Selasa, 22 Agustus 2023

SALAH SATU PERANGAI YANG BURUK ADALAH SUKA MENCELA

 

SALAH SATU PERANGAI YANG BURUK ADALAH SUKA MENCELA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa  Imam adz Dzahabi, dalam Kitab al Kaba’ir mengelompokkan sifat suka mencela ini sebagai SALAH SATU DOSA BESAR.  Dan sungguh dosa besar hanya bisa dihapus dengan taubat nasuha atau taubat yang sebenar benarnya. (Lihat Kitab al Kaba’ir).

Sungguh Allah Ta'ala dengan sangat tegas melarang hamba hamba-Nya untuk mencela orang lain. Allah Ta'ala berfirman : 

وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Janganlah kamu SALING MENCELA SATU SAMA LAIN dan janganlah saling memanggil dengan gelar gelar yang buruk. Seburuk buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. (Q.S. al Hujraat  11)

Syaikh Abdurrahman as Sa’di rahimahullah berkata : Dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang sebagian hak seorang mukmin dengan mukmin yang lain. Yaitu janganlah sekelompok orang mencela sekelompok yang lain baik dengan kata kata ataupun perbuatan yang mengandung makna merendahkan saudara sesama muslim. Perbuatan ini terlarang dan hukumnya haram. Perbuatan ini menunjukkan bahwa orang yang mencela itu merasa kagum dengan dirinya sendiri (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam juga telah mengingatkan tentang keburukan dan bahaya sifat mencela sebagaimana sabda beliau : 

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

Mencela seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya (adalah) kekufuran.  (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Syaikh  Abdurrahman bin Nashir as Sa'di rahimahullah berkata : Sesungguhnya celaan itu tidak akan muncul kecuali dari orang yang hatinya penuh dengan akhlak yang buruk dan perangai yang tercela.

Oleh karenanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Cukuplah seseorang itu dikatakan buruk akhlaknya manakala dia merendahkan saudaranya sesama muslim. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)

Ketahuilah saudaraku, ketika engkau mencela orang lain, bisa jadi engkau lebih patut dicela daripada orang yang engkau cela. Renungkanlah !. Wallahu A'lam (3.069)

JIKA MENDAPATKAN RIZKI MULAI TERASA SULIT

 

JIKA MENDAPATKAN RIZKI MULAI TERASA SULIT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta'ala memberi atau membagi rizki bagi semua makhluknya terutama manusia sesuai kehendak-Nya semata. Allah Ta'ala berfirman :  

وَٱللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِى ٱلرِّزْقِ ۚ

Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rizki. (Q.S an Nahal 71).

Nah, ketika seorang hamba merasa kurang dalam hal rizki hendaklah mengedepankan sikap qana'ah yaitu merasa cukup dengan yang sedikit sebagai tanda syukurnya kepada Allah Ta'ala. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda : 

و كن قنِعًا تكن أشْكَرَ الناسِ

Jadilah engkau orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang PALING BERSYUKUR. (H.R Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Ketahuilah bahwa sungguh Allah Ta'ala Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ketika seorang hamba merasa butuh tambahan rizki, maka Allah Ta'ala telah memberi beberapa jalan atau petunjuk, diantaranya adalah :

Pertama : Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat.

Ketika seseorang ingin mendapatkan tambahan rizki dan kebaikan maka wajib baginya untuk menjauh dari dosa dan maksiat.

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ

Sesungguhnya seorang laki laki itu benar benar akan  terhalang dari rizki disebabkan dosa yang dilakukannya. (H.R Ibnu Majah).

Setelah menyebut hadits ini, Imam Ibnul Qayyim berkata : Tak ada yang dapat menarik rizki kecuali dengan meninggalkan maksiat. (Ad Daa’ wa Dawaa’).

Kedua : Banyak memohon ampun. Allah Ta'ala menjelaskan perkara ini dalam firman-Nya :

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا  يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَٰرًا

Maka aku katakan kepada mereka : MOHONLAH AMPUN kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepadamu hujan yang lebat dari langit. Dan Dia memberikan kepadamu anak-anak dan harta yang banyak, diadakan-Nya bagimu kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu. (Q.S Nuh 10-12).

Ketiga : Menjaga hubungan silaturrahim. Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

عَن ابْن شهاب أَخْبَرَنٍيْ أَنَس بْن مَالِك أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ  

Diriwayatkan dari Ibnu Sihab  (dimana) telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda : Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan (sisa) umurnya, maka sambunglah (tali) kerabatnya. (H.R Imam Bukhari).

Dengan bersandar pada zhahir hadits ini maka hamba hamba Allah hendaklah memperbanyak mengunjungi, berkomunikasi via handphone ataupun media sosial kepada karib kerabat terutama orang tua  dan kerabat yang memiliki tali persaudaraan. Ini adalah salah satu jalan untuk membuka pintu rizki.

Keempat : Berserah diri atau bertawakal kepada Allah Ta'ala.

Selain itu, ketahuilah bahwa Allah Ta’ala   akan mencukupkan keperluan hamba hamba yang bertawakal kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman : 

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ

Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. (Q.S ath Thalaq 3).

Kelima : Banyak berdoa.

Diantara doa memohon rizki yang diajarkan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya adalah : 

وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

(1) Berilah kami rizki dan Engkau sebaik baik pemberi rizki. (Q.S al Ma-idah 114).

(2) Doa yang biasa  dibaca oleh Rasulullah sebagai bagian dari   dzikir pagi beliau setelah shalat shubuh yaitu : 

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima. (H.R Imam  Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu Sunni).

Wallahu A'lam. (3.068).

 

 

 

Kamis, 17 Agustus 2023

TETAP MENGAMALKAN SHALAT MALAM SETELAH RAMADHAN BERLALU

 

TETAP MENGAMALKAN SHALAT MALAM SETELAH RAMADHAN BERLALU

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Pada malam bulan Ramadhan kita gembira menyaksikan bagitu banyak saudara saudara kita yang mengamalkan shalat lail atau shalat malam yang di bulan Ramadhan disebut shalat taraweh. Masjid masjid penuh bahkan jamaah sampai melimpah  keluar  ruangan utama masjid.

Lalu bagaimana dengan shalat lail di luar bulan lainnya atau setelah bulan Ramadhan berlalu ?. Ketahuilah bahwa shalat lail atau shalat malam di luar bulan Ramadhan MEMANG DISYARIATKAN dengan nama yang masyhur yaitu SHALAT TAHAJUD. Sungguh shalat tahajud ini adalah shalat terbaik setelah shalat fardhu. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :


وَأفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ : صَلاَةُ اللَّيْلِ

Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.  (H.R Imam Muslim).

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam juga bersabda :

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam menjelaskan dalam sabda beliau bahwa shalat malam adalah KEBIASAAN ORANG ORANG SHALIH :  

  عَلَيٌكُمٌ بِقِيَامِ اللَّيٌلِ فَإِنَهُ  دَأَبُ الصَّالِحِيٌنَ قَبٌلِكُمٌ ، وَهُوَ قُرٌبَةٌ اِلَى رَبِّكُم ٌ ، ومُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّءَاتِ، مَنٌهَةٌ عَنٌ الإِثٌمِ

Hendaklah kalian melakukan shalat malam karena ia adalah kebiasaan orang orang shalih sebelum kalian, ia sebagai amal mendekatkan diri bagi kalian kepada Allah, penghapus kesalahan kesalahan dan menjauhkan dosa. (H.R  at Tirmidzi,  al Baihaqi dan al Hakim).

Selain itu ketahuilah bahwa Allah Ta'ala turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman : Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni. (H.R Imam  Bukhari dan Imam Muslim).

Tentang hadits ini, Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin menjelaskan : Demikianlah Allah 'Azza Wajalla turun ke langit dunia dengan cara yang layak bagi-Nya tanpa bisa dimisalkan juga digambarkan tentang turun-Nya itu. Karena Allah 'Azza Wajalla lebih tahu tentang diri-Nya dan Allah tidak pernah memberi tahukan hakikat sifat-Nya dan melarang kita untuk membuat permisalan tentangnya. (Al amal ash Shalihat La Tanqathi' Binqitha'i Ramadhan).

Oleh karena itu, hamba hamba Allah hendaklah tetap berusaha melaksanakan shalat malam setelah bulan Ramadhan berlalu.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (3.067).

 

 

Selasa, 15 Agustus 2023

INGAT KEWAJIBAN JIKA DILAPANGKAN RIZKI

 


INGAT KEWAJIBAN JIKA DILAPANGKAN RIZKI

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh tentang rizki, Allah Ta'ala telah membagi sesuai kehendak-Nya semata. Allah Ta'ala berfirman :

ٱللَّهُ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Allah melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S al Ankabut 62)

Nah, ketika seorang hamba dilapangkan rizkinya maka ada beberapa kewajiban utama yang tidak boleh dilalaikan, diantaranya adalah :

Pertama : Jangan melalaikan kewajiban mengeluarkan zakat.  Ketika mendapat rizki lebih maka jangan lalai menunaikan kewajiban zakat harta. Allah Ta'ala berfirman :

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan mensucikan mereka  dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Q.S at Taubah 103).

Selain itu, juga sangat dianjurkan memberikan infak dan sedekah kepada yang membutuhkan meskipun tidak wajib. Allah Ta'ala berfirman :


وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. (az Zaariyat 19).

Kedua : Jangan boros dan mubadzir. Al Imam Ibnu Abidin menjelaskan : Boros adalah menggunakan harta untuk sesuatu yang benar, namun melebihi batas yang dibenarkan. sedangkan mubadzir adalah menggunakan harta untuk sesuatu yang tidak benar. (Hasyiyah Ibnu Abidin).

Ketika seseorang diberi harta yang lebih maka sangatlah dianjurkan untuk tetap menjauh dari sifat israf atau boros dan tabdzir atau mubadzir. Sungguh Allah Ta'ala telah mengingatkan dalam firman-Nya berikut ini :


وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا.إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

Jangan melakukan perbuatan tabdzir. Sesungguhnya para mubadzir itu temannya syaithan. Dan syaithan itu sangat ingkar kepada Rabb-nya. (Q.S al Isra: 26-27).

Dan juga Allah Ta'ala berfirman :

وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih lebihan. (Q.S al A'raf 31).

Ketiga : Kewajiban bersyukur dengan rizki yang diberikan Allah Ta'ala yaitu dengan menggunakan nikmat rizki itu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah serta mencari ridha-Nya. Allah Ta'ala berfirman :  

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah)  ketika Rabbmu memaklumkan sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti  Kami menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzab-Ku amat pedih. (Q.S Ibrahim 7) 

Wallahu A'lam. (3.066)

 

Senin, 14 Agustus 2023

JIKA MENGGHIBAH SESEORANG BERARTI ENGKAU MENZHALIMINYA

 

JIKA MENGGHIBAH SESEORANG BERARTI ENGKAU  MENZHALIMINYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Dalam bahasa kita sehari hari, ghibah artinya bergunjing. Dalam KBBI disebutkan bahwa  bergunjing adalah : Berbicara (beromong-omong) tentang kejelekan (kekurangan) seseorang dan sebagainya. Menurut syariat ghibah atau bergunjing adalah sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam sabda beliau :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ ؟ قَالُوْا : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، فَقِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخْيْ مَا أَقُوْلُ ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَ إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tahukah kalian apa itu ghibah ?. Lalu sahabat berkata : Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Rasulullah bersabda : Engkau menyebut saudaramu tentang apa yang dia benci. 

Beliau ditanya : Bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan benar tentang saudaraku ?. Rasulullah bersabda : Jika engkau menyebutkan tentang kebenaran saudaramu maka sungguh engkau telah meng-ghibah  saudaramu dan jika yang engkau katakan yang sebaliknya maka engkau telah menyebutkan fitnah tentang saudaramu. (H.R Imam Muslim).

Ketika seseorang mengghibah saudaranya berarti dia menzhaliminya karena telah berlaku buruk kepadanya. Ini adalah perbuatan yang diharamkan dalam syariat Islam. Dari Abu Dzar, dari Nabi salallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau meriwayatkan dari Rabbnya bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman :

يَا عِبَادِيْ إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِيْ وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا

Wahai sekalian hamba-Ku, Sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman pada diri-Ku dan mengharamkannya pada kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi … (H.R Imam Muslim).

Ketahuilah bahwa sungguh Allah Ta’ala tidak suka atau membenci orang orang yang berbuat zhalim, sebagaimana firman-Nya : 

وَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Dan adapun orang yang beriman dan melakukan kebajikan maka Dia akan memberikan pahala kepada mereka dengan sempurna. Dan ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG ZHALIM. (Q.S Ali Imran 57)

 Dan juga Alah Ta’ala berfirman :

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dai Allah. Sungguh Dia (Allah) tidak menyukai orang orang yang zhalim. (Q.S asy Syura 40)

Nah ketika Alah tidak suka kepada kita lalu kemana dan kepada siapa kita memohon petunjuk dan pertolongan dalam menjalani kehidupan ini. Dan siapa pula yang akan memberi kita keselamatan di akhirat kelak.

Sungguh, Allah Ta’ala telah mengingatkan pula bahwa perbuatan zhalim adalah termasuk dosa besar karena ancamannya adalah adzab yang pedih. Allah Ta'ala berfirman :  

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang telah berbuat zhalim kepada manusia dan telah melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka akan mendapat azab yang pedih. (Q.S asy Syura 42)

Wallahu A'lam. (3.065).

Sabtu, 12 Agustus 2023

DOSA SESEORANG BISA MENUTUP HATINYA

 

DOSA SESEORANG BISA MENUTUP HATINYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Imam Ibnul Qayyim berkata : Termasuk perkara yang seharusnya diketahui bahwasanya DOSA DAN MAKSIAT pasti menimbulkan mudharat atau kerugian, TIDAK MUNGKIN TIDAK. Mudharatnya bagi hati seperti mudharat yang ditimbulkan racun bagi tubuh, yaitu memiliki tingkatan yang beragam. Maksiat memilki dampak yang buruk dan tercela, serta membahayakan HATI DAN BADAN baik di dunia maupun di akhirat.  (Ad Daa' wa ad Dawaa').

Beliau juga berkata : Perbuatan dosa layaknya racun bagi hati. Kalaupun dosa tidak membunuh hati, pasti akan membuatnya LEMAH. Apabila telah melemah kekuatannya maka hati  tidak akan mampu melawan berbagai penyakit (hati). Zaadul Ma’aad.

Sungguh, seorang hamba yang kokoh imannya pastilah SANGAT TAKUT DENGAN DOSA sekecil apapun APALAGI DOSA BESAR. Kenapa ?, karena dosa membahayakan diri seseorang di dunia dan di akhirat kelak.

Imam Ibnul Jauzi berkata : Dosa dosa itu menutupi hati, sehingga jika cermin HATI telah menjadi gelap, maka tidak akan tampak jelas padanya wajah hidayah atau petunjuk. (Kitab at Tabshirah).

