MENJAGA
BAHTERA RUMAH TANGGA AGAR TIDAK KANDAS
Disusun oleh : Azwir
B. Chaniago
Kita terkadang
mendengar suatu bahtera rumah tangga kandas dalam perjalanannya dengan berbagai
sebab. Sungguh jika ini terjadi terjadi akan mendatangkan banyak kerugian bagi
pasangan suami istri. Dan yang paling merasakan akibatnya adalah anak anak.
Sungguh kasihan mereka.
Sebenarnya tidak ada
pasangan keluarga yang ingin rumah tangganya kandas diperjalanan meskipun
kadang terjadi karena perkara perkara yang kecil tetapi menjadi besar.
Ketahuilah bahwa ada
beberapa cara yang sangat dianjurkan dalam memelihara keutuhan rumah tangga.
Diantaranya adalah :
Pertama
: Tetap siap menerima kelebihan dan kekurangan pasangan.
Orang
bijak berkata : Tak ada manusia yang sempurna kebaikannya dan sebaliknya tak
ada pula manusia yang sempurna kekurangannya.
Seseorang
bisa jadi akan melihat kekurangan dari pasangannya. Ada kekurangan
yang serius dan ada pula yang tidak terlalu berat.
Tetapi
bagaimanapun kekurangan kekurangan itu umumnya bisa diperbaiki untuk menjadi
lebih baik. Bahkan bisa jadi kekurangan itu merupakan ladang
pahala jika disikapi dengan sabar dan sama sama ingin
memperbaiki.
Janganlah
seseorang yang hanya melihat kekurangan pasangannya bahkan tak mau pula melihat
kekurangan dirinya, egois jadinya. Biasanya ini menjadi
landasan pertama terjadinya kericuhan dalam rumah tangga. Allah
Ta’ala berfirman :
وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ
فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡٔٗا وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرٗا كَثِيرٗا
Dan
bergaullah kalian dengan mereka (para istri) secara patut. Kemudian bila kalian
tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai
sesuatu, padahal Allah menjadikan pada dirinya kebaikan yang banyak. (Q.S an
Nisa’ 19).
Al-Hafizh
Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini : Yakni
mudah-mudahan kesabaran kalian dengan tetap menahan mereka (para istri dalam
ikatan pernikahan), sementara kalian tidak menyukai mereka, akan menjadi kebaikan
yang banyak bagi kalian di dunia dan di akhirat sebagaimana perkataan Ibnu
Abbas radhiallahu ‘anhuma tentang ayat ini, “Si suami
mengasihani (menaruh iba) istri (yang tidak disukainya) hingga
Allah subhanahu wa Ta’ala berikan rezeki padanya berupa anak dari
istri tersebut dan pada anak itu ada kebaikan yang banyak.
(Tafsir Ibnu Katsir).
Sungguh
Rasulullah juga telah mengajarkan bagaimana sikap seseorang dalam menghadapi
kekurangan pasangannya. Beliau bersabda :
لاَ
يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
Janganlah
seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia tidak suka satu
tabiat/perangainya maka (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan tabiat/perangainya
yang lain. (H.R Imam Muslim)
Imam an
Nawawi berkata : Hendaknya seorang laki laki jangan membenci wanita, Jika dia
mendapati pada wanita ada perangai yang tidak disukai maka pasti dia akan
mendapati perangai lain yang dia sukai, seperti misalnya parasnya kurang cantik
tetapi dia taat dalam beragama. Atau bagus akhlaknya, penyayang,
selalu menjaga diri dan sebagainya. (Syarh Shahih Muslim).
Kedua :
Saling mengingatkan dan menasehati dengan lemah lembut.
Jika
seseorang menemui kekurangan pasangannya maka berilah NASEHAT DENGAN LEMAH LEMBUT.
Hindari perkataan kasar dan kalimat yang buruk. Berlemah lembutlah.
Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kalau kelembutan masuk pada sebuah
rumah tangga maka itu pertanda adanya kebaikan. Diriwayatkan dari Aisyah
radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
قال
رسول الله صلى الله عليه وسلم: « يَا عَائِشَةُ ارْفُقِي, فَإِنَّ اللَّهَ إِذَا
أَرَادَ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا دَلَّهُمْ عَلَى بَابِ الرِّفْقِ
Wahai
Aisyah lemah lembutlah. Sesungguhnya jika Allah menghendaki kebaikan pada
sebuah keluarga Allah akan menunjuki mereka menuju pintu kelembutan.(H.R Imam
Ahmad)
Imam
Muslim meriwayatkan, dari
Jabir bin Abdullah bahwa Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
مَنْ
يُحْرَمِ الرِّفْقَ يُحْرَمِ الْخَيْرَ
Barangsiapa
yang tidak memiliki sifat lembut, maka tidak akan mendapatkan kebaikan.
Ketiga :
Senantiasa saling mendoakan dalam kebaikan.
Sangatlah
dianjurkan untuk saling mendoakan diantara pasangan suami istri dan anak anak. Diantara
doa yang disebutkan dalam al Qur an adalah :
رَبَّنَا هَب لَنَا مِنْ أَزْوَجِنَا وَ
ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْينٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
Ya Rabb
kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai
penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang
bertakwa. (Q.S al Furqan 74).
Lazimkanlah
membaca doa ini dan doa doa lainnya untuk saling memohon kebaikan dalam rumah
tangga. Wallahu A'lam. (3.055).