Kamis, 23 April 2026

DOSA MASA LALU DIAMPUNI DENGAN MELAKUKAN KETAATAN DI SISA UMUR

 

DOSA MASA LALU DIAMPUNI  DENGAN MELAKUKAN KETAATAN DI SISA UMUR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Masa lalu adalah sesuatu yang tidak bisa dijemput lagi karena betul betul telah berlalu dari hadapan kita. Namun demikian hamba hamba Allah bisa mengambil banyak pelajaran dari pengalaman masa lalunya.

Bisa jadi seseorang telah mengisi masa lalunya dengan ketaatan dan juga sebaliknya telah mengisi masa lalunya dengan perbuatan dosa. Tetapi saudaraku, ternyata dosa dosa masa lalu bisa dihapus dengan sungguh sungguh bertaubat atau dalam bahasa syariat disebut dengan TAUBAT NASUHA.

Diantara cara taubat nasuha adalah menyesal dengan perbuatan buruk yang telah dilakukan dan bersungguh sungguh untuk menjauhi perbuatan buruk sekecil apapun. Selanjutnya memohon ampun dan ikuti dengan perbuatan baik atau amal shalih yang disyariatkan. Allah Ta’ala berfirman :

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Dan laksanakanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. PERBUATAN PERBUATAN BAIK ITU MENGHAPUS KESALAHAN KESALAHAN. Itulah peringatan bagi orang orang yang selalu mengingat (Allah). Q.S Hud 114.

Saudaraku, mari kita simak tentang dosa masa lalu,  yang disebutkan  Imam Ibnu Rajab al Hambali yang menceritakan bahwa pada suatu kali Imam Fudhail bin Iyadh seorang Tabi'in, pernah bertanya kepada seorang laki laki :  Berapa umurmu ?. Orang itu menjawab : 60 tahun.

Lalu Imam Fudhail berkata : Berarti selama 60 tahun engkau telah berjalan menuju Rabb-mu dan saat ini engkau hampir sampai kepada-Nya. Maka laki laki itu berkata : Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). Kemudian Imam Fudhail bertanya kepadanya : Tahukah engkau tafsir dari apa yang engkau ucapkan itu ?. Laki laki itu berkata : Tafsirkanlah ucapan itu untukku, wahai Abu Ali. Fudhail bin Iyadh menjelaskan : 

Pertama : Barangsiapa yang mengetahui bahwa ia adalah hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya  maka hendaklah ia mengetahui bahwa kelak ia akan disuruh berdiri dihadapan Rabb-nya. 

Kedua : Barangsiapa yang mengetahui bahwa ia akan disuruh berdiri dihadapan  Rabb-nya maka  dia harus mengetahui bahwa   akan ditanya.

Ketiga : Barangsiapa yang mengetahui bahwa ia akan ditanya maka hendaklah ia mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan itu. Selanjutnya laki laki itu berkata : Lalu bagaimana jalan keluarnya ?. Jalan keluarnya mudah kata Fudhail bin Iyadh. Orang itu bertanya lagi : Apakah itu wahai Abu Ali ?

Imam Fudhail bin Iyadh menjawab : Hendaklah engkau BERBUAT KEBAIKAN DI SISA UMURMU.  Niscaya Allah akan mengampuni (dosa) apa yang telah lalu atas dirimu. Sesungguhnya jika engkau tetap berbuat keburukan pada sisa umurmu niscaya engkau akan dihisab atas semua perbuatan (buruk) mu yang lalu dan yang akan datang (Jami’ul Ulum).

Wallahu A'lam. (3.696).

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar