Selasa, 17 Februari 2026

TIDAK MENYEMPURNAKAN RUKUK DAN SUJUD SEPERTI MENCURI DALAM SHALAT

 

TIDAK MENYEMPURNAKAN RUKUK DAN SUJUD SEPERTI MENCURI DALAM SHALAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

 

Mencuri atau mengambil harta orang lain tanpa hak adalah sangat tercela dalam syariat Islam. Hukumannya sangatlah berat yatu mendapat  laknat dan  dipotong tangan. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

لَعَنَ اللَّهُ السَّارِقَ ، يَسْرِقُ الْبَيْضَةَ فَتُقْطَعُ يَدُهُ ، وَيَسْرِقُ الْحَبْلَ فَتُقْطَعُ يَدُهُ

Allah melaknat pencuri yang mencuri sebutir telur lalu tangannya dipotong, begitu pula mencuri tali lalu tangannya dipotong. (HR. Bukhari no. 6783 dan Muslim

Tetapi ada pula mencuri yang lebih berat lagi aklibatnya yaitu mencuri dalam shalat.

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  telah mengingatkan  bahwa yang tidak tuma’ninah dalam shalat disebut sebagai sejahat jahat pencuri dalam shalat. Beliau bersabda :

 أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوعَهَا وَلَا سُجُوْدَهَا أَوْ قَالَ: لَا يُقِيْمُ صُلْبَهُ فِى الرُّكُوْعِ وَالسُّجُودِ.  

Sejahat jahat pencuri adalah orang yang mencuri dalam shalatnya. Mereka (para sahabat) bertanya : Bagaimana dia mencuri dalam shalatnya ? Beliau menjawab : (Dia)  tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. (H.R  Imam Ahmad, lihat Shahihul Jami’). 

Jadi orang yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya atau tidak tuma’ninah karena shalat dengan tergesa gesa  disebut Rasulullah sebagai  pencuri dalam shalat.

Tuma'ninah adalah tenang sejenak setelah semua anggota badan berada pada posisi sempurna ketika melakukan suatu gerakan rukun shalat. Diantara makna lain dari  tuma’ninah adalah memberikan hak kepada setiap gerakan shalat secara sempurna.

Tuma'ninah ketika rukuk berarti tenang sejenak setelah rukuk sempurna. Tuma’ninah setelah i’tidal berarti tenang sejenak pada saat i’tidal sebelum sujud.Tuma’ninah ketika sujud berarti tenang sejenak setelah sujud sempurna dan juga harus tuma’ninah pada setiap perpindahan satu gerakan kepada gerakan lain.

Nah, ketika seseorang shalat dengan tergesa gesa yang dilalaikan biasanya adalah tuma’ninah. Padahal tuma’ninah yang mendatangkan khusyu’ dalam shalat sulit untuk dicapai jika shalat tergesa gesa.

Dan ketahuilah bahwa tuma'ninah adalah termasuk rukun  dalam shalat, Ketika hal ini diabaikan maka shalat bisa tidak bernilai atau bisa jadi sangat rendah nilainya.

Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah menjaga nilai shalatnya termasuk menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Sungguh shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab kelak di negeri akhirat. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :  

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَوَّلُ مَا يُـحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda : Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik. Apabila shalatnya buruk, maka seluruh amalnya pun buruk. (H.R ath Thabrani).

Wallahu A'lam. (3.667).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar