Minggu, 07 Agustus 2022

AMAL SHALIH DIBALAS DI DUNIA DI BARZAKH DAN DI AKHIRAT

 

AMAL SHALIH DIBALAS DI DUNIA DI BARZAKH DAN DI AKHIRAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta'ala Mahaadil. Dia akan membalas semua amal shalih yang dilakukan hamba hamba-Nya dengan kebaikan yang sangat banyak. Allah Ta'ala berfirman :

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. (Q. S ar Rahman 60).

Ketahuilah bahwa balasan kebaikan akan diterima oleh hamba hamba Allah ada di tiga tempat yaitu di dunia, di alam barzakh atau alam kubur dan dibalas sepenuhnya dengan berlipat ganda  di hari akhirat.

Pertama : Balasan amal shalih di dunia.

Allah Ta’ala tidak hanya membalas amal shalih hamba hamba-Nya di akhirat kelak. Tetapi JUGA DI DUNIA, diantaranya  yaitu mendapat KEHIDUPAN YANG BAIK. Allah Ta’ala berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang beramal saleh, laki laki atau perempuan sedangkan dia beriman, akan Kami berikan kepadanya KEHIDUPAN YANG BAIK. Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S an Nahal 97).

Imam Ibnu Katsir berkata : Inilah janji dari Allah Ta’ala bagi orang yang mengerjakan amal shalih, yaitu amal yang mengikuti al Qur an dan as Sunnah, baik laki laki maupun perempuan yang hatinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Amal yang diperintahkan itu telah disyariatkan dari sisi Allah, yaitu Dia akan memberinya KEHIDUPAN YANG BAIK DI DUNIA  dan memberikan balasan di akhirat kelak dengan balasan yang lebih baik dari pada apa yang telah dikerjakannya. (Tafsir Ibnu Katsir).

Dan juga bagi orang orang bertakwa, Allah Ta’ala berjanji memberi jalan keluar dari kesulitannya dan juga memberi rizki di dunia dari arah yang tidak disangka sangkanya. Inilah BALASAN DI DUNIA bagi hamba hamba-Nya sebelum balasan yang sangat besar dan sempurna di akhirat kelak.

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ   وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan  jalan keluar baginya, Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Q.S ath Thalaq  2-3).

Kedua : Balasan amal shalih di alam barzakh.

Sungguh orang orang beriman dan beramal shalih juga akan mendapatkan balasan berupa nikmat kubur. Dari Bara’ bin ‘Azib, dia berkata bahwa  Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda tentang orang orang beriman yang apabila telah menjawab pertanyaan dua Malaikat di alam kuburnya, maka :

فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنَالسَمَاءِ أنْ قَدْ صَدَقَ عَبْدِي فَأَفْرِ شُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ قَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْتَحُ لَهُ فِيهَا مَدْ بَصَرِهِ

Terdengarlah suara yang memanggil dari langit : Sesungguhnya hamba-Ku telah berkata jujur. Maka hamparkanlah kepadanya hamparan dari surga. Pakaikan kepadanya pakaian dari surga dan bukakan baginya pintu menuju surga !. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam melanjutkan sabdanya : Maka sampaikan kepadanya keharuman bau surga serta lapangkan kuburnya sejauh mata memandang. (H.R Imam Ahmad dan Abu Dawud, dalam satu hadits yang panjang).    

Selain itu, diantara balasan berupa nikmat kubur adalah dibukakan pula baginya satu celah ke arah surga   sebagaimana yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam :

 ثُمَّ يُفْرَجُ لَهُ قِبَلَ اْلجَنَّةِ فَيَنْظُرُ إِلىَ زَهْرَتِهَا وَ مَا فِيْهَا فَيُقَالُ لَهُ: هَذَا مَقْعَدُكَ وَ يُقَالُ لَهُ: عَلىَ اْليَقِيْنِ كُنْتَ وَ عَلَيْهِ مُتَّ و عَلَيْهِ تُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Lalu dibukakan untuknya satu celah ke arah surga maka ia melihat hiasan dan segala isinya. Dikatakan kepadanya : Inilah tempatmu, di atas keyakinan ini engkau dahulu berada, di atasnya pula engkau mati dan di atasnya pulalah engkau akan dibangkitkan insya Allah. (H.R Ibnu Majah  dan Imam  Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Ketiga : Balasan di negeri akhirat.

Sungguh Allah Ta'ala akan membalas dengan sempurna  amal amal kita di dunia bahkan dengan berlipat ganda. Puncaknya adalah diberi tempat tinggal yang PALING BAIK YAITU SURGA dengan berbagai kenikmatannya, diantaranya :

(1) Orang masuk surga disambut malaikat dengan ucapan selamat.

سَلَٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى ٱلدَّارِ   وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

Dan malaikat masuk ketempat mereka dari semua pintu. (sambil mengucapkan) : Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.  (Q.S ar Ra'du 23-24).

(2) Kenikmatan surga itu tak terbayangkan oleh manusia.

Di surga Allah Ta’ala telah menyediakan kenikmatan yang sangat banyak dan tidak pernah diketahui, dirasakan dan tak bisa dibayangkan oleh manusia. Rasulullah bersabda dalam satu hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Abu Hurairah :

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

Allah Ta’ala berfirman : Aku telah persiapkan untuk para hamba-Ku yang shalih sebagai simpanan sesuatu yang tidak pernah terlihat di mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia apa yang sudah diperlihatkan kepada kalian. Kemudian beliau membaca firman Allah Ta'ala :  

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ أُخْفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. (Q.S as Sajdah 17).

(3) Masuk surga adalah kemenangan dan kebahagiaan. Allah Ta’ala berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (Q.S Ali Imran 185)

Syaikh as Sa'di berkata : (Dimasukkan ke surga) maksudnya : Memperoleh kemenangan yang besar dengan selamat dari dari siksa yang pedih dan sampai kepada surga yang penuh nikmat dan berisikan segala keindahan yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga dan tak pernah terlintas pada pikiran dan hati seseorang. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).   

Insya Allah ada anfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.693)

 

 

 

Sabtu, 06 Agustus 2022

JANGAN SUKA MERENDAHKAN ORANG LAIN

 

JANGAN SUKA MERENDAHKAN ORANG LAIN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketika seseorang merasa dirinya lebih baik dari orang lain maka TERKADANG DATANGLAH GODAAN untuk menganggap rendah orang lain atau dengan kata lain MERENDAHKAN ORANG LAIN. Bisa jadi dengan cara mengolok oloknya, menghinanya, meremehkannya, memanggil dengan gelar yang buruk dan yang lainnya.

Sungguh yang demikian itu adalah perbuatan TERCELA dalam syariat Islam. Allah Ta'ala telah mengingatkan dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang diolok olok  itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.

Janganlah kamu saling mencela satu sama lain. Dan janganlah saling memanggil dengan gelar gelar yang buruk. Seburuk buruk panggilan adalah panggilan yang fasik setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertaubat maka mereka itulah orang orang yang zhalim.  (Q.S al Hujurat 11).

Syaikh Salim bin 'Ied al Hilali berkata : Allah Ta'ala melarang merendahkan orang lain yaitu menghina dan meremehkan mereka. Perbuatan ini HUKUMNYA HARAM, karena mungkin saja orang yang direndahkan itu lebih besar kedudukannya di sisi Allah Ta'ala dan lebih Dia cintai daripada orang yang merendahkannya.

Dalam ayat ini Allah Ta'ala melarang laki laki melakukan perbuatan ini, disambung dengan larangan bagi perempuan. Setelah itu Allah Ta'ala melarang mereka semua saling menghina dan memanggil dengan panggilan yang buruk yang Allah gambarkan dengan kata fusuq. Kemudian Allah Ta'ala menganjurkan mereka untuk bertaubat dari semua perbuatan itu. Sebab, orang yang terus menerus melakukan dosa dan kesesatan adalah orang zhalim. (Syarah Riyadush Shalihin)

Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah mengatakan : Dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang sebagian hak seorang mukmin dengan mukmin yang lain. Yaitu janganlah sekelompok orang mencela sekelompok yang lain baik dengan kata-kata ataupun perbuatan yang mengandung makna merendahkan saudara sesama muslim. Perbuatan ini terlarang dan hukumnya haram. Perbuatan ini menunjukkan bahwa orang yang mencela itu merasa kagum dengan dirinya sendiri.  (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

 Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam juga mengingatkan dalam sabda beliau :

Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ

Cukuplah seseorang berbuat keburukan jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim. (H.R Imam Muslim).

Syaikh Salim bin 'Ied al Hilali berkata : Diantara kandungan hadits ini adalah : (1) Peringatan terhadap sikap suka menghina antar orang Islam yang satu dengan yang lalinnya. (2) Peringatan keras untuk tidak merendahkan sebagian orang Islam. (Syarah Riyadush Shalihin).

Sungguh, Allah Ta’ala telah mengingatkan bahwa orang beriman itu bersaudara. Allah Ta’ala telah menjelaskan tentang hal ini sebagaimana firman-Nya : 

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (Q.S al Hujurat 10).

Oleh karena itu, SANGATLAH TIDAK PATUT jika orang beriman saling meremehkan dan merendahkan diantara saudaranya. Wallahu A'lam. (2.692)

 

 

 

Jumat, 05 Agustus 2022

SIAPKAN AMAL YANG PAHALANYA MENGALIR TERUS SETELAH WAFAT

 

SIAPKAN AMAL YANG PAHALANYA MENGALIR TERUS SETELAH WAFAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan dia akan diwafatkan. Bahkan ketika Allah Ta'ala berkehendak mewafatkan seseorang maka tak bisa ditunda atau dimajukan barang sesaatpun. Allah Ta'ala berfirman : 

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S al Munafiqun 11).

Oleh karena itu hamba hamba Allah semestinya tetap mempersiapkan bekal berupa IMAN DAN AMAL SHALIH menunggu ajal yang tidak diketahui kapan datangnya. Sungguh kesempatan melakukan amal shalih bagi setiap hamba hakikatnya adalah HANYA KETIKA MASIH HIDUP DI DUNIA.

Akan tetapi, sungguh Allah Ta'ala Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah Ta'ala melalui Rasul-Nya memberi kesempatan kepada hamba hamba-Nya untuk bisa memetik atau menikmati manfaat dari amal shalih yang  dilakukannya di dunia  MESKIPUN DIA SUDAH WAFAT. Inilah yang dalam bahasa syariat disebut sebagai amal jariah atau amal ibadah yang  pahalanya mengalir terus.

Amal yang pahala yang mengalir terus ini sangatlah banyak macam dan bentuknya. Diantaranya sebagaimana dijelaskan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dalam sabda beliau :

Pertama : Riwayat Imam Muslim. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Apabila manusia meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara : sedekah jariah atau ilmu yang bermanfaat (yang dia ajarkan) atau anak shalih yang mendoakannya.

Kedua : Riwayat Ibnu Majah dan al Baihaqi. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah : (1)  Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan. (2) Anak shalih yang ia tinggalkan. (3) Mushaf al Qur’an yang ia wariskan.

(4) Masjid yang ia bangun. (5) Rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun. (6) Sungai yang ia alirkan. (7) Sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup. Semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati. (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al Albani).

Oleh karena itu, hamba hamba Allah hendaknya berusaha pula untuk melakukan amal shalih di dunia yang pahalanya mengalir terus meskipun dia sudah wafat. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.691)    

 

Kamis, 04 Agustus 2022

TAKUTLAH KEPADA ADZAB ALLAH DI ALAM BARZAKH

 

TAKUTLAH KEPADA ADZAB ALLAH DI ALAM BARZAKH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta'ala Mahaadil. Setelah didatangkan petunjuk berupa kitab dan diutus Rasul yang menjelaskan hukum hukum-Nya maka Allah Ta'ala memberikan kebaikan dan kenikmatan kepada orang orang yang patuh kepada perintah-Nya. Sementara itu Allah Ta'ala memberikan adzab kepada orang orang orang yang durhaka atau ingkar kepada-Nya.

Ketahuilah bahwa adzab Allah Ta'ala akan mendatangi orang orang yang durhaka pada tiga tempat yaitu (1) Adzab di dunia. (2) Adzab di alam barzakh atau alam kubur. (3) Adzab di akhirat yaitu setelah hari Kiamat.

Setelah seorang hamba meninggal dunia dan dikubur maka akan  didatangi oleh fitnah di alam kubur. Dia akan ditanya tentang tiga hal yaitu sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam.

Diriwayat oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari hadits Al Barra’ bin ‘Azib, jika seorang mayit sudah dihadapkan pada alam akhirat, maka akan datang padanya dua malaikat (yaitu malaikat Munkar dan Nakir) yang akan bertanya kepada sang mayit tiga pertanyaan, yaitu :

(1) “Man Rabbuka ?”…Siapakah Rabbmu ? (2) “Wa maa diinuka?” … dan apakah agamamu ? (3)  “Wa maa hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum?” … dan siapakah orang yang telah diutus di antara kalian ini ?

Sungguh Allah akan mengokohkan orang orang yang beriman  dengan perkataan yang kokoh yaitu kalimat Laa ilaha illallah sehingga ia akan menjawab : Rabb-ku adalah Allah. Agama-ku Islam dan nabi-ku Muhammad Salallahu ‘alaihi Wasallam.

Lalu orang kafir ketika ditanya tentang tiga hal ini mereka menjawab : Hah … hah … aku tidak tahu. Orang munafik ketika ditanya tentang tiga hal ini  mereka menjawab : Aku tidak tahu !. Aku mendengar manusia mengucapkan sesuatu maka akupun mengucapkannya.

Sungguh adzab  di alam kubur atu barzakh  itu benar benar ada. Diantara dalilnya adalah firman Allah Ta’ala :

سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٍ

Nanti Kami (Allah) akan menyiksa mereka dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar. (Q.S at Taubah 101).

Imam Juraij berkata : (Menyiksa mereka dua kali) yaitu adzab di dunia dan adzab di kubur. Baru kemudian mereka dikembalikan ke adzab yang besar yaitu adzab neraka. (Dinukil dari Tafsir Ibnu Katsir).

Tentang benar adanya adzab kubur, maka Rasulullah alallahu ‘alaihi Wasallam mengajarkan doa berlindung dari empat hal termasuk berlindung dari adzab kubur, yaitu sebagaimana sabda beliau : 

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – : أنَّ رسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أرْبَعٍ ، يقول : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan, ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABIL QABRI, WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAAL’ (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah al Masih ad Dajjal). (H.R Imam Muslim)

Dalam satu riwayat disebutkan pula bahwa Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : 

وكان يدعو به فيي تشهده

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  berdoa dengan doa ini dalam tasyahud (akhir) beliau. (H.R Imam Ahmad dan Abu Dawud).

Lalu adzab kubur itu berapa lama ?. Dalam Kitab Tauhid, jilid 2 disebutkan bahwa ada dua keadaan :

(1) Adzab kubur itu TERUS MENERUS sampai hari Kiamat yaitu untuk orang kafir, orang munafik dan sebagian ahli maksiat sebagaimana firman-Nya :

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Kepada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang dan pada hari Kiamat. (Lalu kepada mereka diperintahkan) Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras. (Q.S al Ghafir 46). 

(2) Adzab kubur itu TIDAK TERUS MENERUS, tetapi untuk waktu yang terbatas. Yaitu adzab kubur untuk sebagian ahli maksiat yang ringan kejahatannya. Ia disiksa sesuai dengan (tingkat) kejahatannya kemudian diringankan adzab atasnya atau dihentikan sama sekali karena kejahatannya tidak berhak menerima adzab kecuali sebatas itu.

Atau karena adanya sebagian yang bisa melebur dosa sesudah kematiannya seperti (disebutkan dalam satu hadits, riwayat Imam Muslim) doa anak yang shalih, atau sedekah jariyahnya yang ditinggalkannya di dunia atau ilmu bermanfaat yang diajarkannya. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah berusaha keras menghindari adzab kubur yaitu dengan selalu menjaga ketaatan kepada Allah Ta'ala dan memohon ampun di setiap waktu dan keadaan. Wallahu A'lam. (2.690).

Rabu, 03 Agustus 2022

JALAN PALING UTAMA MENDAPATKAN HATI YANG TENTERAM

 

JALAN PALING UTAMA MENDAPATKAN HATI YANG TENTERAM

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Kalo kita perhatikan, ternyata sebagian orang di zaman ini sulit mendapatkan ketentraman dan ketenangan hati. Sering gundah gulana, resah gelisah. Berbagai cara mereka lakukan untuk mengobati keadaan yang demikian seperti berlibur, mencari hiburan dan yang lainnya.  Ada pula yang mencarinya dengan mengumpulkan pangkat, jabatan, gelar, harta dan yang lainnya.

Tetapi semua itu belum juga berhasil mendapatkan ketenangan hati  yang didambakannya. Terkadang  memang ada yang mendapatkannya tetapi sangat sementara dan bisa jadi semu.  Kenapa ?, karena memang bukan begitu caranya yang pas dan bukan pula di situ tempatnya.

Sungguh Allah Ta’ala telah menjelaskan cara paling utama untuk mendapatkan KETENANGAN HATI ADALAH DENGAN BERDZIKIR ATAU SELALU MENGINGAT ALLAH TA'ALA. Allah Ta’ala berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(Yaitu) orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram. (Q.S ar Ra’du 28).

Imam Ibnu Katsir berkata : Maksudnya, hati itu menjadi baik. Bersandar kepada Allah Ta’ala dan MENJADI TENTRAM ketika INGAT KEPADA-NYA. Dan ridha Allah sebagai Pelindung dan Penolong. Oleh sebab itu Allah Ta'ala berfirman : "Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram". Maksudnya : Itulah yang sepantasnya diperoleh dengan MENGINGAT ALLAH TA'ALA. (Tafsir Ibnu Katsir)

Tentang ayat ini pula, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di berkata :

(1) “Hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah” maksudnya, kegundahan dan kegelisahan hati mereka lenyap dan berganti dengan kebahagiaan hati dan kenikmatan kenikmatannya.

(2) “Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” maksudnya semestinya dan sudah seyogyanya kalbu itu tidak menjadi tenang dengan sesuatu selain dengan mengingat-Nya. Karena tidak ada yang lebih nikmat, lebih memikat dan lebih manis bagi kalbu ketimbang (kenikmatan dalam) mencintai Penciptanya, berdekatan dan mengenal-Nya.

(Ini adalah) berdasarkan tingkat MA'RIFAHNYA yaitu pengenalannya, kecintaannya kepada Allah Ta'ala dan tingkat intensitas dzikirnya kepada Allah Ta'ala. Demikian ini, merujuk keterangan bahwa dzikrullah yang dimaksud adalah seorang hamba yang mengingat Allah Ta'ala dengan bacaan tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan yang lainnya.

(3) Ada yang menafsirkan bahwa DZIKRULLAH maksudnya kitab-Nya yang diturunkan sebagai dzikra (peringatan) bagi orang orang beriman. Atas dasar ini maka KETENANGAN (KETENTRAMAN) HATI dengan dzikrullah yakni KETIKA MENGENAL MAKNA MAKNA AL QUR AN DAN HUKUM HUKUMNYA, hati menjadi tenteram dengannya.    (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Sebagai penutup tulisan ini, dinukil firman Allah Ta'ala yang menjelaskan bahwa KETENANGAN  ATAU KETENTRAMAN HATI hanya diberikan Allah Ta'ala kepada ORANG ORANG BERIMAN.

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ

Dialah yang telah MENURUNKAN KETENANGAN KE DALAM HATI orang orang beriman untuk menambah keimanan  atas keimanan mereka  (yang telah ada). Q.S al Fath 4).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.689)

 

 

 

 

 

 

Selasa, 02 Agustus 2022

SIFAT QANA'AH MENGHILANGKAN RESAH DAN GELISAH

 

SIFAT QANA'AH MENGHILANGKAN RESAH DAN GELISAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Di zaman ini banyak orang yang dirundung oleh keadaan resah dan gelisah. Mereka merasa tidak  memiliki sumber rizki yang luas. Tak memiliki harta yang banyak, padahal harta yang disebut banyak adalah suatu yang relatif dan sangat berbeda pandangan antara seseorang dengan orang lain.

Ketahuilah, bahwa sungguh banyak jalan bagi orang orang beriman untuk menghilangkan hati yang resah dan gelisah, gundah gulana dan yang semacamnya. Diantaranya adalah dengan MEMILIKI DAN MEMELIHARA SIFAT QANA'AH.

Lalu apa itu qana'ah ?. Syaikh Abdullah bin Ibrahim berkata : Hakikat qana’ah adalah engkau ridha menerima berapapun yang diberikan Allah dalam kehidupan dunia ini, sedikit atau banyak. Engkau menyerahkan urusanmu kepada Allah. Engkau mengetahui dan yakin bahwa Allah  Maha Mengetahui (tentang kebutuhanmu) dan Allah lebih sayang kepada dirimu dari pada sayangnya engkau kepada dirimu sendiri  (Kitabul Qana’ah).

Nah, ketika seseorang memiliki dan memelihara sikap qana'ah dalam dirinya yaitu ridha menerima berapapun yang diberikan Allah Ta'ala dalam kehidupan dunia maka hilangklah resah dan gelisahnya karena selalu merasa cukup meskipun dengan yang sedikit. Bahkan hakikatnya dia adalah orang kaya karena hatinya selalu merasa cukup. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda  :

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

 

Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Abu Hurairah).

 

Jadi, ketika seseorang menjaga sifat qana'ah maka dia tetap ridha jika diberi atau belum diberi. Dia berserah diri kepada Allah Ta'ala. Ingatlah, bahwa ketika seseorang tak memiliki sifat qana'ah dia akan didatangi rasa resah gelisah meskipun secara zhahir bisa dilihat hartanya yang berlimpah. Ia selalu merasa kurang lalu befikir dan berusaha lagi untuk memperoleh tambahannya.  

Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah memberi kabar gembira kepada orang Islam sebagaimana sabda beliau :

 

قد أفلح من أسلم، ورُزق كفافًا، وقنعه الله بما آتاه

Sungguh beruntung orang yang Islam, memperoleh kecukupan rizki dan dianugerahi sifat qana’ah atas segala apa yang Allah beri. (H.R Imam Muslim).

 

Selain itu ketahuilah bahwa sifat qana'ah adalah sebagai salah satu wujud dari rasa syukur seorang hamba kepada Rabb-nya.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

كن ورعًا تكن أعبد الناس، وكن قنعًا تكن أشكر الناس

 

Jadilah seorang yang wara’, niscaya engkau menjadi manusia yang paling baik dalam beribadah. Dan jadilah seorang yang qana’ah, niscaya engkau menjadi manusia yang paling bersyukur.  (H.R Ibnu Majah).

 

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.688)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 01 Agustus 2022

ISLAM PASTI AKAN TETAP BERDIRI KOKOH SAMPAI HARI KIAMAT

 

ISLAM PASTI AKAN TETAP BERDIRI KOKOH SAMPAI HARI KIAMAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Semenjak Islam ini mulai didakwahkan oleh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  lebih kurang 14 abad yang lalu sudah ada musuh musuhnya. Para musuh dan penentangnya, dengan berbagai kepentingan, mereka ingin agar Islam ini tidak hidup di muka bumi.

Ketahuilah bahwa penentang atau orang orang yang tidak suka kepada Islam ini akan ada sampai hari Kiamat. Berbagai cara mereka lakukan untuk menghambat perkembangan bahkan merusak Islam.

Siapa mereka ?. Mereka adalah orang orang kafir, munafik, musyrik, atheis dan yang semacamnya. Tetapi ketahuilah bahwa ternyata semua  yang mereka lakukan baik cara yang halus maupun cara yang kasar hampir tidak ada hasilnya.

Lihatlah, menurut sejarah,  bahwa pada awal awal Islam ini didakwahkan hanya 8 orang saja yang masuk Islam yaitu : (1) Khadijah binti Khuwailid. (2) Ali bin Abi Thalib. (3) Abu Bakar ash Shiddiq. (4) Zaid bin Haritsah. (5) Sa'ad bin Abi Waqash. (6) Usman bin Affan. (7) Zubair bin Aqwam dan (8) Thalhah bin Ubaidillah. 

Setelah melalui proses dengan pengorbanan dan perjuangan yang panjang dan dengan pertolongan dan kehendak Allah Ta'ala ternyata menurut data tahun 2022, pemeluk Islam di dunia mencapai 1,91 milyar. (Dikutip dari World Population Review).

Sungguh Islam ini pasti  akan tetap tegak dan kokoh sampai hari Kiamat karena Islam adalah agama yang sempurna dan ALLAH TA'ALA RIDHA DENGAN AGAMA ISLAM sebagaimana firman-Nya :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ

Pada hari ini telah AKU SEMPURNAKAN AGAMAMU UNTUKMU dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu. Dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. (Q.S al Maidah 3).

Imam Ibnu Katsir berkata : Maka ridhailah Islam untuk diri kalian karena Islam merupakan agama yang dicintai dan DIRIDHAI ALLAH TA’ALA, yang karenanya Allah Ta’ala mengutus Rasul yang paling utama dan yang karenanya pula Allah Ta’ala menurunkan al Qur an, yaitu Kitab yang paling mulia. (Tafsir Ibnu Katsir).

Sungguh, Allah Ta’ala pasti membela agama-Nya. Dan ini sudah dijanjikan Allah Ta’ala  dalam firman-Nya :

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang orang kafir membencinya. (Q.S as Saff 8).

Oleh karena itu janganlah ada keraguan sedikitpun di hati orang orang beriman bahwa agama Islam ini akan redup bahkan hilang karena Islam adalah agama yang betul betul diridhai-Nya.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz pernah ditanya tentang masa depan Islam. Beliau menjawab : Dalam pandangan saya, bahwa Islam akan menang dengan izin Allah Ta'ala. Islam akan mengalahkan berbagai pemikiran dan keyakinan palsu yang menimpa wajah dunia di era sekarang ini.

Semua permusuhan yang dialamatkan untuk menghancurkan Islam dan semua  usaha meminggirkan Islam agar tersingkir dari tampuk kepemimpinan dunia pada akhirnya akan berbalik menghancurkan mereka sendiri. (Dikutip dari Majmu' Fatawa wa Maqaalaat).

Namun demikian, orang orang beriman harus selalu bersiap untuk membela agamanya dan berjihad melawan musuh musuh Islam. Sungguh Allah Ta’ala telah berjanji akan membela orang orang yang membela agamanya dan mengokohkan kedudukannya. Allah Ta’ala berfirman :  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Wahai orang orang yang beriman !. Jika kamu menolong  (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu dan mengokohkan kedudukanmu. (Q.S Muhammad 7).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.687)