Minggu, 22 Maret 2026

ORANG BERIMAN TIDAK BOLEH BERHENTI BERSYUKUR

 

ORANG BERIMAN TIDAK BOLEH BERHENTI BERSYUKUR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Syukur berarti mengingat akan segala nikmat-Nya. Sungguh, besyukur wajib dilakukan  terus menerus oleh hamba hamba Allah karena bukankah nikmat juga terus menerus datang. Bahkan sangat banyak jumlah dan jenis sehingga kita tidak mampu menghitung jenis dan jumlahnya. Allah Ta'ala mengingatkan :


وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. DAN JIKA KAMU MENGHITUNG NIKMAT ALLAH, NISCAYA KAMU TIDAK AKAN MAMPU MENGHITUNGNYA. Sungguh manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). Q.S Ibrahim 34.

Ketahuilah bahwa  sangat banyak keutamaan  bagi yang bersyukur. Dan juga  adzab akan mendatangi orang orang yang tidak mau bersyukur.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka pasti adzab-Ku sangat pedih. (Q.S Ibrahim 7).

Iman Ibnu Katsir  menjelaskan bahwa   ayat ini adalah perintah untuk bersyukur dan diiringi dengan ancaman jika tidak bersyukur. Ancaman Allah adalah kalau tidak bersyukur maka akan diberi adzab  yaitu

(1) Di dunia bisa berbentuk diambilnya nikmat tersebut atau diambil berkahnya. 

(2) Diakhirat akan diazab karena tidak mau bersyukur. Jadi terhadap nikmat nikmat Allah, kita  diperintahkan untuk  bersyukur kepada-Nya. (Tafsir Ibnu Katsir).

Berkata Syaikh Abu Bakar al Jazairi bahwa  ayat ini menjelaskan perkataan Nabi Musa kepada Bani Israil : Aku ingatkan  mereka bahwa  Allah Ta’ala bersumpah  memberi tahu kalian; Jika kamu mau mensyukuri nikmat-Ku dengan beribaddah dan mentauhidkan Aku, taat kepada-Ku dan mentaati utusan-Ku dengan melaksanakan perintah-Ku dan meninggalkan larangan-Ku, niscaya Aku akan menambah kenikmatan dan kebahagiaan.

Tetapi jika kalian tidak mau mensyukuri nikmat-Ku, kamu durhaka kepada-Ku dan kepada utusan-Ku tentu ku akan cabut nikmat itu dan aku siksa kalian. Oleh karena itu takutlah kepada-Ku. (Tafsir Aisarut Tafasir).

Hamba hamba Allah tidak boleh berhenti bersyukur kepada-Nya. Bukankah nikmat Allah juga tidak penah berhenti mendatangi hamba hamba-Nya di setiap saat.

Wallahu A'lam. (3.681). 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar