JALAN UNTUK
MENDAPAT KEMULIAAN YANG SEBENAR BENARNYA
Disusun oleh : Azwir
B. Chaniago
Sungguh, umumnya
manusia SANGAT MENGINGINKAN kemuliaan
bagi dirinya. Lalu ada diantaranya berusaha keras untuk memperoleh kemuliaan itu dengan mengumpulkan harta sampai berlimpah, ada
pula yang berusaha keras untuk mendapatkan pangkat dan jabatan tinggi. Ada pula
yang berusaha keras mendapatkan ilmu dunia sebanyak banyaknya dengan berbagai
gelar.
Kenapa ?. Iya, karena diantara
manusia berangapan bahwa dengan semua itu maka kemuliaan akan diraihnya bahkan
dengan mudah. Tetapi ketahuilah bahwa dengan begitu kemuliaan bisa diperoleh dan bisa juga tidak. Kalaupun
diperoleh sifatnya sangat sementara
bahkan fatamorgana.
Ketahuilah bahwa
kemuliaan yang sebenar benarnya yang perlu dan paling utama untuk dicari oleh
setiap hamba adalah menjadi mulia di sisi Allah Ta'ala. Sungguh Allah Ta'ala
dan Rasul-Nya telah mengajarkan banyak jalan untuk mendapatkannya, diantaranya
adalah :
Pertama : Meyakini, mempelajari
dan mentaati al Qur an.
Sungguh orang yang menjunjung tinggi al Qur an akan diangkat derajatnya mendapatkan kemuliaan di sisi Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :
لَقَدْ
أَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ كِتَٰبًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kalian sebuah kitab yang di dalamnya terdapat SEBAB SEBAB KEMULIAAN bagimu, Maka apakah kamu tidak memahaminya. (Q.S al Anbiya’ 10).
Syaikh
as Sa’di berkata : “Yang didalamnya terdapat sebab sebab kemuliaan
bagimu”. Yaitu kemuliaan, prestise dan ketinggian martabat kalian.
Jika kalian mengingat ingat kabar kabar otentik yang ada didalammnya, kemudian
kalian meyakini dan mentaati kandungan perintah perintahnya dan kalian menjauhi
larangan larangannya, niscaya kemuliaan kalian akan meningkat dan kedudukan
kalian akan menjadi agung. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
Kedua : Bertakwa kepada Allah Ta'ala.
Sungguh Allah Ta’ala telah menjelaskan dalam firman-Nya tentang PREDIKAT MULIA bagi orang orang yang bertakwa :
إِنَّ
أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Sungguh, yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang YANG PALING BERTAKWA. Sungguh Allah Maha Mengetahui Mahateliti. (Q.S al Hujurat 13).
Lalu apa makna takwa. Secara bahasa kata takwa bermakna menjaga diri atau berhati hati. Membuat perisai antara diri dengan yang ditakuti, karena ada kekhawatiran dan ketakutan kita terhadap sesuatu, sehingga terhindar dari yang kita takuti itu.
Seorang Tabi’in yaitu Thalq bin Habib berkata: Apabila terjadi fitnah (ujian), padamkanlah fitnah itu dengan takwa. Orang-orang bertanya : Apakah takwa itu ? Thalq menjawab : Takwa adalah engkau melakukan ketaatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah karena mengharap pahala dari-Nya. Dan engkau meninggalkan segala bentuk kemaksiatan kepada-Nya berdasarkan cahaya dari-Nya karena takut terhadap siksa-Nya. (Ibnul Mubarak, dalam Kitab az Zuhd).
Selain itu ketahuilah
bahwa ada amal shalih atau perbuatan baik yang mendatangkan kemuliaan bagi
seorang hamba, diantaranya :
Pertama : Senantiasa memaafkan orang lain.
Sungguh, hal ini akan mendatangkan kemuliaan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
مَا
نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ
Sedekah tidaklah mengurangi harta. TIDAKLAH ALLAH MENAMBAHKAN KEPADA SEORANG HAMBA SIFAT PEMAAF MELAINKAN AKAN SEMAKIN MEMULIAKAN DIRINYA. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) karena Allah, melainkan Allah akan meninggikannya. (H.R Imam Muslim).
Kedua : Orang yang mendirikan shalat malam.
Sungguh, Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam telah menjelaskan tentang ADANYA KEMULIAAN pada diri orang orang yang senantiasa shalat malam, sebagaimana disebutkan Malaikat Jibril :
عن
سهل بن سعد قال جاء جبريل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: يَا مُحَمَّدُ عِشْ
مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ
وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ
الْمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ
Dari Sahl bin Sa’ad, dia berkata : Jibril datang kepada Nabi Salallahu ‘alaihi Wasallam lalu berkata : Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.
Kemudian dia berkata : Wahai Muhammad !, KEMULIAAN SEORANG MUKMIN ADALAH BERDIRINYA DIA PADA MALAM HARI (untuk shalat lail), dan keperkasaannya adalah ketidak butuhannya terhadap manusia. (H.R ath Thabarani dalam al-Mu’jam al Ausath, Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa, al-Hakim dalam al-Mustadrak). Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al hadits ash Shahihah).
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (3.000).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar