Jumat, 20 Maret 2026

PUASA PENGHAPUS DOSA DAN MENINGGALKANNYA DAPAT ADZAB BERAT

 

PUASA PENGHAPUS DOSA DAN MENINGGALKANNYA DAPAT ADZAB BERAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, puasa Ramadhan adalah rukun  dalam syariat Islam sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (perkara) : Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan. [H.R Imam Bukhari).

Bahwa puasa Ramadhan adalah penghapus dosa sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam :


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.  (Mutafaq 'alaihi).

Tetapi meskipun puasa Ramadhan adalah perintah Allah Ta'ala dan termasuk RUKUN DALAM ISLAM dan sebagai penghapus dosa ternyata banyak saudara saudara kita yang lalai dalam mengamalkan puasa Ramadhan.

Ada yang lalai secara total dalam berpuasa. Dan juga banyak yang mengamalkan puasa wajib Ramadhan hanya beberapa hari saja tidak sebulan penuh sebagaimana diperintahkan dalam syariat. Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa melalaikan puasa Ramadhan adalah perbuatan buruk dan tercela serta TERMASUK KERUGIAN YANG SANGAT BESAR.

Ketahuilah, para ulama tidak berbeda perdapat bahwa meninggalkan puasa tanpa udzur syar'i adalah TERMASUK DOSA BESAR. Selain itu, ADZAB MENINGGALKAN PUASA FARDHU SANGATLAH BERAT. . Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan perkara ini dalam satu hadits, yaitu :  

   عَنْ أَبي أُمَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ: بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِى رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَىَّ، ثُمَّ انْطُلِقَ بِى فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا. قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ   

Dari Abu Umamah berkata, aku mendengar Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda : Pada saat aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang laki laki memegang lenganku.

Kemudian mereka membawaku, saat itu aku mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang sobek keluar darah. Aku bertanya : Siapa mereka ?. Ia menjawab : Mereka adalah orang orang yang berbuka puasa sebelum  waktunya berbuka. (H.R an Nasa’i, Ibnu Hibban dan al Hakim).

Wallahu A'lam. (3.679). 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar