MENYESAL DI DUNIA
BERMANFAAT MENYESAL DI AKHIRAT TIDAK BERGUNA
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Kalau seseorang menyesal di dunia masih bermanfaat
meskipun penyesalan datang ketika umur sudah 60 tahun atau lebih. Pada saat
masih muda banyak orang melakukan perbuatan buruk bahkan tercela.
Ketahuilah bahwa pada hakikatnya semua orang di akhirat kelak pasti akan menyesal. Tetapi penyesalan di akhirat tidak lagi ada gunanya, sudah terlambat.
Kesempatan untuk bertaubat dan melakukan amal shalih
sudah lewat. Sungguh negeri akhirat itu bukan untuk beramal shalih tetapi untuk
mempertanggung jawabkan apa yang telah diucapkan dan diperbuat semasa hidup di
dunia.
Sungguh, sangat banyak penyebab penyesalan yang akan
dialami seseorang di negeri akhirat. Penyebabnya adalah karena mengabaikan
perintah Allah, diantaranya adalah :
(1) Allah Ta'ala berfirman :
يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ
قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ
Dia berkata : Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku
mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini. (Q. S al Fajr 24).
(2) Allah Ta'ala berfirman :
يَوْمَ تُقَلَّبُ
وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَنَآ اَطَعْنَا اللّٰهَ
وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا۠
Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam
neraka, mereka berkata : Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat
(pula) kepada Rasul. (Q.S al Ahdzab 66).
(3) Allah Ta'ala berfirman :
حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ . لَعَلِّي
أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
(Demikianlah
keadaan orang orang ingkar itu) Hingga apabila datang kematian kepada seseorang
dari mereka, dia berkata : Ya Rabb-ku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku
dapat MELAKUKAN AMAL SHALIH yang telah aku tinggalkan. (Q.S al Mukminun 99-100)
(4)
Allah Ta’ala berfirman :
رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ
صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
(Mereka
berkata), Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar maka kembalikanlah
kami (ke dunia) niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh kami adalah
orang orang yang yakin. (Q.S as Sajdah 12)
(5) Allah Ta'ala berfirman :
وَأَنْفِقُوا
مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ
رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ
الصَّالِحِينَ
Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu SEBELUM KEMATIAN DATANG kepada salah seorang diantara kamu, lalu dia berkata (menyesali) : Ya Rabb-ku sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang orang yang shalih. (Q.S al Munafiqun 10).
Oleh karena itu maka hamba hamba Allah mestilah mengabil kesempatan sebanyak mungkin untuk melakukan peritah Allah terutama berupa amal shalih yang disyariatkan.
Wallahu A'lam. (3.274).