Minggu, 15 Februari 2026

BERAPA RAKAATPUN SHALAT TARAWEH TETAP MENJAGA TUMA'NINAH

 

BERAPA RAKAATPUN SHALAT TARAWEH TETAP MENJAGA TUMA'NINAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ulama yang mumpuni ilmunya termasuk imam madzhab besepakat bahwa shalat taraweh bisa dilakukan minimal dua rakaat, boleh dilakukan 11 rakaat termasuk witir sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Salalallahu 'alaihi Wasallam. Dan juga boleh lebih dari itu misalnya 23 rakaat termasuk witir. Diantara dalilnya adalah sabda Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  :

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : صَلاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Shalat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam. Maka apabila engkau takut masuk waktu Shubuh, hendaklah melakukan witir satu rakaat. (Muttafaqun ‘alaih)

 

Tetapi berapapun jumlah rakaat shalat lail atau shalat taraweh yang dilakukan maka hamba hamba  TETAP MENJAGA TUMA'NINAH karena tuma'ninah termasuk rukun dalam shalat. Perhatikanlah satu hadits tentang seorang yang shalat lalu disuruh mengulang shalatnya oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam sampai tiga kali karena mengabaikan tuma’ninah.

Abu Hurairah berkata : “Sesungguhnya Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam masuk masjid lalu seorang juga (masuk masjid) dan shalat. Kemudian dia datang kepada Nabi seraya mengucapkan salam, lalu Nabi membalas salamnya dan beliau bersabda : Kembalilah lalu lakukanlah shalat karena kamu belum shalat !.  Ini dilakukan sebanyak tiga kali.

Lalu orang itu berkata : Demi Allah yang mengutusmu membawa kebenaran !. Saya tidak bisa shalat lebih baik dari itu, maka ajarilah aku !. Beliau bersabda : Apabila kamu ingin shalat maka bertakbirlah kemudian bacalah yang mudah bagimu dari al Qur-an kemudian rukuklah sampai kamu thuma’ninah (tenang) dalam keadaan rukuk.

Kemudian sujudlah sampai kamu thuma’ninah dalam keadaan rukuk dan sujud. Lalu bangkitlah dari sujud sampai kamu tuma’ninah dalam keadaan duduk. Kemudian sujudlah kembali sampai kamu tuma’ninah dalam keadaan sujud Berbuatlah seperti itu dalam shalat kamu seluruhnya”  (Mutafaqun ‘alaihi).

Oleh karena itu jangan mengabaikan tuma'ninah karena  ingin mengejar atau mendapat jumlah rakaat yang banyak dalam shalat taraweh.

Selain itu ketahuilah bahwa Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan dalam sabda beliau :


أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا

Sejahat jahat pencuri adalah orang yang mencuri dalam shalatnya. Mereka (para sahabat) bertanya : Bagaimana dia mencuri dalam shalatnya ? Beliau menjawab : (dia)  tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. (H.R  Imam Ahmad, lihat Shahihul Jami’).

Bahkan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda tentang pencuri yang jelek ini dalam sabda beliau : “Lai maata haadzaa ‘alaa maa huwa ‘alaihi maata ‘alaa ghairi millati Muhammad” Kalau orang ini mati dengan kondisi shalat yang demikian, maka dia mati bukan di atas ajaran Muhammad” (H.R Abu Ya’la dan ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh al Albani).

Oleh karena itu hamba hamba  jangan mengabaikan tuma'ninah karena  ingin mengejar atau mendapat jumlah rakaat yang banyak dalam shalat taraweh.

Wallahu A'lam. (3.666). 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar