Selasa, 26 April 2022

CITA CITA TERTINGGI HAMBA ALLAH MENJADI ORANG BERTAKWA

 

CITA CITA TERTINGGI HAMBA ALLAH MENJADI ORANG BERTAKWA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Berbagai ragam kegiatan dilakukan manusia ketika berada di dunia sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Diantaranya, ada yang berusaha mencari rizki, mencari pangkat dan jabatan, mencari gelar yang tinggi dalam bidang pendidikan umumnya dan banyak lagi yang lainnya.

Berusaha untuk yang demikian hakikatnya tidaklah salah. Bisa jadi dianjurkan bahkan dalam hal tertentu diharuskan. Tetapi semuanya haruslah dilakukan dengan cara cara yang benar dan dihalalkan dalam syariat Islam. Selain itu, haruslah dengan tidak melalaikan kewajiban untuk memenuhi perintah Allah Ta’ala dan mencari ridha-nya.

Namun demikian ketahuilah bahwa bagaimanapun dan dalam kondisi apapun, hamba hamba Allah haruslah memiliki cita cita dan usaha untuk menjadi orang yang bertakwa. Bertakwa maknanya adalah : Seorang Tabi’in yaitu Thalq bin Habib berkata: Apabila terjadi fitnah (ujian), padamkanlah fitnah itu dengan takwa. Orang-orang bertanya :  Apakah makna takwa itu ? Thalq menjawab : Takwa adalah engkau melakukan ketaatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah karena mengharap pahala dari-Nya. Dan engkau meninggalkan segala bentuk kemaksiatan kepada-Nya berdasarkan cahaya dari-Nya karena takut terhadap siksa-Nya. (Ibnul Mubarak, dalam Kitab az Zuhd).

Syaikh Abdul Muhsin al ‘Abbad berkata : Makna takwa dalam syariat adalah seseorang melindungi dirinya dari murka Allah. Yaitu dengan : (1) Menjalankan perintah dan menjauhi larangan. (2) Membenarkan semua berita dari Allah. (3) Beribadah kepada Allah sesuai dengan yang disyariatkan-Nya, bukan dengan cara yang mengada ada dan muhdats. (Syarah Hadits Arba’in an Nawawiyah). 

Sungguh sifat takwa, sedikitpun  tidak boleh disia siakan oleh seorang hamba yang menginginkan kebaikan dan keselamatan dirinya di dunia dan di akhirat kelak.

Pertama : Kebaikan di dunia.

Diantaranya, di dunia mendapat jalan keluar serta rizki yang tak disangka sangka  sebagaimana disebutkan Allah Ta’ala dalam firman-Nya :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ 

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan  jalan keluar baginya, Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Q.S ath Thalaq  2-3)

Kedua : Kebaikan dan keselamatan di akhirat.

(1) Orang bertakwa adalah mulia disisi Allah di dunia dan diakhirat. sebagaimana yang dijelaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya : 

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ 

Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. (Q.S al Hujurat 13).

(2) Ingatlah saudaraku bahwa  surga itu hanya disediakan Allah Ta’ala  untuk orang yang bertakwa tidak untuk yang selainnya. Allah Ta’ala berfirman : 

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabb-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi YANG DISEDIKAN BAGI ORANG ORANG YANG BERTAKWA. (Q.S Ali Imran 133).

Selain itu, sungguh Allah Ta’ala memberi kabar yang betul betul menggembirakan bahwa orang bertakwa akan diantar ke dalam surga secara berombongan dan dibukakan pintu surga buat mereka. Allah Ta’ala berfirman :

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

Dan ORANG ORANG YANG BERTAKWA  kepada Rabb-Nya DIANTAR KEDALAM SURGA SECARA BEROMBONGAN. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu pintunya telah dibukakan. Penjaga penjaganya berkata kepada mereka : Kesejahteraan (dilimpahkan) atas kamu, berbahagilah kamu !. Maka masuklah, kamu kekal didalamnya. (Q.S az Zumar 73).

Tentang ayat ini Syaikh as Sa’di berkata : Karena mereka telah meng-esakan-Nya, beramal dan melakukan ketaatan kepada-Nya, mereka digiring (diantarkan) dengan penuh penghormatan dan pemuliaan. Mereka dihimpun sebagai delegasi atas Malaikat yang mulia, dengan riang gembira dan senang hati, Dan setiap rombongan bersama rombongan yang sesuai dengan amal perbuatannya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Oleh karena hamba hamba Allah  hendaklah terus menerus berdiri di jalan yang lurus untuk mendapat predikat takwa yang memberikan kebaikan dan keselamatan di dunia dan di akhirat kelak. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.619)      

 

 

Senin, 25 April 2022

SANGAT BANYAK LIPAT GANDA IBADAH RAMADHAN

 

SANGAT BANYAK LIPAT GANDA PAHALA  IBADAH RAMADHAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sebagian besar kita menyadari bahwa amal ibadah kita di luar Ramadhan sangat sedikit. Diantara contohnya adalah bahwa shalat sunnah seperti shalat lail sedikit yang kita lakukan. Puasa sunnah juga tak banyak. Begitu juga dengan amal amal ibadah yang lainnya.  

Lalu Allah Ta’ala dengan kasih sayang-Nya  setiap tahun mendatangkan satu bulan banyak beribadah yaitu Ramadhan. Bahkan pahala amal orang beriman dilipatgandakan dengan lipatganda yang sangat banyak  pada bulan itu.

Lihatlah saudaraku, betapa banyak lipat ganda kebaikan dan pahala amal di bulan Ramadhan, diantaranya :

Pertama : Shalat taraweh menghapus dosa yang lalu.

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan iimaanan wahtisaaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Menurut al-Hafidz Ibnul Hajar rahimahullah : Maksud iman di situ adalah keyakinan dengan kebenaran kewajiban puasa padanya. Sedangkan ihtisab, meminta pahala dari Allah Ta'ala.

Jadi, sungguh sangatlah besar nilai kebaikan yang diperoleh bagi hamba hamba Allah yang mengamalkan shalat taraweh yaitu diampuni dosa dosanya yang lalu. Shalat taraweh termasuk witir yang kita lakukan membutuhkan waktu umumnya antara 30 – 50 menit tetapi Allah Ta’ala mengampuni dosa kita yang lalu. Sungguh ini termasuk lipat ganda kebaikan yang sangat banyak.

Bahkan lipat ganda pahala dan kebaikan shalat taraweh menjadi semakin banyak yaitu seperti pahala shalat semalam penuh jika shalat bersama imam sampai selesai.

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda :                                                                                                   

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh. (H.R Imam Ahmad, Abu Dawud dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Sungguh, hampir tak ada diantara kita yang mampu untuk shalat semalam penuh, tapi tetapi dengan  shalat taraweh bersama imam maka  Allah Ta’ala akan memberikan nilai pahala semalam penuh.

Kedua : Umrah pada bulan Ramadhan bernilai pahala seperti berhaji.

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam menjelaskan hal ini dalam sabda beliau :

 عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً

Umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan pahala haji. (H.R Imam Bukhari dan  Imam Muslim).

Hadits ini menunjukkan kepada kita tentang lipat ganda yang banyak dari pahala umrah bulan Ramadhan yaitu sebanding dengan pahala berhaji. 

Ketiga : Ibadah puasa mendapat balasan secara khusus dari Allah Ta’ala.

Rasulullah Salalllahu ‘alaihi Wasallam bersabda : 

 عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam bersabda, Allah Ta'ala berfirman : Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Syaikh Muhhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Maka balasannya disandarkan kepada diri-Nya Yang Mulia. Karena amalan-amalan shalih akan dilipatgandakan pahalanya dengan bilangan. Satu kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali sampai berlipat-lipat.

Sementara puasa, maka Allah sandarkan pahalanya kepada diri-Nya tanpa ada kadar bilangan. Maka Dia Subhanahu adalah zat yang paling dermawan dan paling mulia. Pemberian sesuai dengan apa yang diberikannya. Maka PAHALA ORANG BEPUASA SANGAT BESAR TANPA BATAS. (Majalis Syahru Ramadhan).

Oleh karena itu, hamba hamba Allah teruslah berusaha mengisi Ramadhan dengan amal amal shalih yang disyariatkan karena pahala ibadah di bulan Ramadhan sungguh besar dan dengan lipat ganda yang banyak. Paling istimewa  di sepuluh hari terakhir dengan lailatul qadr. Wallahu A’lam. (2.618)