MEMBACA AYAT KURSI DAN AL MUAWWIDZAT SETELAH SHALAT FARDU
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Sungguh,
Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam mengajarkan kita umat beliau untuk
membaca dzikir shalat fardhu yaitu selesai shalat fardhu yaitu setelah salam.
Dalam satu sabda beliau disebutkan :
كَانَ رَسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ
اسْتَغْفَرَ ثَلاثَاً ، وَقَالَ : اللَّهُمَّ أنْتَ السَّلاَمُ ، وَمِنْكَ
السَّلاَمُ ، تَبَارَكْتَ يَاذَا الجَلاَلِ وَالإكْرَامِ قِيلَ لِلأوْزَاعِيِّ –
وَهُوَ أحَدُ رواة الحديث – : كَيْفَ الاسْتِغْفَارُ ؟ قَالَ : يقول : أسْتَغْفِرُ
الله ، أسْتَغْفِرُ الله .
Apabila
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam selesai dari shalatnya
(shalat fardhu, pen.), beliau BERISTIGHFAR TIGA KALI dan mengucapkan :
“ALLAHUMMA ANTAS SALAAM, WA MINKAS SALAAM, TABAARAKTA YAA DZAL JALAALI WAL
IKRAAM” (Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan.
Mahasuci Engkau, wahai Rabb Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).
Ada
yang bertanya pada al Auza’i, yaitu salah satu perawi hadits ini : Bagaimana
cara beristighfar ?. Al Auza’i menjawab : Caranya membaca ASTAGHFIRULLAH …
ASTAGHFIRULLAH (Aku memohon ampun kepada Allah. Aku memohon ampun kepada
Allah). H.R Imam Muslim.
Setelah membaca dzikir sesudah shalat fardhu dianjurkan
membaca ayat kursi, sebagaimana sabda beliau :
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ
اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ
قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ
دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلاَ الْمَوْتُ». رَوَاهُ الْنَّسَائيُّ، وَصَحَّحَهُ ابْنُ
حِبَّانَ.
Dari Abu Umamah radhiyallahu
‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda : Barang siapa membaca
ayat kursi setiap selesai shalat
fardhu, maka tiada yang menghalanginya masuk surga kecuali maut (kematian). H.R an Nasa'i dan disahihkan oleh Ibnu
Hibban)
Selanjutnya ditutup dengan membaca surat al Mu'awwadzat yaitu tiga surah terakhir dari al Qur an. Dalilnya adalah berasal dari sahabat 'Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu, ia berkata :
أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ
أَقْرَأَ الْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ
Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku untuk membaca al Mu'awwidzat
di setiap akhir shalat (sesudah salam). H.R an Nasa'i dan Abu Daud.
Setelah itu, ada sebagian
saudara saudara kita yang membaca surat al Fatihah setelah membaca dzikir
shalat fardhu. Ketahuilah bahwa dalam hal ini Rasulullah Salallahu 'alaihi
Wasallam tidak melakukannya.
Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzhahullah
mengatakan : Adapun membacanya (surat al Fatihah) setelah shalat fardhu, maka
saya tidak mengetahui dalilnya dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam.
Yang terdapat dalilnya adalah ayat kursi,
qul huwallahu ahad, dan qul a’udzu birabbil falaq, dan qul a’udzu birabbinnas.
Telah datang hadist-hadist yang menunjukkan disyariatkannya membaca surat-surat
tersebut setelah shalat lima waktu. Adapun membaca surat Al-Fatihah maka saya tidak
mengetahui dalil yang menunjukkan disyariatkan perkara tersebut setelah shalat.
(Al Muntaqa min Fatawa Al-Fauzan).
Wallahu A'lam. (3.715)