Minggu, 08 Februari 2026

BERUSAHALAH TETAP BERSEDEKAH MESKIPUN SEDANG KEKURANGAN

 

BERUSAHALAH TETAP BERSEDEKAH MESKIPUN SEDANG KEKURANGAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sebagian saudara saudara kita menganggap  berat untuk bersedekah karena merasa dirinya orang berkekurangan. Mereka khawatir kalau disedekahkan uangnya berkurang. Tetapi sungguh Allah Ta'ala akan mengganti bahkan dengan lebih banyak dari yang dikeluarkan untuk berinfak atau sedekah. Allah Ta'ala berfirman :


مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Mahaluas dan Maha Mengetahui.(Q.S al Baqarah 261).

Ketahuilah bahwa Allah Ta'ala mengajarkan untuk berinfak atau bersedekah dalam keadaan sempit atau lapang yaitu sebagaimana firman-Nya :


الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(Orang yang bertakwa adalah) orang yang menafkahkan hartanya dalam  KEADAAN LAPANG ATAU DALAM KEADAAN SEMPIT, menahan amarahnya dan suka memaafkan kesalahan manusia. Dan Allah menyukai orang orang yang berbuat baik. (Q.S Ali Imran 134).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan dalam sabda beliau bahwa sedekah paling utama adalah sedekah orang yang tidak memiliki banyak harta  :

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ جُهْدُ الْمُقِلِّ وَ ابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ

Sedekah yang paling utama adalah sedekahnya orang yang kekurangan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung. (HR. Abu Dawud, Imam Ahmad, Hakim dan yang selainnya, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Ketahuilah bahwa ketika seseorang berinfak sedikit karena begitulah kemampuannya maka nilainya di sisi Allah bisa lebih besar dari infak dalam jumlah banyak karena seseorang memiliki harta berlimpah. Keadaan ini dijelaskan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dalam sabda beliau :

سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ قَالُوا وَكَيْفَ قَالَ كَانَ لِرَجُلٍ دِرْهَمَانِ تَصَدَّقَ بِأَحَدِهِمَا وَانْطَلَقَ رَجُلٌ إِلَى عُرْضِ مَالِهِ فَأَخَذَ مِنْهُ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ فَتَصَدَّقَ بِهَا

Satu dirham mengungguli seratus ribu dirham. Seorang bertanya : Bagaimana itu (terjadi) wahai Rasulullah ?. Beliau menjawab : Seseorang mempunyai harta yang melimpah lalu dia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham lalu menyedekahkannya, dan seseorang yang lain hanya memilik dua dirham, dia mengambil satu dirham lalu  mensedekahkannya. (H.R Imam an Nasa-i, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam shahihnya).

Muawiyah radiallahu 'anhu memberi nasehat tentang bersedekah, beliau berkata : Bersedekahlah, janganlah seseorang dari kalian mengatakan bahwa aku orang berkekurangan, karena sesungguhnya sedekahnya orang yang berkekurangan adalah LEBIH UTAMA daripada sedekahnya orang kaya. (Siyar A'lam an Nubala). 

Oleh karena itu hamba  Allah tetaplah bersedekah meskipun sedang merasa kekurangan. Sungguh, Allah Ta'ala akan memberi ganti dengan yang lebih banyak sebagaimana firman-Nya dalam surat al Baqarah ayat 261 yang tersebut diatas.

Wallahu A'lam. (3.663)    

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar