BANYAK MANUSIA YANG
TEGA MENZHALIMI DIRI SENDIRI
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Memang ada manusia yang sering tergelincir melakukan
perbuatan yang merugikan dirinya. Kenapa bisa terjadi ?, karena mereka
melakukan kezhaliman kepada dirinya.
Ketahuilah, orang orang bijak ada yang mengingatkan bahwa
menzalimi diri sendiri, zalimul linafsih adalah perkataan atau
perbuatan yang merugikan diri sendiri
yaitu tersebab melanggar perintah Allah, melakukan maksiat, atau mengabaikan
kewajiban, yang berakibat pada dosa dan kerugian di dunia dan akhirat. Ini mencakup perbuatan dosa yaitu mengabaikan ibadah, dan menuruti keiinginan
hawa nafsu.
Ibnu Rajab menyebutkan bahwa kezaliman
terbagi menjadi dua jenis satu diantaranya adalah kezaliman terhadap diri sendiri.
Dalam hal ini yang terbesar adalah melakukan kesyirikan. Allah Ta'ala telah
menjelaskan dalam firman-Nya :
إِنَّ
ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيم
Sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman
yang sangat besar. (Q.S Luqman 13).
Orang yang melakukan perbuatan syirik berarti
menempatkan makhluk pada kedudukan Sang Pencipta dengan menyembah dan
mengagungkannya. Hal ini merupakan bentuk penempatan sesuatu tidak pada tempatnya. Kemudian diikuti oleh
berbagai bentuk maksiat, baik besar maupun kecil. Latha'if Ma'arif).
Oleh karena itu, hamba hamba Allah
mestilah berusaha untuk menjauhi perbuatan zhalim kepada dirinya. Dan juga
memohon serta berdoa kepada Allah Ta'ala agar dijauhkan dari perbuatan buruk
ini.
Diantara doa yang sangat baik untuk
diamalkan adalah doa yang diajarkan Rasulullah Salalllahu 'alaihi Wasallam
yaitu dari Abu
Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Bahwa beliau berkata kepada
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : Ajarkanlah kepadaku DOA
YANG AKU BACA DALAM SHALATKU. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ucapkanlah :
اللهُمَّ
إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيراً، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلاَّ
أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي، إنَّكَ أَنْتَ
الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ
Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, kasihanilah diriku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang. (Muttafaqun ‘alaihi).
Doa ini sangat baik kita baca dalam setiap waktu dan
kesempatan berdoa. Dan sangat baik pula dibaca di dalam shalat yaitu pada saat
sujud dan juga setelah membaca tasyahud akhir sebelum salam karena dalam hadits
disebutkan bahwa Abu Bakar ash Shidiq
meminta diajarkan doa untuk dibaca dalam
shalatnya.
Wallahu A'lam. (3.687)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar