TETAP MENJAGA HUBUNGAN BAIK DENGAN KERABAT ORANG TUA
YANG SUDAH WAFAT.
Disusun
oleh : Azwir B. Chaniago
Tentang perkara ini, kita bisa belajar dari apa yang dilakukan Abdullah bin Umar. Dikisahkan bahwa setelah Umar bin Khaththab, ayahnya Abdullah bin Umar wafat, pada suatu waktu ada seorang Arab Badui lewat di sebuah jalan di Makkah. Ibnu Umar memberi salam kepadanya.
Lalu mempersilahkan orang Badui tersebut naik ke atas himar (keledai) yang dia tungggangi. Kemudian dipakaikan imamah (sejenis sorban) diatas kepala orang Badui itu.
Berkata Ibnu Dinar : Wahai Ibnu Umar, semoga Allah memperbaiki urusanmu, mengapa engkau berbuat seperti itu kepada orang Badui tersebut.
Ibnu Umar menjawab : Sesungguhnya ayah orang ini dahulu adalah sahabat karib ayahku dan sungguh aku mendengar Nabi pernah bersabda :
إِنَّ
أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ
Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti adalah
seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik bapaknya. (H.R Imam Muslim).
Oleh sebab itu tetaplah pelihara dan teruskan hubungan baik dengan saudara dan kerabat orang tua kita yang sudah wafat. Jika ini kita lakukan maka berarti kita telah menghidupkan dan mengamalkan sunnah Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam.
Ketahuilah
saudaraku, ketika seorang hamba menghidupkan sunnah Rasulullah Salallahu
‘alaihi Wasallam maka dia sangat beruntung.
Sungguh salah satu cara mencintai beliau dan AKAN BERSAMA BELIAU DI
SURGA adalah dengan menghidupkan sunnah, sebagaimana sabda :
من أحيا سنتي فقد أحبني ومن أحبني كان معي في الجنة .
Barangsiapa
yang menghidupkan sunnahku maka dia telah mencintaiku. Barangsiapa mencintaiku
maka dia akan bersamaku di surga. (H.R at Tirmidzi).
Wallahu
A'lam. (3.647)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar