Jumat, 02 Januari 2026

ORANG BERIMAN SELALU BERADA DALAM KEBAIKAN

 

ORANG BERIMAN SELALU BERADA DALAM KEBAIKAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, orang orang   beriman yang benar imannya dan melakukan amal shalih akan  senantiasa  berada dalam kebaikan. Allah Ta'ala berfirman :


مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang beramal saleh, laki laki atau perempuan sedangkan dia beriman, akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S an Nahal 97).

Tentang  surat  an Nahal 97 ini, Syaikh as Sa’di berkata : Firman Allah Ta’ala : “Maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik”. Maksudnya : Dengan memberikan KETENANGAN HATI DAN KETENTERAMAN JIWA serta tidak menoleh kepada objek yang mengganggu hatinya dan Allah Ta’la memberinya rizki yang halal dari arah yang tak disangka sangka. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Selain itu ketahuilah bahwa orang orang beriman senantiasa merasa tenang dalam menjalani kehidupannya karena ketika didatangi ujian berupa musibah maka mereka SANGAT PAHAM  bahwa itu adalah kehendak Allah Ta'ala yaitu sebagaimana firman-Nya :

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah (Muhammad). Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah bertawakallah orang orang yang beriman. (Q.S at Taubah 51).

Dan juga orang orang beriman SANGAT PAHAM bahwa ketika didatangi ujian berupa musibah, diantaranya :

= Tidak  merasa cemas tersebab kekurangan harta, karena rizki setiap hamba telah dijamin oleh Allah Ta'ala sebagaimana firman-Nya :


وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ


Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) dibumi melainkan semuanya dijamin Allah rizkinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). Q.S Hud 6.

Untuk mendapatkan rizki itu manusia memang harus berusaha. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam menyebutkan perumpamaan tentang bagaimana burung keluar dari sarangnya dan berusaha  mencari rizki bagi dirinya. Beliau bersabda : 

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut PERGI PADA PAGI HARI dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang. (H.R Imam Ahmad, Ibnu Majah, at Tirmidzi dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

= Tidak merasa berat dan mengeluh ketika didatangi penyakit, karena bisa besabar sehingga penyakitnya menjadi penghapus dosa dan meninggikan derajat. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidaklah seorang muslim tertimpa cobaan, penyakit, kesulitan, kesedihan, gangguan, tidak pula gundah gulana, sampai kiranya duri yang menusuknya, melainkan Allah akan jadi sebagai penghapus dari kesalahannya (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إِنّ َّ الرَّجُلَ تَكُونُ لَهُ المَنزِلَةُ عِندَ اللهِ فَمَا يَبلُغُهَا بِعَمَلٍ، فَلَا يَزَالُ يَبتَلِيهِ بِمَا يَكرَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ ذَلِكَ

Sesungguhnya seorang hamba akan memperoleh kedudukan di sisi Allah bukan karena  amal semata, namun, senantiasa dirinya memperoleh ujian dengan perkara yang tidak disenanginya (diantaranya didatangi penyakit) hingga sampai (dia diangkat)  pada derajat yang tinggi. (H.R Ibnu Hibban, al Hakim, dihasankan oleh Syaikh al Albani).

Oleh karena itu hamba hamba Allah selalu menjaga imannya agar tetap kokoh. Ingatlah bahwa iman bisa turun bisa naik. Iman naik karena ketaatan  dan imam turun bahkan bisa hilang karena maksiat.

Wallahu A'lam. (3.648)