Dan juga Syaikh as Sa'di memberi nasehat tentang dosa dan maksiat yang menutupi hati, beliau berkata : Sesungguhnya DOSA ITU MENUTUPI HATI SEDIKIT DEMI SEDIKIT, hingga cahayanya terhapus. Mata hatinya MATI, kemudian  menjadi terbalik baginya hakikat berbagai hal. Sehingga ia melihat kebathilan sebagai kebenaran dan KEBENARAN sebagai KEBATHILAN. Dan ini adalah sebagian dari hukuman terhadap dosa. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan bahwa dosa menjadikan titik hitam yang bisa menutupi hati seseorang, yaitu sebagaimana sabda beliau :

عن أبي هريرة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إن العبد إذا أخطأ خطيئة نكتت في قلبه نكتة سوداء فإذا هو نزع واستغفر وتاب سقل قلبه وإن عاد زيد فيها حتى تعلو قلبه وهو الران الذي ذكر الله كلا بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam, beliau bersabda : Sesungguhnya seorang hamba, ketika berbuat dosa, ada titik hitam di hatinya. Ketika dia meninggalkan dosanya, memohon ampun, dan bertaubat, hatinya kembali bersih.

Dan jika dia kembali (berbuat dosa), titik hitam terus bertambah di hatinya sampai menggunung, dan itulah yang menyelubungi hati (dari cahaya) seperti yang Allah firmankan (al Mutaffifin 14) : Sama sekali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. (H.R at Tirmidzi).

Wallahu A'lam. (3.064)

Jumat, 11 Agustus 2023

SIAPKAN SESUATU YANG AKAN MENEMANI DI ALAM KUBUR

 

SIAPKAN SESUATU YANG AKAN MENEMANI DI ALAM KUBUR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Setelah selesai menjalani kehidupan di dunia, maka  berikutnya manusia akan mengalami alam barzakh atau alam kubur. Di alam barzakh sudah pasti tidak ada keluarga atau sanak saudara yang menemani, kecuali ditemani amal shalih (teman yang hakiki) yang telah disiapkan ketika masih di dunia. Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan dalam sabda beliau :

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

أنس بن مالك – رضي الله عنه – أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال : يتْبعُ الميْتَ ثلاثَةٌ: أهلُهُ ومالُه وعمَلُه، فيرْجِع اثنانِ ويبْقَى واحِدٌ: يرجعُ أهلُهُ ومالُهُ، ويبقَى عملُهُ

Mayit itu diikuti oleh tiga golongan, akan kembali dua golongan dan satu golongan akan tetap menemaninya, dia akan diikuti oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Maka keluarga dan hartanya akan kembali pulang sementara amalnya akan tetap menemaninya (ke dalam kubur),  (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Selain itu ketahuilah bahwa ketika mayit sudah berada di dalam kuburnya  Rasulullah Shallallahu ‘alahi Wasallam menjelaskan tentang alam kubur sebagaimana sabda beliau :

وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ ، حَسَنُ الثِّيَابِ ، طَيِّبُ الرِّيحِ ، فَيَقُولُ : أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ . فَيَقُولُ لَهُ : مَنْ أَنْتَ ؟ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ . فَيَقُولُ : أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ . فَيَقُولُ : رَبِّ أَقِمْ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي

Lalu datanglah kepadanya seorang laki laki yang wajahnya indah, pakaiannya bagus, dan sangat wangi. Ia berkata : Bergembiralah dengan sesuatu yang menyenangkanmu..! Ini adalah hari yang dijanjikan untukmu..”

Ia (mayat) berkata : Siapakah kamu..? wajahmu membawa kebaikan..” Ia menjawab : Aku adalah amalmu yang shaleh.. Ia (mayat) berkata : Ya Rabb, tegakkanlah hari Kiamat agar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku. (H.R Imam Ahmad)

Tentang amal shalih yang menjadi teman di alam kubur ini, al Hafizh Ibnu Rajab al  Hambali rahimahullah berkata : Temanilah yang akan menemanimu.. demi Allah yang ber-istiwa di atas ‘Arasy, tidak akan ada yang menemanimu di kuburmu kecuali satu teman saja. Ia adalah amalmu yang shalih. Maka perbaikilah persahabatanmu dengannya. Ia akan menjadi sahabatmu terbaik di kuburmu. (Lathaiful Ma’arif).

Oleh karena itu hamba hamba Allah haruslah mempersiapkan bekal amal shalih yang akan menjadi teman di alam kubur kelak. Insya Allah bermanfaat bagi kita semua. Wallahu A'lam. (3.063)