Sabtu, 28 Februari 2026

LIMA PERKARA YANG BISA MENGHAPUS PAHALA PUASA

 

LIMA PERKARA YANG BISA MENGHAPUS PAHALA PUASA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Hamba hamba Allah selalu berusaha menjaga ibadahnya agar bernilai di sisi Allah mendapatkan pahala dan kebaikan yang banyak dan bisa dipetik manfaatnya di dunia dan di akhirat kelak.

Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengingatkan bahwa ada orang berpuasa hanya mendapat lapar dan haus saja yaitu sebagaimana sabda beliau :


رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga. (H.R Ath Thabrani).

Ketahuilah bahwa ada banyak jalan atau penyebab nilai atau pahala puasa kita tidak berbekas meskipun zhahirnya kita  berpuasa, tidak makan dan minum. Sungguh dalam perkara ini Rasululah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda.     

عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ عُمَرَ الْجُرَشِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ الْكَذِبُ وَالْغِيبَةُ وَالنَّمِيمَةُ وَالْيَمِينُ الْكَاذِبَةُ وَالنَّظْرُ بِشَهْوَةٍ

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda : Lima hal yang menghapus (pahala) puasa orang yang berpuasa, (1) Berbohong, (2) Ghibah (bergunjing), (3) Namimah (mengadu domba), (4) Sumpah palsu, dan (5) Memandang dengan syahwat. (H.R at  Tirmidzi).

Sungguh, di zaman ini ada orang orang  terjatuh atau tergelincir kepada  5 perbuatan buruk ini kecuali orang orang yang mendapat petunjuk yang lurus dari Allah Ta'ala. Apalagi manusia memiliki hawa nafsu dalam dirinya dan hawa nafsu ini cenderung kepada keburukan jika tidak dijaga dan dikendalikan.

Dan juga ada musuh manusia  yang bernama  syaithan yang ingin menggelincirkan kepada perbuatan maksiat. Memang di bulan Ramadhan syaithan yang JENIS  JIN sudah dibelenggu tetapi SYAITHAN JENIS MANUSIA MASIH ADA BERKELIARAN DI BERBAGAI TEMPAT. 

Sungguh, lima perkara yang bisa menghapus atau paling tidak bisa mengurangi pahala puasa seseorang tersebut diatas tetapi tidaklah membatalkan ibadah puasa. Yang hilang atau  berkurang hanyalah nilai pahala dari puasanya.

Imam Nawawi menjelaskan bahwa perilaku buruk, jika dilakukan saat berpuasa, dapat membatalkan PAHALA PUASA meskipun secara hukum fiqih puasanya tetap sah. (Lihat al Majmu').

Oleh karena itu hamba hamba Allah berusahalah dengan sungguh sungguh menjaga perkara perkara yang bisa menghapus atau mengurangi nilai pahala puasa. Sungguh kita sangat butuh untuk membawa pahala yang banyak ke akhirat kelak sehingga memberatkan timbangan amal. Dan ketahuilah bahwa Allah Ta’ala berfirman :

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ ۚ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ

Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, MEREKA ITULAH ORANG YANG BERUNTUNG. Dan barangsiapa ringan timbangan (kebaikan) nya maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat ayat kami. (Q.S al A’raf 8-9).

Wallahu A'lam. (3.671).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar