Rabu, 07 Januari 2026

ORANG BERIMAN TIDAK MENGELUH DAN MERINTIH JIKA MENGALAMI SAKIT

 

ORANG BERIMAN TIDAK MENGELUH DAN MERINTIH JIKA MENGALAMI SAKIT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, orang orang beriman akan diuji dirinya, keluarganya, hartanya dan yang lalinnya. Sungguh, Allah Ta'ala telah menjelaskan dalam firman-Nya :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, KAMI TELAH BERIMAN DAN MEREKA TIDAK DIUJI ?. Dan sungguh Kami telah menguji orang orang sebelum mereka maka Allah pasti mengetahui orang orang yang benar dan pasti mengetahui orang orang yang berdusta. (Q.S al Ankabut 2-3).

Diantara ujian berupa musibah yang terkadang mendatangi orang orang beriman adalah DIDATANGI PENYAKIT baik yang berat maupun yang ringan. Dalam hal ini tentu terasa tidak menyenangkan dari segala segi. Namun demikian orangorang beriman sangat dianjurkan untuk tidak mengeluh apalagi merintih tersebab sakitnya.

Ketahuilah bahwa  ketika didatangi ujian berupa musibah berupa sakit maka paling utama yang harus dikedepankan adalah sifat sabar yaitu menerima dengan lapang hati dan meyakinkan diri seyakin yakinnya bahwa Allah Ta'ala akan memberikan kebaikan bagi hamba hamba-Nya.

Sungguh sangat banyak kebaikan yang akan mendatangi hamba hamba Allah yang diuji dengan penyakit, TERUTAMA SEKALI  SEBAGAI PENGHAPUS DOSA. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda : 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضِ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتُهُ كَمَا تَحَطَّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu musibah berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sakitnya itu, sebagaimana sebatang pohon yang menggugurkan daun-daunnya. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Dan juga satu hadits dari Jabir bin Abdullah menyebutkan bahwa Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

مَا يَمْرَضُ مُؤْمِنٌ وَلاَ مُؤْمِنَةٌ وَلاَ مُسْلِمٌ وَلاَمُسْلِمَةٌ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِذلِكَ خَطَايَاهُ كَمَا تَنْحَطُّ الْوَرَقَةُ مِنَ الشَّجَرِ

Tidaklah sakit seorang mukmin, laki-laki dan perempuan, dan tidaklah pula dengan seorang muslim, laki-laki dan perempuan, melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan hal itu, sebagaimana bergugurannya dedaunan dari pohon. (H.R Imam Ahmad).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidaklah seorang muslim tertimpa cobaan, penyakit, kesulitan, kesedihan, gangguan, tidak pula gundah gulana, sampai kiranya duri yang menusuknya, melainkan Allah akan jadikan sebagai penghapus dari kesalahannya (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Selain itu ketahuilah bahwa paling tidak ada lima perkara  yang  ditarik Allah ketika seorang diuji dengan sakit. (1) Selera makan berkurang bahkan hilang. (2) Keceriaan dan kegembiraan hilang. (3) Semangat dan tenaga secara fisik juga hilang. (4) Kemampuan beraktivitas sehari hari juga hilang. (5) DOSA DOSA JUGA HILANG. 

Selanjutnya, ketika Allah menyembuhkannya maka Allah mengembalikan apa yang telah Dia tarik dari diri seseorang ketika dia  sakit.  Selera makan dikembalikan.  Kegembiraan dan keceriaan dikembalikan.  Semangat dan tenaga secara fisik juga dikembalikan. Kemampuan untuk beraktivitas sehari hari juga dikembalikan lagi. TAPI DOSA TAK DIKEMBALIKAN.

JADI, DIANTARA LIMA PERKARA YANG TIDAK DIKEMBALIKAN KEPADA SESEORANG YANG TELAH SEMBUH DARI PENYAKITNYA ADALAH  DOSANYA karena telah dihapus.

Wallahu A'lam. (3.649).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar