Sabtu, 31 Januari 2026

SEMAKIN BANYAK MEMBACA AL QUR AN WAKTUMU SEMAKIN BERKAH

 

SEMAKIN BANYAK MEMBACA AL QUR AN WAKTUMU SEMAKIN BERKAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, setiap orang dalam semua strata, baik berpangkat atau bukan,  kaya atau miskin miskin,  berpendidikan tinggi atau rendah.  Orang sibuk atau santai bahkan ketika sehat atau sakit mendapat jatah waktu sehari semalam hanya 24 jam. Tidak lebih tidak kurang.

Cara menghabiskan waktu ini tergantung keadaan dan kemauan masing masing orang. Digunakan untuk kebaikan atau keburukan dan maksiat waktu pasti akan tetap habis. Bahkan yang lebih unik lagi, TIDAK MENGGUNAKAN UNTUK APA APA TETAP SAJA HABIS.  Tetapi orang orang beriman akan menggunakan waktu yang ada untuk segala sesuatu yang bermanfaat di dunia terutama lagi untuk yang bermanfaat di akhirat 

Ketahuilah bahwa waktu 24 jam sehari  semalam yang diberikan Allah Ta'ala tidak akan bisa ditambah meskipun ada diantara kita yang membutuhkan waktu lebih  karena banyak kegiatan. Tetapi Allah Ta'ala dengan kasih sayang-Nya bisa MENAMBAH BERKAH DARI WAKTU YANG 24 JAM ITU.

Lalu apa makna berkah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berkah adalah karunia atau pemberian Alllah yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia.

Dan juga secara bahasa berkah bermakna berkembang, bertumbuh dan juga bermakna kebahagiaan. Dan juga makna berkah adalah kebaikan yang banyak dan terus menerus berada dalam kebaikan. 

Jadi orang mendapat berkah bermakna dia berada dalam kebaikan yang banyak dan terus menerus mendapatkan kebaikan itu sehingga mengantarkannya kepada kebahagiaan.

Imam an Nawawi dalam  Syarah Sahih Muslim berkata : Makna asal keberkahan adalah kebaikan yang banyak dan abadi (di dunia sampai ke akhirat, peny.). 

Di zaman kita ini banyak orang yang merasa kekurangan waktu untuk melakukan kegiatannya sehari hari dalam mencari harta dunia dan juga untuk berkumpul serta mengobrol dengan teman temannya. Dan lebih lebih lagi menggunakan waktu berjam jam berselancar di media sosial dengan handphonenya.

Lalu mereka hampir tidak pernah membaca al Qur an barang 10 atau 15 menit saja.      Mungkin mereka belum mengetahui bahwa waktu yang  digunakan untuk membaca al Quran itu  hakikatnya tidak hilang begitu saja. Ia akan diganti oleh Allah Ta'ala dengan keberkahan waktu yang berlipat ganda.

Sungguh, menggunakan SEBAGIAN WAKTU untuk membaca al Qur an mendatangkan KEBERKAHAN KEPADA SELURUH WAKTU yang dimiliki seseorang.

 

Secara hitungan matematika dunia, membaca Al Quran tampak seakan-akan mengurangi waktu. Dari total 24 jam dalam sehari, seolah-olah berkurang sekian detik, sekian menit atau sekian jam  untuk membaca Al Quran. Padahal tidaklah demikian.

Perhatikanlah kisah berikut ini : Ibrahim bin Abdul Wahid al Maqdisi memberi nasehat kepada Al Dhiya al Maqdisi sebelum yang terakhir dia pergi menuntut ilmu : Perbanyaklah membaca Al Quran. Jangan kamu tinggalkan. Karena kemudahan yang akan kamu peroleh dalam pencarianmu akan berbanding lurus dengan kadar yang kamu baca.

Al Dhiya mengatakan : Lalu aku renungi hal itu dan aku praktekkan berkali-kali. Setiap kali aku  banyak membaca (al Qur an), semakin mudah aku menghafal hadits dan menulisnya. Jika aku tidak membaca, tidak mudah aku melakukannya. (Dzail Thabaqat al-Hanabilah,  Ibnu Rajab al Hambali).

 

Sungguh,  membaca Al Quran membawa keberkahan sehingga waktu yang kita miliki bisa lebih bermanfaat. Oleh karena itu perbanyak membaca al Qur an. Janganlah  membaca al Quran di waktu luang, tetapi LUANGKAN waktu secara khusus untuk membaca Al Quran. Insya Allah berkah dan mendatang kebaikan yang banyak.

 

Wallahu A'lam (3.658).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar