Rabu, 24 Desember 2025

TAMBAH KOKOH IMAN TAMBAH BERAT UJIAN

 

TAMBAH KOKOH IMAN TAMBAH BERAT UJIAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Pada suatu waktu, ketika Allah Ta'ala  berkehendak setiap orang beriman pasti akan didatangi ujian berupa cobaan bagi dirinya, keluarganya, hartanya dan yang lainnya. Allah Ta'ala telah menjelaskan perkara ini dalam firman-Nya :


أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, KAMI TELAH BERIMAN DAN MEREKA TIDAK DIUJI ?. Dan sungguh Kami telah menguji orang orang sebelum mereka maka Allah pasti mengetahui orang orang yang benar dan pasti mengetahui orang orang yang berdusta. (Q.S al Ankabut 2-3).

Tentang ayat ini, Syaikh as Sa’di berkata : Allah Ta’ala mengabarkan tentang kesempurnaan hikmah-Nya. Dan  hikmah-Nya adalah  tidak memastikan bahwa SETIAP ORANG YANG MENGATAKAN DIRINYA SEORANG MUKMIN DAN MENGKLAIM IMAN BAGI DIRINYA UNTUK TETAP DALAM KONDISI SELAMAT DARI UJIAN DAN COBAAN. Tidak akan menghadapi hal hal yang mengganggu iman mereka atau cabang cabangnya.

Sebab, kalau perkaranya seperti itu, tentu tidak dapat dibedakan mana orang yang jujur (sejati) dan orang yang dusta (dalam keimanannya, peny.). Tidak (pula) dapat dibedakan antara orang yang berpegang kepada kebenaran dan orang yang berpegang kepada kebathilan. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Ketahuilah bahwa ujian akan mendatangi seorang hamba sesuai kadar atau keadaan imannya. Semakin kokoh imannya maka semakin berat pula ujian yang mendatanginya. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan dalam sabda beliau :

عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً؟ قَالَ: «الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ، فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ

Dari Mus’ab dari Sa’ad dari bapaknya, aku berkata: Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya ?. Kata beliau : Para Nabi, kemudian yang semisal mereka dan yang semisal mereka. Dan seseorang diuji sesuai dengan kadar dien (keimanannya). Apabila diennya kokoh, maka berat pula ujian yang dirasakannya; kalau diennya lemah, dia diuji sesuai dengan kadar diennya. (H.R at Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Sungguh orang yang kokoh imannya akan menerima  ujian dengan sabar dan lapang dada karena dia SANGAT PAHAM bahwa   musibah  itu untuk menggugurkan dosa. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ أَوْ الْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَفِي مَالِهِ وَفِي وَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيئَةٍ

Senantiasa ujian itu menerpa mukmin atau mukminah pada dirinya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa. (H.R Imam Ahmad dan at Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Cobaan yang semakin berat akan senantiasa menimpa seorang mukmin yang shalih untuk meninggikan derajatnya dan agar ia semakin mendapatkan ganjaran yang besar. (Al Istiqamah).

Imam Ibnu Katsir berkata : Seorang mukmin itu harus diuji harta dan jiwanya atau anak keturunan dan keluarganya. Seorang mukmin juga harus diuji tingkat keagamaannya. Jika agamanya kuat maka akan bertambah pula (berat) cobaan yang akan diterimanya. (Tafsir Ibnu Katsir)

Al Munawi berkata :  Jika seorang mukmin diberi cobaan maka itu sesuai dengan ketaatan, keikhlasan, dan keimanan dalam hatinya. (Faidhul Qadir).

Wallahu A'lam. (3.645) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar