Minggu, 29 Maret 2026

MEMOHON AMPUN LEBIH UTAMA DARI DOA PADA UMUMNYA

 

MEMOHON AMPUN LEBIH UTAMA DARI DOA PADA UMUMNYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, manusia diciptakan dalam keadaan lemah yaitu sebagaimana dijelaskan  Allah Ta'ala dalam firman-Nya :


وَخُلِقَ ٱلْإِنسَٰنُ ضَعِيفًا

Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah. (Q.S an Nisa’ 28.)

Syaikh as Sa'di berkata : Jadi sungguh manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah. Syaikh as Sa’di berkata : Manusia itu adalah lemah dalam hal fisik, lemah dalam berkehendak, lemah dalam bertekad dan lemah dalam iman dan kesabaran (Lihat Tafsir Kariimir Rahman).

Dengan keadaannya yang lemah termasuk lemah iman dan kesabaran maka mudah terjatuh kepada keburukan dan dosa. Apalagi manusia itu memiliki hawa nafsu yang cenderung kepada keburukan dan juga syaithan yang selalu berusaha untuk mengelincirkan kepada maksiat dan dosa.

Oleh karena itu menjadi kewajiban utama bagi hamba hamba Allah untuk selalu bahkan terus menerus   beristighfar, yaitu memohon ampunan kepada Allah Ta'ala.  Dengan memperbanyak istighfar, seorang Muslim berharap dosa-dosanya diampuni, hatinya dibersihkan, dan hidupnya diberkahi. Selan itu, istighfar juga diyakini dapat membuka pintu rizki, memudahkan segala urusan, dan memberikan ketenangan hati.

Syaikh Utsaimin berkata : Ketika engkau mengucapkan astaghfirullah yaitu memohon ampun kepada Allah engkau memohon dua perkara yaitu :

(1) Agar Allah menutupi dosamu (agar tidak diketahui orang lain.

(2) Agar Allah memaafkan dosamu sehingga Allah tidak mengadzabmu (Majmu' Fatawa wa Rasail).

Hakikatnya mengucapkan istighfar adalah doa dan ketahuilah ini lebih utama dari doa pada umumnya. Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : Istighfar (memohon ampun kepada Allah) bagi seseorang LEBIH PENTING dibandingkan semua doa..(Jami’ul Masail).

Namun demikian hamba hamba Allah TETAPLAH BANYAK BERDOA terutama memohon kebaikan untuk dunia dan akhiratnya. Dan juga tentu harus banyak pula memohon ampun kepada Allah Ta'ala disetiap saat terutama pada waktu yang sangat dianjurkan diantaranya adalah di sepertiga malam terakhir.

Selain itu, ketika seseorang senantiasa meminta ampun dan bertaubat maka pastilah akan mendatangkan kebaikan dan keberuntungan, diantaranya adalah sebagaimana firman Allah Ta’ala :  

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى

Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Rabb-mu dan bertaubat kepada-Nya niscaya Dia akan memberikan kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. (Q.S Huud 3).

Syaikh as Sa’di berkata : “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu”, dari dosa dosa yang kamu kerjakan “dan bertaubat kepada-Nya”. Pada (sisa) umurmu yang kamu hadapi dengan kembali dan mendekatkan diri kepada-Nya, meninggalkan sesuatu yang dibenci-Nya kepada sesuatu yang dicintai dan diridhai-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)

Wallahu A'lam. (3.688)

 

 

 

 

 

 

 

 


"

 

Sabtu, 28 Maret 2026

BANYAK MANUSIA YANG TEGA MENZHALIMI DIRI SENDIRI

 

BANYAK MANUSIA YANG TEGA MENZHALIMI DIRI SENDIRI

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Memang ada manusia yang sering tergelincir melakukan perbuatan yang merugikan dirinya. Kenapa bisa terjadi ?, karena mereka melakukan kezhaliman kepada dirinya.

Ketahuilah, orang orang bijak ada yang mengingatkan bahwa menzalimi diri sendiri, zalimul linafsih adalah perkataan atau perbuatan yang  merugikan diri sendiri yaitu tersebab melanggar perintah Allah, melakukan maksiat, atau mengabaikan kewajiban, yang berakibat pada dosa dan kerugian  di dunia dan akhirat. Ini mencakup perbuatan dosa yaitu  mengabaikan ibadah, dan menuruti keiinginan hawa nafsu.

Ibnu Rajab menyebutkan bahwa kezaliman terbagi menjadi dua jenis satu diantaranya adalah kezaliman terhadap diri sendiri. Dalam hal ini yang terbesar adalah melakukan kesyirikan. Allah Ta'ala telah menjelaskan dalam  firman-Nya :

إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيم

Sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang sangat besar. (Q.S Luqman 13).

Orang yang melakukan perbuatan syirik berarti menempatkan makhluk pada kedudukan Sang Pencipta dengan menyembah dan mengagungkannya. Hal ini merupakan bentuk penempatan sesuatu  tidak pada tempatnya. Kemudian diikuti oleh berbagai bentuk maksiat, baik besar maupun kecil. Latha'if Ma'arif).

Oleh karena itu, hamba hamba Allah mestilah berusaha untuk menjauhi perbuatan zhalim kepada dirinya. Dan juga memohon serta berdoa kepada Allah Ta'ala agar dijauhkan dari perbuatan buruk ini.

Diantara doa yang sangat baik untuk diamalkan adalah doa yang diajarkan Rasulullah Salalllahu 'alaihi Wasallam yaitu    dari Abu Bakar  Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Bahwa beliau berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : Ajarkanlah kepadaku DOA YANG AKU BACA DALAM SHALATKU. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  ucapkanlah :

اللهُمَّ إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيراً، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي، إنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ

Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, kasihanilah diriku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang. (Muttafaqun ‘alaihi).  

Doa ini sangat baik kita baca dalam setiap waktu dan kesempatan berdoa. Dan sangat baik pula dibaca di dalam shalat yaitu pada saat sujud dan juga setelah membaca tasyahud akhir sebelum salam karena dalam hadits disebutkan bahwa  Abu Bakar ash Shidiq meminta diajarkan doa  untuk dibaca dalam shalatnya.

Wallahu A'lam. (3.687)

 

 

 

 

Jumat, 27 Maret 2026

MALAS BERDOA BISA MENDATANGKAN MURKA ALLAH

 

MALAS BERDOA BISA MENDATANGKAN  MURKA ALLAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa Allah Ta'ala telah menyuruh hamba hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabb-mu berfirman : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (Q.S al Ghafir 60).

Syakh as Sa'di berkata : Ini adalah bagian dari kelembutan Allah terhadap hamba-hambaNya dan nikmat-Nya yang sangat besar, di mana Dia menyeru mereka kepada apa yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi agama dan dunia mereka, dan Dia perintahkan mereka untuk berdoa dengan doa ibadah dan doa permohonan, dan Dia berjanji kepada mereka akan mengabulkannya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)

Dan karena kedudukan yang mulia dari berdoa maka  di akhir ayat ini, Allah Azza wa Jalla memberikan ancaman keras bagi orang yang menyombongkan diri dan berpaling dari berdoa kepada-Nya. Ini termasuk  makna sabda Rasalullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Sesungguhnya barangsiapa enggan untuk memohon kepada Allâh maka Dia MURKA KEPADANYA. (H.R at Tirmidzi dan al Hakim).

Oleh sebab hamba hamba tetap dan terus menerus berdoa dan memohon kebaikan kepada Allah TERUTAMA PADA WAKTU WAKTU YANG MUSTAJAB.

 Mungkin ada yang sudah sering berdoa lalu merasa doanya belum dikabulkan.Tetapi ketahuilah bahwa tidak ada rugi sedikitpun seorang hamba yang banyak berdoa karena  BERDOA ITU  ADALAH  IBADAH. 

Dalam sebuah hadits yang shahih, dari an Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


الدعاء هو العبادة

Doa adalah ibadah. (H.R  Abu Dawud).

Selain itu ketahuilah bahwa doa seorang hamba akan dikabulkan dalam tiga keadaan yaitu sebagaimana Rasulullah Salallahu 'alaoho Wasallam bersabda :

 
 
ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا قَالُوا إِذاً نُكْثِرُقَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal : (1) Allah akan segera mengabulkan doanya, (2) Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3) Allah akan menghindarkan darinya keburukan yang semisal. 

Para sahabat lantas mengatakan : Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata :, Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa doa kalian.” (H.R Ahmad, dari Abu Sa’id, hadits Hasan). 

Wallahu A'lam. (3.686).

 

 

 

 



 

 

Kamis, 26 Maret 2026

SUNGGUH BERUNTUNG HAMBA ALLAH YANG ISTIQAMAH MELAKUKAN AMALAN SUNNAH

 

SUNGGUH BERUNTUNG HAMBA ALLAH YANG ISTIQAMAH MELAKUKAN AMALAN SUNNAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Dalam syariat Islam, umatnya diminta untuk melakukan berbagai amalan sebagai cara mendekatkan diri dan mencari ridha-Nya. Amalan itu ada yang wajib dan ada pula yang sunnah atau tidak wajib. Menurut fiqih, amalan sunnah jika tidak dilakukan maka tidak mendatangkan dosa.

Namun demikian ketahuilah bahwa melakukan amalan amalan sunnah seperti shalat sunnah, puasa sunnah dan yang lainnya adalah SANGAT DIANJURKAN  DAN SUNGGUH AKAN MENDATANGKAN KEUNTUNGAN ATAU MANFAAT YANG SANGAT BANYAK, diantaranya :

Pertama : Mendatangkan cinta Allah Ta'ala. Dalam satu hadits qudsi :

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ.

Dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang paling Aku cintai daripada kewajiban yang Aku bebankan kepadanya.  Dan senantiasa  (terus menerus, istiqamah) hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan amalan sunnah hingga Aku mencintainya. (H.R  Imam Bukhari).

Kedua : Melengkapi kekurangan amalan wajib. Perhatikanlah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :  

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna.

Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang  ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya. Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini. (H.R  Abu Daud, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Ketiga : Jika berhalangan mengamalkan tetap dinilai. Dalam satu hadits dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat. (H.R Imam Bukhari).

 

Berkata Syaikh Muhammad Salih al Utsaimin : Sebaiknya orang yang berakal memperbanyak ibadah sunnah selama dia masih sehat. Karena SEMUA IBADAH SUNNAH yang dia lakukan dimasa sehatnya, jia suatu waktu dia jatuh sakit dan tidak mampu melakukannya, AKAN DICATAT BAGINYA seakan akan dia melakukannya dengan sempurna. (Asy Syarhul Mumti').

 

Wallahu A'lam. (3.685)    

 

 

Rabu, 25 Maret 2026

MAKANAN HARAM BERAKIBAT DOA TIDAK DIKABULKAN

 

MAKANAN HARAM BERAKIBAT DOA TIDAK DIKABULKAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Tentang makanan  haram bisa bermakna : (1) Haram zatnya seperti daging babi. (2) Haram cara mendapatkannya seperti mengambil makanan orang lain tanpa hak dan juga diperoleh atau dibeli dengan harta haram seperti uang curian, hasil tipuan, uang sogok, uang hasil  korupsi dan yang lainnya.

Untuk yang point (1) semua orang sangat berhati hati bahkan merasa jijik dengannya. Tetapi untuk yang point (2) sangat banyak manusia di zaman ini yang kurang peduli. Sungguh, Rasulullah telah mengingatkan dalam satu sabda beliau :


لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

Akan ada suatu zaman, seseorang tidak akan lagi peduli terhadap yang ia ambil apakah itu halal atau haram. (H.R Imam Bukhari).

Sungguh, orang orang beriman PASTILAH SANGAT TAKUT memakan makan haram baik zatnya maupun cara memperolehnya karena   MEMBAHAYAKAN DIRI, diantaranya adalah Doa tidak dikabulkan.

Ketika seorang hamba memakan makan haram yang dilarang oleh syariat maka ini menjadi penghalang besar dalam pengabulan doanya.

Diceritakan oleh Nabi Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam sabda beliau  tentang seseorang yang bagaimana mungkin doanya dikabulkan sementara makanannya dan yang lainnya berasal dari  sesuatu yang haram.  Beliau bersabda :

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

Kemudian Rasulullah menceritakan seorang laki laki berdoa, yang telah melaksanakan perjalanan jauh yang rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit, Ya Rabbku, ya Rabbku. Sementara itu makanannya haram, pakaiannya haram, minumannya haram, dan tumbuh dari hal hal yang haram, lantas bagaimana mungkin akan diterima doanya. (H.R Imam Muslim).

Selain itu, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam juga telah mengingatkan bahwa daging yang tumbuh dari harta haram berhak dapat neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasehat  kepada Ka’ab :

يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

Wahai Ka’ab bin ‘Ujrah, sesungguhnya daging badan yang tumbuh  dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka. (H.R at Tirmidzi. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Sebagai penutup tulisan ini dinukil satu hadis tentang nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Sa'ad :

 يَا سَعْدُ أَطِبْ مَطْعَمَكَ تَكُنْ ‌مُسْتَجَابَ ‌الدَّعْوَةِ،

Wahai Sa’ad, perbaikilah makananmu, maka doamu akan terkabulkan. (H.R at Thabrani).


Wallahu A'lam. (3.684).

Selasa, 24 Maret 2026

SANGAT DIANJURKAN SALING MENDOAKAN SESAMA ORANG BERIMAN

 

SANGAT DIANJURKAN SALING MENDOAKAN SESAMA ORANG BERIMAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, orang beriman itu bersaudara yaitu sebagaimana ditegaskan Allah Ta'ala dalam firman-Nya :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara. (Q.S al Hujurat 10).

Syaikh as Sa’di berkata : “Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara”. Ini adalah perjanjian yang ditunaikan Allah Ta’ala di antara sesama orang beriman. Siapapun orangnya yang berada di belahan timur  bumi ataupun barat yang beriman kepada Allah Ta’ala, Malaikat, kitab kitab, rasul rasul-Nya serta beriman kepada Hari Akhir maka dia adalah saudara orang yang beriman lainnya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Bahwa salah satu konsekwensi atau aplikasi dari persaudaraan adalah SALING MENDOAKAN. Diantara doa yang dianjurkan dalam hal ini adalah :

(1)  رَبَّنا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤمِنِينَ يَومَ يَقُومُ الحِسَابُ

Wahai Rabb kami, beri ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan. (hari Kiamat). QS. Ibrahim: 41.

(2) رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sungguh Engkau Maha Penyantun dan Maha Penyayang.   (Q.S al-Hasyr 10). 

(3) اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْيَاتِ

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. (H.R Imam Muslim).

Sungguh sangatlah banyak keutamaan mendatangi seseorang yang  mendoakan saudaranya sesama orang beriman, diantaranya adalah mendapat doa dari malaikat seperti doanya. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :


دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ

Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang akan dikabulkan. Di atas kepalanya ada malaikat yang ditugaskan untuknya. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata : Aamiin dan engkau pun mendapatkan seperti yang ia dapatkan. (H.R Imam Ahmad, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah).

Wallahu A'lam. (3.683).

 

Senin, 23 Maret 2026

ORANG BERIMAN SERING TIDAK TAHU KAPAN PERTOLONGAN ALLAH DATANG

 

ORANG BERIMAN SERING TIDAK TAHU KAPAN PERTOLONGAN ALLAH DATANG

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Dalam menjalani kehidupan ini, hamba hamba Allah terkadang menghadapi kesulitan dan kesusahan. Lalu diterima dengan sabar, berusaha untuk mengatasinya dan selanjutnya memohon pertolongan Allah Ta'ala dan berserah diri kepada ketetapannya. Allah Ta'ala berfirman : 

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah (Muhammad) : Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah DITETAPKAN ALLAH bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang orang yang beriman. (Q.S at Taubah 51). 

Tentang pertolongan Allah Ta'ala maka hamba hamba Allah hampir tidak pernah tahu KAPAN PERTOLONGAN ITU DATANG DAN BENTUK PERTOLONGAN ITU SEPERTI APA. Itulah pentingnya sikap berserah diri kepada Allah Ta'ala.

Perhatikanlah kisah Nabi Musa bersama kaummnya yang sudah terkepung  dan terdesak ke pinggir pantai dikejar kejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya. Pada saat itu tak kelihatan lagi jalan untuk selamat. Lalu Allah Ta’ala  memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya kelaut sehingga laut terbelah. Allah berfirman : 

فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ

Lalu Kami wahyukan kepada Musa : Pukullah laut itu dengan tongkatmu. Maka terbelahlah lautan itu dan setiap belahan seperti gunung yang besar. (Q.S asy Syu’araa 63). 

Ketahuilah bahwa ketika Musa dan kaumnya terkepung dia berharap pertolongan Allah mendatanginya tetapi bentuk pertolongan itu seperti apa Nabi Musa tidak mengetahui. Dia hanya diperintahkan memukulkan tongkatnya kelaut Merah yang ada dihadapannya, lalu dia patuh untuk melakukannya.  

Sungguh tidaklah Nabi Musa mempertanyakan. Misalnya bertanya  kenapa ya Allah, engkau suruh aku memukul laut dengan tongkatku apa manfaatnya ya Allah. Sungguh aku berada dalam bahaya besar.

Dan juga tidaklah  Allah Ta'ala memberi keterangan sebelumnya kepada Musa apa manfaat memukul laut dengan tongkatnya. Tapi Nabi Musa dalam posisi penuh ketaatan DAN BERSERAH DIRI kepada Allah lalu dipukul laut itu dengan tongkatnya sehingga secara tiba tiba laut terbelah dan Nabi Musa berserta kaumnya selamat.

Sementara itu musuhnya yang sangat kuat, perkasa dan sangat bengis yaitu Fir 'aun dan bala tentaranya ditengelamkan Allah Ta'ala dalam laut yang terbelah itu sementara Nabi Musa dan kaumnya selamat.

Wallahu A'lam. (3.682).