Senin, 09 Maret 2026

ORANG BERIMAN BERSUNGGUH SUNGGUH MENCARI LAILATUL QADR

 

ORANG BERIMAN BERSUNGGUH SUNGGUH MENCARI LAILATUL QADR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, dengan kasih sayang-Nya, setiap tahun Allah Ta'ala menurunkan sepuluh  hari terakhir di bulan Ramadhan yaitu laillatul qadr. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (Q.S al Qadr 2-3).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di berkata :  Yakni keutamaannya MENYAMAI SERIBU BULAN. Amal yang dilakukan pada malam itu lebih baik dari amal yang dikerjakan selama seribu bulan penuh. Inilah salah satu hal YANG MEMBUAT ORANG BERAKAL TERKESIMA DAN TERCENGANG karena Allah Ta’ala memberi karunia pada umat yang lemah ini berupa kekuatan dan daya DALAM SATU MALAM. 

Dimana amal yang dikerjakan pada malam itu nilainya sama BAHKAN LEBIH DARI AMALAN SERIBU BULAN. Sementara seseorang paling paling diberi usia panjang selama 80 tahun sekian. (Tafsir Taisir Karimir Rahman). 

Sungguh, kita umat Muhammad Salallahu ‘alaihi Wasallam diberi Allah Ta’ala umur yang tidak panjang. Rasulullah Sallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

Umur-umur umatku antara 60 hingga 70, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu. (H.R at Tirmidzi, dari Abu Hurairah).

Dengan umur yang pendek itu maka hakikatnya kita umat Muhammad tak bisa beramal  seperti umat terdahulu karena umat terdahulu umurnya panjang panjang yaitu ratusan dan bahkan ada yang  lebih seribu tahun.

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Allah Ta’ala tidak mengabarkan kapan turunnya malam lailatul qadr secara pasti adalah untuk  dua pelajaran yang agung :

Pelajaran pertama : Untuk membedakan antara orang yang sungguh sunguh dengan orang yang malas dalam mencari malam tersebut.  Orang yang sungguh dalam mencarinya tidak merasa berat untuk beribadah pada sepuluh malam terakhir tersebut demi mendapatkan lailatul qadr. Adapun  orang yang malas akan merasa berat beribadah selama sepuluh hari hanya untuk mencari yang satu malam. 

Pelajaran kedua : Pahala kaum muslimin semakin banyak disebabkan banyaknya ibadah mereka. Semakin banyak amalan yang mereka lakukan maka semakin banyak jugalah pahala yang mereka dapatkan. (Lihat Tafsir Juz ‘Amma).

 Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata : Barangsiapa bersungguh sungguh pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan dengan melakukan shalat, membaca al Qur an, berdoa dan melakukan amalan lainnya PASTI DIA MENDAPATKAN LAILATUL QADR dan (mereka) beruntung dengan apa yang Allah janjikan. (Majum' Fatawa).

Oleh karena itu carilah lailatul qadr dengan sungguh sungguh. Ketika seorang hamba shalat, membaca al Qur an, berdoa, berdzikir dan melakukan amal shalih pada malam bertepatan dengan lailatul qadr maka insya Allah semua amal ibadahnya bernilai seperti beribadah lebih dari 1.000 bulan atau 83 tahun.

Wallahu A'lam. (3.677).

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar