Rabu, 18 Februari 2026

JUMLAH IBADAH SUNNAH LEBIH BANYAK DIBANDING IBADAH WAJIB

JUMLAH  IBADAH SUNNAH LEBIH BANYAK DIBANDING IBADAH WAJIB

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, Allah Ta'ala telah menetapkan ada beberapa ibadah fardhu atau wajib yang dibebankan kepada hamba hamba-Nya. Diantaranya adalah shalat fardhu, puasa Ramadhan, mengeluarkan zakat harta dan berkunjung ke Baitullah untuk ibadah haji.

Selain itu sangat banyak ibadah sunnah yang disyariatkan diantaranya adalah shalat sunnah yang banak jenisnya, puasa  sunnah, memberi infak dan sedekah, berkunjung ke Batullah untuk ibadah Umrah dan juga banyak yang lainnya.

Lalu kenapa ada ibadah yang wajib dan ada pula ibadah yang tidak wajib. Itu adalah karena :

Pertama : Tanda kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Kita diperintahkan melakukan yang wajib tapi diberi pula kesempatan untuk mendapatkan tambahan pahala melalui amalan amalan sunnah sehingga kita bisa mendapat kedudukan yang semakin tinggi disisi Allah dengan ibadah ibadah sunnah.

Kedua : Sangatlah besar kemungkinan amalan wajib yang kita lakukan banyak kekurangannya. Lalu Allah beri kesempatan untuk menutup kekurangan itu dengan amalan yang tidak wajib atau amalan amalan sunnah.  

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda :“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak?

Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang  ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (H.R Imam Ahmad, Abu Daud dan at Tirmidzi)

Selain itu ketahuilah bahwa setiap amalan yang dilakukan seorang hamba akan diberikan ganjaran berupa pahala yang banyak. Selain itu amalan yang kita lakukan juga bermanfaat untuk menghapus dosa.

Ada satu riwayat dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu menyebutkan bahwa  pada suatu kali : “Ada seorang laki-laki yang pernah mencium seorang wanita (yang tidak halal baginya), lalu ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan hal tersebut. 

Lalu Allah azza wa jalla menurunkan firman-Nya: “Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan perbuatan yang buruk. (Q.S Hud 114).

Kemudian orang itu bertanya : Ya Rasulullah, apakah ini khusus untukku? Beliau menjawab: Untuk umatku seluruhnya. (H.R Imam Bukhari)

Dan juga, diantara keutamaan melakukan amalan amalan sunnah yang tidak diwajibkan adalah sebagai pendekatan diri kepada Allah Ta’ala sehingga mendatangkan kecintaan-Nya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Allah Ta’ala berfirman: Barangsiapa memerangi wali (kekasih)-Ku, maka Aku akan memeranginya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Kucintai. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.

Nah, ketika seorang hamba mendapat  kecintaan Allah Ta’ala maka Allah Ta’ala  akan memberi jika dia meminta dan Allah Ta’ala akan membimbing pendengaran, penglihatan dan semua gerak dan langkahnya. Dalam satu hadits qudsi disebutkan :

فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

Jika Aku mencintainya maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, menjadi penglihatannya, yang dengannya dia melihat, menjadi tangannya yang dengannya dia memukul dan menjadi kakinya yang dengannya dia melangkah.

Jika dia meminta kepada-Ku maka Aku memberinya. Dan jika dia memohon perlindungan kepada-Ku maka Aku akan melindunginya”. (H.R Imam Bukhari).

Wallahu A'lam. (3.638).

 

 

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar