ORANG BERIMAN TIDAK
MENGELUH DAN MERINTIH JIKA MENGALAMI SAKIT
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Sungguh, orang orang beriman akan diuji dirinya, keluarganya, hartanya dan yang lalinnya. Sungguh, Allah Ta'ala telah menjelaskan dalam firman-Nya :
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ
فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
Apakah
manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, KAMI TELAH
BERIMAN DAN MEREKA TIDAK DIUJI ?. Dan sungguh Kami telah menguji orang orang
sebelum mereka maka Allah pasti mengetahui orang orang yang benar dan pasti
mengetahui orang orang yang berdusta. (Q.S al Ankabut 2-3).
Diantara ujian berupa musibah yang terkadang
mendatangi orang orang beriman adalah DIDATANGI PENYAKIT baik yang berat maupun
yang ringan. Dalam hal ini tentu terasa tidak menyenangkan dari segala segi. Namun
demikian orangorang beriman sangat dianjurkan untuk tidak mengeluh apalagi
merintih tersebab sakitnya.
Ketahuilah
bahwa ketika didatangi ujian berupa musibah
berupa sakit maka paling utama yang harus dikedepankan adalah sifat sabar yaitu
menerima dengan lapang hati dan meyakinkan diri seyakin yakinnya bahwa Allah
Ta'ala akan memberikan kebaikan bagi hamba hamba-Nya.
Sungguh
sangat banyak kebaikan yang akan mendatangi hamba hamba Allah yang diuji dengan
penyakit, TERUTAMA SEKALI SEBAGAI
PENGHAPUS DOSA. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
مَا مِنْ
مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضِ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتُهُ
كَمَا تَحَطَّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu musibah berupa sakit atau lainnya,
melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sakitnya itu, sebagaimana
sebatang pohon yang menggugurkan daun-daunnya. (H.R Imam Bukhari dan Imam
Muslim).
Dan juga
satu hadits dari Jabir bin Abdullah menyebutkan bahwa Rasulullah Salallahu
'alaihi Wasallam bersabda :
مَا يَمْرَضُ مُؤْمِنٌ وَلاَ مُؤْمِنَةٌ وَلاَ مُسْلِمٌ
وَلاَمُسْلِمَةٌ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِذلِكَ خَطَايَاهُ كَمَا تَنْحَطُّ
الْوَرَقَةُ مِنَ الشَّجَرِ”
Tidaklah
sakit seorang mukmin, laki-laki dan perempuan, dan tidaklah pula dengan seorang
muslim, laki-laki dan perempuan, melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala
menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan hal itu, sebagaimana bergugurannya
dedaunan dari pohon. (H.R Imam Ahmad).
Dari Abu Hurairah
Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا يُصِيبُ
الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا
غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ
خَطَايَاهُ
Tidaklah seorang muslim
tertimpa cobaan, penyakit, kesulitan, kesedihan, gangguan, tidak pula gundah
gulana, sampai kiranya duri yang menusuknya, melainkan Allah akan jadikan sebagai
penghapus dari kesalahannya (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Wallahu A'lam. (3.649).