LIMA PERKARA YANG BISA
MENGHAPUS PAHALA PUASA
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Hamba hamba Allah selalu berusaha menjaga ibadahnya
agar bernilai di sisi Allah mendapatkan pahala dan kebaikan yang banyak dan
bisa dipetik manfaatnya di dunia dan di akhirat kelak.
Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah
mengingatkan bahwa ada orang berpuasa hanya mendapat lapar dan haus saja yaitu
sebagaimana sabda beliau :
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ
الجُوْعُ وَالعَطَشُ
Betapa banyak orang yang berpuasa namun
dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.
(H.R Ath Thabrani).
Ketahuilah bahwa ada banyak jalan atau penyebab nilai atau pahala puasa kita tidak berbekas meskipun zhahirnya kita berpuasa, tidak makan dan minum. Sungguh dalam perkara ini Rasululah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda.
عَنْ
رَبِيعَةَ بْنِ عُمَرَ الْجُرَشِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ الْكَذِبُ
وَالْغِيبَةُ وَالنَّمِيمَةُ وَالْيَمِينُ الْكَاذِبَةُ وَالنَّظْرُ بِشَهْوَةٍ
Rasulullah Salallahu
'alaihi Wasallam bersabda : Lima hal
yang menghapus (pahala) puasa orang yang berpuasa, (1) Berbohong, (2) Ghibah
(bergunjing), (3) Namimah (mengadu domba), (4) Sumpah palsu, dan (5) Memandang
dengan syahwat. (H.R at Tirmidzi).
Sungguh, di zaman
ini ada orang orang terjatuh atau
tergelincir kepada 5 perbuatan buruk ini
kecuali orang orang yang mendapat petunjuk yang lurus dari Allah Ta'ala. Apalagi
manusia memiliki hawa nafsu dalam dirinya dan hawa nafsu ini cenderung kepada
keburukan jika tidak dijaga dan dikendalikan.
Dan juga ada musuh
manusia yang bernama syaithan yang ingin menggelincirkan kepada
perbuatan maksiat. Memang di bulan Ramadhan syaithan yang JENIS JIN sudah dibelenggu tetapi SYAITHAN JENIS
MANUSIA MASIH ADA BERKELIARAN DI BERBAGAI TEMPAT.
Sungguh, lima
perkara yang bisa menghapus atau paling tidak bisa mengurangi pahala puasa
seseorang tersebut diatas tetapi tidaklah membatalkan ibadah puasa. Yang hilang
atau berkurang hanyalah nilai pahala
dari puasanya.
Imam Nawawi
menjelaskan bahwa perilaku buruk, jika dilakukan saat berpuasa, dapat
membatalkan PAHALA PUASA meskipun secara hukum fiqih puasanya tetap sah. (Lihat
al Majmu').
Oleh karena itu
hamba hamba Allah berusahalah dengan sungguh sungguh menjaga perkara perkara
yang bisa menghapus atau mengurangi nilai pahala puasa. Sungguh kita sangat
butuh untuk membawa pahala yang banyak ke akhirat kelak sehingga memberatkan
timbangan amal. Dan ketahuilah bahwa Allah Ta’ala
berfirman :
وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ ۚ فَمَنْ ثَقُلَتْ
مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ
خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ
Timbangan
pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka barangsiapa yang berat timbangan
(kebaikan) nya, MEREKA ITULAH ORANG YANG BERUNTUNG. Dan barangsiapa ringan
timbangan (kebaikan) nya maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya
sendiri, karena mereka mengingkari ayat ayat kami. (Q.S al A’raf 8-9).
Wallahu A'lam. (3.671).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar