JEJAK LANGKAH KAKI SEORANG HAMBA BERJALAN KE MASJID
TIDAK SIA SIA
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Hamba
hamba Allah yang hatinya terkait dengan masjid pasti
akan selalu melakukan ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah Subhanahu wa
Ta'ala, termasuk berjalan ke masjid setiap waktu shalat fardhu tiba. Sungguh
Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat. (H.R Imam Bukhari)
Dan
ketahuilah bahwa Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dan para sahabat
senantiasa berjalan ke masjid untuk melaksanakan shalat fardhu.
Selain
itu, ketahuilah bahwa bekas telapak kaki
seseorang yang berjalan ke masjid untuk
beribadah tak akan sia-sia. Imam As-Suyuthi dalam kitab Asbabun Nuzul
menceritakan tentang hadits yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dengan sanad
hasan, dan Al-Hakim dengan sanad yang sahih, yakni dari Abu Sa’id
Al-Khudri.
إن بني سلمة شكوا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد
منازلهم من المسجد ، فنزلت : ( ونكتب ما قدموا وآثارهم ) ، فأقاموا في مكانهم
Dia
berkata : Bahwa Bani Salamah yang bertempat tinggal di pinggiran Kota Madinah
ingin berpindah ke dekat Masjid Nabawi. Peristiwa ini kemudian menjadi sebab
turunnya surat Yasin ayat 12, Allah Ta'ala berfirman :
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا
قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
Sesungguhnya
Kami menghidupkan orang-orang mati dan menuliskan apa yang telah mereka
kerjakan dan BEKAS BEKAS yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami
kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (lauh mahfuzh).
Sejak
saat itu, mereka tidak jadi pindah dekat Masjid Nabawi. Kemudian, Rasulullah Salallahu
'alaihi Wasallam juga bersabda dalam hadits riwayat Abu Hurairah :
كلُّ خطوةٍ يخطوها أحدُكم إلى الصلاةِ
يُكْتَبُ لَهُ [ بها ] حسنةٌ ويُمْحَى عنه بِها سَيِّئَةٌ
Setiap
langkah menuju tempat shalat (masjid) akan dicatat sebagai kebaikan dan akan
menghapus keburukan. (H.R Imam Ahmad).
Dan juga keutamaan orang yang berjalan kaki menuju masjid juga disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Usman bin Affan, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ فَصَلَّاهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ مَعَ الْجَمَاعَةِ أَوْ فِي الْمَسْجِدِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَه
Barangsiapa yang berwudhu’ untuk shalat, kemudian MENYEMPURNAKAN WUDHU’NYA kemudian berjalan menuju shalat wajib, shalat bersama manusia atau bersama jamaah atau di masjid, Allah ampuni dosanya. (H.R Imam Muslim).
Dan
juga ada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Salallahu
'alaihi Wasallam bersabda :
كُلُّ
خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ
Setiap
langah berjalan untuk menunaikan sholat (di
masjid) adalah sedekah.
Oleh karena itu hamba hamba Allah tetap bersemangat untuk shalat
di masjid sebagaimana diajarkan Rasulullah Salallahu 'alai Wasallam dan
diamalkan oleh para sahabat dan orang orang shalih.
Wallahu A'lam. (3.719)