Rabu, 04 Januari 2023

DAPAT SERIBU PAHALA SEHARI DENGAN BERTASBIH

 

DAPAT SERIBU PAHALA SEHARI DENGAN BERTASBIH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Orang orang beriman senantiasa merasa cukup atau qana'ah dengan rizki berupa harta dunia MESKIPUN TIDAK BANYAK. Namun demikian dalam hal ibadah dan melakukan berbagai kebaikan serta mengumpulkan pahala  maka orng beriman tak ada rasa puasnya. Selalu merasa belum cukup. 

Oleh karena itu dalam beribadah orang orang beriman selalu bersemangat melakukan amalan amalan yang meskipun terasa agak berat agar demi mendapat pahala yang besar dan banyak kebaikan.   Ada satu kaidah yang menyebutkan bahwa : Amalan yang lebih banyak pengorbanan, lebih banyak keutamaan. (Imam as Suyuti dalam al Ashbah wa an Nazhair).

Namun demikian, dengan kasih sayang-Nya, Allah Ta'ala juga memberikan pahala yang besar terhadap amalan yang mungkin (?) terasa ringan untuk diamalkan. Sungguh banyak macam ibadah yang terasa ringan diamalkan tetapi bisa mendatangkan pahala besar. Diantaranya adalah BERTASBIH 100 KALI, sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam berikut ini :

.

عَنْ سَعْدٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ فِي الْيَوْمِ أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ؟ قَالَ يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ وَتُمْحَى عَنْهُ أَلْفُ سَيِّئَةٍ

Dari Sa’id bin Abi Waqash radhiyallahu anhu, dia mengatakan   bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bersabda : Apakah kalian tidak mampu untuk mendapatkan seribu kebaikan dalam sehari ?. Sahabat bertanya : Siapakah diantara kami yang sanggup untuk melakukannya ?. Maka beliau bersabda : Bertasbih seratus kali (dengan membaca dzikir SUBHANALLAH), akan ditulis baginya seribu kebaikan dan dihapuskan darinya seribu kesalahan. (H.R Imam Ahmad).

 

Jadi, ketika seorang hamba bertasbih seratus  kali akan dibalas dengan seribu pahala atau kebaikan. Itulah salah satu keutamaan yang disediakan  Allah Ta'ala bagi hamba hamba-Nya yang beriman. Diantara dalilnya juga adalah sabda Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam berikut ini :

عَن ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ رسول الله صلى الله عليه وسلم فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ: (إِنَّ الله كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ؛ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمائَةِ ضِعْفٍ إِلىَ أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ. وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ له سَيِّئَةً وَاحِدَةً).

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dari Rasulullah, beliau bersabda tentang sesuatu yang beliau riwayatkan dari Rabbnya Tabaraka wa Ta’ala : Sesungguhnya Allah Ta'ala menetapkan adanya kebaikan dan keburukan. Kemudian Dia menjelaskannya : Barangsiapa yang berniat untuk mengerjakan amal kebaikan namun belum terlaksana, maka Allah akan catat baginya satu kebaikan yang sempurna.

Dan jika dia berniat untuk kebaikan dan mengerjakannya, maka Allah akan catat baginya dengan 10 kebaikan hingga 700 kali lipat, bahkan sampai berlipat lipat banyaknya. Sebaliknya, apabila dia berniat untuk mengerjakan amalan buruk namun belum terlaksana (dibatalkannya) maka Allah akan catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Dan apabila dia berniat untuk keburukkan dan mengerjakannya, maka Allah akan mencatat baginya satu keburukkan saja. (H.R Imam Bukhari  dan Imam Muslim).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.866)

 

 

 

 

 

 

 

 

Selasa, 03 Januari 2023

ZAINAL ABIDIN CICIT RASULULLAH SUKA MENYEMBUNYIKAN SEDEKAHNYA

 

ZAINAL ABIDIN CICIT RASULULLAH SUKA MENYEMBUNYIKAN SEDEKAHNYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Zainal Abidin atau Zainul Abidin, nama aslinya adalah Ali bin Al-Husain   cucu dari Ali bin Thalib,  salah satu cicit  Nabi  Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Ia terkenal  sangat  dermawan. Diantara keistimewaan  dermawannya adalah ia suka bersedekah dengan diam diam, tidak  diketahui orang banyak.

Zainul Abidin lahir pada tahun 38 H. Kata Yahya saudara laki-laki dari Muhammad bin ‘Abdillah bin Hasan, Ali bin al Husain meninggal dunia pada 14 Rabi’ul Awwal, malam Selasa, pada tahun 94 H. Ja’far Ash-Shadiq meriwayatkan pula kalau Zainul Abidin meninggal dunia pada tahun 94 H. Kuburnya berada di Baqi’, kata Imam Adz-Dzahabi.

Ibnu ‘Uyainah, dari Abu Hamzah Ats-Tsimaali, ia berkata bahwa ‘Ali bin al Husain rahimahullah biasa memikul roti (gandum) di atas punggungnya ke rumah rumah orang miskin di tengah kegelapan malam. Dia berkata : Sesungguhnya sedekah di tengah gelap malam itu akan meredam murka Rabb (Allah Ta’ala).

Yunus bin Bakir, dari Muhammad bin Ishaq berkata :Dulu penduduk kota tersebut Madinah) hidup dan tidak mengetahui dari mana asal jatah roti tersebut. Ketika ‘Ali bin Al-Husain meninggal dunia, mereka tidak mendapatkan jatah roti itu lagi yang biasa mereka dapatkan tiap malam.

Jarir bin ‘Abdul Hamid, dari. ‘Amr bin Tsabit, ia berkata : Ketika Ali bin al Husain meninggal dunia, mereka mendapati di punggungnya itu ada bekas karena seringnya memikul kantong kulit pada malam hari ke rumah-rumah orang-orang yang susah.

Syaibah bin Na’aamah berkata : Ketika Ali bin al Husain meninggal dunia, mereka dapati bahwa Ali itu mencukupi nafkah seratusan ahli bait.

Imam Adz-Dzahabi berkata : Karena ini ia terlihat kikir. Padahal ia biasa berinfak diam-diam. Keluarganya mengira kalau Ali bin Al-Husain atau Zainal Abidin terus saja menumpuk-numpuk dirham. Tetapi sebagian mereka mengatakan : Kami tidak pernah tahu ada sedekah diam diam sampai Ali bin al Husain meninggal dunia. (Siyar A’lam an Nubala’).

Ketahuilah bahwa bersedekah dengan terang terangan memang dibolehkan tetapi menjadi lebih utama jika dilakukan secara diam diam karena bisa lebih mudah menjaga keikhlasan. Allah Ta'ala berfirman :

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Jika kamu menampakkan sedekah sedekahmu maka itu baik. Dan jika KAMU MENYEMBUNYIKANNYA dan memberikannya kepada orang fakir MAKA ITU LEBIH BAIK BAGIMU. Dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.  (Q.S al Baqarah 271).

Ketahuilah bahwa selain rajin bersedekah,   Ali bin Al-Husain  rajin sedekah, dia juga  rajin menolong orang lain dalam hal hutang. Diriwayatkan Hatim bin Abi Shaghirah, dari ‘Amr bin Dinar, ia berkata bahwa Ali bin al Husain masuk menemui Muhammad bin Usamah bin Zaid ketika ia sakit. Muhammad ketika itu menangis. Lantas Ali bin al Husain bertanya : Kenapa kamu ?. Muhammad menjawab : Aku memiliki beban hutang.

Ali bin al Husain bertanya lagi : Berapa itu ?. Muhammad menjawab : Ada sepuluh ribuan dinar. Lantas Ali bin al Husain berkata : Biar hutang itu aku yang menanggungnya. (Siyar A’lam an Nubala’).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.865)

 

 

BACAAN AL QUR AN MENDATANGKAN CAHAYA

 

BACAAN AL QUR AN   MENDATANGKAN CAHAYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Membaca al Qur an adalah termasuk salah satu kebiasaan dan terus menerus diamalkan  oleh orang orang beriman. Sungguh ini adalah amalan yang bermanfaat, sangat dianjurkan dan mendatangkan banyak kebaikan. Seorang hamba  yang selalu membaca al Qur an adalah seperti perniagaan yang tidak merugi. Allah Ta'ala berfirman :

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ

Sesungguhnya orang orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam diam dan terang terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.   (Q.S Fathir 29).

Syaikh Abdurrahman as Sa’di mengatakan bahwa membaca kitab Allah maksudnya adalah mengkaji perintah perintahnya dan mengamalkannya, dan terhadap larangan larangannya  mereka meninggalkannya. Juga terhadap yang dikabarkannya lalu mereka membenarkan dan meyakininya. Mereka tidak mengutamakan apa apa yang bertentangan dengannya dari pendapat manusia. Dan merekapun membaca lafaz lafaznya dengan mempelajarinya, membaca makna maknanya dengan menghayati dan menyimpulkannya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Sungguh al Qur an adalah CAHAYA yang dengannya Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya yaitu sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya : 

وَلَٰكِن جَعَلْنَٰهُ نُورًا نَّهْدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ

Tetapi Kami jadikan AL QUR AN ITU CAHAYA, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba hamba Kami. (Q.S asy Syura 52)

Selain itu ketahuilah bahwa dalam beberapa hadits disebutkan tentang  keutamaan membaca al Qur an diantaranya adalah  MENDATANGKAN CAHAYA BAGI YANG MEMBACANYA.

(1) Menjadi cahaya di bumi dan simpanan di langit. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

عَلَيكَ بِتِلَاوَةِ القُرآنِ فإنَّهُ نُورٌلَكَ في الأرضِ وَذُخرٌلَكَ في السَّمَاءِ 

Hendaklah engkau MEMBACA AL QUR AN, sesungguhnya ia adalah CAHAYA BAGIMU di bumi dan simpanan bagimu di langit. (Shahih at Targhib, hadits Hasan).

2) Membaca surat al Kahfi pada siang hari atau malam Jum at maka akan DIBERI CAHAYA BAGINYA Dari Abu Sa'id al Khudri radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau  bersabda : 

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'Atiq. (H.R ad Darimi, an Nasai dan al Hakim, dishahihkan oleh Syaikh  al Albani).

Dalam riwayat lain, dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu  disebutkan  : 

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum at. (H.R al Hakim dan al Baihaqi di shahihkan oleh Syaikh al Albani).

(3) Selain itu ketahuilah bahwa rumah rumah di bumi senantiasa terlihat oleh penduduk langit. Ada yang terlihat bercahaya dan ada pula yang gelap gulita. Jika seseorang ingin rumahnya berkelipan cahaya  jika dilihat oleh penduduk langit maka sering seringlah membaca al Qur an di rumah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : 

إنَّ البيت ليُتلى  فيه القرآن؛ فيتراءى لأهلِ السماء كما تتراءى النجومُ لأهل الأرض

Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya al Qur an, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya (gemerlap) bintang-bintang oleh penduduk bumi. (H.R Imam Ahmad).

Insya Allah ada manfaat bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.864)

  

 

 

Senin, 02 Januari 2023

ORANG BERIMAN DAPAT BANYAK KEBAIKAN KARENA BERSYUKUR

 

ORANG BERIMAN DAPAT BANYAK KEBAIKAN KARENA BERSYUKUR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh  semua nikmat yang diperoleh serta dirasakan manusia adalah dari Allah Ta'ala datangnya yaitu sebagaimana firman-Nya :

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ

Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah. (Q.S an Nahal 53)

Nikmat itu sangatlah banyak jumlah dan jenisnya bahkan tidak ada yang bisa menghitungnya. Allah Ta'ala berfirman :

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. (Q.S Ibrahim 34).

Ketahuilah bahwa Allah Ta'ala memerintahkan manusia untuk bersyukur kepada-Nya atas semua nikmat yang diberikan-Nya, yaitu sebagaimana firman-Nya :

فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ

Maka ingatlah kepada-Ku, Aku-pun akan ingat kepadamu. BERSYUKURLAH KEPADA-KU dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (Q.S al Baqarah 152)

Ketahuilah bahwa sebanyak apapun syukur manusia terhadap nikmat Allah Ta'ala tak bermanfaat bagi Allah Ta'ala. Sungguh Allah Ta'ala Maha Pengasih dan Maha Penyayang,  semua kebaikan dan keutamaan syukur kita kepada Allah Ta'ala AKAN KEMBALI KEPADA KITA. Allah Ta'ala berfirman :

وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur) maka sesungguhnya Allah Mahakaya dan Maha Terpuji. (Q.S Luqman 12)  

Syaikh as Sa'di berkata : Dan Allah Ta’ala mengabarkan kepadanya (Luqman) bahwa syukurnya orang orang yang bersyukur itu kembali kepada diri mereka sendiri.

Dan bahwa siapa saja yang ingkar dan tidak bersyukur kepada Allah maka bahayanya  menimpa dirinya sendiri, sedangkan Allah Mahakaya tidak butuh kepadanya lagi Maha Terpuji dalam apa saja yang Dia takdirkan dan Dia putuskan terhadap orang yang menyalahi perintah-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Selain itu ketahuilah bahwa salah satu kebaikan yang akan mendatangi hamba hamba Allah yang selalu bersyukur adalah tidak akan diadzab, yaitu sebagaimana firman-Nya :  

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

Allah tidak akan menyiksamu JIKA KAMU BERSYUKUR dan beriman. Dan Allah MAHA MENSYUKURI, Maha Mengetahui. (Q.S an Nisa 147).

Allah MAHA MENSYUKURI bermakna : Memberi pahala terhadap amal hamba hamba-Nya, memaafkan kesalahannya dan menambah nikmat-Nya. (Catatan kaki pada terjemahan al Qur an Departemen Agama 2002).

Insya Allah ada manfaat bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.863)

 

JANGAN MENCELA SAUDARAMU YANG MERAYAKAN TAHUN BARU

 

JANGAN MENCELA SAUDARAMU YANG MERAYAKAN TAHUN BARU

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Setiap akhir bulan Desember orang orang diluar Islam merayakan tahun Masehi dengan berbagai cara. Tetapi ternyata banyak pula saudara kita sesama orang Islam yang ikut ikutan merayakannya. Ikut  pesta kembang api, mercon, membuat acara khusus merayakan tahun baru bahkan banyak pula yang ikut begadang pula menunggu jam 00.00.

Kalau acara tahun baruan dilakukan  oleh saudara kita tentu tidak pas. Jika dilakukan oleh orang orang beriman itu termasuk perbuatan tasyabuh yang dilarang yaitu sebagaimana sabda Rasululllah Salallahu 'alaihi Wasallam, dari Ibnu Umar :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka. (H.R Imam  Ahmad dan Abu Daud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Nah, ketika seorang beriman melihat saudaranya jatuh kepada perbuatan buruk seperti tasyabuh dengan perayaan tahun baru maka janganlah dicela. Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengingatkan bahwa mencela seorang muslim adalah termasuk perbuatan buruk sebagaimana sabda beliau :

 عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: سِبَابُ المٌسْلِمِ فُسُوقٌ، وَقِتَالُهُ كُفْر

Dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata, Rasulullah  Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda : Mencela seorang muslim merupakan kefasikan dan memeranginya merupakan kekufuran. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Dalam perkara ini, paling tidak  ada dua perbuatan baik  yang sangat dianjurkan yaitu :

(1) Memberinya nasehat dengan lemah lembut.

Hakikat nasehat adalah menginginkan kebaikan bagi seseorang. Sungguh memberi nasehat kepada seseorang terkadang bahkan bisa jadi lebih berharga dari memberinya harta. Allah Ta’ala mengingatkan agar manusia saling menasehati diantara mereka sehingga menjadi manusia yang beruntung. Allah Ta’ala berfirman : 

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Sungguh,  manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih SERTA SALING MENASEHATI untuk kebenaran dan SALING MENASEHATI untuk kesabaran. (Q.S al ‘Asr 2-3).

Memberi nasehat adalah termasuk tolong menolong dalam kebaikan yang diperintahkan Allah Ta’ala dalam firman-Nya :

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah sangat berat siksa-Nya. (Q.S al Maidah 2).

Fudhail bin Iyadh berkata : Seorang mukmin itu biasa menutupi aib saudaranya dan menasehatinya. Sedangkan orang fajir (pelaku dosa) biasa membuka aib dan menjelek-jelekkan saudaranya. (Jaami’ul Ulum wal Hikam).

Oleh karena itu ketika melihat saudara kita tergelincir kepada sesuatu yang buruk termasuk merayakan tahun baru maka berusahalah memberi nasehat kepadanya KALAU ITU MEMUNGKINKAN.

Kedua : Mendoakan mereka agar diberi hidayah kepada kebaikan.

Selain memberi nasehat maka yang sangat dianjurkan dan bisa dilakukan dengan mudah adalah medoakan  agar mereka diberi hidayah untuk meninggalkan perbuatan buruk yang pernah dilakukannya. Ketahuilah bahwa mendoakan sesama orang beriman adalah kebiasaan  orang orang shalih. Diantaranya sebagaimana firman Allah Ta’ala : 

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa : Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sungguh Engkau Maha Penyantun dan Maha Penyayang.   (Q.S al-Hasyr 10)

Sungguh  mendoakan seseorang  bermanfaat  bagi yang didoakan dan JUGA BERMANFAAT BAGI YANG MENDOAKAN. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda : 

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ

Tidak ada seorang hamba Muslim yang berkenan mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan kecuali malaikat mendoakan orang yang berdoa tersebut dengan kalimat : Kamu juga mendapat sama  sebagaimana doa yang kamu ucapkan. (H.R Imam Muslim).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.862)

 

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 01 Januari 2023

MENUNDUKKAN PANDANGAN DI DUNIA NYATA DAN DUNIA MAYA

 

MENUNDUKKAN PANDANGAN DI DUNIA NYATA DAN DUNIA MAYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Perintah untuk menundukkan pandangan bagi orang orang beriman sangatlah jelas dan tegas dari Allah Ta'ala yaitu sebagaimana firman-Nya :

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada laki laki yag beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat. (Q.S an Nuur 30).

Kemudian, dalam ayat ke 31 surat an Nuur Allah Ta’ala  memerintahkan pula para wanita untuk menundukkan padangan mereka.

Tentang menundukkan pandangan, Syaikh as Sa’di berkata : Maksudnya, berilah pengarahan dan katakan  kepada orang orang beriman yang masih mempunyai keimanan yang dapat mencegah mereka terjerumus dalam perbuatan yang menodai keimanan mereka dari melihat aurat aurat (hal hal yang tak pantas dilihat). Tafsir Taisir Karimir Rahman.

Dahulu ada cara yang dianjurkan untuk terhindar dari melihat yang tidak boleh dilihat di dunia nyata  yaitu dengan mengurangi kegiatan di luar rumah. Tetapi di zaman ini keadaan semakin sulit karena sarana untuk melihat atau terlihat hal hal yang tidak pantas dilihat  ada bertebaran di DI DUNIA MAYA    yaitu melalui  smartphone dan  semacamnya yang ada digenggaman kita setiap saat.

Lalu apa yang bisa dilakukan  kalau photo, gambar  atau video   yang tak halal untuk dilihat itu muncul di perangkat komunikasi kita seperti smartphone dan yang semacamnya.  Sikap yang dianjurkan bagi orang beriman pengguna medsos dalam hal ini, diantaranya  adalah :

Pertama : Jangan dibuka kalau kita bisa memperkirakan atau baru terlihat samar bahwa itu adalah sesuatu yang tidak halal untuk dilihat. Segera hapus dan JANGAN PERNAH DI RE SHARE.

Kedua : Kalau sudah terbuka LANGSUNG dan terlihat maka segera hapus  perhatikanlah  nasehat Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam hadits berikut ini :

(1) Dari Jarir bin Abdillah radliyallahu ‘anhu, ia berkata :

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ عَنْ نَظْرَةِ الْفَجَاءَةِ, فَأَمَرَنِيْ أَنْ أِصْرِفَ بَصَرِيْ

Aku  bertanya  kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tidak sengaja), maka beliau memerintahkan aku untuk memalingkan pandanganku. (H.R Imam Muslim).

(2) Dari Buraidah, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ali radliyallahu ‘anhu :

يَا عَلِيّ ُ! لاَتُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ, فَإِنَّمَا لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأَخِيْرَةُ

Wahai Ali !. Janganlah engkau mengikuti pandangan (pertama yang tidak sengaja) dengan pandangan (berikutnya), karena bagi engkau pandangan yang pertama dan tidak boleh bagimu pandangan yang terakhir (pandangan yang kedua). H.R Abu Dawud dan at Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh al Albani.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.861)

 

 

DOSA SEBANYAK BUIH DI LAUTAN DIHAPUS DENGAN SHALAT DHUHA

 

DOSA SEBANYAK BUIH DI LAUTAN DIHAPUS DENGAN SHALAT DHUHA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, manusia sering berbuat dosa, malam dan siang. Ini mesti kita pahami betul. Perkara ini disebutkan dalam satu hadits qudsi sebagai mana  Allah Ta’ala berfirman :

يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِى أَغْفِرْ لَكُمْ

Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di malam dan siang hari, dan Aku akan mengampuni seluruh dosa, maka minta ampunlah kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni dosa-dosa kalian. (H.R Imam Muslim).

Dari zhahir hadits  kita mengetahui  bahwa  jika seseorang tergelincir kedalam dosa maka sikap paling utama bahkan paling penting harus dikedepankan adalah BERSEGERA MEMOHON AMPUN. Sungguh Allah Ta’ala Maha Pengampun, sebagaimana firman-Nya :

إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Sesungguhnya Allah mengampuni dosa dosa semuanya. Sungguh Dia-lah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Q.S az Zumar 53).

Jadi berusahalah agar dosa bisa diampuni ketika masih di dunia. Dosa jangan dibawa mati karena setelah mati tak kesempatan lagi untuk memohon ampun apalagi untuk melakukan amal shalih.

Namun demikian ketahuilah bahwa  sungguh  sangat banyak amal shalih yang bisa dilakukan seorang hamba dan bisa menghapus dosa. Diantaranya adalah satu ibadah sunnah yang disyariatkan bahkan   SANGAT DIANJURKAN UNTUK DIAMALKAN  sebagai penghapus dosa meskipun dosanya itu sebanyak buih dilautan YAITU SHALAT DHUHA. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam  menjelaskan perkara ini dalam sabda beliau :

من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر

Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun SEBANYAK BUIH DI LAUTAN. (H.R at Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Nah, dengan bersandar kepada hadits ini maka hamba hamba Allah akan semakin bersemangat melakukan amalan amalan sunnah yang disyariatkan termasuk shalat dhuha.

Selain itu, ketahuilah bahwa SETELAH SHALAT DHUHA, dianjurkan pula memohon ampun 100 kali yaitu  sebagaimana hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat Dhuha, beliau mengucapkan :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

مائة مرة  حتى  قالها

Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.  

Sampai beliau membacanya seratus kali. (H.R Imam Bukhari dalam al Adab al Mufrad, Syaikh al Albani mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih)

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.860)