KEWAJIBAN MENJAGA KEBERSAMAAN SESAMA ORANG BERIMAN
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Sungguh, Allah Ta'ala memerintahkan hamba-Nya untuk
menjaga kebersamaan atau persaudaraan sesama orang beriman sebagaimana firman-Nya
:
وَاعْتَصِمُوا
بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ
Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai. (Q.S Ali Imran 103).
Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam juga dengan sangat jelas menyebutkan bagaimana seharusnya kebersamaan dan persaudaraan sesama orang beriman. Dari Abu Musa, dari Nabi Salallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda :
«الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ
يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا» وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ
Orang mukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan. Kemudian beliau menganyam jari-jemarinya. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Ketahuilah bahwa hakikatnya kebersamaan dan persaudaraan orang beriman ditegaskan Allah Ta'ala dalam firman-Nya :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا
اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Sesungguhnya
orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu
(yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (Q.S
al Hujurat 10).
Selanjutnya ketahuilah bahwa salah satu implementasi dari kebersamaan dan persaudaraan orang orang beriman adalah SALING TOLONG MENOLONG DALAM KEBAIKAN. Dan tentang tolong menolong diperintahkan Allah Ta'ala dalam firman-Nya :
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ
وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan
tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa. Dan jangan
tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah,
sungguh Allah sangat berat siksa-Nya. (Q.S al Maidah 2).
Imam
Ibnu Katsir berkata : Maknanya adalah bahwa Allah Ta'ala memerintahkan hamba
hamba-Nya yang beriman untuk senantiasa tolong menolong DALAM BERBUAT KEBAIKAN.
Itulah yang disebut dengan al birru atau kebaikan. (Tafsir Ibnu Katsir).
Imam al
Qurthubi menjelaskan tentang TA’AWUN yaitu tolong
menolong yang dimaksud dalam surat al Maidah ayat 2 menyebutkan beberapa
aplikasinya :
(1) Seorang
berilmu menolong manusia dengan ilmunya.
(2) Seorang yang
berharta menolong manusia dengan hartanya.
(3) Seorang
pemberani menolong manusia dengan keberaniannya berjuang di jalan Allah dan
yang lainnya. Masing masing orang membantu orang lain sesuai kapasitas dan
kemampuannya. (Tafsir al Qurthubi)
Imam al
Mawardi berkata : Allah Azza wa Jalla mengajak untuk tolong-menolong
dalam kebaikan dengan beriringan dengan ketakwaan kepada-Nya. Sebab dalam
ketakwaan, terkandung ridha Allah Azza wa Jalla . Sementara saat berbuat baik,
orang-orang akan menyukai (meridhai).
Barang
siapa memadukan antara ridha Allah Azza wa Jalla dan ridha manusia, sungguh
kebahagiaannya telah sempurna dan kenikmatan baginya sudah melimpah. (Tafsir al
Qurthubi).
Tentang ayat 2 surat al
Maidah yang berkaitan dengan tolong menolong dalam kebaikan, Syaikh as Sa'di
berkata : Hendaknya sebagian kalian membantu sebagian yang lain dalam
kebajikan. Kebajikan adalah nama yang mengumpulkan segala
perbuatan, baik lahir maupun bathin, baik hak Allah maupun hak
manusia YANG DICINTAI DAN DIRIDHAI ALLAH TA'ALA.
Setiap perbuatan baik
yang diperintahkan untuk dikerjakan atau perbuatan buruk yang diperintahkan
untuk dijauhi, maka seorang hamba DIPERINTAHKAN UNTUK MELAKSANAKANNYA sendiri
dan dengan bantuan dari orang lain dari kalangan saudara saudaranya yang
beriman. Baik dengan ucapan atau perbuatan yang memacu atau mendorong
kepadanya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman, dengan diringkas).
Wallahu A'lam. (3.651).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar