BANYAK KEBAIKAN AKAN
TELAT MENDATANGI YANG SUKA TELAT SHALAT
Disusun : Azwir B. Chaniago
Sungguh Allah Ta’ala akan membalas semua kebaikan dan termasuk amal shalih yang dilakukan oleh orang orang beriman. Allah Ta’ala berfirman :
هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula (Q.S ar Rahman 60).
Ketahuilah bahwa salah satu kebaikan atau amal shalih
yang utama harus dilakukan oleh hamba
hamba Allah adalah SHALAT yang harus dilakukan pada waktunya yaitu sebagaimana
ditentukan. Allah Ta'ala berfirman :
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ
عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Sungguh, shalat itu adalah KEWAJIBAN YANG DITENTUKAN
WAKTUNYA atas orang orang beriman. (Q.S an Nisa’ 103)
Oleh karena itu hamba hamba Allah shalatlah pada waktunya. Sungguh, ketika seseorang suka lalai dalam shalat maka akan mendatangkan kerugian bagi dirinya. SANGAT BESAR KEMUNGKINAN jika seseorang suka telat dari waktunya dalam mengerjakan shalat maka TELAT PULA KEBAIKAN YANG AKAN MENDATANGI DIRINYA.
Ketika seseorang sering mengeluh tersebab telatnya rizki, telatnya dapat pekerjaan yang
baik, telat dikabulkan doa, telat memahami ilmu agama bahkan telat sembuh dari
penyakit adalah salah satu akibat dari suka telat shalat.
Dan yang paling mengerikan DAN SANGAT KITA TAKUTI adalah ketika di akhirat kelak kita TELAT
MASUK SURGA, TELAT DIKELUARKAN DARI NERAKA.
Dari Abu Said Al Khudri bahwa Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam melihat para sahabatnya terlambat, lalu beliau
bersabda kepada mereka:
تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي
وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ ، لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى
يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ
Majulah dan ikutlah bermakmum kepadaku,
lalu orang-orang setelah kalian mengikuti kalian. Jika suatu kaum senantiasa terlambat,
Allah akan memperlambat (urusan) mereka. (H.R Imam Muslim).
Syaikh Utsaimin berkata : Atas dasar
hadits ini maka dikhawatirkan bagi seseorang jika ia telah membiasakan dirinya
terlambat dalam ibadah, maka akan diuji, Allah Azza wa Jalla akan mengakhirkannya
semua peluang kebaikan. (Disadur dari Fatawa Syaikh Utsaimin).
Selain itu ketahuilah bahwa hamba hamba
Allah mestilah berusaha sungguh sungguh agar bisa shalat pada waktunya. Shalat
seseorang pada waktunya mendatangkan kecintaan Allah Ta'ala.
Bahwa
Ibnu Mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah Salallahu 'alaihi
Wasallam tentang AMAL YANG PALING DICINTAI ALLAH TA'ALA, sebagaimana
disebutkan dalam hadits berikut ini :
عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه
قال: سألت النبي صلى الله عليه وسلم أي العمل أحب إلى الله؟ قال: “الصلاة على
وقتها”, قلت: ثم أي؟ قال: “بر الوالدين”, قلت: ثم أي؟ قال: “الجهاد في سبيل
الله”,
Dari
Abdullah Ibnu Mas’ud, dia berkata : Aku bertanya kepada Nabi Muhammad Salallahu
‘alaihi Wasallam tentang amalan yang paling dicintai Allah Subhanahu
wa Ta’ala ?. Beliau menjawab : SHALAT PADA WAKTUNYA.
Kemudian
apa ?, kataku. Beliau menjawab : Berbuat baik kepada kedua orang
tua. Kemudian apa ?, kataku lagi. Beliau menjawab : Jihad fi
sabilillah. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Wallahu A'lam. (3.675)