S Ali Imran 99).

Allah Ta’ala berfirman :  

وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan bumi dan  kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakal-lah kepada-Nya. Dan Rabb-mu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.  (Q.S Huud 123).

Perhatikanlah bahwa orang bermaksiat itu di dunia akan mendapati paling tidak  tiga keadaan dalam hidupnya sebagai balasan  kemaksiatan dan kelakuan buruknya.

Pertama : Orang orang yang  bermaksiat TAK MUNGKIN MENDAPAT KETENANGAN HATI dan selalu merasa cemas dan kegelisahan. Lalu apa arti kehidupan  meskipun dikelilingi oleh harta yang banyak dan pangkat serta jabatan tinggi jika selalu dirundung kegelisahan.

Kedua : Orang yang bermaksiat bisa jadi akan mendapat adzab di dunia sebagaimana orang orang terdahulu yang bermaksiat lalu Allah turunkan berbagai musibah berupa adzab buat mereka di dunia seperti Qarun, Fir’aun, kaum Tsamud, kaum Luth dan yang lainnya.

Lihatlah, bagaimana semua orang mengetahui bahwa pada bulan April 2022 terjadi peristiwa buruk dan sangat memalukan dirinya yaitu    menimpa seorang yang bergelar doktor, dipukuli orang orang di depan umum sampai berdarah darah bahkan (maaf) hampir telanjang karena celananya juga dicopot.

Kejadian ini bisa disebut sebagai adzab di dunia akibat kelakuan buruk yang dilakukannya melalui ucapan ataupun tulisan di media sosial yang menyakiti umat Islam, diantaranya dia mengatakan : (1) Perintah shalat (5 waktu) tak ada dalam al Qur an. (2) Haji dan Umrah disetop saja karena termasuk pemborosan. (3) LGBT tak diharamkan dalam al Qur an dan banyak lagi yang lainnya.

Ketiga : Orang yang bermaksiat tetapi secara zhahir kehidupannya kelihatan semakin baik. Inilah yang disebut dengan istidraj yaitu diberi kesenangan sangat sementara menjelang diturunkan adzab yang berat. Allah Ta’ala berfirman :

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka gembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka.  Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Q.S al An’am  44).

Dalam sebuah hadits juga disebutkan bahwa Rasulullah bersabda :  “Jika ada orang yang berbuat dosa tetapi mendapat kesenangan dan tidak mendapat adzab dari Allah maka bisa jadi itu adalah istidraj. Kesenangan tersebut hanyalah kesenangan sesaat di dunia yang akan dibalas  dengan adzab oleh Allah baik segera di dunia  atau di akhirat.” (H.R Imam Ahmad dan ath Thabrani, dishahihkan oleh Syaikh al Albani)

Keempat : Orang yang bermaksiat terhalang atau dilalaikan beribadah. Inilah seburuk buruk balasan DAN SEBERAT BERAT ADZAB baginya. Sungguh salah satu adzab yang   yang SANGAT BESAR MENIMPA  seseorang adalah ketika dia LALAI MELAKUKAN IBADAH  yang fardhu dan juga yang sunnah. Dan sungguh, adzab di akhirat pasti jauh lebih berat.

Wallahu A'lam. (3.555).

Senin, 05 Mei 2025

TUJUAN UTAMA MENCARI RIZKI UNTUK MENOPANG IBADAH

 

TUJUAN UTAMA MENCARI RIZKI UNTUK MENOPANG IBADAH

Disusun oleh : Azwir B.Chaniago

Sungguh, merupakan kewajiban orang beriman mencari rizki sesuai kemampuan dan kesempatannya. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengingatkan kita semua untuk berusaha atau bekerja mencari rizki walaupun dengan usaha yang mungkin dianggap rendah oleh sebagian manusia. Beliau bersabda : 

لأَن يأخذ أحدكم أُحبُلَهُ ثم يأتي الجبل، فيأتي بِحُزْمَة من حطب على ظهره فيبيعها، فَيَكُفَّ الله بها وجهه، خيرٌ له من أن يسأل الناس، أعْطَوه أو مَنَعُوه

Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mengambil beberapa utas tali, lalu ia pergi ke gunung, kemudian ia kembali dengan memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, sehingga dengan hasil itu Allah mencukupkan kebutuhan hidupnya. Itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada sesama manusia, baik mereka memberinya ataupun tidak. (H.R Imam Bukhari).

Tetapi ketahuilah bahwa tujuan mencari rizki bukanlah untuk mendapatkan harta yang banyak bahkan berlimpah. Sungguh,  mencari rizki memang diperintah dalam syariat Islam. Namun demikian tujuan  mencari rizki adalah untuk bisa memenuhi kebutuhan diri, keluarga dan orang yang menjadi tanggungan. Sehingga terjaga kehormatan diri dengan tidak meminta minta.

Selain ketahuilah bahwa hakikat mencari atau berusaha mencari harta   adalah SEBAGAI PENOPANG DIRI AGAR BISA BERIBADAH DENGAN LEBIH BAIK. Sungguh, Allah Ta’ala tidaklah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Allah Ta'ala  berfiman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menjadikan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S adz Dzariyat 56) 

Allah Ta'ala juga berfirman :

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا 

Dan carilah negeri akhirat di dalam apa-apa yang Allah berikan kepadamu, dan janganlah engkau lupakan bagianmu di dunia. (Q.S al Qashash 77).

Oleh karena itu, hendaklah kita camkan bahwa niat kita berusaha dan bekerja adalah untuk menopang mendukung ibadah kita kepada Allah.

Kita bekerja dan berusaha untuk mendapatkan rizki berupa harta dan  uang, untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum agar kuat beribadah. Dengan harta berupa uang kita bisa melakukan ibadah haji dan umrah, bisa berinfak dan bershadaqah bahkan berzakat dan yang lainnya.

Sungguh saudaraku, jika tujuan kita mencari rizki adalah sebagai penopang atau pendukung dalam ibadah maka MAKA KITA AKAN DIJAUHKAN DARI SIFAT BERBURU HARTA YANG BISA MELALAIKAN IBADAH. Kenapa ?, karena fokus kita mencari rizki adalah sebagai penopang ibadah. Bahkan mencari rizki itu kita niatkan dalam rangka ibadah.  

Ketahuilah bahwa ternyata sebagian manusia di zaman ini ada yang  keliru dalam memahami makna usaha mencari rizki berupa harta dan uang, diantaranya :

Pertama : Menganggap mencari rizki berupa harta harus diutamakan lalu berusaha mendapatkan harta yang banyak bahkan berlimpah. Akibatnya bisa bisa memalaikan ibadah kepada Allah Ta'ala. Bahkan sampai ada yang lupa mana  halal dan haram.

Kedua : Sebagian saudara kita menganggap bahwa dengan memiliki harta yang banyak maka bisa membuat dirinya mulia dan dihormati dalam pergaulan. Padahal Allah Ta'ala telah mengingatkan bahwa kemuliaan itu ada pada orang bertakwa . Allah Ta'ala berfirman :

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang YANG PALING BERTAKWA. Sungguh Allah Maha Mengetahui Mahateliti. (Q.S al Hujurat 13).

Ketiga : Sebagian saudara kita beranggapan bahwa ketika memiliki harta atau uang yang banyak maka segala yang kita inginkan bisa dibeli. Ingatlah ada orang bijak yang mengingatkan : Uang bisa membeli rumah yang besar dan mewah, tetapi UANG TIDAK BISA MEMBELI BAITI JANNATI, RUMAHKU SURGAKU.

Wallahu A'lam. (3.554).

