Kamis, 29 Januari 2026

KETIKA SEORANG HAMBA DAPAT RIZKI SECUKUPNYA SAJA

 

KETIKA SEORANG HAMBA DAPAT RIZKI SECUKUPNYA SAJA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh banyak hamba hamba Allah yang mendapat rizki untuk kebutuhan hidup SECUKUPNYA SAJA ATAU PAS PAS-AN. Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala memberi dan membagi rizki sesuai ukuran, kehendak, hikmah dan ilmu-Nya. Allah Ta'ala berfirman : 

أَوَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan tidaklah mereka mengetahu bahwa Allah melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki) ?. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beiman. (Q.S az Zumar 52).

Jadi, janganlah pernah mengeluh ketika merasa dapat rizki secukupnya saja. Sungguh itu adalah KETETAPAN ALLAH  Yang Maha Mengetahui. Nah, ketika seseorang  mengeluh dengan rizki yang pas pas-an, maka itu maknanya TIDAK SUKA dengan apa yang telah Allah tetapkan. Sikap ini tentu sangat tidak baik untuk dipelihara

Ketika seseorang mendapat rizki yang pas pas-an itu adalah ketetapan Allah Ta'ala, Dan ketahuilah bahwa apa pun ketetapan Allah Ta'ala PASTI ITU YANG TERBAIK BAGINYA. Terbaik untuk dunianya dan terbaik untuk akhiratnya.

(1) Terbaik untuk dunianya.

Diberi rizki sedikit atau pas pas-an bisa jadi itu adalah bagian kasih sayang Allah Ta'ala. Bukankan kita pernah menyaksikan ketika seseorang diberi rizki atau harta berlebih lalu lupa kewajiban  terhadap sebagian rizki yaitu zakat, infak dan sedekah.

Bahkan yang lebih menyedihkan lagi adalah ketika mendapat rizki lebih lalu digunakan untuk bangga diri, hura hura dan bisa jadi pula jatuh kepada maksiat.

(2) Terbaik untuk akhiratnya.

Sungguh, dia akhirat kelak semua nikmat harta pasti akan dihisab dan harus dipertanggung jawabkan. Dari mana didapat dan kemana dibelanjakan. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :  

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari Kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya, dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya. (H.R at Timidzi, ad Daarimi dan Abu Ya’la, dishahihkan oleh Syaikh al Albani)

Jadi, sungguh sangat berat mempertanggung jawabkan harta  di akhirat kelak. Begitu berat mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak maka Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam mengabarkan kepada kita melalui sabda beliau bahwa orang miskin akan masuk surga lebih dahulu dari orang orang kaya karena urusan pertanggungan jawab atau hisab harta mereka.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ

Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (H.R Ibnu Majah dan at Tirmidzi, hadits dengan sanad Hasan).

Sebagai penutup tulisan ini dinukil satu peringatan tentang pertangung jawaban atau hisab terhadap harta di akhirat kelak. Abu Dzar Jundub al Ghifari berkata : Pemilik harta dua dirham pada hari Kiamat nanti akan LEBIH BERAT HISABNYA dibandingkan pemilik harta satu dirham. (Ibnu Mubarak dalam az Zuhud).

Wallahu A'lam. (3.657).

 

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar