Senin, 14 Agustus 2023

JIKA MENGGHIBAH SESEORANG BERARTI ENGKAU MENZHALIMINYA

 

JIKA MENGGHIBAH SESEORANG BERARTI ENGKAU  MENZHALIMINYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Dalam bahasa kita sehari hari, ghibah artinya bergunjing. Dalam KBBI disebutkan bahwa  bergunjing adalah : Berbicara (beromong-omong) tentang kejelekan (kekurangan) seseorang dan sebagainya. Menurut syariat ghibah atau bergunjing adalah sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam sabda beliau :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ ؟ قَالُوْا : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، فَقِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخْيْ مَا أَقُوْلُ ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَ إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tahukah kalian apa itu ghibah ?. Lalu sahabat berkata : Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Rasulullah bersabda : Engkau menyebut saudaramu tentang apa yang dia benci. 

Beliau ditanya : Bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan benar tentang saudaraku ?. Rasulullah bersabda : Jika engkau menyebutkan tentang kebenaran saudaramu maka sungguh engkau telah meng-ghibah  saudaramu dan jika yang engkau katakan yang sebaliknya maka engkau telah menyebutkan fitnah tentang saudaramu. (H.R Imam Muslim).

Ketika seseorang mengghibah saudaranya berarti dia menzhaliminya karena telah berlaku buruk kepadanya. Ini adalah perbuatan yang diharamkan dalam syariat Islam. Dari Abu Dzar, dari Nabi salallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau meriwayatkan dari Rabbnya bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman :

يَا عِبَادِيْ إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِيْ وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا

Wahai sekalian hamba-Ku, Sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman pada diri-Ku dan mengharamkannya pada kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi … (H.R Imam Muslim).

Ketahuilah bahwa sungguh Allah Ta’ala tidak suka atau membenci orang orang yang berbuat zhalim, sebagaimana firman-Nya : 

وَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Dan adapun orang yang beriman dan melakukan kebajikan maka Dia akan memberikan pahala kepada mereka dengan sempurna. Dan ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG ZHALIM. (Q.S Ali Imran 57)

 Dan juga Alah Ta’ala berfirman :

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dai Allah. Sungguh Dia (Allah) tidak menyukai orang orang yang zhalim. (Q.S asy Syura 40)

Nah ketika Alah tidak suka kepada kita lalu kemana dan kepada siapa kita memohon petunjuk dan pertolongan dalam menjalani kehidupan ini. Dan siapa pula yang akan memberi kita keselamatan di akhirat kelak.

Sungguh, Allah Ta’ala telah mengingatkan pula bahwa perbuatan zhalim adalah termasuk dosa besar karena ancamannya adalah adzab yang pedih. Allah Ta'ala berfirman :  

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang telah berbuat zhalim kepada manusia dan telah melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka akan mendapat azab yang pedih. (Q.S asy Syura 42)

Wallahu A'lam. (3.065).

Sabtu, 12 Agustus 2023

DOSA SESEORANG BISA MENUTUP HATINYA

 

DOSA SESEORANG BISA MENUTUP HATINYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Imam Ibnul Qayyim berkata : Termasuk perkara yang seharusnya diketahui bahwasanya DOSA DAN MAKSIAT pasti menimbulkan mudharat atau kerugian, TIDAK MUNGKIN TIDAK. Mudharatnya bagi hati seperti mudharat yang ditimbulkan racun bagi tubuh, yaitu memiliki tingkatan yang beragam. Maksiat memilki dampak yang buruk dan tercela, serta membahayakan HATI DAN BADAN baik di dunia maupun di akhirat.  (Ad Daa' wa ad Dawaa').

Beliau juga berkata : Perbuatan dosa layaknya racun bagi hati. Kalaupun dosa tidak membunuh hati, pasti akan membuatnya LEMAH. Apabila telah melemah kekuatannya maka hati  tidak akan mampu melawan berbagai penyakit (hati). Zaadul Ma’aad.

Sungguh, seorang hamba yang kokoh imannya pastilah SANGAT TAKUT DENGAN DOSA sekecil apapun APALAGI DOSA BESAR. Kenapa ?, karena dosa membahayakan diri seseorang di dunia dan di akhirat kelak.

Imam Ibnul Jauzi berkata : Dosa dosa itu menutupi hati, sehingga jika cermin HATI telah menjadi gelap, maka tidak akan tampak jelas padanya wajah hidayah atau petunjuk. (Kitab at Tabshirah).

Dan juga Syaikh as Sa'di memberi nasehat tentang dosa dan maksiat yang menutupi hati, beliau berkata : Sesungguhnya DOSA ITU MENUTUPI HATI SEDIKIT DEMI SEDIKIT, hingga cahayanya terhapus. Mata hatinya MATI, kemudian  menjadi terbalik baginya hakikat berbagai hal. Sehingga ia melihat kebathilan sebagai kebenaran dan KEBENARAN sebagai KEBATHILAN. Dan ini adalah sebagian dari hukuman terhadap dosa. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan bahwa dosa menjadikan titik hitam yang bisa menutupi hati seseorang, yaitu sebagaimana sabda beliau :

عن أبي هريرة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إن العبد إذا أخطأ خطيئة نكتت في قلبه نكتة سوداء فإذا هو نزع واستغفر وتاب سقل قلبه وإن عاد زيد فيها حتى تعلو قلبه وهو الران الذي ذكر الله كلا بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam, beliau bersabda : Sesungguhnya seorang hamba, ketika berbuat dosa, ada titik hitam di hatinya. Ketika dia meninggalkan dosanya, memohon ampun, dan bertaubat, hatinya kembali bersih.

Dan jika dia kembali (berbuat dosa), titik hitam terus bertambah di hatinya sampai menggunung, dan itulah yang menyelubungi hati (dari cahaya) seperti yang Allah firmankan (al Mutaffifin 14) : Sama sekali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. (H.R at Tirmidzi).

Wallahu A'lam. (3.064)

Jumat, 11 Agustus 2023

SIAPKAN SESUATU YANG AKAN MENEMANI DI ALAM KUBUR

 

SIAPKAN SESUATU YANG AKAN MENEMANI DI ALAM KUBUR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Setelah selesai menjalani kehidupan di dunia, maka  berikutnya manusia akan mengalami alam barzakh atau alam kubur. Di alam barzakh sudah pasti tidak ada keluarga atau sanak saudara yang menemani, kecuali ditemani amal shalih (teman yang hakiki) yang telah disiapkan ketika masih di dunia. Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan dalam sabda beliau :

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

أنس بن مالك – رضي الله عنه – أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال : يتْبعُ الميْتَ ثلاثَةٌ: أهلُهُ ومالُه وعمَلُه، فيرْجِع اثنانِ ويبْقَى واحِدٌ: يرجعُ أهلُهُ ومالُهُ، ويبقَى عملُهُ

Mayit itu diikuti oleh tiga golongan, akan kembali dua golongan dan satu golongan akan tetap menemaninya, dia akan diikuti oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Maka keluarga dan hartanya akan kembali pulang sementara amalnya akan tetap menemaninya (ke dalam kubur),  (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Selain itu ketahuilah bahwa ketika mayit sudah berada di dalam kuburnya  Rasulullah Shallallahu ‘alahi Wasallam menjelaskan tentang alam kubur sebagaimana sabda beliau :

وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ ، حَسَنُ الثِّيَابِ ، طَيِّبُ الرِّيحِ ، فَيَقُولُ : أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ . فَيَقُولُ لَهُ : مَنْ أَنْتَ ؟ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ . فَيَقُولُ : أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ . فَيَقُولُ : رَبِّ أَقِمْ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي

Lalu datanglah kepadanya seorang laki laki yang wajahnya indah, pakaiannya bagus, dan sangat wangi. Ia berkata : Bergembiralah dengan sesuatu yang menyenangkanmu..! Ini adalah hari yang dijanjikan untukmu..”

Ia (mayat) berkata : Siapakah kamu..? wajahmu membawa kebaikan..” Ia menjawab : Aku adalah amalmu yang shaleh.. Ia (mayat) berkata : Ya Rabb, tegakkanlah hari Kiamat agar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku. (H.R Imam Ahmad)

Tentang amal shalih yang menjadi teman di alam kubur ini, al Hafizh Ibnu Rajab al  Hambali rahimahullah berkata : Temanilah yang akan menemanimu.. demi Allah yang ber-istiwa di atas ‘Arasy, tidak akan ada yang menemanimu di kuburmu kecuali satu teman saja. Ia adalah amalmu yang shalih. Maka perbaikilah persahabatanmu dengannya. Ia akan menjadi sahabatmu terbaik di kuburmu. (Lathaiful Ma’arif).

Oleh karena itu hamba hamba Allah haruslah mempersiapkan bekal amal shalih yang akan menjadi teman di alam kubur kelak. Insya Allah bermanfaat bagi kita semua. Wallahu A'lam. (3.063)  

Kamis, 10 Agustus 2023

KELIRU JIKA BANYAK ILMU DIKETAHUI TAPI SEDIKIT DIAMALKAN

 

KELIRU JIKA BANYAK ILMU DIKETAHUI TAPI SEDIKIT DIAMALKAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh belajar ilmu dalam syariat Islam adalah wajib hukumnya sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

 

Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim. (H.R Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Hakikatnya bolehlah kita bergembira karena : (1) Di zaman ini sangat banyak fasilitas dan kesempatan untuk belajar ilmu, yaitu duduk di majlis ilmu, membaca buku buku untuk belajar ilmu syariat dan ada kesempatan yang luas untuk belajar ilmu melalui medsos dan yang lainnya. (2) Kita menyaksikan sangatlah banyak  saudara saudara kita yang bersemangat belajar ilmu syar'i.

Sungguh, ketika seseorang telah belajar maka dia akan memiliki ilmu sedikit atau banyak sesuai dengan    kadar kesungguhan dan kegiatannya dalam mencari dan belajar ilmu.  Ketahuilah  bahwa tujuan paling pokok MENCARI ILMU AGAMA ADALAH UNTUK DIAMALKAN.

Tentang kewajiban mengamalkan ilmu, ada beberapa nasehat dari ulama ulama terdahulu, diantaranya disebutkan dalam kitab HILYATUL AULIYA' : 

Pertama : Imam Malik bin Dinar.

Beliau memberi nasehat :,Barangsiapa yang mencari ilmu (agama) untuk diamalkan, maka Allah akan terus memberi taufik padanya. Sedangkan barangsiapa yang mencari ilmu, bukan untuk diamalkan, maka ilmu itu hanya sebagai kebanggaan (membuatnya sombong).

Kedua : Abdul Wahid bin Zaid.

Beliau berkata : Barangsiapa mengamalkan ilmu yang telah ia pelajari, maka Allah Ta'ala  akan membuka untuknya hal yang sebelumnya ia tidak mengetahui.

Ketiga : Syaqiq al Balkhi.

Beliau berkata : Masuk dalam amalan hendaklah diawali dengan ilmu. Lalu terus mengamalkan ilmu tersebut dengan bersabar. Kemudian pasrah dalam berilmu dengan ikhlas. Siapa yang tidak memasuki amal dengan ilmu, maka ia jahil.

Keempat : Abdul Wahid bin Zaid.

Beliau berkata : Barangsiapa mengamalkan ilmu yang telah ia pelajari, maka Allah Ta'ala  akan membuka untuknya hal yang sebelumnya ia tidak tahu.

Sungguh, ilmu dipelajari adalah untuk diamalkan.  bukan hanya sekedar menambah wawasan dan kepintaran, apalagi jika diniatkan untuk berbangga bangga dan  membodoh bodohi orang lain. Ketahuilah bahwa di akhirat kelak yang akan ditimbang adalah AMAL BUKAN ILMU. Allah Ta'ala berfirman :

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

Dan Kami akan tegakkan timbangan yang adil pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun yang dirugikan walaupun sedikit. Jika amalan itu hanya seberat biji sawi pun, pasti Kami akan mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (Q.S  al Anbiya’ 47).

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Mizan atau timbangan adalah alat untuk mengukur sesuatu berdasarkan berat dan ringan. Adapun mizan di akhirat adalah sesuatu yang Allah letakkan pada hari Kiamat UNTUK MENIMBANG AMALAN HAMBA-NYA. (Syarah Lum’atul I’tiqaad).

Cuma saja banyak orang telah belajar dan memperoleh ilmu  tetapi keliru, karena banyak ilmu yang dimiliki tetapi pengamalannya sangat sedikit. Diantaranya, banyak yang tahu keutamaan shalat sunnah tetapi tidak banyak yang mengamalkannya. Banyak yang tahu keutamaan puasa sunnah tetapi tidak banyak banyak yang mengamalkannya. Banyak yang tahu keutamaan membaca doa keluar rumah tetapi tidak banyak yang mengamalkannya. Wallahu A'lam. (3.062)

 



 

 

Senin, 07 Agustus 2023

EMPAT KALIMAT DZIKIR PENGHALANG DARI API NERAKA

 

EMPAT KALIMAT DZIKIR PENGHALANG DARI API NERAKA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Berdzikir yaitu mengingat Allah adalah salah satu kewajiban paling utama dari seorang hamba. Sungguh ketika seseorang lupa mengingat Allah maka kesengsaraan atau keburukan akan mendatanginya. Allah Ta'ala berfirman :

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah MENJADIKAN MEREKA LUPA KEPADA DIRI MEREKA SENDIRI. Mereka itulah orang orang yang fasik (Q.S al Hasyr 19).

Imam Ibnu Katsir berkata : Janganlah kalian lupa untuk (mengingat) berdzikir kepada Allah sehingga Allah pun akan menjadikan kalian lupa berbuat untuk kepentingan kalian sendiri yang bermanfaat bagi kalian di akhirat kelak, karena sesungguhnya balasan itu sesuai dengan amal perbuatan. (Tafsir Ibnu Katsir).

Sungguh sangatlah banyak kalimat kalimat thaiyibah yang dianjurkan untuk dibaca oleh hamba hamba Allah sebagai jalan  untuk selalu mengingat Allah Ta'ala. Diantaranya membaca Subhanallah, Walhamdulillah, Laa ilaahailallah, Allahu Akbar. Ketahuilah bahwa membaca  empat kalimat ini memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah :

(1) Ini adalah empat kalimat   yang akan menjadi perisai dari api neraka bagi orang orang beriman yang senantiasa membacanya yaitu  sebagaimana disabdakan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam :

 خُذُوْا جُنَّتَكُمْ قُلْنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ مِنْ عَدُوٍّ قَدْ حَضَرَ قَالَ : لاَ جُنَّتُكُمْ مِنَ النَّارِ قُوْلُوْا سُبْحَانَ اللهِ وَ الْحَمْدُ للهِ وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ فَإِنَّهَا يَأْتِيْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُنَجِّيَاتٌ وَ مُقَدِّمَاتٌ وَ هُنَّ الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ

Ambillah perisai kalian !. Kami (para sahabat) bertanya : Wahai Rasulullah, apakah perisai untuk menghadapi musuh yang telah datang ?.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak, akan tetapi perisai kalian dari api neraka. Ucapkanlah oleh kalian : Subhanallahi wal hamdulillah wa laa ilaaha illallahu wallahu akbar.

Karena sesungguhnya kalimat-kalimat itu akan datang pada hari kiamat sebagai penyelamat dan penuntun, dan itulah amalan-amalan yang kekal lagi shalih. (H.R al Hakim dari Abu Hurairah, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).  

(2) Selain itu, Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam juga menjelaskan bahwa empat kalimat  ini adalah termasuk diantara KALIMAT YANG DICINTAI ALLAH TA’ALA, yaitu sebagaimana sabda beliau :

عن سمرة بن جندب قال قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- أحب الكلام إلى الله أربع سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر. لاَ يَضُرُّكَ بَأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ

Dari Samurah bin Jundub, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Ada empat kalimat yang dicintai  Allah Taala yaitu  (1) Subhanallah.  (2) Alhamdulillah.  (3) Laa ilaaha illallah dan (4) Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai (H.R Imam Muslim)

Dalam hal ini kita bisa mengambil faedah bahwa empat kalimat ini : (1) Ringan diucapkan lisan  bagi orang orang yang mendapat petunjuk, karena lafazhnya tidak panjang, sedikit hurufnya. (2) Mudah dihafal. (3) Berat ditimbangan, karena disediakan pahala dan kebaikan yang banyak. (4)  DICINTAI AR RAHMAN. Dan dengan mengucapkannya  mendatangkan  kecintaan Allah Ta’ala.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (3.061)

 

Sabtu, 05 Agustus 2023

MENGUCAPKAN SALAM DAN BERSALAMAN

 

MENGUCAPKAN SALAM DAN BERSALAMAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Satu perkara yang sangat dianjurkan dalam syariat Islam adalah menyebarkan salam yaitu memberi dan menjawab salam.  Intinya adalah saling mendoakan agar mendapat keselamatan, rahmat dan berkah bagi  saudara sesama muslim.

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Apabila engkau mengucapkan kepada seseorang ASSALAMU 'ALAIKUM  maka ucapanmu tersebut bermakna bahwasanya engkau mendoakannya agar Allah Ta'ala : (1)  Menyelamatkannya dari segala gangguan. (2) Menyelamatkannya dari penyakit. (3) Menyelamatkannya dari kegilaan. (4) Menyelamatkannya dari keburukan manusia. (5) Menyelamatkannya dari kemaksiatan dan penyakit hati. (6) Menyelamatkannya dari api Neraka. (Syarhu Riyadhish Shalihin).

Sungguh sangatlah banyak keutamaan dan kebaikan yang akan diperoleh hamba  hamba Allah yang senantiasa menyebarkan, mengucapkan dan menjawab salam, diantaranya :

Pertama : Menumbuhkan rasa cinta sesama orang beriman.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

لا تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ حتَّى تُؤْمِنُوا، ولا تُؤْمِنُوا حتَّى تَحابُّوا، أوَلا أدُلُّكُمْ علَى شيءٍ إذا فَعَلْتُمُوهُ تَحابَبْتُمْ؟ أفْشُوا السَّلامَ بيْنَكُمْ

Tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika dilakukan akan membuat kalian saling mencintai ?. Sebarkan salam di antara kalian. (H.R Imam Muslim)

Kedua : Masuk surga dengan selamat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

اعبُدوا الرحمنَ ، و أطعِمُوا الطعامَ ، وأَفشوا السَّلامَ ، تَدخُلوا الجنَّةَ بسَلامٍ

Sembahlah ar-Rahman semata, berikanlah makan (kepada yang membutuhkan), tebarkanlah salam, maka engkau akan masuk surga dengan selamat. (H.R Imam  Bukhari dalam Adabul Mufrad, dishahihkan oleh Syaikh al Albani)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan : Perkataan (engkau akan masuk surga dengan selamat) menunjukkan orang yang melakukan amalan-amalan di atas akan masuk surga tanpa hukuman dan tanpa azab.

Karena orang yang diazab maka ia tidak dikatakan selamat. Maka tiga amalan dalam hadis ini (menyembah Allah saja, memberi makan dan menebarkan salam) adalah di antara sebab yang memasukkan orang ke surga dengan selamat. (Syarah Riyadhus Shalihin).

Ketahuilah bahwa sangat dianjurkan  ketika mengucapkan salam dibarengi pula dengan bersalaman. Diantara keutamaannya adalah DIAMPUNI DOSA DOSANYA. Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah. (H.R Abu Dawud, at Tirmidzi, Imam Ahmad dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan berjabat tangan ketika bertemu, dan ini : (1)  Merupakan perkara yang dianjurkan berdasarkan kesepakatan para ulama. (Fathul Bari) (2)  Bahkan merupakan sunnah yang muakkad (sangat ditekankan). Faidhul Qadir.

Oleh sebab itu ketika orang muslim saling bertemu hendaklah mengucapkan salam dan sangat dianjurkan pula untuk bersalaman. Wallahu A'lam (3.060)


 
 

Kamis, 03 Agustus 2023

DZIKIR SEBELUM TIDUR MENGHAPUS DOSA SEBANYAK BUIH DI LAUTAN

 

DZIKIR SEBELUM TIDUR MENGHAPUS DOSA SEBANYAK BUIH DI LAUTAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, manusia  berbuat dosa malam dan siang hari. Dalam satu hadits qudsi disebutkan bahwa :

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَناَ أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعاً، فَاسْتَغْفِرُوْنِي أَغْفِرْ لَكُمْ،

Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di malam dan siang hari dan Aku mengampuni dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni. (H.R Imam Muslim).

Ketahuilah bahwa sangatlah banyak jalan yang diberikan Allah Ta'ala untuk mengampuni dosa. Dan yang paling utama adalah dengan MEMOHON AMPUN DAN BERTAUBAT kepada-Nya pada setiap waktu dan keadaan. Dan juga dengan melakukan amal amal shalih. Allah Ta’ala berfirman :

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Dan laksanakanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. PERBUATAN PERBUATAN BAIK ITU MENGHAPUS KESALAHAN KESALAHAN. Itulah peringatan bagi orang orang yang selalu mengingat (Allah).

Syaikh as Sa’di berkata : Maksudnya shalat lima waktu ini dan shalat shalat sunnah yang mengikutinya adalah TERMASUK KEBAIKAN YANG PALING BESAR. Disamping itu ia adalah kebaikan yang mendekatkan kepada Allah Ta’ala dan mengundang pahala dari Allah Ta’ala. Ia JUGA MENGHAPUS KEBURUKAN DAN MENGHILANGKANNYA. Yang dimaksud adalah dosa dosa kecil. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Selain itu, ketahuilah bahwa membaca dzikir ketika hendak tidur termasuk amalan yang akan menghaapuskan dosa meskipun dosa itu sebanyak buih di lautan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ قَالَ حِينَ يَأْوِيْ إِلىَ فِرَاشِهِ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَه ُلَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، سُبْحَانَ اللهِ، وَالحَمْدُ للهِ ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ. غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوْبُهُ – أَوْ قَالَ: خَطَايَاه، شكَّ مِسْعَرٌ – وَإِن ْكَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْر)

Apabila seorang dari kalian menuju kasurnya, dan mengucapkan : Laa ilaha illallah wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qadir, subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaha illallah wallahu akbar, maka Allah ampuni dosa-dosanya meski SEBANYAK BUIH DILAUTAN. (H.R Ibnu Hibban dan Ibnu Sunni, dishahihkan al-Albani, dari Abu Hurairah).

Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah senantiasa mengamalkan adab adab tidur termasuk berwudhu serta membaca dzikir dzikir yang disyariatkan dan juga dzikir yang dimaksud pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Sunni tersebut diatas.

Wallahu A'lam. (3.059)