Minggu, 07 Juni 2026

PERBUATAN BOHONG TERMASUK DOSA BESAR DAN TERKUTUK

 

PERBUATAN BOHONG TERMASUK DOSA BESAR DAN TERKUTUK

Disusun oleh : Azwir B. Chaiago

 

Salah satu sikap buruk yang dipelihara atau ada pada diiri sebagian manusia di zaman ini adalah SUKA BERBOHONG. Mereka berbohong umumnya untuk mendapatkan keuntungan dunia yang hakikatnya tidak seberapa. Sungguh sering berbohong adalah salah satu DOSA BESAR. (Lihat Kitab al Kaba'ir, Imam adz Dzahabi).

 

Ketahuilah bahwa suka berbohong pasti akan mendapat celaka bahkan  Allah Ta'ala menyebutkan bahwa orang yang suka berbohong adalah terkutuk yaitu sebagaimana firman-Nya :

 

قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ ﴿١٠﴾ الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ

 

Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta, (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai. (Q.S adz Dzariyat 10-11).

Dan juga Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam mengingatkan tentang salah satu akibat buruk berbohong yaitu sebagaimana sabda beliau : 

وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dan hindarilah olehmu berlaku bohong karena kebohongan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku bohong dan selalu berbohong sehingga dia tercatat di sisi Allah Ta’ala sebagai pembohong (H.R Imam Muslim).

Syaikh Muhammad Shalih al Utsaimin berkata : Dalam hadits ini Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengingatkan bahaya berbohong. Beliau bersabda : "Hindarilah olehmu berbohong". Maksudnya hendaklah kalian menjauhi dan dan meninggalkan semua perbuatan bohong.

Tidak dibenarkan pendapat seseorang yang mengatakan bahwa apabila bohong tersebt tidak merugikan orang lain, maka diperkenankan untuk berdusta. Pendapat ini SUNGGUH SANGAT BATHIL sebab tidak ada satu keterangan yang memberikan pengecualian sseperti itu. Sedangkan seluruh keterangan yang ada mengharamkan ucapan bohong.

Kemudian Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan bahwa perkataan bohong akan menuntun kepada kejahatan. Maksudnya, apabila seseorang SELALU BERBOHONG sampai akhirnya menuju kepada kejahatan.   KEJAHATAN AKAN MENJERUMUSKANNYA KE NERAKA.  (Syarah al Kaba'ir, dengan diringkas).

Sungguh, salah satu sifat  yang menonjol pada orang munafik adalah  BERBOHONG, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda : 

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Tanda tanda orang munafik  ada tiga (1) Apabila berbicara dia bohong. (2) Apabila berjanji ia mengingkari (3) Apabila diberi amanat ia berkhianat.  (H.R Imam Muslim).

 

Selain itu ketahuilah bahwa ada  orang orang berilmu yang menjelaskan bahwa suka berbohong juga berakibat buruk pada kesehatan tubuh diantaranya adalah pemicu denyut jantung menjadi tidak normal. Dengan demikian metabolise tubuh terganggu. Ini bisa jadi pemicu serangan jantung atau stroke dan penyakit lainnya.  

Perhatikanlah bahwa para penyidik sering mengunakan detektor kebohongan  atau dikenal juga dengan lie detector atau poligraf  yaitu perangkat elektronik yang digunakan untuk menguji kejujuran seseorang ketika diinterogasi  dengan mengukur dan mencatat reaksi fisiologis atau fisik tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, pernapasan, dan produksi keringat dan yang lainnya.

Oleh sebab itu hamba hamba Allah haruslah selalu berusaha menjauhkan diri dari perbuatan bohong yang mendatangkan laknat Allah, menuntun ke neraka serta merupaka sifat orang munafik dan juga membahayakan diri secara fisik.

Wallahu A'lam. (3.725). 

 

 

 

Kamis, 04 Juni 2026

MENYESAL DI DUNIA BERMANFAAT MENYESAL DI AKHIRAT TIDAK BERGUNA

 

MENYESAL DI DUNIA BERMANFAAT MENYESAL DI AKHIRAT TIDAK BERGUNA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Kalau seseorang menyesal di dunia masih bermanfaat meskipun penyesalan datang ketika umur sudah 60 tahun atau lebih. Pada saat masih muda banyak orang melakukan perbuatan buruk bahkan tercela.Tetapi setelah berusia lanjut lalu menyesal dan bertaubat dengan perbuatan buruknya  diwaktu masih muda dan juga bersegera melakukan amal amal shalih yang dulu dilalaikannya. Sungguh, keadaan ini bermanfaat sebagai upaya menghapus dosa yang lalu dan memperbanyak amal shalih untuk bekal kembali ke akhirat.

Ketahuilah bahwa pada hakikatnya semua orang di akhirat kelak pasti akan menyesal. Tetapi penyesalan di akhirat tidak lagi ada gunanya, sudah terlambat.

Kesempatan untuk bertaubat dan melakukan amal shalih sudah lewat. Sungguh negeri akhirat itu bukan untuk beramal shalih tetapi untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah diucapkan dan diperbuat semasa hidup di dunia.

Sungguh, sangat banyak penyebab penyesalan yang akan dialami seseorang di negeri akhirat. Penyebabnya adalah karena mengabaikan perintah Allah, diantaranya adalah :

(1) Allah Ta'ala berfirman :

يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ

Dia berkata : Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini. (Q. S al Fajr 24).

(2) Allah Ta'ala berfirman :

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَنَآ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا۠

Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata : Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul. (Q.S al Ahdzab 66).

(3) Allah Ta'ala berfirman :


حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ . لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

(Demikianlah keadaan orang orang ingkar itu) Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata : Ya Rabb-ku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku dapat MELAKUKAN AMAL SHALIH yang telah aku tinggalkan. (Q.S al Mukminun 99-100)

(4) Allah Ta’ala berfirman :

رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

(Mereka berkata), Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar maka kembalikanlah kami (ke dunia) niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh kami adalah orang orang yang yakin. (Q.S as Sajdah 12)

(5) Allah Ta'ala berfirman :

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu SEBELUM KEMATIAN DATANG kepada salah seorang diantara kamu, lalu dia berkata (menyesali) : Ya Rabb-ku sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang orang yang shalih.  (Q.S al Munafiqun 10).

Oleh karena itu maka hamba hamba Allah mestilah mengabil kesempatan sebanyak mungkin untuk melakukan peritah Allah terutama berupa amal shalih yang disyariatkan.

 

Wallahu A'lam. (3.274).

     

 

Selasa, 02 Juni 2026

TERUS MENERUS BELAJAR ILMU AGAR SEMAKIN SEMANGAT BERIBADAH

 

TERUS MENERUS BELAJAR ILMU AGAR SEMAKIN SEMANGAT BERIBADAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa sebagian saudara saudara kita di zaman ini ada yang terkadang  lemah semangat dalam beribadah bahkan ada yang sering lemah semangatnya dalam ibadah. Padahal Allah Ta'ala telah mengingatkan untuk menyembah Allah atau beribadah kepada-Nya sampai datangnya kematian. Allah Ta'ala berfirman :  


وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

 Dan sembahlah Rabbmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu. (Q.S al Hijr 99).

Syaikh as Sa’di berkata : Al yaqin yaitu sampai ajal tiba. Maksudnya, kontinyulah, engkau (Muhammad)  mendekatkan diri kepada Allah dengan segala macam ibadah disetiap waktu. Maka beliau mentaati perintah Rabb-nya dan senantiasa   beribadah sampai datang al yaqin  dari Rabbnya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)

Ketahuilah bahwa sungguh, kewajiban PALING UTAMA hamba hamba Allah   adalah beribadah, menyembah dan mengabdi kepada-Nya. Bahkan itulah tujuan  Allah menciptakan kita. Allah Ta'ala berfirman :

Pertama : Dalam surat al Baqarah ayat 20. Allah Ta'ala berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai manusia !. Sembahlah Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Kedua : Dalam surat adz Dzariyat ayat 56. Allah Ta'ala berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menjadikan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku

Ketahuilah diantara cara yang penting untuk bisa terus menerus bersemangat beribadah maka hamba hamba Allah MESTILAH BERSEMANGAT  BELAJAR ILMU SYARIAT. Ingatlah bahwa hamba hamba yang paling takut kepada Allah adalah orang orang berilmu sebagaimana firman-Nya :


إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Diantara hamba hamba Allah yang takut kepada-Nya HANYALAH PARA ULAMA. Sungguh Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun. (Q.S Fathir 28).

