Sabtu, 14 Februari 2026

SETIAP HAMBA BETUL BETUL INGIN AGAR IBADAHNYA DITERIMA

 

SETIAP HAMBA BETUL BETUL INGIN AGAR IBADAHNYA DITERIMA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, ibadah atau amal shalih yang dilandasi iman adalah modal paling utama setiap hamba Allah untuk menghadapi alam  barzakh atau alam kubur, hari akhirat dan mendapatkan surga. Banyak sekali firman Allah yang menjelaskan bahwa amal shalih dilandasi iman akan mengantarkan surga. Diantaranya adalah firman Allah Ta'ala :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ

Sungguh, orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih mereka akan mendapat surga yang mengalir dibawahnya sungai sungai. Itulah kemenangan yang agung. (Q.S al Buruj 11).

Oleh karena itu hamba hamba Allah akan terus berusaha dan tidak pernah merasa berat melakukan amal shalih dengan sebaik baiknya  sebagaimana yang disyariatkan. Dan sungguh tidak ada khilaf dikalangan ulama bahwa amal yang baik adalah memenuhi dua syarat paling utama yaitu :

Pertama : Beribadah dengan ikhlas.

Beribadah dengan ikhlas, yaitu melakukan suatu amalan semata mata untuk mencari ridha Allah Ta’ala. Diantara dalil dalam perkara ini adalah firman-Nya : 

إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ فَٱعْبُدِ ٱللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ ٱلدِّينَ

Sesusungguhnya Kami menurunkan kitab (al Qur an) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya (Q.S az Zumar 2).

Syaikh as Sa’di berkata : Tuluskanlah kepada Allah semua agamamu, baik berupa syariat yang nampak dan syariat yang tidak nampak, yaitu Islam, Iman dan Ihsan, dengan cara meng-Esakan Allah dengannya. Dan juga dengan niat mengharapkan keridhaanNya, bukan niat niat apapun selainnya. (Tafsir Karimir Rahman).

Allah Ta'ala berfirman :  

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Pada hal mereka hanya diperintahkan menyembah llah dengan ikhlas mentaati-Nya semata mata karena (menjalankan) agama. (Q.S al Baiyinah 5).

Kedua : Ittiba' yaitu mencontoh atau mengikuti  apa yang diajarkan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam.

Diantara dalilnya adalah sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam : 

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

 

Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami maka (amalannya) tertolak. (H.R Imam Muslim).

Berkata al Hafizh Ibnu Rajab al Hambali : Hadits ini secara konteks menunjukkan bahwa setiap amalan yang tidak ada perintah syar’i di dalamnya maka amalan tersebut ditolak. Sebaliknya dapat dipahami pula bahwa setiap amalan yang ada perintahnya maka amalan tersebut diterima. Maksud perintah  disini adalah agama dan syariatnya.

Oleh karena itu hamba Allah yang betl betul ingin ibadahnya diterima dan bernilai di sisi Allah LAKUKANLAH IBADAH DENGAN IKHLAS DAN MUTABA'AH YAITU MENGIKUTI CARA YANG DIAJARKAN RASULULLAH SALALLAHU 'ALAIHI WASALLAM.

Wallahu Alam. (3.664). 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar