DOSA MASA LALU
DIAMPUNI DENGAN MELAKUKAN KETAATAN DI
SISA UMUR
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Masa
lalu adalah sesuatu yang tidak bisa dijemput lagi karena betul betul telah
berlalu dari hadapan kita. Namun demikian hamba hamba Allah bisa mengambil
banyak pelajaran dari pengalaman masa lalunya.
Bisa
jadi seseorang telah mengisi masa lalunya dengan ketaatan dan juga sebaliknya
telah mengisi masa lalunya dengan perbuatan dosa. Tetapi saudaraku, ternyata
dosa dosa masa lalu bisa dihapus dengan sungguh sungguh bertaubat atau dalam
bahasa syariat disebut dengan TAUBAT NASUHA.
Diantara
cara taubat nasuha adalah menyesal dengan perbuatan buruk yang telah dilakukan
dan bersungguh sungguh untuk menjauhi perbuatan buruk sekecil apapun.
Selanjutnya memohon ampun dan ikuti dengan perbuatan baik atau amal shalih yang
disyariatkan. Allah Ta’ala berfirman :
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ
اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ
لِلذَّاكِرِينَ
Dan
laksanakanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian
permulaan malam. PERBUATAN PERBUATAN BAIK ITU MENGHAPUS KESALAHAN KESALAHAN.
Itulah peringatan bagi orang orang yang selalu mengingat (Allah). Q.S Hud 114.
Saudaraku,
mari kita simak tentang dosa masa lalu,
yang disebutkan Imam Ibnu Rajab al Hambali
yang menceritakan bahwa pada suatu kali Imam Fudhail bin Iyadh seorang
Tabi'in, pernah bertanya kepada seorang laki laki
: Berapa umurmu ?. Orang itu menjawab : 60 tahun.
Lalu
Imam Fudhail berkata : Berarti selama 60 tahun engkau telah berjalan menuju
Rabb-mu dan saat ini engkau hampir sampai kepada-Nya.
Maka laki laki itu berkata : Inna lillahi wa inna
ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya hanya
kepada-Nya kami akan kembali). Kemudian Imam Fudhail bertanya kepadanya :
Tahukah engkau tafsir dari apa yang engkau ucapkan itu ?. Laki laki itu berkata
: Tafsirkanlah ucapan itu untukku, wahai Abu Ali. Fudhail
bin Iyadh menjelaskan :
Pertama :
Barangsiapa yang mengetahui bahwa ia adalah hamba Allah dan akan kembali
kepada-Nya maka hendaklah ia mengetahui bahwa kelak ia akan disuruh
berdiri dihadapan Rabb-nya.
Kedua :
Barangsiapa yang mengetahui bahwa ia akan disuruh berdiri
dihadapan Rabb-nya maka dia
harus mengetahui bahwa akan ditanya.
Ketiga :
Barangsiapa yang mengetahui bahwa ia akan ditanya maka hendaklah ia
mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan itu. Selanjutnya
laki laki itu berkata : Lalu bagaimana jalan keluarnya ?. Jalan keluarnya mudah
kata Fudhail bin Iyadh. Orang itu bertanya lagi : Apakah itu wahai Abu Ali ?
Imam
Fudhail bin Iyadh menjawab : Hendaklah engkau BERBUAT KEBAIKAN DI SISA
UMURMU. Niscaya Allah akan mengampuni (dosa) apa yang telah lalu
atas dirimu. Sesungguhnya jika engkau tetap berbuat keburukan pada sisa umurmu
niscaya engkau akan dihisab atas semua perbuatan (buruk) mu yang lalu dan yang
akan datang (Jami’ul Ulum).
Wallahu
A'lam. (3.696).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar