Minggu, 22 Maret 2026

ORANG BERIMAN TIDAK BOLEH BERHENTI BERSYUKUR

 

ORANG BERIMAN TIDAK BOLEH BERHENTI BERSYUKUR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Syukur berarti mengingat akan segala nikmat-Nya. Sungguh, besyukur wajib dilakukan  terus menerus oleh hamba hamba Allah karena bukankah nikmat juga terus menerus datang. Bahkan sangat banyak jumlah dan jenis sehingga kita tidak mampu menghitung jenis dan jumlahnya. Allah Ta'ala mengingatkan :


وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. DAN JIKA KAMU MENGHITUNG NIKMAT ALLAH, NISCAYA KAMU TIDAK AKAN MAMPU MENGHITUNGNYA. Sungguh manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). Q.S Ibrahim 34.

Ketahuilah bahwa  sangat banyak keutamaan  bagi yang bersyukur. Dan juga  adzab akan mendatangi orang orang yang tidak mau bersyukur.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka pasti adzab-Ku sangat pedih. (Q.S Ibrahim 7).

Iman Ibnu Katsir  menjelaskan bahwa   ayat ini adalah perintah untuk bersyukur dan diiringi dengan ancaman jika tidak bersyukur. Ancaman Allah adalah kalau tidak bersyukur maka akan diberi adzab  yaitu

(1) Di dunia bisa berbentuk diambilnya nikmat tersebut atau diambil berkahnya. 

(2) Diakhirat akan diazab karena tidak mau bersyukur. Jadi terhadap nikmat nikmat Allah, kita  diperintahkan untuk  bersyukur kepada-Nya. (Tafsir Ibnu Katsir).

Berkata Syaikh Abu Bakar al Jazairi bahwa  ayat ini menjelaskan perkataan Nabi Musa kepada Bani Israil : Aku ingatkan  mereka bahwa  Allah Ta’ala bersumpah  memberi tahu kalian; Jika kamu mau mensyukuri nikmat-Ku dengan beribaddah dan mentauhidkan Aku, taat kepada-Ku dan mentaati utusan-Ku dengan melaksanakan perintah-Ku dan meninggalkan larangan-Ku, niscaya Aku akan menambah kenikmatan dan kebahagiaan.

Tetapi jika kalian tidak mau mensyukuri nikmat-Ku, kamu durhaka kepada-Ku dan kepada utusan-Ku tentu ku akan cabut nikmat itu dan aku siksa kalian. Oleh karena itu takutlah kepada-Ku. (Tafsir Aisarut Tafasir).

Hamba hamba Allah tidak boleh berhenti bersyukur kepada-Nya. Bukankah nikmat Allah juga tidak penah berhenti mendatangi hamba hamba-Nya di setiap saat.

Wallahu A'lam. (3.681). 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

Sabtu, 21 Maret 2026

BERUSAHA MEMUDAHKAN URUSAN DAN KESULITAN ORANG LAIN

 

BERUSAHA MEMUDAHKAN URUSAN DAN KESULITAN ORANG LAIN

 Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ingatlah bahwa  Allah Ta'ala  telah SANGAT BANYAK            berbuat baik kepada hamba hamba-Nya dan Allah memerintahkan pula hamba hamba-Nya  untuk berbuat baik. Allah Ta'ala berfirman : 

وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ

Berbuat  baiklah (kepada manusia) sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu. (Q.S al Qashash 77).

Sungguh, sangatlah banyak cara berbuat baik kepada sesama. Orang berilmu berbuat kepada orag lain dengan ilmunya, orang berharta dengan hartanya, orang  yang kuat berbuat baik dengan tenaganya. Para pemberani berbuat baik kepada orang lain dengan berjihad di jalan Allah.

Dan memang sangat banyak kesempatan bagi setiap orang untuk berbuat baik kepada orang lain.       Dan juga diantara cara yang sangat dianjurkan untuk berbuat baik adalah memudahkan urusan dan meringankan kesulitan orang lain terutama saudara sesama orang beriman. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda : 

عَنْ  أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَ  مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.

Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. (H.R Imam Muslim dan yang selainnya).

Selain itu, ketahuilah bahwa Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam telah menjelaskan  bahwa perbuatan seorang hamba untuk  meringankan kesulitan dan kesusahan  orang lain adalah amalan yang  sangat dicintai Allah Ta’ala.  

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ, أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً, أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا, أَوْ تَقْضِي

عَنْهُ دَيْنًا

Amalan yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah engkau membuat senang seorang muslim, atau engkau mengatasi kesulitannya, atau engkau menghilangkan laparnya, atau engkau membayarkan hutangnya. (H.R ath Thabrani).

Oleh karena itu, hamba hamba Allah tetaplah berusaha untuk berubuat baik kepada orang lain. Setiap perbuatan baik pasti akan mendatangkan kebaikan bagi diri seorang hamba. Allah Ta'ala telah mengingatkan dalam firman-Nya :

Pertama : Dalam surat ar Rahman ayat 60. Allah Ta’ala berfirman : 

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. (Q. S ar Rahman 60).

 Kedua : Dalam surat al Zilzal ayat 7. Allah Ta'ala berfirman :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah niscaya dia akan melihat (balasan) nya. (Q.S al Zalzalah 7).

Wallahu A'lam. (3.680). 

 

 

 

 

 

 

PUASA PENGHAPUS DOSA DAN MENINGGALKANNYA DAPAT ADZAB BERAT

 

PUASA PENGHAPUS DOSA DAN MENINGGALKANNYA DAPAT ADZAB BERAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, puasa Ramadhan adalah rukun  dalam syariat Islam sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (perkara) : Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan. [H.R Imam Bukhari).

Bahwa puasa Ramadhan adalah penghapus dosa sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam :


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.  (Mutafaq 'alaihi).

Tetapi meskipun puasa Ramadhan adalah perintah Allah Ta'ala dan termasuk RUKUN DALAM ISLAM dan sebagai penghapus dosa ternyata banyak saudara saudara kita yang lalai dalam mengamalkan puasa Ramadhan.

Ada yang lalai secara total dalam berpuasa. Dan juga banyak yang mengamalkan puasa wajib Ramadhan hanya beberapa hari saja tidak sebulan penuh sebagaimana diperintahkan dalam syariat. Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa melalaikan puasa Ramadhan adalah perbuatan buruk dan tercela serta TERMASUK KERUGIAN YANG SANGAT BESAR.

Ketahuilah, para ulama tidak berbeda perdapat bahwa meninggalkan puasa tanpa udzur syar'i adalah TERMASUK DOSA BESAR. Selain itu, ADZAB MENINGGALKAN PUASA FARDHU SANGATLAH BERAT. . Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan perkara ini dalam satu hadits, yaitu :  

   عَنْ أَبي أُمَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ: بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِى رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَىَّ، ثُمَّ انْطُلِقَ بِى فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا. قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ   

Dari Abu Umamah berkata, aku mendengar Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda : Pada saat aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang laki laki memegang lenganku.

Kemudian mereka membawaku, saat itu aku mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang sobek keluar darah. Aku bertanya : Siapa mereka ?. Ia menjawab : Mereka adalah orang orang yang berbuka puasa sebelum  waktunya berbuka. (H.R an Nasa’i, Ibnu Hibban dan al Hakim).

Wallahu A'lam. (3.679). 

 

 

Minggu, 15 Maret 2026

INGATLAH BAHWA PUASA WAJIB ITU HANYA BEBERAPA HARI

 

INGATLAH BAHWA PUASA WAJIB ITU HANYA BEBERAPA HARI

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Allah Ta'ala mewajibkan orang orang beriman untuk berpuasa satu bulan dalam setahun yaitu antara 29 atau 30 hari saja di bulan Ramasdhan. Tidak berbulan bulan apalagi sepanjang  tahun. Allah Ta'ala berfirman :

أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ

(Puasa itu hanya) dalam beberapa hari yang tertentu. (Q.S al Baqarah 184).

Syaik as Sa'di berkata : Ketika Allah menyebutkan kewajiban puasa bagi mereka, Dia mengabarkan bahwa puasa itu hanya pada hari-hari yang tertentu atau SEDIKIT SEKALI DAN SANGAT MUDAH. Kemudian Allah memudahkan puasa itu dengan (banyak) kemudahan lainnya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Oleh karena itu bagi orang orang beriman dan yang dipanggil dan diwajibkan berpuasa maka tidaklah terasa berat untuk puiasa wajib sebulan Ramadhan tersebab kokohnya iman. Bukankah kita mengetahui banyak orang orang beriman yang suka dan terbiasa melakukan puasa sunnah yang tidak diwajibkan.

Ada orang orang beriman melakukan puasa sunnah yang jumlahnya bisa lebih dari seratus hari dalam setahun dan tidaklah merasa berat. Semuanya adalah untuk memenuhi perintah dan ketetapan Allah Ta'ala dan UNTUK MENDAPATKAN RIDHA-NYA.

Tetapi kita juga mengetahui bahwa ada sebagian saudara saudara kita yang hanya berpuasa wajib pada bulan Ramadhan di pekan pertama saja. Tidak meneruskan puasa sampai akhir Ramadhan.  Sungguh, ini adalah perbuatan yang tidak pantas untuk diikuti dan sangat buruk akibatnya serta berat adzabnya.

Para ulama tidak berbeda perdapat bahwa meninggalkan puasa tanpa udzur syar'i adalah TERMASUK DOSA BESAR. Selain itu, ADZAB MENINGGALKAN PUASA FARDHU SANGATLAH BERAT.  

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan perkara ini dalam satu hadits, yaitu :  

   عَنْ أَبي أُمَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ: بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِى رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَىَّ، ثُمَّ انْطُلِقَ بِى فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا. قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ   

Dari Abu Umamah berkata, aku mendengar Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda : Pada saat aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang laki laki memegang lenganku.

Kemudian mereka membawaku, saat itu aku mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang sobek keluar darah. Aku bertanya : Siapa mereka ?. Ia menjawab : Mereka adalah orang orang yang berbuka puasa sebelum  waktunya berbuka. (H.R an Nasa’i, Ibnu Hibban dan al Hakim).

Lihatlah, bahwa orang yang mendapat hukuman atau adzab yang berat dalam hadits adalah YANG BERBUKA PUASA SEBELUM WAKTUNYA. Apalagi sengaja tidak berpuasa beberapa hari tanpa udzur. 

Wallahu A'lam. (3.678). 

 

 

 

 

 

Senin, 09 Maret 2026

ORANG BERIMAN BERSUNGGUH SUNGGUH MENCARI LAILATUL QADR

 

ORANG BERIMAN BERSUNGGUH SUNGGUH MENCARI LAILATUL QADR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, dengan kasih sayang-Nya, setiap tahun Allah Ta'ala menurunkan sepuluh  hari terakhir di bulan Ramadhan yaitu laillatul qadr. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (Q.S al Qadr 2-3).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di berkata :  Yakni keutamaannya MENYAMAI SERIBU BULAN. Amal yang dilakukan pada malam itu lebih baik dari amal yang dikerjakan selama seribu bulan penuh. Inilah salah satu hal YANG MEMBUAT ORANG BERAKAL TERKESIMA DAN TERCENGANG karena Allah Ta’ala memberi karunia pada umat yang lemah ini berupa kekuatan dan daya DALAM SATU MALAM. 

Dimana amal yang dikerjakan pada malam itu nilainya sama BAHKAN LEBIH DARI AMALAN SERIBU BULAN. Sementara seseorang paling paling diberi usia panjang selama 80 tahun sekian. (Tafsir Taisir Karimir Rahman). 

Sungguh, kita umat Muhammad Salallahu ‘alaihi Wasallam diberi Allah Ta’ala umur yang tidak panjang. Rasulullah Sallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

Umur-umur umatku antara 60 hingga 70, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu. (H.R at Tirmidzi, dari Abu Hurairah).

Dengan umur yang pendek itu maka hakikatnya kita umat Muhammad tak bisa beramal  seperti umat terdahulu karena umat terdahulu umurnya panjang panjang yaitu ratusan dan bahkan ada yang  lebih seribu tahun.

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Allah Ta’ala tidak mengabarkan kapan turunnya malam lailatul qadr secara pasti adalah untuk  dua pelajaran yang agung :

Pelajaran pertama : Untuk membedakan antara orang yang sungguh sunguh dengan orang yang malas dalam mencari malam tersebut.  Orang yang sungguh dalam mencarinya tidak merasa berat untuk beribadah pada sepuluh malam terakhir tersebut demi mendapatkan lailatul qadr. Adapun  orang yang malas akan merasa berat beribadah selama sepuluh hari hanya untuk mencari yang satu malam. 

Pelajaran kedua : Pahala kaum muslimin semakin banyak disebabkan banyaknya ibadah mereka. Semakin banyak amalan yang mereka lakukan maka semakin banyak jugalah pahala yang mereka dapatkan. (Lihat Tafsir Juz ‘Amma).

 Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata : Barangsiapa bersungguh sungguh pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan dengan melakukan shalat, membaca al Qur an, berdoa dan melakukan amalan lainnya PASTI DIA MENDAPATKAN LAILATUL QADR dan (mereka) beruntung dengan apa yang Allah janjikan. (Majum' Fatawa).

Oleh karena itu carilah lailatul qadr dengan sungguh sungguh. Ketika seorang hamba shalat, membaca al Qur an, berdoa, berdzikir dan melakukan amal shalih pada malam bertepatan dengan lailatul qadr maka insya Allah semua amal ibadahnya bernilai seperti beribadah lebih dari 1.000 bulan atau 83 tahun.

Wallahu A'lam. (3.677).

 

 

 

 

 

 

Sabtu, 07 Maret 2026

MALAS BERDOA MENDATANGKAN MURKA ALLAH

 

MALAS BERDOA MENDATANGKAN  MURKA ALLAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa Allah Ta'ala telah menyuruh hamba hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya dan Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba hamba-Nya yaitu  sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabb-mu berfirman : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (Q.S al Ghafir 60).

Syakh as Sa'di berkata : Ini adalah bagian dari kelembutan Allah terhadap hamba-hambaNya dan nikmat-Nya yang sangat besar, di mana Dia menyeru mereka kepada apa yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi agama dan dunia mereka, dan Dia perintahkan mereka untuk berdoa dengan doa ibadah dan doa permohonan, dan Dia berjanji kepada mereka akan mengabulkannya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)

Dan karena kedudukan yang mulia dari berdoa maka  di akhir ayat ini, Allah Azza wa Jalla memberikan ancaman keras bagi orang yang menyombongkan diri dan berpaling dari berdoa kepada-Nya. Ini termasuk  makna sabda Rasalullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Sesungguhnya barangsiapa enggan untuk memohon kepada Allâh maka Dia MURKA KEPADANYA. (H.R at Tirmidzi dan al Hakim).

Oleh sebab hamba hamba tetap dan terus menerus berdoa dan memohon kebaikan kepada Allah TERUTAMA PADA WAKTU WAKTU YANG MUSTAJAB. Ketahuilah bahwa dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa waktu yang mustajab untuk berdoa sangatlah banyak, diantaranya :

(1) Pada saat diantara adzan dan iqamah.

(2) Pada saat sujud dalam shalat.

(3) Pada saat sebelum salam setelah tahya akhir ketika shalat wajib.

(4)  Pada saat sahur atau sepertiga malam terakhir.

(5) Pada saat berpuasa dan berbuka puasa.

(6) Pada saat hari Jumat sesudah shalat ashar sampai sebelum maghrib.

(7) Pada saat perang sedang berlangsung.

(8) Pada saat hari Arafah.

Mungkin ada yang sudah sering berdoa lalu merasa doanya belum dikabulkan. Tetapi ketahuilah bahwa tidak ada rugi sedikitpun seorang hamba yang banyak berdoa karena  BERDOA ITU  ADALAH  IBADAH.  

Dalam sebuah hadits yang shahih, dari an Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


الدعاء هو العبادة

Doa adalah ibadah. (H.R  Abu Dawud).

 

Wallahu A'lam. (3.676).

 



 

 

Kamis, 05 Maret 2026

BANYAK KEBAIKAN AKAN TELAT MENDATANGI YANG SUKA TELAT SHALAT

 

BANYAK KEBAIKAN AKAN TELAT MENDATANGI  YANG SUKA TELAT SHALAT

Disusun : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta’ala akan membalas semua kebaikan dan termasuk amal shalih yang dilakukan oleh orang orang beriman. Allah Ta’ala berfirman : 

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula (Q.S ar Rahman 60).

Ketahuilah bahwa salah satu kebaikan atau amal shalih yang utama  harus dilakukan oleh hamba hamba Allah adalah SHALAT yang harus dilakukan pada waktunya yaitu sebagaimana ditentukan. Allah Ta'ala berfirman :

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sungguh, shalat itu adalah KEWAJIBAN YANG DITENTUKAN WAKTUNYA atas orang orang beriman. (Q.S an Nisa’ 103)

Oleh karena itu hamba hamba Allah shalatlah pada waktunya. Sungguh, ketika seseorang suka lalai dalam shalat maka akan mendatangkan kerugian bagi dirinya. SANGAT BESAR KEMUNGKINAN jika seseorang suka telat dari waktunya dalam mengerjakan shalat maka TELAT PULA KEBAIKAN YANG AKAN MENDATANGI DIRINYA.

Ketika seseorang sering mengeluh tersebab  telatnya rizki, telatnya dapat pekerjaan yang baik, telat dikabulkan doa, telat memahami ilmu agama bahkan telat sembuh dari penyakit adalah salah satu akibat dari suka telat shalat.

Dan yang paling mengerikan DAN SANGAT KITA TAKUTI  adalah ketika di akhirat kelak kita TELAT MASUK SURGA, TELAT DIKELUARKAN DARI NERAKA. 

Dari Abu Said Al Khudri bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat para sahabatnya terlambat, lalu beliau bersabda kepada mereka:

تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ ، لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ

Majulah dan ikutlah bermakmum kepadaku, lalu orang-orang setelah kalian mengikuti kalian. Jika suatu kaum senantiasa terlambat, Allah akan memperlambat (urusan) mereka. (H.R Imam Muslim).

Syaikh Utsaimin berkata : Atas dasar hadits ini maka dikhawatirkan bagi seseorang jika ia telah membiasakan dirinya terlambat dalam ibadah, maka akan diuji, Allah Azza wa Jalla akan mengakhirkannya semua peluang kebaikan. (Disadur dari Fatawa Syaikh Utsaimin).

Selain itu ketahuilah bahwa hamba hamba Allah mestilah berusaha sungguh sungguh agar bisa shalat pada waktunya. Shalat seseorang pada waktunya mendatangkan kecintaan Allah Ta'ala.

Bahwa Ibnu Mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah Salallahu  'alaihi Wasallam tentang AMAL YANG PALING DICINTAI ALLAH TA'ALA, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini :  

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: سألت النبي صلى الله عليه وسلم أي العمل أحب إلى الله؟ قال: “الصلاة على وقتها”, قلت: ثم أي؟ قال: “بر الوالدين”, قلت: ثم أي؟ قال: “الجهاد في سبيل الله”,

Dari Abdullah Ibnu Mas’ud, dia berkata : Aku bertanya kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi Wasallam tentang amalan yang paling dicintai  Allah Subhanahu wa Ta’ala ?. Beliau menjawab : SHALAT PADA WAKTUNYA.

Kemudian apa ?, kataku.  Beliau menjawab : Berbuat baik kepada kedua orang tua. Kemudian apa ?, kataku lagi. Beliau menjawab :  Jihad fi sabilillah.  (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Wallahu A'lam. (3.675)