Syaikh as Sa'di berkata bahwa seorang ulama (orang berilmu) yang makin banyak ilmunya tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala maka rasa takutnya kepada Allah Ta'ala pun semakin besar. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Oleh karena itu hamba hamba Allah mestilah terus menerus belajar ilmu agar semakin mengenal Allah dan kekuasaan-Nya yang Mahaagung sehingga timbul rasa takut mengabaikan perintahnya dan rasa takut melanggar larangannya.

Dan juga ketika seseorang memiliki ilmu maka akan selalu bersemangat dalam beribadah kepada Allah Ta'ala karena yakin akan mendapat balasan yang lebih baik dan berlipat ganda pula.

Wallahu A'lam. (3.723).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 31 Mei 2026

SEDIKIT ILMU SEDIKIT PULA RASA TAKUT KEPADA ALLAH

 

SEDIKIT ILMU SEDIKIT PULA RASA TAKUT KEPADA ALLAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, Allah Ta'ala adalah Dzat yang wajib ditakuti oleh hamba hamba-Nya. Takut melalaikan perintah-Nya dan takut melanggar perintah-Nya. Nah, ketika seorang hamba memiliki ilmu sedikit maka salah satu konsekwensi atau akibatnya adalah sedikit pula rasa takutnya kepada Allah Ta'ala.

Perhatikanlah firman Allah Ta'ala yang menjelaskan tentang orang orang yang takut kepada Allah Ta'ala :


إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Diantara hamba hamba Allah yang takut kepada-Nya HANYALAH PARA ULAMA. Sungguh Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun. (Q.S Fathir 28).

Pada catatan kaki terjemahan resmi al Qur an oleh  Departemen Agama, disebutkan : (Para ulama) adalah orang orang yang mengetahui ILMU (TENTANG) KEBESARAN DAN KEKUASAAN ALLAH.

Syaikh as Sa'di berkata bahwa seorang ulama (orang berilmu) yang makin banyak ilmunya tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala maka rasa takutnya kepada Allah Ta'ala pun semakin besar.

Dengan rasa takut kepada Allah Ta'ala mendorong dirinya untuk beramal saleh dan menjauhi dari perbuatan dosa atau maksiat serta senantiasa mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Dzat yang ditakutinya, yaitu Allah Azza wa Jalla. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Jadi, semakin berilmu seorang hamba maka semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasalam bersabda :

فَوَاللَّهِ إِنِّي أَعْلَمُهُمْ بِاللَّهِ وَأَشَدُّهُمْ لَهُ خَشْيَةً.

Sesungguhnya aku yang PALING MENGENAL ALLAH dan aku adalah yang paling takut kepada Allah. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).  

Oleh karena itu hamba hamba Alllah tetaplah belajar terutama ilmu syar'i sehingga mendatangkan rasa takut yang sebenar benarnya takut untuk melalaikan kewajiban kepada Allah Ta'ala dan mendatangkan pula rasa tajut untuk melanggar larangan-Nya.

Ibnul Qayyim al Jauziyyah berkata : Dengan makin bertambah pengetahuan seorang hamba mengenai Allah Azza wa Jalla, maka makin bertambah pula rasa takut dan pengagungan hamba itu kepada-Nya. Pengetahuan mengenai Allah, yakni makrifatullah, adalah ilmu paling mulia yang meliputi nama-Nya, sifat-Nya, dan perbuatan-Nya.

Maka orang yang memperoleh ilmu akan takut kepada Allah Ta'ala yang akan mengantarkan kepada ketaatan dan ketundukan kepada-Nya. (Raudhatul Muhibbin).

Wallahu A'lam. (3.722)

 

 

SHALAT DHUHA SEBAGAI PENGHAPUS DOSA SEBANYAK BUIH DI LAUTAN

 

SHALAT DHUHA SEBAGAI PENGHAPUS DOSA SEBANYAK BUIH DI LAUTAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, setiap kebaikan atau amal shalih yang dilakukan oleh seorang hamba dengan ikhlas pasti akan dibalas dengan lebih banyak kebaikan. Allah Ta'ala berfirman :

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ ٱلَّذِى كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Dan orang-orang yang beriman dan beramal shalih, pasti akan Kami hapus kesalahan kesalahannya dan mereka pasti akan  Kami beri balasan yang LEBIH BAIK dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S al Ankabut 7).

Oleh karena itu maka semestinya hamba hamba Allah bersemangat untuk melakukan amal shalih terutama yang wajib dan juga yang sunnah. Dan juga melakukan amal shalih yang besar maupun yang kecil. Semuanya pasti akan mendatangkan kebaikan di dunia dan terutama di akhirat kelak.

Ketahuilah bahwa salah satu ibadah yang tidak wajib adalah shalat dhuha yang dibalas Allah Ta'ala dengan banyak kebaikan. Perintah shalat dhuha diantaranya disebutkan dalam hadits dari  Abdurrahman bin Shakhr ad Dausi al Yamani lebih dikenal dengan nama Abu Hurairah :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Dari Abu Hurairah, dia  berkata : Telah berwasiat kepadaku, kekasihku (Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam) untuk melakukan tiga hal yang TAK AKAN AKU TINGGALKAN  hingga meninggal dunia, yaitu : Puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dan tidur dalam keadaan telah melakukan shalat witir.  (H.R Imam Bukhari)

Sungguh, ibadah shalat dhuha ini senantiasa diamalkan oleh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dan diikuti oleh para sahabat serta  orang orang shalih pada umumnya. Diantara keutamaannya adalah sebagai penghapus dosa meskipun itu sangat banyak seperti buih dilautan. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر

Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun SEBANYAK BUIH DI LAUTAN. (H.R at Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah berusaha mengamalkan shalat dhuha ini paling tidak  dua rakaat. Dan kita terus menerus memohon kepada Allah Ta'ala agar dosa dosa kita diampuni.

Selain itu, ketahuilah bahwa SETELAH SHALAT DHUHA, dianjurkan pula memohon ampun 100 kali yaitu  sebagaimana hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat Dhuha, beliau mengucapkan :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

مائة مرة  حتى  قالها

Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.  

Sampai beliau membacanya seratus kali. (H.R Imam Bukhari dalam al Adab al Mufrad, Syaikh al Albani mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih)

Wallahu A'lam. (3.721)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 28 Mei 2026

HADIR DI MAJLIS ILMU SATU JALAN UNTUK MENGHAPUS DOSA

 

HADIR DI MAJLIS ILMU SATU JALAN UNTUK MENGHAPUS DOSA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, manusia diciptakan dalam keadaan lemah yaitu sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta'ala :


وَخُلِقَ ٱلْإِنسَٰنُ ضَعِيفًا

Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah. (Q.S an Nisa’ 28.)

Syaikh as Sa’di berkata : Jadi sungguh manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah. Manusia itu adalah lemah dalam hal fisik, lemah dalam berkehendak, lemah dalam bertekad dan lemah dalam iman dan kesabaran (Lihat Tafsir Kariimir Rahman).

Dengan keadaannya yang lemah termasuk lemah iman dan kesabaran maka mudah terjatuh kepada keburukan dan dosa. Apalagi manusia itu memiliki hawa nafsu yang cenderung kepada keburukan.

Dan juga ada syaithan yang selalu berusaha untuk mengelincirkan kepada maksiat dan dosa. Tetapi ketahuilah bahwa sungguh Allah Ta'ala Maha Pengampun dan memberi banyak jalan agar dosa kita diampuni. Diantaranya adalah ketika HADIR DI MAJLIS ILMU.

Dari Abu Hurairah,  dari Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda : "Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi mempunyai beberapa malaikat yang terus berkeliling mencari majelis dzikir. Apabila mereka telah menemukan majelis dzikir tersebut, maka mereka terus duduk di situ dengan menyelimutkan sayap sesama mereka hingga memenuhi ruang antara mereka dan langit yang paling bawah. Apabila majelis dzikir itu telah usai, maka mereka juga berpisah dan naik ke langit.

Kemudian Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  meneruskan sabdanya : "Selanjutnya mereka ditanya Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat Yang sebenarnya Maha Tahu tentang mereka :Kalian datang dari mana ?" Mereka menjawab : "Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu di bumi yang selalu bertasbih, bertakbir, bertahmid, dan memohon kepada-Mu ya Allah.

Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya : Apa yang mereka minta .?  Para malaikat menjawab : Mereka memohon surga-Mu ya Allah.  Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya lagi : "Apakah mereka pernah melihat surga-Ku? " Para malaikat menjawab : Belum. Mereka belum pernah melihatnya ya Allah." Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata : Bagaimana seandainya mereka pernah melihat surga-Ku.

