Senin, 08 Juni 2026

HAMBA ALLAH DIANJURKAN LAMA BERSUJUD DALAM SHALAT

 

HAMBA  ALLAH DIANJURKAN LAMA BERSUJUD DALAM SHALAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa ketika bersujud posisi seorang hamba benar benar mununjukkan kerendahannya di hadapan Khaliq-nya. Bagaimana tidak, kepala yang menjadi salah satu bagian paling penting pada tubuh manusia  lalu  diposisikan begitu rendahnya hingga sampai ke tanah.

Oleh karena itu sujud dalam shalat haruslah dilakukan dengan benar karena termasuk rukun shalat. Sungguh dengan bersujud yaitu menunjukkan kerendahan diri serendah rendahnya dihadapan Allah Ta'ala,  pada saat shalat.

Sungguh, SUJUD LAMA yaitu tidak tergesa gesa bangkit dari sujud dalam shalat sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan. Diantaranya adalah :

Pertama : Kesempatan berdoa diijabah ketika sujud. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda :  

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya adalah  ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah doa ketika itu. (H.R Imam Muslim).

Hadits yang mulia ini menunjukkan besarnya keutamaan dan tingginya kedudukan sujud dalam shalat serta keutamaan  memperbanyak doa di dalamnya karena waktu sujud adalah yang dijanjikan pengabulan doa padanya. (Syarah Shahih Muslim).

Ada beberapa hal yang perlu dipahami ketika berdoa dalam sujud ketika shalat, diantaranya :

(1) Memperbanyak sujud dalam shalat dilakukan setelah membaca dzikir atau bacaan yang khusus ketika sujud karena ini merupakan kewajiban dalam shalat. (Majmu’ Fatawa Syaikh Utsaimin). 

(2) KEUTAMAAN (BERDOA KETIKA SUJUD) YANG DISEBUTKAN DALAM HADITS INI  BERLAKU UNTUK SEMUA SUJUD DALAM SHALAT DAN TIDAK HANYA PADA SUJUD TERAKHIR SAJA  SEBAGAI MANA YANG DISANGKA DAN DIAMALKAN OLEH SEBAGIAN KAUM MUSLIMIN (Syarah Shahih Muslim). 

Kedua : Kesempatan menggugurkan dosa ketika sujud. Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :


إن العبد إذا قام للصلاة أتي بذنوبه كلها فوضعت على عاتقيه، فكلما ركع أو سجد تساقطت عنه

Sesungguhnya seorang hamba apabila berdiri mengerjakan shalat, akan didatangkan semua dosa dosanya lalu diletakkan di atas kedua pundaknya. Setiap kali dia rukuk atau sujud maka berjatuhanlah dosa dosanya. (Lihat ash Shahihah 1398).

Tetapi ketahuilah bahwa sujud lama dalam shalat sangat mungkin dilakukan dalam shalat sendiri atau munfarid, terutama shalat sunnah. Paling dianjurkan  adalah saat melakukan shalat lail.

Ketika shalat berjamaah bersama imam kewajiban makmum adalah mengikuti imam. Hadits utama yang menjadi dasar kewajiban mengikuti imam dalam shalat adalah sabda Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam :

إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَلَا تُكَبِّرُوا حَتَّى يُكَبِّرَ، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَلَا تَرْكَعُوا حَتَّى يَرْكَعَ

Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti. Jika ia bertakbir maka bertakbirlah kalian dan janganlah kalian bertakbir sebelum ia bertakbir. Jika ia rukuk maka rukuklah kalian dan janganlah kalian rukuk sebelum ia rukuk. (H.R Imam  Bukhari dan Imam Muslim).

Terkadang kita melihat ada diantara saudara  kita yang shalat bersama imam lalu ketika imam bangkit dari sujud terakhir dia masih bersujud untuk mengambil kesempatan berdoa.

Tujuannya baik tetapi ketahuilah bahwa sikap seperti ini tidak dianjurkan karena kalau imam bangkit dari sujud maka kewajiban makmum segera mengikuti. Begitulah yang diajarkan dalam fiqih shalat.

Wallahu A'lam. (3.727). 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 07 Juni 2026

GOLONGAN MANUSIA YANG MENYESAL DI AKHIRAT KELAK

 

GOLONGAN MANUSIA YANG MENYESAL DI AKHIRAT KELAK

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, Allah Ta'ala telah mengingatkan bahwa tujuan manusia diciptakan-Nya adalah untuk mengabdi, menyembah dan beribadah kepada Allah Ta'ala yaitu sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya :


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menjadikan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S adz Dzariyat 56).

Tentang makna ibadah antara lain disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu , beiau berkata : Ibadah adalah satu istilah yang menghimpun seluruh apa yang DICINTAI DAN DIRIDHAI oleh Allah Ta'ala berupa perkataan dan perbuatan yang lahir dan yang bathin. (Al 'Ubudiyah).

Ketahuilah bahwa pada hari Kiamat sangat banyak golongan manusia yang MENYESAL TERUTAMA TERKAIT DENGAN MELALAIKAN IBADAH dan melakukan perbuatan baik, diantaranya :

Pertama : Meninggalkan perbuatan baik yang disyariatkan. Allah Ta'ala berfirman :

حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ . لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

(Demikianlah keadaan orang orang kafir itu) Hingga apabila datang kmatian kepada seseorang dari mereka, dia berkata : Ya Rabb-ku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan. (Q.S al Mukminun 99-100).

Kedua : Mendustakan ayat ayat Allah. Allah Ta'ala berfirman : 

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ فَقَالُوا۟ يَٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata : Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Rabb kami, serta menjadi orang yang beriman. (Q.S al An'am 27).

Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili berkata : Dan jika kamu melihat keadaan orang-orang musyrik ketika mereka dipenjarakan di dekat nereka sembari diperlihatkan gambaran neraka, sungguh kamu akan melihat suatu keadaan yang mengejutkan dan menakutkan. 

Mereka berkata, andai saja kami bisa kembali ke dunia, sungguh kami akan bertaubat di sana dan tidak akan mendustakan ayat-ayat Rabb kami. Kami akan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. (Tetapi) semua itu hanyalah kebohongan dan alasan untuk menghindar. (Tafsir Al Wajiz)

Ketiga : Lalai berinfak dan besedekah. Allah Ta'ala berfirman : 

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu SEBELUM KEMATIAN DATANG kepada salah seorang diantara kamu, lalu dia berkata (menyesali) : Ya Rabb-ku sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang orang yang shalih.  (Q.S al Munafiqun 10)

Keempat : Salah memilihi teman akrab. Tentang Allah Ta'ala berfirman : 

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

Wahai, celaka aku !. Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si Fulan itu teman karib (ku). Sungguh dia telah menyesatkan aku dari peringatan (al Qur an) ketika (al Qur an) itu telah datang kepadaku. Dan syaithan memang pengkhianat manusia. (Q.S al Furqan 28-29)

Wallahu A'lam. (3.726).

 

 

 

 

 

PERBUATAN BOHONG TERMASUK DOSA BESAR DAN TERKUTUK

 

PERBUATAN BOHONG TERMASUK DOSA BESAR DAN TERKUTUK

Disusun oleh : Azwir B. Chaiago

 

Salah satu sikap buruk yang dipelihara atau ada pada diiri sebagian manusia di zaman ini adalah SUKA BERBOHONG. Mereka berbohong umumnya untuk mendapatkan keuntungan dunia yang hakikatnya tidak seberapa. Sungguh sering berbohong adalah salah satu DOSA BESAR. (Lihat Kitab al Kaba'ir, Imam adz Dzahabi).

 

Ketahuilah bahwa suka berbohong pasti akan mendapat celaka bahkan  Allah Ta'ala menyebutkan bahwa orang yang suka berbohong adalah terkutuk yaitu sebagaimana firman-Nya :

 

قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ ﴿١٠﴾ الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ

 

Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta, (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai. (Q.S adz Dzariyat 10-11).

Dan juga Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam mengingatkan tentang salah satu akibat buruk berbohong yaitu sebagaimana sabda beliau : 

وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dan hindarilah olehmu berlaku bohong karena kebohongan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku bohong dan selalu berbohong sehingga dia tercatat di sisi Allah Ta’ala sebagai pembohong (H.R Imam Muslim).

Syaikh Muhammad Shalih al Utsaimin berkata : Dalam hadits ini Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengingatkan bahaya berbohong. Beliau bersabda : "Hindarilah olehmu berbohong". Maksudnya hendaklah kalian menjauhi dan dan meninggalkan semua perbuatan bohong.

Tidak dibenarkan pendapat seseorang yang mengatakan bahwa apabila bohong tersebt tidak merugikan orang lain, maka diperkenankan untuk berdusta. Pendapat ini SUNGGUH SANGAT BATHIL sebab tidak ada satu keterangan yang memberikan pengecualian sseperti itu. Sedangkan seluruh keterangan yang ada mengharamkan ucapan bohong.

Kemudian Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan bahwa perkataan bohong akan menuntun kepada kejahatan. Maksudnya, apabila seseorang SELALU BERBOHONG sampai akhirnya menuju kepada kejahatan.   KEJAHATAN AKAN MENJERUMUSKANNYA KE NERAKA.  (Syarah al Kaba'ir, dengan diringkas).

Sungguh, salah satu sifat  yang menonjol pada orang munafik adalah  BERBOHONG, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda : 

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Tanda tanda orang munafik  ada tiga (1) Apabila berbicara dia bohong. (2) Apabila berjanji ia mengingkari (3) Apabila diberi amanat ia berkhianat.  (H.R Imam Muslim).

 

Selain itu ketahuilah bahwa ada  orang orang berilmu yang menjelaskan bahwa suka berbohong juga berakibat buruk pada kesehatan tubuh diantaranya adalah pemicu denyut jantung menjadi tidak normal. Dengan demikian metabolise tubuh terganggu. Ini bisa jadi pemicu serangan jantung atau stroke dan penyakit lainnya.  

Perhatikanlah bahwa para penyidik sering mengunakan detektor kebohongan  atau dikenal juga dengan lie detector atau poligraf  yaitu perangkat elektronik yang digunakan untuk menguji kejujuran seseorang ketika diinterogasi  dengan mengukur dan mencatat reaksi fisiologis atau fisik tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, pernapasan, dan produksi keringat dan yang lainnya.

Oleh sebab itu hamba hamba Allah haruslah selalu berusaha menjauhkan diri dari perbuatan bohong yang mendatangkan laknat Allah, menuntun ke neraka serta merupaka sifat orang munafik dan juga membahayakan diri secara fisik.

Wallahu A'lam. (3.725). 

 

 

 

Kamis, 04 Juni 2026

MENYESAL DI DUNIA BERMANFAAT MENYESAL DI AKHIRAT TIDAK BERGUNA

 

MENYESAL DI DUNIA BERMANFAAT MENYESAL DI AKHIRAT TIDAK BERGUNA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Kalau seseorang menyesal di dunia masih bermanfaat meskipun penyesalan datang ketika umur sudah 60 tahun atau lebih. Pada saat masih muda banyak orang melakukan perbuatan buruk bahkan tercela.Tetapi setelah berusia lanjut lalu menyesal dan bertaubat dengan perbuatan buruknya  diwaktu masih muda dan juga bersegera melakukan amal amal shalih yang dulu dilalaikannya. Sungguh, keadaan ini bermanfaat sebagai upaya menghapus dosa yang lalu dan memperbanyak amal shalih untuk bekal kembali ke akhirat.

Ketahuilah bahwa pada hakikatnya semua orang di akhirat kelak pasti akan menyesal. Tetapi penyesalan di akhirat tidak lagi ada gunanya, sudah terlambat.

Kesempatan untuk bertaubat dan melakukan amal shalih sudah lewat. Sungguh negeri akhirat itu bukan untuk beramal shalih tetapi untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah diucapkan dan diperbuat semasa hidup di dunia.

Sungguh, sangat banyak penyebab penyesalan yang akan dialami seseorang di negeri akhirat. Penyebabnya adalah karena mengabaikan perintah Allah, diantaranya adalah :

(1) Allah Ta'ala berfirman :

يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ

Dia berkata : Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini. (Q. S al Fajr 24).

(2) Allah Ta'ala berfirman :

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَنَآ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا۠

Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata : Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul. (Q.S al Ahdzab 66).

(3) Allah Ta'ala berfirman :


حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ . لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

(Demikianlah keadaan orang orang ingkar itu) Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata : Ya Rabb-ku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku dapat MELAKUKAN AMAL SHALIH yang telah aku tinggalkan. (Q.S al Mukminun 99-100)

(4) Allah Ta’ala berfirman :

رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

(Mereka berkata), Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar maka kembalikanlah kami (ke dunia) niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh kami adalah orang orang yang yakin. (Q.S as Sajdah 12)

(5) Allah Ta'ala berfirman :

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu SEBELUM KEMATIAN DATANG kepada salah seorang diantara kamu, lalu dia berkata (menyesali) : Ya Rabb-ku sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang orang yang shalih.  (Q.S al Munafiqun 10).

Oleh karena itu maka hamba hamba Allah mestilah mengabil kesempatan sebanyak mungkin untuk melakukan peritah Allah terutama berupa amal shalih yang disyariatkan.

 

Wallahu A'lam. (3.274).

     

 

Selasa, 02 Juni 2026

TERUS MENERUS BELAJAR ILMU AGAR SEMAKIN SEMANGAT BERIBADAH

 

TERUS MENERUS BELAJAR ILMU AGAR SEMAKIN SEMANGAT BERIBADAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa sebagian saudara saudara kita di zaman ini ada yang terkadang  lemah semangat dalam beribadah bahkan ada yang sering lemah semangatnya dalam ibadah. Padahal Allah Ta'ala telah mengingatkan untuk menyembah Allah atau beribadah kepada-Nya sampai datangnya kematian. Allah Ta'ala berfirman :  


وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

 Dan sembahlah Rabbmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu. (Q.S al Hijr 99).

Syaikh as Sa’di berkata : Al yaqin yaitu sampai ajal tiba. Maksudnya, kontinyulah, engkau (Muhammad)  mendekatkan diri kepada Allah dengan segala macam ibadah disetiap waktu. Maka beliau mentaati perintah Rabb-nya dan senantiasa   beribadah sampai datang al yaqin  dari Rabbnya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)

Ketahuilah bahwa sungguh, kewajiban PALING UTAMA hamba hamba Allah   adalah beribadah, menyembah dan mengabdi kepada-Nya. Bahkan itulah tujuan  Allah menciptakan kita. Allah Ta'ala berfirman :

Pertama : Dalam surat al Baqarah ayat 20. Allah Ta'ala berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai manusia !. Sembahlah Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Kedua : Dalam surat adz Dzariyat ayat 56. Allah Ta'ala berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menjadikan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku

Ketahuilah diantara cara yang penting untuk bisa terus menerus bersemangat beribadah maka hamba hamba Allah MESTILAH BERSEMANGAT  BELAJAR ILMU SYARIAT. Ingatlah bahwa hamba hamba yang paling takut kepada Allah adalah orang orang berilmu sebagaimana firman-Nya :


إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Diantara hamba hamba Allah yang takut kepada-Nya HANYALAH PARA ULAMA. Sungguh Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun. (Q.S Fathir 28).

Syaikh as Sa'di berkata bahwa seorang ulama (orang berilmu) yang makin banyak ilmunya tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala maka rasa takutnya kepada Allah Ta'ala pun semakin besar. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Oleh karena itu hamba hamba Allah mestilah terus menerus belajar ilmu agar semakin mengenal Allah dan kekuasaan-Nya yang Mahaagung sehingga timbul rasa takut mengabaikan perintahnya dan rasa takut melanggar larangannya.

Dan juga ketika seseorang memiliki ilmu maka akan selalu bersemangat dalam beribadah kepada Allah Ta'ala karena yakin akan mendapat balasan yang lebih baik dan berlipat ganda pula.

Wallahu A'lam. (3.723).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 31 Mei 2026

SEDIKIT ILMU SEDIKIT PULA RASA TAKUT KEPADA ALLAH

 

SEDIKIT ILMU SEDIKIT PULA RASA TAKUT KEPADA ALLAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, Allah Ta'ala adalah Dzat yang wajib ditakuti oleh hamba hamba-Nya. Takut melalaikan perintah-Nya dan takut melanggar perintah-Nya. Nah, ketika seorang hamba memiliki ilmu sedikit maka salah satu konsekwensi atau akibatnya adalah sedikit pula rasa takutnya kepada Allah Ta'ala.

Perhatikanlah firman Allah Ta'ala yang menjelaskan tentang orang orang yang takut kepada Allah Ta'ala :


إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Diantara hamba hamba Allah yang takut kepada-Nya HANYALAH PARA ULAMA. Sungguh Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun. (Q.S Fathir 28).

Pada catatan kaki terjemahan resmi al Qur an oleh  Departemen Agama, disebutkan : (Para ulama) adalah orang orang yang mengetahui ILMU (TENTANG) KEBESARAN DAN KEKUASAAN ALLAH.

Syaikh as Sa'di berkata bahwa seorang ulama (orang berilmu) yang makin banyak ilmunya tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala maka rasa takutnya kepada Allah Ta'ala pun semakin besar.

Dengan rasa takut kepada Allah Ta'ala mendorong dirinya untuk beramal saleh dan menjauhi dari perbuatan dosa atau maksiat serta senantiasa mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Dzat yang ditakutinya, yaitu Allah Azza wa Jalla. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Jadi, semakin berilmu seorang hamba maka semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasalam bersabda :

فَوَاللَّهِ إِنِّي أَعْلَمُهُمْ بِاللَّهِ وَأَشَدُّهُمْ لَهُ خَشْيَةً.

Sesungguhnya aku yang PALING MENGENAL ALLAH dan aku adalah yang paling takut kepada Allah. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).  

Oleh karena itu hamba hamba Alllah tetaplah belajar terutama ilmu syar'i sehingga mendatangkan rasa takut yang sebenar benarnya takut untuk melalaikan kewajiban kepada Allah Ta'ala dan mendatangkan pula rasa tajut untuk melanggar larangan-Nya.

Ibnul Qayyim al Jauziyyah berkata : Dengan makin bertambah pengetahuan seorang hamba mengenai Allah Azza wa Jalla, maka makin bertambah pula rasa takut dan pengagungan hamba itu kepada-Nya. Pengetahuan mengenai Allah, yakni makrifatullah, adalah ilmu paling mulia yang meliputi nama-Nya, sifat-Nya, dan perbuatan-Nya.

Maka orang yang memperoleh ilmu akan takut kepada Allah Ta'ala yang akan mengantarkan kepada ketaatan dan ketundukan kepada-Nya. (Raudhatul Muhibbin).

Wallahu A'lam. (3.722)

 

 

SHALAT DHUHA SEBAGAI PENGHAPUS DOSA SEBANYAK BUIH DI LAUTAN

 

SHALAT DHUHA SEBAGAI PENGHAPUS DOSA SEBANYAK BUIH DI LAUTAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, setiap kebaikan atau amal shalih yang dilakukan oleh seorang hamba dengan ikhlas pasti akan dibalas dengan lebih banyak kebaikan. Allah Ta'ala berfirman :

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ ٱلَّذِى كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Dan orang-orang yang beriman dan beramal shalih, pasti akan Kami hapus kesalahan kesalahannya dan mereka pasti akan  Kami beri balasan yang LEBIH BAIK dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S al Ankabut 7).

Oleh karena itu maka semestinya hamba hamba Allah bersemangat untuk melakukan amal shalih terutama yang wajib dan juga yang sunnah. Dan juga melakukan amal shalih yang besar maupun yang kecil. Semuanya pasti akan mendatangkan kebaikan di dunia dan terutama di akhirat kelak.

Ketahuilah bahwa salah satu ibadah yang tidak wajib adalah shalat dhuha yang dibalas Allah Ta'ala dengan banyak kebaikan. Perintah shalat dhuha diantaranya disebutkan dalam hadits dari  Abdurrahman bin Shakhr ad Dausi al Yamani lebih dikenal dengan nama Abu Hurairah :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Dari Abu Hurairah, dia  berkata : Telah berwasiat kepadaku, kekasihku (Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam) untuk melakukan tiga hal yang TAK AKAN AKU TINGGALKAN  hingga meninggal dunia, yaitu : Puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dan tidur dalam keadaan telah melakukan shalat witir.  (H.R Imam Bukhari)

Sungguh, ibadah shalat dhuha ini senantiasa diamalkan oleh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dan diikuti oleh para sahabat serta  orang orang shalih pada umumnya. Diantara keutamaannya adalah sebagai penghapus dosa meskipun itu sangat banyak seperti buih dilautan. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر

Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun SEBANYAK BUIH DI LAUTAN. (H.R at Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah berusaha mengamalkan shalat dhuha ini paling tidak  dua rakaat. Dan kita terus menerus memohon kepada Allah Ta'ala agar dosa dosa kita diampuni.

Selain itu, ketahuilah bahwa SETELAH SHALAT DHUHA, dianjurkan pula memohon ampun 100 kali yaitu  sebagaimana hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat Dhuha, beliau mengucapkan :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

مائة مرة  حتى  قالها

Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.  

Sampai beliau membacanya seratus kali. (H.R Imam Bukhari dalam al Adab al Mufrad, Syaikh al Albani mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih)

Wallahu A'lam. (3.721)