ORANG ORANG BERIMAN
HANYA MENGADU KEPADA ALLAH
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Sungguh, ketika menjalani kehidupan di dunia, orang
orang beriman akan menemukan keadaan sulit dan mudah, keadaan susah dan senang.
Memang demikian adanya, orang beriman selalu akan diuji dengan berbagai keadaan.
Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah
mengingatkan bahwa orang orang beriman itu akan selalu diuji. Yaitu sebagaimana
sabda beliau :
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ
الزَّرْعِ لَا تَزَالُ الرِّيحُ تُفِيئُهُ، وَلَا يَزَالُ الْمُؤْمِنُ يُصِيبُهُ
الْبَلَاء
Perumpamaan seorang beriman tak ubahnya seperti tanaman,
angin akan selalu menerpanya, ia akan selalu mendapat cobaan (H.R Imam Muslim).
Semestinya, ketika orang beriman didatangi ujian yang terasa berat, tidak
menyenangkan hatinya merasa hati gundah, tidak nyaman maka jangan sekali kali mengadu kepada
manusia apalagi MENGELUHKAN kesulitan atau kesusahaan yang menimpa diri.
Ketahuilah bahwa manusia itu lemah sehingga bisa jadi
mendatangkan kekecewaan. Bahkan bisa jadi juga dianggap memberi beban kepada
orang lain. Dan juga ketika sering mengadukan keaaan diri kepada manusia mereka
bisa bosan bahkan bisa oula salah paham.
Selain itu mengadukan keadaan diri kepada orang bisa
bermakna tidak ridha atas apa yang telah ditetapkan Allah Ta;ala. Sungguh Allah
Ta'ala telah mengingatkan dalam firman-Nya :
قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى
ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ
Katakanlah (Muhammad). Tidak akan menimpa kami
melainkan APA YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH BAGI KAMI. (Q.S at Taubah 51)
Syaikh as Sa'di berkata : Allah adalah Rabb yang
bergantung kepada-Nya segala sesuatu, yakni yang dituju dalam seluruh
kebutuhan. Kepada-Nya mereka meminta apa yang mereka perlukan.
Dan keadaan-Nya mereka bergantung pada apa yang mereka
inginkan, karena Dia Maha Sempurna dalam sifat-sifat-Nya, Maha Mengetahui Yang
sempurna ilmu-Nya, Maha Penyantun yang sempurna Santun-Nya. (Tafsir Taisir
Karimir Rahman).
Sungguh, wajib diketahui dan dipahami pula bahwa
tempat mengadukan keadaan diri HANYALAH ALLAH TA'ALA Yang Mahakuasa dan
Mahabijaksana. Dalam hal ini kita perlu belajar dari kisah Nabi Ya'qub bahwa Allah Ta'ala adalah sebaik-baik tempat
mengadu :
قَالَ إِنَّمَآ أَشْكُوا۟ بَثِّى
وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ya'qub berkata : Sesungguhnya HANYALAH
KEPADA ALLAH aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari
Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya. (Q.S Yusuf 86).
Wallahu A'lam. (3.706).