Para malaikat berkata : Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu ya Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala balik bertanya, "Dari apa mereka meminta perlindungan kepada-Ku ?. Para malaikat menjawab : Mereka meminta perlindungan kepada-Mu dari neraka-Mu ya Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya : Apakah mereka pernah melihat neraka-Ku . Para malaikat menjawab : Belum. Mereka belum pernah melihat neraka-Mu ya Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata : “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku."

Para malaikat berkata : Ya Allah, sepertinya mereka juga memohon ampun  kepada-Mu. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala  menjawab : "Ketahuilah wahai para malaikat-Ku, sesungguhnya AKU TELAH MENGAMPUNI MEREKA, memberikan apa yang mereka minta, dan melindungi mereka dari neraka".

Para malaikat berkata : Ya Allah, di dalam majelis mereka itu ada seorang hamba yang berdosa dan kebetulan hanya lewat lalu duduk bersama mereka. Maka Allah menjawab, "Ketahuilah  sesungguhnya AKU AKAN MENGAMPUNI ORANG TERSEBUT. Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang menyebabkan orang yang duduk bersamanya terhindar dari celaka”.  (H.R Imam Muslim).

Wallahu A'lam. (3.720) 

 

 

Selasa, 26 Mei 2026

JEJAK LANGKAH KAKI SEORANG HAMBA BERJALAN KE MASJID TIDAK SIA SIA

 

JEJAK LANGKAH KAKI SEORANG HAMBA BERJALAN KE MASJID TIDAK SIA SIA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Hamba hamba Allah  yang hatinya terkait dengan masjid pasti akan selalu melakukan ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala, termasuk berjalan ke masjid setiap waktu shalat fardhu tiba. Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

 

Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat. (H.R Imam Bukhari)

Dan ketahuilah bahwa Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dan para sahabat senantiasa berjalan ke masjid untuk melaksanakan shalat fardhu.

Selain itu,  ketahuilah bahwa bekas telapak kaki seseorang yang berjalan ke masjid untuk beribadah tak akan sia-sia. Imam As-Suyuthi dalam kitab Asbabun Nuzul menceritakan tentang hadits yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dengan sanad hasan, dan Al-Hakim dengan sanad yang sahih, yakni dari Abu Sa’id Al-Khudri. 

إن بني سلمة شكوا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد منازلهم من المسجد ، فنزلت : ( ونكتب ما قدموا وآثارهم ) ، فأقاموا في مكانهم  

Dia berkata : Bahwa Bani Salamah yang bertempat tinggal di pinggiran Kota Madinah ingin berpindah ke dekat Masjid Nabawi. Peristiwa ini kemudian menjadi sebab turunnya surat Yasin ayat 12, Allah Ta'ala berfirman : 

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan BEKAS BEKAS yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (lauh mahfuzh).

Sejak saat itu, mereka tidak jadi pindah dekat Masjid Nabawi. Kemudian, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam juga bersabda dalam hadits riwayat Abu Hurairah :

  كلُّ خطوةٍ يخطوها أحدُكم إلى الصلاةِ يُكْتَبُ لَهُ [ بها ] حسنةٌ ويُمْحَى عنه بِها سَيِّئَةٌ  

Setiap langkah menuju tempat shalat (masjid) akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus keburukan. (H.R  Imam Ahmad).

Dan juga keutamaan orang yang berjalan kaki menuju masjid juga disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Usman bin Affan, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :    

مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ فَصَلَّاهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ مَعَ الْجَمَاعَةِ أَوْ فِي الْمَسْجِدِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَه

Barangsiapa yang berwudhu’ untuk shalat, kemudian MENYEMPURNAKAN WUDHU’NYA  kemudian berjalan menuju shalat wajib, shalat bersama manusia atau bersama jamaah atau di masjid, Allah ampuni dosanya.  (H.R Imam Muslim).

Dan juga ada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda :

 كُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ 

Setiap langah berjalan untuk menunaikan sholat (di masjid) adalah sedekah.

Oleh karena itu hamba hamba Allah tetap bersemangat untuk shalat di masjid sebagaimana diajarkan Rasulullah Salallahu 'alai Wasallam dan diamalkan oleh para sahabat dan orang orang shalih.

Wallahu A'lam. (3.719)