 

 

 

Jumat, 02 Mei 2025

MEMBUKA PINTU RIZKI DENGAN INFAK DAN SEDEKAH

 

MEMBUKA PINTU RIZKI DENGAN INFAK DAN SEDEKAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Berinfak dan bersedekah adalah salah satu perbuatan mulia  yang sangat sangat dianjurkan dalam syariat Islam. Bahkan Allah Ta'ala mengingatkan bahwa diantara tanda  orang bertawa adalah berinfak dalam KEADAAN LAPANG DAN SEMPIT. Allah Ta'ala berfirman :

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(Orang yang bertakwa adalah) orang yang menafkahkan hartanya dalam  KEADAAN LAPANG ATAU DALAM KEADAAN SEMPIT, menahan amarahnya dan suka memaafkan kesalahan manusia. Dan Allah menyukai orang orang yang berbuat baik. (Q.S Ali Imran 134).

Sungguh, Allah Ta'ala secara tegas dan jelas telah memerintahkan hamba hamba-Nya yang beriman untuk senantiasa berinfak sebagaimana firman-Nya : 

ٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌۗ وَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Wahai orang orang yang beriman !. Infakkanlah sebagian dari rizki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang orang kafir itulah orang yang zhalim. (Q.S al Baqarah 254).

Dan juga Allah Ta'ala berfirman :

وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Infakkanlah (belanjakanlah hartamu) di jalan Allah. Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah mencintai orang orang yang berbuat baik. (Q.S al Baqarah 195).

Syaikh as Sa'di berkata : (Dalam ayat ini) Allah Ta'ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berinfak dijalan-Nya, yakni mengeluarkan harta pada jalan jalan yang menyampaikannya kepada Allah, yaitu segala Jalan kebaikan seperti sedekah kepada orang miskin atau kerabat dan berinfak kepada orang yang wajib diberikan nafkah. (Kitab Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Sungguh, tidaklah ada kekhawatiran orang orang beriman untuk banyak berinfak dan bersedekah karena Allah Ta'ala  akan melipat gandakan harta yang diinfakkan di jalan –Nya :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Mahaluas dan Maha Mengetahui.(Q.S al Baqarah 261).

Syaikh as Sa’di berkata : Nafkah nafkah seperti ini (infak di jalan Allah) akan dilipat gandakan. Kelipatan ini dengan tujuh ratus kali lipat hingga berlipat ganda lagi banyaknya  dari itu. Karena itu Allah berfirman : “Allah melipat gandakan (balasan) bagi siapa yang Dia kehendaki. Itu tentunya sesuai dengan apa yang ada dalam hati orang yang berinfak tersebut dari keimanan dan keikhlasan yang tulus. Juga sesuai dengan kebaikan dan manfaat yang dihasilkan dari infaknya tersebut. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Oleh karena itu hamba hamba Allah tetap berusaha untuk berinfak dan bersedekah di setiap keadaannya dan Allah Ta'ala akan mengganti dengan berlipat ganda.

Selain itu para ulama terdahulu mengingatkan agar hamba hamba Allah jangan bakhil dalam mengeluarkan sebagian hartanya untuk berinfak dan bersedekah.

Syaikh As Sindi  mengatakan : Janganlah engkau menahan apa yang ada di tanganmu, akibatnya Allah akan mempersulit pintu-pintu rizki. Dalam hadits ini terkandung pengertian, bahwa kedermawanan akan membuka pintu rizki, dan kikir adalah sebaliknya. (Hasyiyah as Sindi ’ala Sunan an Nasa’i)

Al Mubarakfuri berkata : Bahwa sedekah meningkatkan harta dan menjadi salah satu penyebab keberkahan dan pertambahannya. Dan (menunjukkan pula), kalau orang yang bakhil, tidak bersedekah, (maka) Allah mempersulit dirinya dan menghambat keberkahan pada harta dan pertambahannya. (Tuhfatul Ahwadi)

Wallahu A'lam. (3.553)