Jumat, 27 Maret 2026

MALAS BERDOA BISA MENDATANGKAN MURKA ALLAH

 

MALAS BERDOA BISA MENDATANGKAN  MURKA ALLAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa Allah Ta'ala telah menyuruh hamba hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabb-mu berfirman : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (Q.S al Ghafir 60).

Syakh as Sa'di berkata : Ini adalah bagian dari kelembutan Allah terhadap hamba-hambaNya dan nikmat-Nya yang sangat besar, di mana Dia menyeru mereka kepada apa yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi agama dan dunia mereka, dan Dia perintahkan mereka untuk berdoa dengan doa ibadah dan doa permohonan, dan Dia berjanji kepada mereka akan mengabulkannya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)

Dan karena kedudukan yang mulia dari berdoa maka  di akhir ayat ini, Allah Azza wa Jalla memberikan ancaman keras bagi orang yang menyombongkan diri dan berpaling dari berdoa kepada-Nya. Ini termasuk  makna sabda Rasalullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Sesungguhnya barangsiapa enggan untuk memohon kepada Allâh maka Dia MURKA KEPADANYA. (H.R at Tirmidzi dan al Hakim).

Oleh sebab hamba hamba tetap dan terus menerus berdoa dan memohon kebaikan kepada Allah TERUTAMA PADA WAKTU WAKTU YANG MUSTAJAB.

 Mungkin ada yang sudah sering berdoa lalu merasa doanya belum dikabulkan.Tetapi ketahuilah bahwa tidak ada rugi sedikitpun seorang hamba yang banyak berdoa karena  BERDOA ITU  ADALAH  IBADAH. 

Dalam sebuah hadits yang shahih, dari an Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


الدعاء هو العبادة

Doa adalah ibadah. (H.R  Abu Dawud).

Selain itu ketahuilah bahwa doa seorang hamba akan dikabulkan dalam tiga keadaan yaitu sebagaimana Rasulullah Salallahu 'alaoho Wasallam bersabda :

 
 
ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا قَالُوا إِذاً نُكْثِرُقَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal : (1) Allah akan segera mengabulkan doanya, (2) Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3) Allah akan menghindarkan darinya keburukan yang semisal. 

Para sahabat lantas mengatakan : Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata :, Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa doa kalian.” (H.R Ahmad, dari Abu Sa’id, hadits Hasan). 

Wallahu A'lam. (3.686).

 

 

 

 



 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar