Sabtu, 18 April 2026

SEMBUNYIKAN PERBUATAN BAIK AGAR PAHALANYA TIDAK TERHAPUS

 

SEMBUNYIKAN PERBUATAN BAIK AGAR PAHALANYA TIDAK TERHAPUS

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta'ala telah SANGAT BANYAK BERBUAT BAIK kepada hamba hamba-Nya. Allah Ta'ala menjelaskan perkara ini dalam firman-Nya :

وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat bak kepadamu.  (Q.S al Qashash 77).

Dalam berbuat baik Allah Ta'ala  menyuruh orang beriman bukan hanya sekedar bersegera tetapi DISURUH BERLOMBA. Allah berfirman :  

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ

Maka berlomba lombalah kamu dalam kebaikan. (Q.S al Baqarah 148

Sungguh, berbuat baik terutama kepada  saudara seiman  adalah sifat terpuji dan   sangat dianjurkan dalam syariat Islam.  Namun demikinan ketahuilah bahwa  salah satu sifat yang dianjurkan dalam berbuat baik adalah TIDAK MENYEBUT MENYEBUTNYA.

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa seorang laki laki datang kepada Syabramah dan berkata : Aku telah melakukan ini untuk si Fulan, aku telah memberi ini untuk si Fulan. Aku bantu si Fulan dengan begini. Maka beliau, Syabramah, berkata : Tidaklah ada suatu kebaikan pada suatu perbuatan baik jika DIHITUNG HITUNG. (Uyunil Akbar).

Dalam perkara ini, Allah Ta'ala  mengingatkan dalam firman-Nya :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى

Wahai orang-orang yang beriman !. Janganlah kamu merusak (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima). Q.S al Baqarah 264.

Imam Ibnu Katsir berkata : Dalam ayat tersebut dijelaskan  sedekah menjadi sia-sia hanya karena si pemberi MENGUNGKIT UNGKIT  sedekah (perbuatan baik, peny.) yang telah ia beri dan ia MENYAKITI (perasaan) penerima. Seseorang tidak mendapatkan pahala sedekah akibat melakukan dua kesalahan tersebut. (Tafsir Ibnu Katsir).

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Sekiranya ada seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain, jika berupa sedekah maka ikhlaskanlah karena Allah dan jika bentuknya kebaikan maka kebaikan adalah memang sesuatu yang harus dilakukan.

Jika demikian adanya maka maka ia tidak boleh menyebut nyebut sedekahnya seperti dengan mengatakan : Aku telah memberimu sesuatu. Aku telah memberimu suatu barang. Diucapkan secara langsung di depannya maupun tidak secara langsung. Contohnya dia mengatakan didepan orang lain : Aku telah memberi si Fulan itu sebuah barang, yaitu dengan maksud untuk menyebut nyebut pemberian atau sedekahnya. 

Ayat dalam surat al Baqarah 264 menjelaskan bahwa jika seseorang suka menyebut nyebut sedekahnya maka pahala sedekah itu akan hancur. Ia tidak akan memperoleh pahala dari sedekahnya dan perbuatannya (mengungkit ungkit sedekahnya itu) termasuk dosa besar. (Syarah Riyadush Shalihin).

Jadi ternyata bahwa mengungkit ungkit pemberian  bukanlah sekedar menghilangkan pahalanya tetapi akan mendatangkan dosa besar. Dengan mengungkit ungkit itu berarti  telah menyakiti perasaan sipenerima sehingga bisa membuatnya merasa terhina. Imam adz Dzahabi mengatakan bahwa mengungkit ungkit kebaikan termasuk salah satu dosa besar (Kitab al Kaba-ir).

Wallahu A'lam. (3.693). 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar