Kamis, 05 Mei 2022

PUASA TIGA HARI SEBULAN NILAINYA SEPERTI PUASA SETAHUN

 

PUASA TIGA HARI SEBULAN NILAINYA SEPERTI PUASA SETAHUN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Selain puasa yang diwajibkan di bulan Ramadhan, juga disyariatkan puasa sunnah yang cukup banyak jenisnya. Diantaranya adalah puasa tiga hari setiap bulan. Ketahuilah bahwa Rasulullah senantiasa  berpuasa tiga hari setiap bulan. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَر

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul bidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar. (H.R an Nasai, dihasankan oleh Syaik al Albani).

Dalam riwayat dari Abu Dzar disebutkan  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya : 

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah). (H.R at Tirmidzi  dan An Nasai).

Kalau melihat kepada zhahir hadits diatas maka puasa tiga hari setiap bulan lebih utama dilakukan pada 13,14 dan 15 bulan Hijriyah, yaitu puasa yaumul bidh. Tetapi tidak mengapa dilakukan pada hari selain itu sebagaimana penjelasan Aisyah radiyallahu ‘anha pernah ditanya Mu’adzzah :

أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَتْ نَعَمْ. قُلْتُ مِنْ أَيِّهِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ كَانَ لاَ يُبَالِى مِنْ أَيِّهِ صَامَ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya ?. Aisyah menjawab : Iya. Mu’adzah lalu bertanya : Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut ?. Aisyah menjawab :  Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya di hari mana saja). H.R at Tirmidzi  dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh al Albani

Sungguh sangatlah besar keutamaan dan pahala puasa tiga hari setiap bulan yaitu pahala seperti puasa sepanjang tahun. Dari Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah SEPERTI PUASA SEPANJANG TAHUN.  (H.R Imam  Bukhari).

Dalam riwayat dari Ibnu Milhan Al Qaisi, dari ayahnya, ia berkata : 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah). Dan beliau bersabda : PUASA AYYAMUL BIDH ITU SEPERTI PUASA SETAHUN. (H.R Abu Daud  dan An Nasa’i, dishahihkan oleh  Syaikh al Albani).

Selain itu, ketahuilah bahwa puasa akan menjauhkan seorang hamba dari api neraka sebagaimana Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا

Tidaklah seorang hamba yang berpuasa (satu hari)  di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Nah, ketika ketika seorang hamba berpuasa satu hari dijauhkan dirinya dari api neraka sejauh 70 musim  lalu bagaimana bisa dibayangkan pahala dan keutamaan  bagi orang yang berpuasa tiga hari setiap bulan dan dihitung sebagai berpuasa sepanjang tahun. Wallahu A’lam.

Oleh karena itu hamba hamba Allah berusahalah mengamalkan ibadah puasa tiga hari setiap bulan. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.625)

 

 

 

Rabu, 04 Mei 2022

MEMBACA DOA SETELAH ADZAN MENDAPAT SYAFAAT DARI RASULULLAH

 

MEMBACA DOA SETELAH ADZAN DAPAT SYAFAAT DARI RASULULLAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh pada hari Kiamat kelak semua manusia mulai dari yang pertama sampai yang terakhir akan dikumpulkan Allah Ta’ala di suatu lapangan atau padang yang luas dan datar yang disebut padang Mahsyar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً

Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan. (H.R Imam Muslim, dari ‘Aisyah)

Ketika itu keadaan sangatlah sulit dan berat. Suasana sangatlah panas sehingga keringat manusia bercucuran dengan derasnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ

Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata ?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (H.R Imam Muslim).

Sungguh yang bisa meringankan keadaan seseorang saat itu adalah amal ibadahnya ketika berada di dunia yaitu amal ibadah yang dilandasi iman.

Selain itu ada beberapa syafaat atau pertolongan yang bisa didapat untuk meringankan keadaan yang sangat berat di padang Mahsyar, diantaranya adalah dengan BERDOA SETELAH ADZAN yaitu doa  memohon washilah untuk Rasulullah Salallahu ‘alaii Wasallam.

Dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam  bersabda :

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa yang mengucapkan ketika (setelah) mendengar adzan “Allahumma Rabba hadzihid da’watit taammah wash shalaatil qaaimah aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilah wab’atshu maqaamam mahmuudah alladzii wa’adtah. Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al wasilah (derajat di surga), dan keutamaan kepada Muhammad, dan bangkitkan beliau, sehingga bisa menempati maqam terpuji yang engkau janjikan. Maka dia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari Kiamat” (H.R Imam Bukhari).

Oleh karena itu hamba hamba hendaklah membiasakan diri untuk membaca doa ini yaitu setelah mendengar adzan. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.634)  

Senin, 02 Mei 2022

SEMANGAT IBADAH RAMADHAN HARUS DITERUSKAN DI BULAN SESUDAHNYA

 

SEMANGAT IBADAH RAMADHAN HARUS DITERUSKAN DI BULAN SESUDAHNYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Bulan Ramadhan dikenal pula sebagai bulan (banyak) ibadah. Semua ibadah  yang disyariatkan dalam Islam  ada di bulan Ramadhan seperti  puasa yang diwajibkan, shalat malam, berinfak dan bersedekah, membaca dan mempelajari al Qur an dan yang lainnya, kecuali ibadah haji. 

Bahkan melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadhan mendatangkan pahala seperti melaksanakan ibadah haji. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku (H.R Imam Bukhari).

Sungguh kita menyaksikan bahwa sangatlah banyak saudara saudara kita sesama orang beriman yang BETUL BETUL  BERSEMANGAT mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai ibadah yang disyariatkan. Lalu bagaimana setelah Ramadhan berakhir ?. Kita berharap agar diri kita dan umumnya saudara saudara TETAP MENERUSKAN SEMANGAT BERIBADAH RAMADHAN di bulan selanjutnya yaitu setelah Ramadhan berakhir.

Ketahuilah wahai saudaraku, ketika bulan Ramadhan  telah berlalu maka beribadah atau melakukan amal amal shalih semestinya jangan berlalu pula menunggu Ramadhan yang akan datang dan belum tentu kita dapatkan.

Paling tidak ada tiga hal yang seharusnya BISA MENDORONG KITA UNTUK TETAP BERSEMANGAT  melakukan berbagai amal  setelah Ramadhan berakhir.

Pertama : Ketahuilah bahwa tidak ada kegunaan kita diciptakan AllahTa’ala kecuali untuk mengabdi, menyembah dan beribadah kepada-Nya. Beribadah kapan saja ?. Terus menerus. Apakah itu bulan  Ramadhan atau bulan  yang selainnya. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menjadikan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S adz Dzariyat 56).

Beribadah kapan saja ?. Terus menerus. Apakah itu bulan Ramadhan atau bulan  yang selainnya. Ketahuilah bahwa kewajiban seorang hamba untuk beribadah kepada Allah Ta’ala adalah selama hayat dikandung badan. Allah Ta’ala berfirman :

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (maut) Q.S al Hijr 99).

Syaikh as Sa’di berkata : (“Beribadahlah kepada Rabb-mu sampai datang kepadamu al Yaqin”. Yaitu SAMPAI AJAL TIBA, maksudnya, kontinyulah engkau untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan segala macam ibadah di setiap waktu. Maka beliau Salallahu ‘alaihi Wasallam mentaati perintah Rabb-nya dan senantiasa membiasakan beribadah sampai datang al Yaqin (ajal) dari Rabb-nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Kedua : Ketahuilah bahwa nikmat Allah datang kepada kita bukan pada bulan Ramadhan saja. Setiap saat kita menikmatinya termasuk di bulan selain Ramadhan. Sungguh sangatlah banyak nikmat Allah yang mendatangi kita bahkan sekedar menghitungnya saja pasti kita tidak sanggup karena jumlah dan jenisnya sangatlah banyak. Allah Ta’ala berfirman :

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh manusia itu sangat zhalim dan mengingkari (nikmat Allah). Q.S Ibrahim 34.

Kalau nikmat dari Allah Ta’ala yang demikian banyak datang kepada kita setiap saat adalah sangat tidak pantas kalau kita hanya banyak beribadah pada bulan Ramadhan saja tapi haruslah terus menerus setiap waktu dan setiap keadaan.

Ketiga : Ketahuilah bahwa kita membutuhkan dan memohon pertolongan Allah di setiap saat dalam kehidupan kita.   Bahkan dalam shalat saja, berpuluh kali setiap hari kita memohon pertolongan dan memohon petunjuk  kepada Allah Ta’ala, yaitu sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya :

 

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami MEMOHON PERTOLONGAN.  TUNJUKILAH KAMI jalan yang lurus.

Sungguh, menjadi kewajiban kita untuk terus menerus bersyukur kepada Allah Ta’ala  dengan melakukan ketaatan melalui amal amal shalih setiap saat. Bukan hanya di bulan Ramadhan saja. Ketahuilah bahwa amal  shalih yang kita lakukan adalah bagian dari tanda syukur kita kepada Allah Ta’ala. Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah tetap bersemangat beribadah di bulan Ramadhan dan harus melanjutkannya dengan penuh semangat pula pada bulan selain Ramadhan.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.623)